5 Kunci Tata Cara Malam Pertama Agar Tidak Sakit dan Kaget

Posted on

Tidak memandang umur atau status, berhubungan badan di malam pertama merupakan sebuah pengalaman yang membuat sebagian besar pengantin baru berdebar-debar. Untuk mempelai wanita khususnya, termasuk yang kerap dicemaskan mengenai berhubungan intim untuk pertama kali yaitu rasa sakit di daerah kemaluan. Memang, bila selaput dara sobek, tentu mempelai wanita akan merasakan nyeri. Namun benarkah demikian selalu adanya? Adakah tata cara malam pertama agar tidak sakit bagi mempelai wanita?

Berikut beberapa tips penting yang harus Anda perhatikan sebelum memasuki malam pertama.Kebanyakan wanita mengira jika hilangnya keperawanan dengan sobeknya selaput dara adalah hal yang menyakitkan. Kendati tak selalu kejadiannya begitu. Melakukan senggama pertama kali di malam pengantin bisa saja hanya terasa agak tak nyaman atau seakan ada benda yang menekan.

Untuk beberapa perempuan, hubungan intim pertama kali boleh jadi memang akan mengoyak selaput dara yang mengakibatkan bercak darah selama dan sesudah berhubungan intim. Kejadian tersebut normal saja. Kendati demikian, tak setiap selaput dara yang dimiliki wanita akan koyak seusai berhubungan intim pertama kali. Hubungan intim apakah itu yang pertama atau sekian kali tak akan memicu rasa nyeri atau terjadi pendarahan yang banyak. Apabila Anda sebagai wanita mengalami seperti itu boleh jadi mengindikasikan gangguan tertentu.

image by https://successfullady.in

Dunia kedokteran mengenal sakit ketika berhubungan intim sebagai dispareunia. Definisinya yaitu sakit di kemaluan yang dialami sebelum, selama, dan seusai hubungan intim. Apabila Anda menderita rasa nyeri amat sangat selama hubungan intim, itu bisa mengindikasikan berbagai masalah dari gangguan fisik sampai kecemasan psikologis. Di berbagai kejadian, Anda mungkin menderita sakit ketika berhubungan intim yang pertama kali bila tubuh tak cukup memproduksi pelumas sehingga vagina menjadi kering atau tak menggunakan produk pelumas yang dioleskan .

Di samping itu, stres, rasa cemas, depresi, kecemasan mengenai tampilan fisik, bayangan menakutkan sebuah hubungan intim, pertengkaran dengan pasangan, sampai trauma pun bisa ikut andil memicu gairah yang menurun sehingga akibatnya memengaruhi pembentukan pelumas vagina. Efeknya adalah mengakibatkan ketaknyamanan atau sensasi nyeri ketika berhubungan badan.

Selain dari dua penyebab umum tadi, sakit ketika berhubungan badan pertama kali mungkin dipicu karena gangguan kesehatan tertentu misalnya infeksi jamur di vagina, vaginismus, penyakit kelamin, radang panggul (PID), endometriosis, dan juga kista. Berhubungan intim pada malam pertama adalah pengalaman yang membahagiakan dan benar-benar memuaskan tanpa rasa nyeri. Sebagai tindakan pencegahan, berikut tata cara malam pertama agar tidak sakit bagi wanita :

1. Bersikap tenang

Pengalaman pertama tentu saja akan membuat gugup dan tegang. Terlebih dengan stres dan rasa cemas membayangkan bisa atau tidak mencapai orgasme yang pertama kali. Untuk perempuan, peluang bisa mengalami orgasme ketika pertama kali berhubungan intim faktanya cukup kecil. Lumrah saja bagi wanita tak memperoleh orgasme ketika berhubungan intim yang pertama kali sebab ia tadinya tak terbiasa berinteraksi intim dengan tubuhnya sendiri dan juga dengan pasangannya. Saat perempuan sudah agak nyaman dengan tubuhnya sendiri sekaligus juga tubuh suaminya maka dengan sendirinya kemungkinan orgasme akan tercapai.

Karenanya para calon mempelai wanita harus mengupayakan bersikap tenang. Salah satu cara paling mudah yaitu bernafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya lewat mulut saat akan berhubungan intim. Penting juga untuk menghilangkan jauh-jauh semua rasa cemas dan fikiran negatif yang bersemayam dalam otak Anda. Selanjutnya letakkan satu tangan di atas perut lalu pusatkan perhatian ke naik turunnya perut ketika bernapas. Lalu bila pikiran Anda terganggu selama berhubungan intim, kembalikan fokus ke momen bercinta sembari mengambil napas dalam-dalam melalui diafragma.

