Testimoni Malam Pertama Yang Wajib Wanita Ketahui Lho

Posted on

Normal saja bila hubungan intim pada malam pertama selalu diharapkan bisa berjalan dengan sangat memuaskan dan berkesan bagi pengantin baru. Kendati begitu, mesti dimengerti jika ada berbagai hal yang menyebabkan keinginan itu tak mudah diwujudkan. Banyak testimoni malam pertama dari mempelai wanita yang mengatakan jika ia mengalami rasa sakit saat berhubungan intim. Ada lagi yang menceritakan bahwa ia mengalami pendarahan saat terjadi penetrasi. Apakah memang selalu begitu yang dialami wanita saat malam pertama?

Berbagai hal tak diperkirakan bisa saja terjadi pada malam pertama. Mempelai pria yang semula penuh keyakinan bisa berhubungan intim dalam waktu lama, kenyataannya malah cepat orgasme. Begitupun dengan mempelai wanita yang mendambakan saat puncak nyatanya menderita kesakitan saat suami mulai melakukan penetrasi.

Lalu apa yang harus dilakukan oleh mempelai saat akan melakukan hubungan intim pertama kalinya? Di balik kebahagiaan, setiap calon pengantin baru tentu memiliki berbagai pertanyaan dan kecemasan mendekati malam pertama. Segala bentuk kekhawatiran itulah sebenarnya yang malah akan menutup suasana bahagia dan kegembiraan ketika berhubungan intim yang pertama kalinya.

image by https://lifestyle.kompas.com

1. Bagi mempelai wanita, berhubungan intim pertama kali sakitkah?

Ada beberapa testimoni malam pertama dari mempelai wanita jika melakukan hubungan intim pertama kalinya akan terasa nyeri di organ intim. Rasa nyeri tersebut biasanya diakibatkan koyaknya selaput dara karena dorongan dari penis suami ketika penetrasi. Selaput dara merupakan lapisan jaringan tipis yang menutupi sebagian atau keseluruhan lubang vagina. Kendati begitu, selaput tersebut dapat pula sudah sobek tanpa diketahui saat beraktifitas misalnya saat berolahraga yang agak keras, terjatuh, berkuda, dan lainnya.

Rasa nyeri pun umum juga disebabkan perasaan takut dan was-was akan mengalami rasa sakit sesaat sebelum berhubungan badan. Rasa takut ini sebetulnya bisa diminimalisir apabila kedua pasangan bisa merasa nyaman satu sama lain. Pemanasan yang benar bisa menjadi kunci diproduksinya lubrikasi alami yang akan membasahi area organ intim. Foreplay atau pemanasan merupakan sesi sebelum penetrasi yang bisa berupa ciuman, pelukan, jamahan, remasan, dan hal-hal lain yang bisa membangkitkan libido kedua pasangan.

Sementara lendir alami yang membasahi vagina akan berguna membuat penetrasi penis bisa mulus tanpa terjadi gesekan. Bila area organ intim wanita dalam kondisi kering maka penis yang masuk selain susah juga akan mengakibatkan rasa sakit di vagina. Mempelai pria pun ada baiknya menjalankan penetrasi secara pelan-pelan dan tak mendadak. Di samping disebabkan aspek psikologis, emosional, dan selaput dara yang robek, rasa nyeri pun bisa diakibatkan oleh beberapa penyakit tertentu.

2. Bila wanita tak keluar darah pertanda sudah tak perawan?

Beberapa wanita dalam testimoni malam pertama menceritakan jika ia mengalami pendarahan dari organ intim ketika bersetubuh, sedangkan beberapa wanita lain tak mengeluarkan darah. Akan tetapi kejadian itu tak ada kaitannya dengan keperawanan. Darah yang keluar memang indikasi bawah selaput dara di dalam vagina sudah robek. Akan tetapi sebagaimana dijelaskan sebelumnya, selaput dara pun bisa sobek meskipun belum sekalipun berhubungan intim. Ada banyak sebab mengapa wanita tak berdarah saat melakukan hubungan badan pertama kali sehingga tak bisa digunakan sebagai patokan perawan tidaknya seorang wanita.

