Takut Malam Pertama? Berikut 5 Kiat-Kiat Terpenting Menghadapinya

Posted on

Yang ditunggu-tunggu kedua mempelai telah tiba. Setelah pesta pernikahan yang melelahkan usai, kini pengantin baru menapaki momen paling bersejarah dalam hidupa keduanya. Malam pertama, adalah momen paling istimewa dimana saat itu dua anak manusia sudah sah sebagai suami istri dan siap mereguk kebahagiaan berdua. Kebanyakan pengantin baru pasti mengangankan malam pertama yang sangat indah, namun tak semua bisa diwujudkan. Tak sedikit mempelai wanita takut malam pertama.

Ketakutan itu bermuara pada banyaknya mitos selama ini yang menyatakan jika malam pertama bagi wanita itu menyakitkan. Dan memang, menurut penelitian terbaru, sebagian wanita mengalami malam pertama yang menyakitkan yang kebanyakan karena psikis. Apa yang menyebabkan hubungan intim menyakitkan terutama bagi wanita di malam pertama? Dalam banyak kasus, hubungan intim bisa menyakitkan ketika pelumasan tidak cukup diproduksi oleh organ intim wanita.

Pelumas alami belum cukup diproduksi karena mempelai berdua cenderung tergesa-gesa melakukan hubungan intim tanpa didahului pemanasan yang mencukupi. Ingat, bila pria sudah bisa langsung terbangkitkan gairahnya hanya dalam beberapa menit sementara wanita baru bisa terangsang setidaknya setelah 20 menit. Kadang-kadang, infeksi vagina pun dapat menyebabkan hubungan intim menjadi menyakitkan. Juga bisa disebabkan oleh fibroid, penyakit radang panggul, dan endometriosis.

image by https://www.lehmiller.com

Kecemasan dan ketakutan dengan hubungan intim di malam pertama pun bisa menyebabkan otot-otot vagina menegang dan menjepit sehingga membuat saat berhubungan tidak nyaman atau benar-benar menyakitkan. Untuk penyebab yang satu ini agar melakukan hubungan intim bisa menjadi nyaman, tak ada jalan lain mempelai wanita harus santai. Namun tentu masalahnya tak sesederhana itu, sebagai pengantin baru, komunikasi antar keduanya tentu masih canggung. Apalagi melakukan kegiatan intim untuk pertama kalinya, tentu masih ada rasa malu-malu dari keduanya terlebih bagi mempelai wanita. Lalu bagaimana tips mengatasi takut malam pertama terutama bagi wanita?

1. Katakan yang sebenarnya.

Anda bisa memberi tahu pasangan Anda kebenaran tentang bagaimana perasaan Anda tentang ketakutan malam pertama. Anda ingin lebih banyak foreplay untuk mencegah rasa sakit, pastikan Anda membicarakannya dengan pasangan. Jika Anda mengalami kesulitan untuk mengalami orgasme karena Anda membutuhkan lebih banyak pemanasan, jujurlah tentang itu. Jika Anda membutuhkan lebih banyak ciuman sebelum berhubungan intim, katakan demikian. Menceritakan kebenaran berarti bersikap jujur tentang apa yang Anda butuhkan secara rangsangan dan berdiskusi dengan pasangan Anda tentang hal itu.

Anda mungkin merasa malu membicarakannya, tetapi ingat, hubungan intim terbaik akan didapatkan ketika kedua pasangan saling berkomunikasi tentang hal itu. Pihak suami bisa menghilangkan ketakutan mempelai wanita saat akan melalui malam pertama yaitu dengan mengobrol. Pastinya bahan obrolannya berkisar tentang hal-hal romantis berdua. Dari obrolan yang berkembang, saat suasana sudah sangat bergelora, Anda dan pasangan tentunya ingin melakukan hal yang lebih dari sekedar obrolan, namun ingin segera mempraktekkannya dengan suami.

2. Mintalah apa yang Anda inginkan.

Mengatasi takut malam pertama karena sakit yang kemungkinan akan dialami bisa juga dilakukan mempelai wanita dengan meminta apa yang diinginkan untuk mencegah rasa sakit. Ingat kebanyakan rasa sakit berhubungan intim adalah karena area vagina belum terlumasi dengan baik oleh cairan pelumas alami yang diproduksi tubuh. Pelumas alami itu biasanya akan keluar bila wanita terangsang salah satunya dengan pemanasan yang cukup. Coba katakan kepada suami :

“Aku ingin lebih banyak pemanasan ketika kita berhubungan intim sebelum penetrasi.” “Aku benar-benar membutuhkan lebih banyak ciuman dan sentuhan sebelum kita mulai berhubungan badan.” “Aku ingin kita menggunakan posisi gaya hubungan intim yang ini.” Meminta apa yang Anda inginkan adalah langkah besar untuk mengatasi takut malam pertama dan mewujudkan hubungan intim yang lebih memuaskan. Pasangan yang melakukan hubungan intim dengan hebat itu karena sebelumnya keduanya telah membicarakannya. Hubungan intim yang hebat dan memuaskan terjadi ketika Anda meminta apa yang Anda inginkan kepada suami.