Pernapasan yang tepat akan melancarkan aliran darah sehingga akan meningkatkan sensitifitas dan sensasi berhubungan intim. Percayalah akan ada berbagai kejadian tak terduga ketika berhubungan intim pertama kali di malam pengantin. Namun apa saja saja yang terjadi, tidak usah berharap terlampau muluk untuk memperoleh sensasi malam pertama yang sangat indah. Biarkan pengalaman berhubungan intim pertama kali tersebut terjadi apa adanya.

2. Katakan ke suami

Apabila Anda mulai menderita rasa nyeri ketika berhubungan badan, minta berhenti dengan mengatakannya kepada suami. Tersebut bisa mengindikasikan jika Anda terlalu spaneng atau tegang dan juga gugup. Bila tak ada komunikasi, sudah pasti sulit meraih kenikmatan ketika berhubungan badan. Jangan pernah memendam pendapat Anda ke suami tentang apa saja yang mengakibatkan Anda merasa nyaman dan apa yang membuat sakit. Apabila Anda menjadi nyeri, tak usah sungkan untuk mengatakannya kepada suami supaya ia mau memperlambat atau merubah pola gerakannya.

3. Ubah posisi berhubungan badan

Sensasi nyeri kala berhubungan badan pertama kali di malam pengantin dapat diakibatkan posisi yang tak begitu nyaman atau penetrasi kelewat dalam, keras, atau tergesa-gesa. Anda dan suami dapat mencoba mengganti gaya saat berhubungan intim yang lebih nyaman. Contohnya saja Anda mengambil posisi duduk di atas suami atau istilahnya woman on top agar dapat lebih mengontrol kedalaman penetrasi dari suami. Misionaris termasuk posisi berhubungan badan paling sering dilakukan banyak pasangan. Posisi tersebut memudahkan Anda dan suami untuk saling berhadapan yang akan membantu Anda lebih bisa menikmati yang pada akhirnya akan menghilangkan kekhawatiran mengenai keintiman yang kadang secara psikologis menyebabkan rasa sakit.

4. Lakukan pemanasan yang agak panjang

Rasa nyeri umumnya muncul disebabkan penetrasi batang kemaluan terlalu awal tatkala Anda belum total terangsang atau belum betul-betul siap. Sediakan pula waktu lebih lama dalam melakukan pemanasan supaya Anda dan suami sama-sama bisa rileks dan membentuk rasa gairah sebelum penetrasi dilakukan. Ketika foreplay, Anda dapat menyuruh suami agar menyentuh bagian tubuh sensitif sehingga cepat terangsang. Katakan ke suami bila Anda menghendaki teknik yang lembut dan halus supaya titik-titik sensitif Anda bisa terangsang dengan perlahan namun pasti. Dengan begitu Anda tak terkejut dan malah menjadi ketakutan. Cara tersebut cukup jitu untuk menggapai cinta kasih antara Anda dengan suami tanpa rasa takut dan sakit.

5. Pakai pelumas

Sebagian perempuan barangkali sistem tubuhnya tak cukup menghasilkan pelumas vagina, utamanya untuk perempuan yang sudah memasuki masa menopause. Sebagai langkah yang bisa diambil yaitu Anda boleh mengaplikasikan produk pelumas. Akan tetapi tentu saja Anda tidak boleh sembarangan menggunakan produk pelumas. Gunakan produk pelumas yang aman untuk kesehatan dengan menanyakan lebih dulu ke dokter produk pelumas yang pas untuk Anda.

Berhubungan intim yang betul terjadi jika antara suami dan istri memang menghendaki dan sudah saling terangsang. Cukup banyak wanita yang menganggap seakan-akan berhubungan intim cuma untuk memberikan kepuasan kepada suami. Yang benar semestinya hubungan intim dilakukan lantaran suami istri memang sudah terangsang. Jika pihak wanita telah cukup terangsang dan siap berhubungan intim, pastinya tak akan ada rasa sakit yang muncul. Namun jika wanita tidak cukup terangsang, boleh jadi akan muncul rasa nyeri di vagina yang bisa sampai mengalami perdarahan. Ketakutan yang dialami para wanita kebanyakan disebabkan informasi yang tak memadai atau keliru terkait hubungan intim pertama kali di malam pertama.

Loading...