Sunnah-Sunnah Malam Pertama Pengantin Baru Menurut Islam

Posted on

Malam pertama harus menjadi momen spesial, romantis, dan intim bagi pengantin baru. Pernikahan adalah hal yang istimewa bagi setiap muslim dan malam pertama pun harus istimewa pula. Ini adalah malam di mana dua orang memulai hidup di dunia yang sama sekali baru dengan kualitas dan pengalaman uniknya sendiri. Pasangan suami istri kini masuk di kehidupan baru yang dekat satu sama lain dan berbagi kehidupan yang sama.

Pasangan laki-laki dan perempuan untuk pertama kalinya menikmati apa yang sebelumnya dilarang untuk mereka. Kebebasan baru ini hanya berlaku untuk satu sama lain. Untuk suami, orang itu adalah istrinya, pasangan hidupnya, wanita yang akan menjadi ibu dari anak-anaknya. Pernikahan dalam Islam adalah pengaturan dari dorongan sek sual yang diatur dalam ritual agama dan dimaksudkan untuk mencerminkan kualitas paling murni dari cinta manusia. Tentu saja, kesatuan yang murni dan bersih ini akan membutuhkan kesatuan spiritual dan jasmaniah di dalam kamar pengantin dan interaksi sek sual antara suami dan istri pun harus selalu dilakukan secara pribadi.

Hubungan intim dari pasangan muslim di malam pertama harus dilakukan tanpa terlihat orang lain termasuk anak-anak yang tinggal di rumah yang sama. Nabi, Shalallahu ‘alaihi wa sallam melarang pria dan wanita berbicara dengan orang lain tentang apa yang terjadi di kamar tidur mereka. Seseorang hanya diperbolehkan untuk mengungkapkan apa yang diperlukan ketika terjadi hal mendesak seperti masalah medis.

image by http://thewedding.id

Ada beberapa aturan menurut Sunnah tentang bagaimana malam pertama pengantin baru menurut Islam. Hal-hal yang harus diperhatikan di malam pertama pengantin baru menurut Islam yaitu :

1. Suami berbaik hati kepada istri

Nabi, Shalallahu ‘alaihi wa sallam, merekomendasikan kepada suami untuk berbaik hati kepada istrinya dan menghiburnya dengan menawarkan kepadanya sesuatu untuk diminum ketika mereka bertemu pertama kali setelah pernikahan. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari hadits Asmaa binti Yazid ibn al-Sakin yang berkata: Saya mempersiapkan dan memperindah Aishah untuk Rasulullah (SAW). Lalu dia datang dan saya memanggilnya untuk melihat dia dengan semua kecantikannya. Dia datang dan duduk di sebelahnya. Dia membawa cangkir besar berisi susu. Dia minum dan kemudian menyerahkan kepadanya. Dia menundukkan kepalanya dan malu. Asmaa kemudian berkata: Aku menegurnya dan menyuruh mengambilnya dari tangan Rasulullah (SAW). Dia mengambilnya dan minum beberapa teguk ”

2. Suami memberikan salam kepada istri

Tuntunan malam pertama pengantin baru menurut Islam ini dapat menghilangkan rasa jengah atau grogi yang dialami mempelai wanita. Mempelai wanita dan begitupun pria di malam pertama, tentunya merasa grogi di hadapan pasangannya. Agar suasana bisa cair, untuk itu mempelai laki-laki ketika masuk kamar hendaknya memberikan ucapan salam untuk pasangannya. Sehabis itu dapat diteruskan dengan mengobrol santai agar bisa lebih saling akrab dan merajut keintiman. Ummu salamah radhiyallahu anhu berkata jika saat Nabi shallallahu alihi wa sallam menikahinya dan masuk menemuinya, beliau memberikan ucapan salam.

3. Suami meletakkan tangan di atas ubun-ubun istri lalu mendo’akan

Ketika mempelai laki-laki masuk kamar untuk menggauli istrinya di malam pertama, sesuai ajaran dari Nabi hendaknya berdoa sembari meletakkan telapak tangan di atas kepala sang istri. Do’a yang dipanjatkan adalah agar Allah memberikan bagian kebaikan dari sang istri dan menjauhkan dari keburukannya. Sunnah tersebut dilakukan supaya mahligai rumah tangga yang mulai dibangun akan selalu dilingkupi kemaslahatan dan ketenangan, dan dijauhkan dari berbagai hal yang dapat mengakibatkan permasalahan rumah tangga yang berujung perceraian. Doa yang dipanjatkan sesuai dengan Sunnah Nabi SAW, adalah: “Ya Allah, aku memohon kepadaMu kebaikannya dan kebaikan yang Kau ciptakan padanya. Aku berlindung kepadaMu dari keburukannya dan keburukan yang Kau ciptakan padanya”