3. Jangan tegang secara psikis

Melepaskan beban adalah cara terbaik untuk menjadikan hubungan intim di malam pertama menjadi sangat memuaskan bagi kedua belah pihak. Ini bisa berarti Anda dan pasangan mencoba lebih rileks selama ritual keintiman itu berlangsung. Membuang ketegangan Anda dan pasangan bisa menjadi cara yang luar biasa untuk membangun keintiman, dan memperkuat hubungan Anda. Setelah beban ketegangan itu hilang maka ketakutan akan malam pertama yang menyakitkan akan menghilang dari pikiran anda.

Hubungan di ranjang yang menyenangkan pun akan anda peroleh. Malam pertama semestinya dilakukan dengan tenang, bahagia, dan bebas dari perasaan was-was. Akan tetapi bila memang mempelai wanita mengalami ketakutan, mempelai pria hendaknya menenangkannya dengan ritual foreplay lebih dulu dengan durasi yang cukup. Itu bisa dilakukan misalnya dengan saling meraba di titik-titik sensitif tubuh. Jika bagian dalam vagina telah terlumasi dengan baik ditandai dengan keluarnya lendir biasanya mulut vagina akan membuka. Ketika itulah mempelai pria baru bisa berpenetrasi. Adakalanya pikiran negatif dari mempelai wanita sendiri yang menyebabkan dirinya tidak terangsang sehingga menjadikan vagina tak menghasilkan lendir pelumas alami.

4. Prioritaskan kehidupan keintiman Anda.

Hal-hal yang memiliki prioritas dalam hidup biasanya akan tercapai. Jika Anda menetapkan tujuan untuk makan lebih baik, Anda cenderung lebih sadar akan makanan Anda. Jika Anda menetapkan tujuan untuk tidur lebih banyak, Anda akan tidur lebih awal. Jika Anda menetapkan tujuan untuk memiliki hubungan intim di malam pertama yang sangat memuaskan, berikan lebih banyak waktu di dalamnya. Jika Anda dan pasangan berkomitmen untuk mewujudkan malam pertama yang istimewa, maka berbagai upaya pun akan ditempuh.

Misalnya membicarakannya lebih dulu mengenai apa yang harus dilakukan, pemanasana yang bagaimana, posisi di ranjang yang tak menimbulkan rasa sakit, dan lainnya. Memprioritaskan kehidupan di ranjang juga bisa berarti Anda dan pasangan mencari informasi sebanyak-banyaknya terkait malam pertama. Informasi sedetil-detilnya akan menolong Anda dan pasangan menyiapkan malam pertama yang memuaskan bebas rasa sakit.

Informasi itu bisa didapatkan dari berbagai sumber mulai dari buku, kalangan ahli hingga internet. Dengan memiliki informasi yang mendetil, Anda dan pasangan akan memiliki bayangan akan seperti apa nantinya di malam pertama sehingga lebih yakin untuk mencobanya. Dengan informasi yang cukup tentang penyebab sakit di malam pertama dan kiat-kiat untuk mengatasinya, Anda dan pasangan akan lebih siap menghadapi malam pertama yang sangat berkesan dan tak ada ketakutan sama sekali.

5. Pantang tergesa-gesa

Ritual berhubungan badan dengan terburu-buru kemungkinan malah akan menghasilkan rasa sakit di malam pengantin kian terasa. Umumnya rasa nyeri yang diderita mempelai wanita itu disebabkan penetrasi yang terlalu terburu-buru yang dilakukan mempelai pria. Anda bisa mencoba meminta ke suami untuk melakukan foreplay lebih dulu. Seperti sudah disebutkan di atas, hal tersebut bermanfaat untuk menstimulasi lendir lubrikasi agar keluar dan rasa nyeri bisa dikurangi saat dinding vagina tergesek-gesek alat kelamin pria. Ketika pemanasan anda bisa meminta suami untuk menyentuh, menjamah atau meremas bagian tubuh Anda yang sensitif dengan harapan anda akan lebih cepat terangsang. Selalu ingat untuk tidak melakukan penetrasi dengan buru-buru atau rasa sakit yang akan didapat.

Loading...