Sejarah Indonesia Merdeka Secara Singkat dan Jelas

Posted on

Kemerdekaan Indonesia saat ini memang tidak bisa terlepas dari peran dan pengorbanan para pahlawan terdahulu yang selalu berjuang untuk memerdekakan tanah air dari jajahan negara asing. Bangsa Indonesia merupakan sekelompok masyarakat yang saling bersatu padu karena sejarah serta nasib pada masa lampau yang sama. Berikut ini adalah peristiwa bersejarah sebelum terjadinya proklamasi kemerdekaan.

Sejarah kemedekaan indonesia yang tidak pernah berhenti

Setelah Jepang menyerah pada Sekutu tanpa syarat, Indonesia semakin bersemangat untuk memproklamirkan kemerdekaannya. Hingga terjadilah peristiwa Rengasdengklok dimana para pemuda meyakinkan Soekarno dan Hatta bahwa kini Jepang sudah kalah dan menyerah.

Atas dasar itulah para pejuang tanah air sudah siap untuk berjuang melawan para penjajah apapun risiko yang akan dihadapi. Sementara di Jakarta, golongan tua yakni Ahmad Soebardjo dengan golongan muda Wikana melakukan perundingan. Dalam perundingan tersebut, Ahmad Soebardjo memberikan persetujuannya untuk segera memproklamasikan kemerdekaan tanah air Indonesia di Jakarta.

Sejarah Indonesia Merdeka Secara Singkat dan Jelas

Sehingga diutuslah Yusuf Kunto ke Jakarta untuk membawa Ahmad Soebardjo langsung ke Rengasdengklok. Selanjutnya, mereka menjemput Ir. Soekarno dan keluarga beserta Drs. Moh. Hatta untuk kembali ke Jakarta. Dalam perundingan tersebut, Ahmad Soebardjo juga berhasil membujuk dan meyakinkan para golongan pemuda untuk tidak terlalu buru – buru dalam melakukan  memproklamasikan kemerdekaan. Hingga akhirnya, tibalah waktunya masyarakat Indonesia memerdekakan dirinya pada 17 Agustus 1945. Di bawah ini adalah peristiwa yang terjadi sebelum dan sesudah kemerdekaan.

A. Penyusunan teks proklamasi

Sebelum memproklamasikan kemerdekaan, golongan tua dan golongan muda menyusun teks proklamasi mulai dari pukul 02.00 sampai dengan 04.00 dini hari di jalan Imam Bonjol No 1 yang merupakan rumah dari laksamana Tadashi Maeda. Konsep teks proklamasi tersebut ditulis oleh Ir Soekarno kemudian diketik langsung oleh Sayuti Melik. Pihak-pihak yang melakukan penyusunan proklamasi tersebut diantaranya adalah Drs. Moh. Hatta, Mr. Ahmad Soebarjo dan Ir. Soekarno yang dihadiri oleh Sukarni, Soediro dan B.M Diah Sayuti Melik.

B. Proklamasi Indonesia

Pada 17 Agustus 1945 dilaksanakanlah proklamasi Indonesia di kediaman Soekarno yakni Jalan Pegangsaan Timur 56 pada pukul 10 pagi. Setelah membaca teks proklamasi, Soekarno memberikan sedikit pidato yang sangat membakar semangat rakyat Indonesia. Selanjutnya, bendera merah putih hasil jahitan bu Fatmawati dikibarkan. Kemudian disusul dengan pemberian sambutan dari wakil walikota Jakarta kala itu yakni Soewirjo dan pimpinan Barisan Pelopor yaitu Moewardi.

Setelah upacara selesai, sekitar 100 anggota Barisan Pelopor datang dengan terburu-buru karena tidak mengetahui adanya perubahan tempat proklamasi tersebut dari yang sebelumnya di Ikada lalu pindah ke Pegangsaan. Terkait hal tersebut, mereka menuntut pembacaan ulang teks proklamasi oleh Soekarno tapi dtolak. Pada 18 Agustus 1945, disahkan lah Undang-undang Dasar Negara republik Indonesia sebagai dasar negara. Selanjutnya, ditetapkanlah Soekarno sebagai presiden dan Hatta sebagai wakil presiden atas persetujuan dari pihak PPKI.

Tak hanya berhenti sampai disitu, perjuangan rakyat Indonesia masih belum selesai. Karena untuk untuk bisa mencapai kemerdekaan seutuhnya, negara Indonesia harus melalui proses dekolonisasi mulai dari tahun 1945 sampai dengan 1955. Proses dekolonisasi ini juga dialami oleh negara Asia lainnya yang baru saja memerdekakan diri seperti Yordania pada 22 Maret 1946, Vietnam pada 20 Juli 1954, Pilipina pada 4 Julin 1946 dan lain sebagainya. Di bawah ini adalah sejarah Indonesia setelah pembacaan teks proklamasi.