4. Melakukan salat sunnah dua rekaat

Ritual malam pertama pengantin baru menurut islam juga termasuk melaksanakan salat Sunnah dua rekaat. Abu Said seorang budak Abu Asyad mengisahkan “Aku menikah ketika masih berstatus budak, kemudian aku undang beberapa Sahabat Nabi shallallahu alihi sallam, termasuk Ibnu Mas’ud, Abu Dzar dan Hudzaifah. Adzan salat terdengar dan Abu Dzar segera maju ke depan. Hadirin lainnya berkata, ‘tunggu’. Ia menjawab, ‘Bukankah seharusnya begini?’ Mereka berkata, ‘Ya’. Lalu Abu Said melanjutkan, aku maju bersama mereka kendati aku hanya seorang budak belian. Mereka kemudian mengajariku lalu berkata, ‘apabila istrimu datang, salat dua rakaat lebih dulu, lalu berdoalah kepada Allah azza wajalla yang terbaik dari sesuatu yang masuk kepadamu dan berlindung kepada Allah dari keburukan istrimu. Sesudah itu, terserah kamu dan istrimu”.

5. Bersiwak saat akan bercumbu

Tindakan ini dilakukan dengan tujuan menjaga kesehatan sekaligus kenyamanan pasangan. Saat suami-istri saling mencumbu dengan mulut yang belum dibersihkan sudah barang tentu pasangan tak nyaman. Agama Islam senantiasa mengajarkan kepada umatnya supaya selalu menjaga kebersihan serta saling menjaga kenyamanan. Nabi SAW pun selalu menjaga kebersihan mulut beliau saat bercengkerama dengan para istri. Beliau senantiasa bersiwak saat akan masuk ke rumah istri-istrinya, seperti yang diceritakan Aisyah.

6. Menyebut nama Allah dan berdoa saat akan berhubungan badan

Tiap kali akan bercumbu maka selayaknya setiap pasangan muslim berdoa kepada Allah supaya dijauhkan dari gangguan setan sekaligus anak dari hasil hubungan tersebut pun jauh dari pengaruh setan.

7. Bercumbu sebelum berhubungan badan

Nabi SAW mengajarkan do’a ketika akan berhubungan dalam sebuah hadits sebagaimana diriwayatkan Ibnu Abbas “apabila salah seorang dari kalian (yakni suami) hendak berhubungan badan dengan istrinya, kemudian ia memanjatkan do’a: [Bismillah Allahumma jannibnaasy syaithoona wa jannibisy syaithoona maa rozaqtanaa], “Dengan (menyebut) nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezki yang Engkau anugerahkan kepada kami”, kemudian apabila Allah menakdirkan (lahirnya) anak dari hubungan intim itu, maka setan tak akan dapat mencelakakan anak itu selamanya” (HR. Bukhari no. 6388 dan Muslim no. 1434).

8. Mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik dalam hal ini bisa pakaian yang akan dikenakan, memakai wangi-wangian, dan juga kamar pengantin dengan hiasan yang indah.

9. Diperkenankan berhubungan badan menggunakan posisi apa saja asalkan sasarannya adalah organ intim istri.

10. Suami dilarang berhubungan intim di dubur istri. Allah melaknat suami yang melakukan hubungan badan dengan istri melalui duburnya.

10. Dilarang berhubungan badan dengan istri ketika dalam kondisi menstruasi. Ditinjau dari segi kesehatan pun tindakan tersebut rentan terjangkit penyakit baik bagi suami maupun istri

11. Mengambil air wudhu saat akan bersetubuh lagi. Hal ini menggambarkan betapa Islam sangat mengutamakan kebersihan bahkan saat berhubungan badan.

12. Diperkenankan bertelanjang bulat ketika berhubungan intim tentu di dalam kamar yang tertutup dan bebas dari orang lain yang bisa mengintip.

13. Istri dilarang menolak ajakan saat suami ingin menggaulinya.

14. Sebaiknya segera pulang dan menggauli istri ketika di jalan melihat wanita yang mempesona.

15. Dilarang menceritakan pengalaman di atas ranjang kepada orang lain.

16. Memberikan kabar kepada istri jika akan pulang ke rumah dari perjalanan jauh.

17. Diperkenankan menggauli istri yang lagi hamil maupun yang sedang menyusui.

18. Diperbolehkan dengan derajat makruh bagi suami untuk ber-azl yaitu memancarkan sperma di luar kemaluan istri.

Loading...