Teori Organisasi Modern dan Postmodern, Penjelasan Secara Lengkap

Posted on

Dalam kehidupan manusia pasti memiliki tujuan atau impian yang tidak mudah untuk mewujudkannya, membutuhkan cara dan bekerja secara bersama sama dengan orang lain. Maka tidak heran jika sebuah organisasi muncul, dengan munculnya sebuah organisasi maka sebuah harapan banyak orang akan terwujud.

Didalam sebuah organisasi membutuhkan 3 point, yaitu purpose atau tujuan, people atau orang orang yang bekerja sama didalamnya, dan plan atau rencana yang membutuhkan administradi dan managemen yang baik.Teori organisasi yang sekarang ini masih ada dan digunakan merupakan teori hasil daro evolusi yang dilakukan oleb berbagai akademisi serta praktisi.

Namun perlu diketahui bahwa teori organisasi dibagi menjadi beberapa bagian diantaranya dua aliran besar yang terkenal, yaitu teori organisasi modern dan postmodern. Dalam teori modern ini mereka melihat bahwa semua unsure dalam organisasi merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan. Dalam aliran organisasi modern ini memiliki sistem yang terbuka baik dalam interaksi antar proses, antar organisasi maupun antar lingkungan.

Sedangkan teori organisasi postmodern merupakan teori yang muncul karena faktor filsafat Nietzshean. Menurut Pauline Rosenau mengatakan bahwa postmodern merupakan kritik yang diberikan oleh masyarakat modern sebab kegagalan dalam memenuhi janji. Berikut ini adalah teori organisasi yang terbagi menjadi beberapa bagian, seperti klasi atau tradisional sebagai teori prinsip prinsip organisasi, neoklasik yang mana merupakan perilaku, modern sistem dan lingkungan dan postmodern yang merubah dan mengembangkan organisasi.

Teori Organisasi Modern dan Postmodern (Penjelasan Lengkap)

Mengenal teori organisasi modern

Teori organisasi modern berpendapat bahwa organisasi bukan suatu sistem tertutup, namun organisasi adalah suatu system yang terbuka dan jika ingin tetap utuh dan jaya maka harus menyesuaikan dengan perubahan perubahan yang ada di lingkungan sekitarnya. Teori modern ini merupakan teori yang multidisiplin dari berbagai sumbangan disiplin ilmu pengetahuan.

Inti pembahasan dalam teori modern ini meliputi interaksi dinamis antar proses, bagian, fungsi yang ada pada satu organisasi, baik antar organisasi maupun antar lingkingan. Teori modern ini telah muncul sejak tahun 1950. Dalam pandangannya, teori modern berpendapat bahwa dalam kerja suatu organisasi sangat kompleks, multilevel, multidimentional, probabilistic, dan multivariable. Dalam teori ini menyebutkan bahwa suatu system organisasi terbagi menjadi tiga bagian, yaitu :

  • Unsure struktur yang bersifaf makro
  • Unsure prilaku yang bersifat makro
  • Dan unsure proses yang bersifat makro

Menurut Kenneth Boulding, mengatakan bahwa ada beberapa tingkatan sistem yang harus diintergrasikan, klasifikasi tingkat sistem yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Sistem dinamik sederhana
  • Sistem static
  • Sistem terbuka
  • Sistem sibernetik
  • Sistem hewani
  • Sistem genetika social
  • Sistem transdental
  • Dan sistem manusiawi

Teori organisasi modern berbeda dengan teori lainnya, hal ini bisa dilihat dari dasar konseptual- analitiknya. Dan bagian yang saling ketergantungan dan berkaitan dalam teori modern ini adalah struktur dan individu yang diberikan kepada organisasi, struktur status dan peranan, organisasi informal, penentuan fungsi formal, dan lingkungan tempat terlaksana kerja. Sedang dalam proses hubungan system teory modern memiliki tiga proses, yaitu usaha dalam mencapai keseimbangan, dalam pengambilan keputusan, dan komunikasi. Dalam teori modern ini terdapat tiga tujuan, seperti stabilitas, interaksi dan pertumbuhan. Pendapatan yang dilakukan dalam teori modern ini antara lain :

1. Pendekatan proses

Pendekatan proses memiliki maksud untuk mengidentifikasi fungsi manajemen, menetapkan prinsip dasar dan manajemen dalam organisasi. Dalam proses pendekatan ini yang terpenting adalah kesatuan perintah, jarak kendali yang terbatas, delegasi pekerjaan yang rutin dan persamaan tanggungjawab dan wewenang.

