Tips Wawancara Kerja Marketing Untuk Posisi Pemasaran

Posted on

Menghadapi proses wawancara kerja harus dipersiapkan dengan matang. Agar dapat diterima di pekerjaan yang diinginkan, maka pelamar kerja harus menyadari bahwa seluruh rangkaian tahapan wawancara kerja merupakan proses yang penting untuk diikuti. Hal ini pun termasuk pada proses wawancara.

Banyak pelamar kerja yang lolos persyaratan awal yaitu tahap seleksi administrasi. Namun, seringkali didapati para pelamar harus gugur lantaran tidak bisa melalui tahap wawancara kerja. Tahap wawancara kerja sebenarnya adalah tahapan yang paling penting untuk mengeliminasi banyak kandidat agar pelamar terbaiklah yang tersisa. Hal ini pun termasuk dalam wawancara kerja untuk posisi marketing.

Ya, biddang marketing atau pemasaran seringkali menjadi bidang yang paling diincar oleh banyak orang. Bidang ini tidak biasanya menerima pelamar dari berbagai jurusan, terutama dari jurusan manajemen pemasaran atau juga jurusan komunikasi. Namun, tidak jarang pula didapati adanya penerimaan kerja bidang marketing yang menerima diluar bidang keahlian tersebut.

Tips wawancara kerja marketing

Agar tidak kecewa karena tidak lolos wawancara kerja, ketahuilah hal hal penting yang harus diketahui sebelum berangkat memenuhi panggilan wawancara kerja posisi marketing. Beberapa tips yang harus diketahui mungkin akan terlihat sepele. Namun jika diabaikan atau tidak dipersiapkan dengan matang, justru bisa membuat pelamar kerja tersisih oleh saingan lainnya. untuk memberikan gambaran mengenai apa saja yang harus disiapkan, simak uraian tips berikut ini.

Tips Wawancara Kerja Marketing Untuk Posisi Pemasaran

1. Persiapkan kesehatan

Melamar kerja bagi sebagian orang merupakan aktivitas yang melelahkan. Sering terjadi, banyak orang harus pergi kesana kemari untuk mencari lowongan pekerjaan terutama untuk posisi marketing. Hal ini sering kali menjadi penyebab banyak orang yang justru kelelahan ketika akan menghadapi agenda penting untuk bisa mendapatkan pekerjaan termasuk tahap wawancara.

Ketika sudah kelelahan dan tubuh tidak fit, menghadapi wawancara kerja akan menjadi tidak maksimal. Ini sangat bisa menjadi penyebab tidak bisa tampil maksimal dihadapan para penyeleksi pelamar kerja.

2. Mental yang kuat

Mental yang kuat sangat dibutuhkan untuk bisa menghadapi wawancara kerja dengan tegas dan percaya diri. Hal ini menjadi berlipat ketika posisi pekerjaan yang dilamar adalah posisi marketing. Posisi ini akan sangat memperhatikan mental dari pekerja yang akan diterima. Bagaimana bisa diterima kerja jika saat menghadapi pewawancara saja sudah grogi, gugup dan bahkan menjadi gagap.

Maka dari itu, perkuat mental saat akan menghadapi wawancara. Caranya, bisa dengan berlatih di depan kaca untuk simulasi berbicara menghadapi pewawancara. Lalu, bisa cari tahu hal hal apa saja yang akan membuat tenang diri sendiri sebelum berangkat wawancara.

3. Datang lebih awal

Salah satu cara agar tidak gugup saat akan menghadapi wawancara kerja adalah dengan datang lebih awal dari jadwal wawancara. Datang lebih awal bisa dicontohkan dengan datang 30 menit sebelum jadwal yang diberikan atau bisa juga lebih dari itu. Dengan begitu, akan ada ruang untuk mengatur nafas sesampainya ditempat atau kantor dimana tempat wawancara akan diadakan.

4. Pelajari materi

Wawancara kerja sangat bergantung pada pewawancaranya. Berbagai pertanyaan bisa diajukan oleh pewawancara kerja termasuk materi materi yang penting. Maka dari itu, perdalam kembali materi materi marketing yang penting yang wajib diketahui oleh para pemasar. Misalnya tentang konsep pemasaran, strategi pemasaran, konsep promosi, dan juga komunikasi bisnis.

