5 Hal Menjijikkan Ini Cuma Ada Dalam Otak Seorang Wanita Pelakor!

Posted on

Mendengar kata “pelakor”

Terbesit pemikiran seorang wanita muda cantik yang merusak hubungan rumah tangga orang lain.

Faktanya seperti itu.

Tidak jarang, beberapa pelakor ini masih berusia muda.

Begitu muda dan cantiknya untuk bisa menggaet pria kaya yang menjadi impiannya, dan ”mendapatkan bergelimang harta”.

Itu intinya.

Herannya lagi, para pelakor ini lebih menyukai pria duda kaya raya, maupun pria tua yang sudah beristri, dan rela dijadikan istri kedua atau ketiganya.

Dia tidak akan pernah tertarik dengan pria single, baik, namun “tidak kaya”

Baginya,

Dia lebih memilih menjadi yang kedua, asal ada harta di sekelilingnya.

Gila bukan?

Namun memang apa yang ada dalam otak seorang pelakor lebih menjijikan lagi.

Jika anda seorang istri, wajib mengetahui hal apa saja yang sebenarnya ada dalam pemikiran seorang wanita pelakor tersebut.

Begini.

1. Selalu merasa bertemu jodoh yang kaya.

“Tuhan yang mempertemukan!”

Yang ada di pikirannya adalah ini bukan salah dirinya, namun karena “jodohnya lebih sering bertemu dengan pria mapan dan kaya”

“terlalu sombong”

Itu kata yang pas untuk pelakor di awal.

Dia hanya merasa dirinya itu pantas dicintai oleh pria pria mapan dan kaya. Dan selalu bertemu dengan pria semacam itu, daripada bertemu dengan pria yang biasa biasa saja.

Di pemikirannya, hal itu adalah wajar.

Seorang wanita berhak memilih kriteria yang kaya dong…

“sampah”, itu pendapat seorang pria saat mendengar ucapan itu dari seorang pelakor, ataupun “matre” itu yang sebenarnya ada dalam pemikiran pria saat melihatnya.

Namun, si perempuan semacam ini tidak akan pernah menyadarinya bahwa dia itu matre.

2. Merasa dirinya paling baik dibanding istri pertama.

“Dialah yang paling sempurna!”

Nah,

ini tidak masuk diakal.

Di mata pelakor, justru sering menyalahkan sang istri sah pertama.

Dia beranggapan seolah olah si pria mencari wanita lain di luar, dikarenakan istri sahnya tersebut tidak mampu memuaskan dan menyenangkan suaminya.

Sehingga wajar saja dan boleh saja pria tersebut memadu kasih dengan wanita lain,yang tidak lainadalah dirinya sendiri.

“Gila!”.

Itu satu kata yang ada dalam pemikiran pria baik baik saat mengetahui pemikiran seorang pelakor tersebut!

Dan dia merasa, bahwa jika si pria tersebut memlih dirinya untuk dimadu atau dijadikan istri keduanya, itu dikarenakan dia sang pelakor itu sudah lebih baik di atas segalanya bila dibandingkan dengan istri pertamanya.

Bagaimana bisa berpikiran seperti itu?

Hanya seorang pelakor yang tahu jawabannya.

3. Ingin selalu bergelimang harta dan dimanjakan.

“Gila harta!”

Pelakor itu hanya paham akan “harta”

Baginya, dia itu akan bisa bahagia jika di sekelilingkan ada fasilitas yang selalu enak dan ada harta.

Namun, tidak mau kalau dibilang matrealistis!

Gila!

Saat dia tengah mengincar seorang pria kaya,

Maka yang ada dalam angan agannya hanyalah ingin segera mempunyai “rumah mewah”, ingin segera mempunyai “mobil mewah” dan ingin segera dapat “berlibur di luar negeri” dan “dimanjakan” selalu meskipun statusnya sebagai istri kedua nantinya.

Benar benar tidak tahu malu.

Seolah olah dia ingin menjadi seorang permaisuri.

Dimana segalanya harus selalu ada dan ada. Harus ada uang untuk mendapatkan kesenangan!

Pengennya selalu “dimanjain”

Dimana dalam kamus seorang pelakor “dimanjain” itu ternyata artinya adalah dapat berlibur keliling dunia, keluar negeri dan selalu berbelanja barang mewah yang seharga puluhan juta.

Dan keinginan apapun darinya bisa selalu diwujudkan.

Bak seorang putri raja akan kemewahan harta!

4. Baginya sah sah saja menjadi istri siri, atau kedua atau ketiga.

“Tidak tahu malu!”

Karena dalam otak wanita pelakor itu sudah tidak ada urat malu.

Tidak ada harga diri!

Yang ada hanyalah ambisi untuk mendapatkan kekayaan pria kaya yang diincarnya.

Sehingga..

..baginya tidak masalah kok menjadi seorang istri siri atau istri kedua bahkan istri ketiga!

Benar benar perusak rumah tangga orang, namun tidak mau dianggap sebagai seorang wanita murahan. Namun faktanya memang “wanita murahan”!

Pelakor itu tidak mempermasalahkan status hal tersebut.

Yang ada dipemikirannya yang penting harus adil.

Adil dalam arti pembagian harta berbelanja, harta rumah dll bak seorang istri sah pertama.

Jadi dia sangat marah jika diperlakukan berbeda seperti istri sah pertamanya.

Padahal dia Cuma istri simpanan yang sebenarnya cuma digunakan sebagai pelampiasan hawa nafsu oleh pria kaya tersebut. Yang sebenarnya hal itu sudah dipahami oleh pelakor tersebut.

Sangat menjijikan!

5. Keperawanan baginya tidaklah penting.

Ini hal yang begitu unik!

Dimana jika seorang pelakor adalah wanita muda yang awalnya masih perawan.

Namun demi menjadi istri siri, atau istri kedua asal dengan “pria kaya” itu tidak masalah!

Keperawanan itu tidaklah penting di mata seorang pelakor muda.

Baginya semua itu akan terbayarkan saat dia mendapatkan bergelimang harta dari pria kaya yang tengah dia incar.

Maka tidak heran, banyak dari orang pejabat kaya tua yang mempunyai istri siri simpanan yang begitu muda dan cantik, sangat umum bukan?

Jangan heran.

Karena semuanya difasilitasi oleh harta sehinga para perempuan pelakor itu sudah merasa adil dan ternikmati oleh harta harta yang diberikan.

Makanya tidak mungkin ada pelakor yang mau dengan pria baik, namun tidak memiliki harta.

Baginya keperawanan itu mahal dan harus ada harganya!

Sangat gila!

Loading...