2. Pendekatan kuantitatif

Pendekatan ini merupakan pendekatan yang menggunakan rumusan data yang berbentuk model matematis, kemudian dianalisis dan dipecahkan dengan menggunakan beragam teknik guna memperoleh hasil optimum

3. Pendekatan situasional

Didalam pendekatan ini terdapat tiga komponen pokok, yaitu lingkungan dan konsep, teknik manajeman dan hubungan kontingensi keduanya.

Organisasi modern memiliki ciri ciri sebagai berikut, pengolahan data cepat, organisasi bertambah besar, memiliki kevenderungan spesialisasi, memiliki prinsip dalam organisasi, memiliki unsure organisasi yang lengkap dan staff lebih intensif. Tokoh tokoh yang terkenal dalam teori organisasi postmodern beragam, seperti Joan Woodward, yang melakukan studi terhadap teknologi yang mempengaruhi organisasi. Ada juga tokoh lain seperti James D Thompson, tokoh ini beranggapan bahwa organisasi merupakan system yang terbuka. Ada juga tokoh Jaw W Lorsch dan Paul R Lawrence yang mengemukakan tentang konsep diferensiasi dan integrasi. Ada juga tokoh Daniel Katz dan Robert Kahn yang mengemukakan pendapat didalam bukunya, yang mana sebagai pendorong yang sangat penting bagi system organisasi yang terbuka.

Mengenal teori organisasi postmodern

Teori postmodern merupakan teori yang menyiratkan bahwa apa yang dianggap modern merupakan hal yang tidak modern. Dalam teori ini terdapat dua hal yaitu mengaburkan dan melawan. Dimana dunia yang modern telah terlewati. Dalam teori postmodern ada beberapa ciri ciri yang perlu anda ketahui, yaitu :

  • Media massa telah berganti menjadi sesuatu yang besar, media dianggap sebagai agama atau bahkan menjadi raja, tindakan seseorang bisa dinilai baik atau buruk hanya dengan media massa saja
  • Kepercayaan pada agama bahkan akan memudar, dan pandangan tentang pluralisme relativisme adalah kebenaran
  • Akan muncul kecenderungan dalam menentukan identitas serta keterkaitan dengan rasionalisme masa lalu
  • Radikalisme etnis akan muncul dan merajalela, orang akan meragukan kebenaran sains, filsafat, dan teknologi
  • Wilayah kota akan semakin kuat sebagai wilayah atau pusat kebudayaan sedang desa tetap menjadi wilayah pinggiran
  • Semua orang baik dari kelas atau hingga kelas bawah bebas untuk mengeluarkan pendapatnya masing masing.

Ada banyak tokoh postmodern yang memiliki tugas dalam mengkumulasikan konsep dan teori, berikut tokoh tokoh postmodern, March dan Simon, dua tokoh ini menentang gagasan klasik mengenai keputusan yang diambil secara optimum dan rasional, kedua tokoh ini berpendapat bahwa dalam mengambil sebuah keputusan lebih baik pilih alternative yang memuaskan dan baik. ada juga tokoh Jeffrey Pfeer, tokoh ini menciptakan moderl teori koalisi kekuasaan, keputusan yang mendukung orang yang memiliki kekuasaan, dan masih banyak lagi tokoh lainnya.

Teori postmodern memandang bahwa koordinasi dalam sebuah organisasi dibangun melalui kebutuhan pekerjaan, menekankan kepada continous improvement, dalam organisasi terdiri dari berbagai entitas beragam namun berhubungan satu sama lain, memiliki kemampuan dalam mengatur dan mengontrol diri sendiri, entitas tersebut diorganisasikan dan dilibatkan dalam pekerjaan, serta informasi disebarluaskan.

Pada intinya teori postmodern merupakan teori yang lebih melihat dan memperhatikan sifat politis organisasi, aliran ini beranggapan bahwa struktur bukan sebagai usaha yang rasional yang menciptakan struktur yang efektif, namun sebagai hasil dari politik diantara koalisi yang ada didalam organisasi untuk memperoleh control, dan secara tidak langsung bahwa teori ini beranggapan bahwa anggota organisasi adalah anggota yang mencari keuntungan dan prestasi dengan cara mengalahkan pihak lawan dan mampu mengendalikan dan mengontrol keadaan didalam organisasi.