6 Sunah Malam Pertama Pengantin Yang Harus Diketahui Setiap Muslim

Posted on

Sehabis penyelenggaraan akad disusul pesta walimah, mempelai pria dan wanita masuk kamar pengantin untuk menikmati yang dinamakan malam pertama. Saat inilah pertemuan pertama sesudah keduanyan resmi sebagai sepasang suami-istri. Dalam Islam, malam pertama tidaklah kesempatan untuk berbuat sebebas-bebasnya sebab sebagai seorang muslim ada sunah malam pertama pengantin yang dicontohkan oleh Nabi SAW. Misalnya bila mempelai wanita ada di kamar pengantin duluan maka mempelai pria disunnahkan mengetuk pintu pelan-pelan sambil mengucap salam. Apa saja sinah sunah malam pertama pengantin yang sebaiknya dilakukan?

image by http://oke-news.com

1. Meletakkan tangan di kepala bagian depan mempelai wanita

Di malam pertama, disunahkan untuk mempelai pria supaya meletakkan tangan di ubun-ubun mempelai wanita ambil berdoa. Nabi SAW Saw berkata : “jika salah seorang dari kalian menikahi wanita atau membeli seorang budak, pegang ubun-ubunnya kemudian baca ‘basmalah’ dan doakanlah dengan doa berkah…”. (HR Abu Dawud no. 2160, Ibnu Majah no. 1918, al-Hakim II/185 al-Baihaqi VII/148).

2. Berdoa untuk mempelai wanita

Sambil memegang ubun-ubun mempelai wanita, mempelai pria disunahkan berdoa sebagai berikut : “Allahumma inni as-aluka min khairiha wa khairi ma jabaltaha alaih, wa a’udzu bika min syarriha wa syarri ma jabaltaha alaih. ” Ya Allah, aku meminta kebaikannya dan kebaikan sifatnya yang dia bawa. Dan aku berlindung dari keburukannya dan keburukan sifat yang dia bawa.” (HR Abu Daud, no. 2160; Ibnu Majah, no. 1918. Al-Hafizh Abu Thahir menyebut jika hadits tersebut berada di tingkatan hasan).

3. Salat sunah dua rekaat

Disunahkan untuk kedua pengantin mendirikan salat sunah dua rekaat secara berjamaah. Mempelai pria sebagai imam dengan mempelai wanita sebagai makmum. Syaikh Al-Albani menjelaskan, “perkara tersebut sudah ada dasarnya dari ulama Salaf yaitu Sahabat Nabi SAW dan juga kalangan Tabi’in”. Dasar pelaksanaannya adalah hadits berasal dari Abu Sa’id, dia mengatakan: “Aku menikah saat aku masih menjadi budak. Saat itu aku mengundang beberapa Sahabat Nabi, termasuk ‘Abdullah bin Mas’ud, Abu Dzarr dan Hudzaifah radhiyallaahu ‘anhum. Kemudian masuk waktu salat, Abu Dzarr segera mengimami salat.

Namun mereka mengatakan: ‘Kamulah (Abu Sa’id) yang berhak!’ Ia (Abu Dzarr) mengatakan: ‘Apakah betul begitu?’ ‘Betul,’ jawab mereka. Aku lalu maju menadi imam salat. Saat itu aku adalah seorang budak. Berikutnya mereka mengajariku, ‘apabila isterimu nanti datang menemuimu, sebaiknya kamu berdua salat dua rekaat. Kemudian berdoa kepada Allah kebaikan isterimu itu dan berlindung kepada-Nya dari kejelekannya. Sesudah itu terserah kalian berdua.” Hadits diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf (X/159, no. 30230 dan ‘Abdurrazzaq dalam al-Mushannaf (VI/191-192).

4. Berdoa seusai salat sunnah

Menurut hadits yang diriwayatkan Abu Waail, dia mengatakan, “Seseorang mendatangi Abdullah bin Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu, kemudian dia berkata, ‘Aku menikahi seorang wanita namun aku takut ia membenciku. Abdullah bin Mas’ud menjawab, ‘Ketahuilah bahwa cinta itu datang dari Allah, sementara benci datang dari setan agar tidak senang dengan apapun yang Allah telah halalkan. Bilamana isterimu mendatangimu, untuk itu perintahkan mendirikan salat dua rekaat di belakangmu.

