Teori Organisasi Klasik Menurut Para Ahli 3 Orang Secara Singkat

Posted on

Salah satu teori yang terdapat dalam organisasi ialah teori organisasi klasik. Teori ini mulai muncul dan berkembang pada abad kesembilanbelas, tepatnya di tahun 1900 hingga 1930. Tokoh yang mempelopori teori ini adalah Henry Fayol. Selain Fayol, terdapat pula tokoh-tokoh lain yang berperan seperti James D. Mooney, Mary Parker Follet, Chester I. Banard serta Herbert Simon.

Manajemen klasik sendiri muncul dari kebutuhan orang-orang akan pedoman dalam mengelola organisasi yang semakin kompleks, sebagai contoh adalah pada sebuah pabrik. Manajemen ini tidak akan dilahirkan, namun dapat diajarkan dengan syarat prinsip-prinsipnya mendasari serta teori umum terkait manajemen juga dapat diterapkan.

Teori organisasi klasik menurut henry fayol

Henry Fayol yang lahir pada 1841 dan meninggal di tahun 1925 adalah industrialis Istanbul yang pindah ke Prancis. Ia hidup di satu zaman dengan Taylor, namun memiliki perbedaan konsep terkait hal produktivitas yang terdapat dalam suatu organisasi. Fayol kemudian dipisahkan dari para pemikir manajemen ilmiah.

Taylor tetap berfokus pada manajemen yang ada di tingkatan terendah yaitu individu. Ia juga menggunakan metode ilmiah. Sementara Fayol lebih memiliki perhatian pada kegiatan yang ada di semua level manajemen atau departemen. Menurut Fayol, manajemen akan sangat memerlukan proses pengarahan secara sistematis terutama di antara para pekerja serta manajer.

Teori Organisasi Klasik Menurut Para Ahli 3 Orang Secara Singkat

Pada 1916, Fayol menulis buku berjudul Administation Industrielle et Generalle. Buku ini terutama terkenal karena teori manajemen klasik yang tidak sekedar memperlihatkan produktivitas pabrik serta karyawannya saja, namun juga perhatiannya pada manajemen suatu organisasi kompleks. Ia mmapu menampilkan sebuah ajaran manajemen yang utuh dalam bentuk cetak biru.

Fayol yakin bahwa keberhasilan dari suatu manajemen serta manajer tidak hanya ditentukan mutu pribadi masing-masing, namun juga peramalan ilmiah serta penggunaan metode manajemen yang benar. Sumbangsih terbesar Fayol ialah pandangannya bahwa manajemen sebenarnya bukanlah keterampilan pribadi, namun keterampilan yang bisa diajarkan setelah prinsip-prinsipnya dikembangkan serta dirumuskan.

Dalam pengembangan ilmu manajemen, Fayol akan membagi kegiatan serta operasi perusahaan menjadi enam macam. Keenamnya adalah sebagai berikut.

  1. Teknis
    Yaitu perusahaan akan membuat atau menghasilkan barang-barang produksi.
  2. Komersial atau perdagangan
    Di mana perusahaan akan membeli bahan mentah dan juga menjual hasil produksinya.
  3. Ketiga adalah finansial atau keuangan, perusahaan akan mencari serta menggunakan modal secara optimal.
  4. Security atau keamanan
    Di mana perusahaan melakukan penjagaan terhadap keselamatan serta kekayaan perusahaan.
  5. Accounting atau akuntasi serta termasuk di dalamnya statistik.
    Dalam bagian ini, perusahaan akan mencatat serta melaporkan biaya, mulai dari modal, keuntungan serta penyusunan neraca dan juga data statistik lainnya.
  6. Manajemen atau manajerial.
    Fungsi manajemen ada lima yaitu Planning atau Perencanaan, Organizing atau pengorganisasian, commanding atau memerintah, coordinating atau pengkoordinasian serta controlling atau pengendalian. Planing berarti perusahaan atau organisasi menentukan langkah yang akan memungkinkan organisasi mencapai tujuannya. Organizing adalah mobilisasi bahan material serta sumber daya dalam melaksanakan rencana. Commanding adalah pemberiah arahan pada karyawan agar tugas mereka dapat diselesaikan dengan baik. Coordinating adalah memastikan sumber daya serta kegiatan organisasi dapat berlangsung secara harmonis. Sedangkan controlling adalah pemantauan rencana dalam upaya membuktikan apakah rencana telah dilaksanakan sebagaimana mestinya atau belum.