1. Perseteruan dengan belanda

Setelah merdeka, Indonesia kedatangan pihak Sekutu. Awalnya rakyat Indonesia menanggapinya sebagai hal yang positif karena mereka menilai bahwa Sekutu mengupayakan perdamaian di dunia. Tapi setelah mengetahui bahwa NICA atau Netherlands Indies Civil Administration dipimpin oleh Van Mook dan Van der Plass, rakyat Indonesia menjadi menaruh curiga dan memusuhi NICA.

Sekedar informasi, NICA merupakan organisasi yang didirikan oleh bangsa Belanda yang saat itu melarikan diri menuju Australia sesudah menyerah pada Jepang. Setelah dilepas Sekutu dari Jepang, NISA kembali mempersenjatai KNIL dan berkeinginan untuk menguasai Indonesia. Ternyata, tugas Allied Forces Netherlands East Indies atau AFNEI memiliki maksud terselubung. Dimana mereka ingin kembali menghidupkan Hindia Belanda. Menanggapi hal tersebut, tentu saja Indonesia tidak menerimanya hingga terjadilah perempuran dan permusuhan.

2. Terjadinya pertempuran di surabaya

Salah satu peristiwa setelah kedatangan Sekutu menggunakan bendera AFNEI adalah pertempuran pada 10 November 1945 di Surabaya. Di Surabaya, Sekutu menugaskan Brigade 49 yang berada dalam dibawah pimpinan Brigjen A.W.S. Mallaby. Sekutu mendarat di Jawa Timur pada 25 Oktober 1945. Awalnya, Gubernur Jawa Timur membuat kesepakatan agar Inggris diperbolehkan masuk ke Surabaya. Kesepakatan yang disetujui oleh  Brigjen A.W.S. Mallaby dan Gubernur Jawa Timur yakni R.M.T.A. Suryo diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Senjata Jepang akan dilucuti Inggris
  2. Pihak Inggris berjanji untuk tidak mengikutsertakan pasukan angkatan perang Belanda
  3. Pembentukan kontrak biro
  4. Tujuan kedatangan tersebut adlaah menciptakan ketentraman dan keamanan bagi kedua belah pihak.

Pada kenyataannya, Inggris justru ingkar janji dan menyerbu penjara Kalisosok pada 26 Oktober 1945. Pada 27 Oktober 1945 Inggris berhasil menduduki pangkalan udara yang ada di Tanjung Perak lalu menyebarkan pamflet yang di dalamnya berisi perintah supaya rakyat Jawa Timur menyerahkan semua senjata mereka. Karena khawatir hal ini akan menyebar ke daerah lainnya,

Presieden Soekarno dan wakilnya Hatta melaksanakan perundingan. Hasilnya adalah pamflet atau surat selebaran yang dikeluarkan Inggris tidak berlaku, kota Surabaya seluruhnya tidak dijaga lagi oleh Serikat sementara kamp tawanan dilindungi oleh TKR dan serikat, serikat harus mengakui keberadaan dari Polisi Indonesia dan TKR serta Tanjung Perak dijaga secara bersama-sama oleh Polisi Indonesia, Serikat dan TKR.

Sayangnya, permusuhan dan peperangan tidak bisa dihindari sehingga meninggal lah A.W.S. Mallaby. Tidak terima, pihak Inggris kemudian memberikan ultimatum sebagai ajang balas dendam agar rakyat Surabaya menyerah. Tapi Gubernur Seorjo menolat secara resmi ultimatum tersebut sehingga terjadilah pertempuran besar pada 10 November 1945 yang kemudian diperingati oleh bangsa Indonesia sebagai Hari Pahlawan.

C. Pertempuran ambarawa

Selain pertempuran di Surabaya, di Ambarawa pun terjadi pertikaian antara pasukan Inggris dengan TKR pada 20 November hingga 15 Desember 1945. Permusuhan tersebut terjadi saat sekutu datang ke Semarang pada 20 Oktober 1945. Awalnya, pasukan Inggris hanya mengurus tawanan perang. Namun justru sekutu yang diboncengi NICA kemudian memberikan senjatanya pada para tawanan.

Dalam peperangan tersebut, gugur Letkol Isdiman sebagai Komandan Resimen Banyumas yang kemudian diambil alih oleh panglima divisi Banyumas yakni Letnan Kolonel Sudirman. Pasukan Indonesia akirnya memberikan serangan serentak pada 12 desember 1945 dan berhasil mengusir pasukan Serikat dari wilayah Ambarawa.

Selain beberapa pertempuran yang disebutkan di atas, masih banyak lagi pengorbanan dari pahlawan untuk bisa mengantarkan Indonesia pada kemerdekaan yang hakiki. Beberapa pertempuran yang sangat membekas di masyarakat Indonesia adalah pertempuran di Medan Area, Bandung Lautan Api,  dan lain sebagainya. Demikianlah ulasan mengenai peristiwa bersejarah Proklamasi Indonesia. Semoga ulasan kali ini menambah wawasan Anda.