6 Ujian Saat Hamil Suami Selingkuh Membuat Hati Tersayat

Posted on

Seringkali permasalahan dalam rumah tangga ditimbulkan oleh gangguan pihak ketiga. Bagaimana rasanya apabila suami selingkuh saat istrinya tengah mengandung? Inilah realita yang terjadi pada kehidupan rumah tangga saat ini. Banyak ujian yang menerpa kehidupan rumah tangga, mayoritas wanita yang menjadi korbannya. Anda dapat melihat 6 ujian saat hamil suami selingkuh dari informasi berikut:

image by https://www.shutterstock.com

1. Digunjingkan tetangga karena suami ketahuan selingkuh

Masalah rumah tangga adalah aib di dalam keluarga tersebut yang harus diselesaikan secepatnya agar tidak tersebar hingga ke telinga tetangga. Lingkungan sosial mempunyai aturan dan norma yang berlaku, perselingkuhan dianggap bertentangan dengan norma yang ada. Bagaimana rasanya jika wanita hamil harus mendengar olok-olok dari tetangga? Pastinya hal tersebut akan menjatuhkan harga dirinya di depan banyak orang. Tidak hanya malu untuk keluar rumah, olok-olok tetangga pastinya mempengaruhi kondisi psikisnya.

2. Bayi di dalam kandungan ikut merasakan penderitaan psikis

Mendengar gunjingan tetangga karena suami selingkuh tentunya membuat jiwa wanita terguncang. Masalah seperti ini tidak hanya terjadi pada pasangan yang belum memiliki anak, bahkan wanita hamil sering merasakan dampak perselingkuhan yang dilakukan oleh suami. Kondisi psikis terganggu ketika mendengar orang lain membicarakan tentang masalah tersebut. Wanita hamil lebih banyak mendapatkan dampak, tidak hanya dampak psikis namun juga kondisi janin yang ikut terganggu. Tidak jarang wanita hamil mengalami keguguran karena terlalu stress memikirkan suami yang selingkuh.

3. Tekanan psikologis yang menyebabkan kondisi kesehatan menurun

Memikirkan suami selingkuh saat sedang hamil pastinya menjadi ujian yang sangat berat bagi seorang wanita. Tidak bisa menerima keadaan, merasa kalah, kecewa dan sakit hati bercampur menjadi satu. Pada akhirnya apa yang terjadi? Kondisi tersebut lama kelamaan membuat wanita hamil menjadi depresi. Pada dasarnya wanita yang sedang hamil memiliki kadar emosional yang tidak stabil. Memikirkan masalah terus menerus tanpa mempertimbangkan pola makan dan pola tidur menyebabkan wanita hamil mengalami penurunan kondisi kesehatan secara drastis, hal ini akan berpengaruh pada janin yang ada di dalam kandungannya.

4. Malu untuk bercerita pada orang lain perihal permasalahan rumah tangga yang dihadapi

Masalah keluarga hanya bisa dipecahkan antara suami dan istri. Namun, seringkali permasalahan yang dihadapi terlalu sulit dihadapi sehingga membutuhkan pihak lain yang dapat membantu. Namun, tidak semua wanita mau mencurahkan segala permasalahan yang dihadapi kepada orang lain, termasuk apabila masalah tersebut adalah aib di dalam rumah tangga. Notabene wanita hamil memiliki kondisi emosional yang berubah-ubah. Mereka tidak diperkenankan berfikir terlalu berat, melakukan pekerjaan yang berat atau memikirkan sesuatu yang dapat meningkatkan emosinya. Wanita hamil butuh didampingi, mereka bisa menangis dan tersenyum tanpa sebab. Maka dari itu, apabila ada masalah yang cukup berat, harusnya ada pihak yang bersedia membantu dalam menyelesaikan masalah.

5. Hubungan dengan suami tidak harmonis diperparah karena suami jarang pulang

Wanita hamil membutuhkan suami untuk mendukung kegiatan yang dilakukan sehari-hari. Semua wanita tidak rela apabila suaminya memiliki wanita lain. Dalam kondisi sedang hamil, wanita sering manja pada suami. Contohnya ngidam ingin makan buah yang asam, ingin ini dan itu. Suami jarang pulang karena bertemu selingkuhan adalah fakta yang sangat menyayat hati wanita.

6. Keinginan untuk mengakhiri penderitaan dengan jalan yang salah

Tidak siap nenghadapi masalah yang terjadi, suami selingkuh saat dirinya sedang hamil tentunya menjadi penderitaan yang seakan tidak ada habisnya. Ketika tidak ada solusi yang dapat memecahkan permasalahan, wanita bisa melakukan hal-hal di luar akal sehat. Mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri selalu menjadi jalan terakhir.

Terkadang masalah hadir saat keadaan sedang kacau. Permasalahan seakan tidak ada habisnya, siapapun tentu pernah memiliki masalah atau bahkan sedang mengalami masalah yang pelik. Ujian hidup datang pada siapapun tanpa memandang derajat, kekayaan, ataupun kondisi yang sedang dialami. Membangun kehidupan rumah tangga bukanlah sesuatu yang mudah. Maka dari itu, sebelum merencanakan untuk menikah hendaknya memperkuat komitmen. Pernikahan adalah ikatan yang akan bertahan selamanya hingga maut memisahkan. Namun, ujian dalam rumah tangga selalu datang menghampiri.

Loading...