Fayol sendiri menyusun sebanyak empat belas prinsip manajemen. Keempat belas prinsip manajemen itu adalah sebagai berikut.

  1. Pembagian kerja.
    Fayol mengatakan bahwa semakin seseorang dapat menjadi spesialis, maka pekerjaannya dapat menjadi semakin efisien.
  2. Wewenang serta tanggung jawab.
    Manajer nantinya harus memberi perintah ataupun tugas pada orang lain agar dapat bekerja.
  3. Disiplin
    Di mana tiap anggota dari organisasi harus menghormati ketentuan atau peraturan yang ada dalam organisasi. Kepemimpinan yang baik akan sangat berperan penting dalam kepatuhan ini, demikian juga dengan kesepakatan yang adil. Misalnya adalah pemberian penghargaan serta penerapan hukum yang adil.
  4. Kesatuan komando
    Yakni tiap karyawan hanya akan menerima perintah kerja yang berasal dari satu orang. Apabila perintah berasal dari dua orang maka akan muncul pertentangan peritah serta kerancuan wewenang.
  5. Kesatuan pengarahan.
    Hal ini merupakan sekelompok kegiatan yang dapat memiliki tujuan sama serta dipimpin oleh manajer yang memiliki satu rencana kerja.
  6. Pengutamaan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi.
    Kepentingan perorangan atau karyawan akan dikalahkan oleh kepentingan organisasi yang bersifat menyeluruh.
  7. Pemberian upah karyawan atau pemberian imbalan yang adil di antara karyawan serta perusahaan.
  8. Sentralisasi atau pemusatan.
    Dalam hal ini, manajer akan menjadi penanggung jawab akhir semua keputusan yang telah diambil. Manajer juga harus memberikan wewenang cukup kepada bawahan dalam menyelesaikan tugas-tugasnya.
  9. Rantai garis wewenang.
    Garis wewenang haruslah tersusun mulai dari atas hingga bawah seperti yang ada dalam bagan organisasi.
  10. Tata tertib yang ditempatkan pada tempat dan waktu yang tepat.
  11. Keadilah, yaitu adanya sikap persaudaraan para manajer pada bawahannya.
  12. Kestabilan staf
    Yaitu tidak banyak dilakukan pergantian karyawan sehingga organisasi akan tetap stabil. Mutasi karyawan dalam jumlah yang terlalu tinggi akan menunjukkan organisasi tidak berjalan secara efisien.
  13. Inisiatif
    Di mana bawahan akan diberi kebebasan dalam berprakarsa atau menyelesaikan pekerjaan walaupun terdapat kesalahan.
  14. Semangat kelompok.
    Adanya esprit de corps atau semangat kelompok ini akan dapat meningkatkan semangat serta bersatu seperti menggunakan komunikasi langsung dibanding komunikasi tertulis yang formal.

Teori organisasi klasik menurut James D. Mooney

Ahli lain yang memberikan pandangan serta sumbangsihnya terkait teori organisasi klasik adalah James D. Mooney. Ia mengkategorikan prinsip dasar manajemen tertentu ke dalam empat kaidah dasar, yaitu sebagai berikut.

  • Kerjasama haruslah saling menguntungkan kedua belah pihak, baik pekerja maupun manajemen
  • Adanya seleksi ilmiah kerja
  • Adanya sistem bonus agar pekerja dapat merasa lebih bersemangat
  • Instruksi kerja yang digunakan harus mendetail

Teori organisasi klasik menurut mary parker follet

Tokoh atau ahli lain yang memberikan pandangannya ialah Mary Parker Follet, seorang pekerja sosial Amerika Serikat, konsultan serta penulis buku di bidang demokrasi, manajemen serta hubungan antar manusia. Follet memberikan pendapatnya bahwa fungsi dari organisasi terkait kekuasaan bukanlah atas namun dengan.

Ia juga secara sepenuhnya menyadari kondisi holistik komunitas ide yang maju terkait hubungan timbal balik yang terjadi dalam pemahaman pada berbagai aspek dinamis suatu individu terkait hubungannya dengan orang lain. Follet turut membela pendapat yang memiliki prinsip integrasi. Pendapatnya terkait negosiasi, pertisipasi karyawan serta kekuasaan nantinya akan sangat berpengaruh dalam pengembangan pembelajaran organisasi.