Kemudian panjatkan doa :
“Allahumma baarikli fi ahli, wa baarik lahum fi, Allahummarzuqni minhum, warzuqhum minni, Allahummajma’ bainana maa jama’ta ila khair, wa farriq bainana idza farraqta ila khair. Ya Allah, berilah keberkahan untuk aku dan isteriku, dan berkahilah mereka dengan sebab aku. Ya Allah, berilah rizki kepadaku berkat mereka, dan berilah rizki kepada mereka karena aku. Ya Allah, satukan kami (berdua) dalam kebaikan dan pisahkan antara kami (berdua) dalam kebaikan.” (HR ‘Abdurrazzaq dalam al-Mushannaf VI/191, no. 10460, 10461).

5. Saling mencumbu

Termasuk sunah malam pertama pengantin yaitu saling mencumbu dengan kehangatan dan kelembutan. Perkara tersebut sesuai dengan hadits yang diriwayatkan Asma’ binti Yazid binti as-Sakan ra, dia mengatakan: “aku merias ‘Aisyah untuk Nabi SAW. Sesudahnya aku datangi dan panggil beliau agar memberikan hadiah untuk Aisyah. Beliau lalu datang dan mengambil tempat duduk di sebelah Aisyah. Saat itu Nabi SAW diberikan segelas susu. Seusai beliau meminumnya maka gelas susu tersebut diberikan kepada Aisyah. Namun Aisyah merasa malu dengan menundukkan kepala. Asma binti Yazid mengatakan: “Aku menegur ‘Aisyah lalu berkata kepadanya, ‘Ambil gelas itu dari tangan Rasulullah”. Selanjutnya Aisyah pun menggapai gelas tersebut dan meminum susu di dalamnya. (HR Ahmad VI/438, 452, 453, 458).

6. Bersenggama

Hubungan intim mempelai pria dan mempelai wanita tak harus berlangsung ketika malam pertama itu. Dapat dilakukan setiap saat yang memungkinkan bagi keduanya. Intinya hubungan intim dapat dilakukan saat kedua belah pihak siap lahir batin. Jika mempelai wanita tersimpan rasa cemas, takut, dan was-was disebabkan belum terbentuk suasana yang nyaman hendaklah hubungan intim ini ditunda hingga kedua mempelai lebih akrab dan saling mengerti satu sama lain.

Jika kondisi psikis kedua mempelai sudah siap maka dapat mendekatkan diri makin intim, dibarengi melakukan cumbu-rayu sebelum berhubungan badan. Inilah sarana yang diberikan Allah kepada kedua mempelai agar dapat menikmati keindahan ciptaan Allah yang nampak di pasangannya. Firman Allah dalam Quran Surah Al-Baqarah ayat 223 berbunyi : “Istri-istri kalian itu seperti sawah ladang kalian maka datangilah ladang kalian tersebut dari arah mana saja yang kalian kehendaki”. Firman tersebut mengisyaratkan kebebasan bersenang-senang antara suami-istri agar mereka dapat menikmati kegembiraan dengan sepenuhnya.

Islam menggariskan bahwa hubungan intim antara suami dan istri merupakan salah satu bentuk ibadah, dengan begitu dipersyaratkan adab untuk melaksanakannya. Antara lain yaitu doa yang dipanjatkan mempelai berdua saat hendak berhubungan. Jika akan berhubungan suami istri, sebaiknya berdoa sesuai hadist yang diriwayatkan Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, dia mengatakan bahwa Rasulullah Saw berkata, “apabila salah seorang dari kalian (yakni suami) hendak berhubungan badan dengan istrinya,

kemudian dia berdoa: Bismillah. Allahumma jannibnasy syaithana wa jannibisy syaithana ma razaqtana. Dengan (menyebut) nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezki yang Engkau berikan kepada kami”, dan apabila Allah menakdirkan (lahirnya) anak dari hubungan intim itu, semoga setan tak akan dapat mencelakakan anak itu selamanya”. (HR Bukhari no. 141, 3271, 3283, 5165, Muslim no. 1434, Abu Dawud no. 2161, at-Tirmidzi no. 1092, ad-Darimi II/145, Ibnu Majah no. 1919, an-Nasa-i dalam ‘Isyratun Nisaa’ no. 144, 145, Ahmad I/216, 217, 220, 243, 283, 286).

Dengan memahami sunah sunah malam pertama pengantin maka diharapkan setiap pasangan suami istri muslim akan mendapatkan keberkahan dari rumah tangga yang mulai dibangun. Dan ketika dari hubungan intim tersebut melahirkan anak, maka anak-anak tersebut selalu dijaga dari gangguan setan dan menjadi anak-anak yang berbakti kepada Tuhannya dan orang tuanya.

Loading...