5. Prediksi pertanyaan

Menyiapkan wawancara agar bisa lancar dan mengantisipasi rasa grogi yang muncul bisa dilakukan dengan memprediksi pertanyaan. Caranya, ingat ingat kembali apa saja pertanyaan wawancara yang pernah dialami sebelumnya. Jika belum memiliki pengalaman melamar pekerjaan, maka bisa lakukan beberapa cara. Yang pertama, mintalah ilmu dari orang yang berpengalaman.

Tanyakan pada teman, atau bahkan praktisi yang paham betul wawancara untuk posisi marketing. Lalu, bisa juga dengan mencari buku buku atau referensi tentang wawancara kerja. Yang ketiga, bisa prediksi sendiri dengan membayangkan apa saja yang diajukan misalnya motivasi kerja, hingga pertanyaan gaji.

Selain hal hal yang berkaitan teknis wawancara, ada juga beberapa hal penting yang bisa menunjang dan memperbesar kemungkinan diterima diposisi yang diinginkan. Posisi pemasaran adalah posisi yang menjadi ujung tombak dari sebuah perusahaan. Bagaimana tidak, percuma saja produksi lancar dan orgnanisasi harmoni namun barang atau jasa yang tidak bisa dijual kepada target konsumen. Inilah yang menjadi penyebab seringkali perusahaan atau pemberi kerja akan sangat selektif mencari pelamar kerja terbaik karena akan menjadi representasi dari perusahaan.

Beberapa hal penting yang bisa dipersiapkan selain hal teknis diatas adalah soal penampilan. Penampilan saat mengikuti wawancara kerja akan menjadi hal penting dan bisa mempengaruhi penilaian dari pewawancara kerja. Jika ada perintah khusus mengenai pakaian apa yang harus dipakai, maka wajib untuk mengikuti anjuran tersebut. Misalnya, perusahaan memberi perintah kepada pelamar kerja untuk mengenakan pakaian formal, dengan atasan berwarna putih dan bawahan hitam, maka berpakaianlah sesuai dengan perintah tersebut.

Namun jika tidak ada perintah khusus, maka akan lebih aman jika tetap mengedepankan kesan formal dan rapi. Selain itu, sesuaikan juga dengan perusahaan yang dituju. Jika perusahaan yang memberi lowongan pekerjaan tidak terlalu besar dan pekerjanya tidak terlalu formal, maka jangan berdandan terlalu berlebihan dengan menggunakan setelah jas. Penampilan yang terlalu berlebihan juga bisa membuat penilaian negatif dari pewawancara kerja.

Kemampuan dalam berkomunikasi juga sangatlah penting. Posisi marketing akan berhubungan erat dengan agenda presentasi, lobi, melakukan pendekatan dan promosi barang, yang semuanya membutuhkan kemampuan berkomunikasi yang baik. Ya, untuk posisi marketing biasanya akan selalu dipertimbangkan mengenai kemampuan pelamar kerja dalam berbicara. Mulai dari memperesentasikan diri, hingga diberikan ujian untuk berandai andai mempresentasikan benda atau barang yang akan dijual. Kemampuan komunikasi yang baik juga bukan hanya soal berbicara dengan lancar dan tidak gagap.

Pilihan kata atau diksi yang baik dan benar juga akan dipertimbangkan. Pelamar kerja yang tidak bisa berbicara formal atau menempatkan diri sesuai dengan kondisi akan susah melewati proses wawancara. Maka dari itu, berlatihlah untuk berbicara formal dengan intonasi dan dinamika berbicara yang pas dan enak untuk didengar. Selain itu, ada lagi yang menjadi penting untuk diperhatikan yaitu soal Bahasa tubuh.

Posisi marketing akan berurusan erat dengan hal hal komunikasi dan analisis pasar. Namun, keluwesan tubuh saat menjelaskan suatu hal atau mempresentasikan sesuatu juga harus dimiliki.Yang terakhir, ada satu lagi tips jitu agar pelamar kerja bisa mendapatkan nilai plus dihadapan pewawancara kerja posisi marketing. Tips tentang hal hal teknis dan non teknis diatas perlu dilakukan dengan baik.

Namun, agar semakin memperbesar kemungkinan diterima menjadi bagian dari pemasar diperusahaan yang diimpikan, buatlah diri menjadi terlihat berbeda dan penuh kesiapan. Caranya, cari tahu sebanyak mungkin sejarah perusahaan, visi dan misi perusahaan, atau juga barang dan jasa yang digeluti oleh perusahaan. Dengan begitu, pewawancara kerja akan terkesan dengan kesiapan yang sangat baik hingga seolah mengetahui betul apa saja yang ada di dalam perusahaan.