3. Mempelai wanita merasa malu saat malam pertama

Ada testimoni lain malam pertama dimana wanita mengatakan bahwa dirinya merasa malu bertelanjang bulat di hadapan suaminya. Risau dengan bentuk bodi yang terlihat tak seksi dan menarik adakalanya menyebabkan mempelai wanita ingin berlindung di bawah selimut dan tak mau berhubungan badan dalam kondisi kamar terang benderang. Kendati rasa malu dan tak pede dengan bentuk tubuh tersebut malah bisa sebagai penyulut utama ketaknyamanan dan sakit ketika terjadi penetrasi.

4. Ketakutan tak bisa mencapai fase klimaks

Memang kondisi klimaks adalah dambaan dari pasangan pengantin baru saat berhubungan intim. Namun ada baiknya tak perlu begitu ber-ekspektasi bisa orgasme pada pria dan wanita, terlebih klimaks berbarengan di malam pertama. Di samping cuma akan menambah beban pikiran, kenyataannya umumnya mempelai wanita memang tak bisa memperoleh klimaks ketika pertama kali berhubungan intim. Orgasme bisa diwujudkan kalau kedua mempelai sama-sama merasa nyaman dan mulai akrab dengan tubuh satu sama lain. Klimaks di waktu bersamaan pun sangat sulit dicapai sebab pria biasanya beberapa menit saja sudah bisa mencapai orgasme sementara wanita setidaknya membutuhkan waktu setengah jam.

Malam pertama tentu saja bukan saat dimana segala hal bisa diprediksi atau diatur. Akan tetapi ada beberapa hal yang bisa dilakukan supaya pasangan pengantin baru bisa menikmati malam spesial itu dengan hati yang bahagia dan bebas dari rasa takut khususnya bagi mempelai wanita. Berikut poin-poin yang harus diperhatikan :

1. Mempersiapkan fisik dan mental dalam kondisi nyaman

Perasaan nyaman dan santai menjadi aspek paling utama ketika menginginkan sebuah hubungan intim yang mengasyikkan. Lupakan kecemasan mengenai tampilan bodi yang tak seseksi seorang model. Ketimbang mengkhawatirkan lekuk tubuh yang tak ideal, pusatkan saja perhatian pada kebahagiaan yang bisa direguk berdua. Mengurangi ketegangan bisa dilakukan dengan menarik napas dalam-dalam, mendengarkan lagu favorit berdua, atau mengobrol bisa menjadi pilihan tepat untuk rileks.

2. Nikmati foreplay yang hangat

Agar bisa menikmati aktifitas di ranjang yang sungguh menyenangkan tanpa dihantui rasa sakit, Anda berdua perlu melakukan foreplay dalam waktu yang cukup. Menikmati ciuman, rabaan, sentuhan, dan belaian bisa membuat suasana menghangat sebagai awal untuk masuk ke tahap puncak yaitu penetrasi.

3. Jangan menginginkan klimaks

Kebanyakan pengantin baru akan lebih sering untuk berusaha lebih akrab ketika berhubungan intim. Untuk itu, tidak usah mematok harus terjadi orgasme. Lebih-lebih bila menginginkan mencapai klimaks dalam waktu bersamaan. Anda dan pasangan harus menjalin komunikasi yang lebih akrab dan intim lebih dulu untuk masuk ke tahap yang lebih jauh. Harus Anda mengerti bahwa suami-istri yang telah lama menikah juga tak selalu dapat memperoleh klimaks dalam waktu bersamaan.

4. Jangan membohongi pasangan dengan orgasme palsu

Kadangkala mempelai mengekspresikan diri seolah-olah ia sudah orgasme agar pasangannya senang. Padahal di samping menipu diri sendiri, pelaku pun sebenarnya belum merasakan orgasme yang sebenarnya. Perbuatan tersebut malah akan menyebabkan kedua mempelai sulit untuk menemukan cara ternyaman untuk menuju klimaks bersama.

5. Jauhi alkohol

Hendaknya mempelai baik pria maupun wanita menjauhi minuman beralkohol sebelum atau selama berhubungan intim untuk mengatasi rasa cemas. Alkohol bisa menyebabkan Anda tidak sadar seratus persen ketika berhubungan intim. Bagaimana bisa mencapai puncak kenikmatan bila Anda tak sadar dengan diri anda sendiri.

Hubungan badan yang dilakukan pengantin baru di malam pertama merupakan hal yang begitu personal. Ini harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya agar bisa mewujudkan sebuah malam yang sangat berkesan sepanjang hidup. Membaca beberapa testimoni malam pertama dari pasangan lain tentu akan bisa mengurangi rasa cemas khususnya bagi calon mempelai wanita.

Loading...