3 Peninggalan Prabu Siliwangi Yang Masih Ada Sampai Sekarang

Posted on

Salah satu sejarah yang menarik untuk dipelajari adalah sejarah mengenai zaman kerajaan di Indonesia. Kita tentunya sudah mengetahui bahwa di Indonesia pernah berdiri beberapa kerajaan besar yang wilayah kekuasaannya bahkan sampai ke negeri jiran. Salah satu kerajaan besar pada masanya adalah kerajaan Pajajaran. Kerajaan ini berdiri di tanah Jawa dengan pusat kerajaan di wilayah jawa bagian barat.

Salah satu raja kerajaan Pajajaran yang terkenal adalah Prabu Siliwangi. Prabu Siliwangi adalah raja yang terkenal karena kepandaiannya serta kesaktiannya. Saat kerajaan Pajajaran dipimpin oleh nya, kerajaan termasuk dalam keadaan makmur dan sejahtera.Walaupun terkenal sakti, namun, tidak banyak peningalan yang diwariskan oleh prabu Siliwangi.

Letak istana kerajaan Pakuan Pajajaran juga sampai saat ini masih belum jelas dan masih ditelusuri jejaknya melalui bukti-bukti sejarah yang masih ada. Hal ini sering dikaitkan dengan kekuatan mistis yang dimiliki prabu Siliwangi yang dapat menyembunyikan kerajaannya sehingga tidak dapat ditemukan hingga sekarang. Berbagai hal yang berbau supranatural juga sering dikaitkan dengan prabu Siliwangi. Terserah Anda mau mempercayai kisah tersebut ataupun tidak.

Peninggalan Prabu Siliwangi Yang Masih Ada Sampai Sekarang

Yang jelas, mempelajari sejarah lebih bijaksana dengan mempelajari bukti sejarah yang ada, bukan asal percaya cerita legenda. Karena ada beberapa legenda yang terbukti bukan merupakan cerita sejarah yang sebenarnya. Sedangkan cerita sebenarnya sangat jauh berbeda dengan legenda yang diceritakan. Bagi Anda yang sudah tidak sabar dengan peninggalan apa saja yang diwariskan oleh prabu Siliwangi, berikut adalah beberapa diantaranya.

1. Petilasan Prabu Siliwangi desa Pajajaran, Rajagaluh

Petilasan Prabu Siliwangi ini terletak di desa Pajajaran. Untuk menjangkaunya Anda perlu berkendara dengan jarak sekitar kurang lebih 19 km dari kota Majalengka. Untuk mencapai tempat tersebut dengan mudah, menggunakan kendaraan pribadi tentunya akan lebih mudah. Namun, bagi Anda yang ingin menggunakan kendaraan umum, aksesnya juga cukup mudah. Anda bisa memakai kendaraan umum dari kota terdekat dengan jurusan terminal Rajagaluh.

Dari terminal tersebut, Anda dapat menumpang angkutan umum dengan model bak terbuka atau dengan menyewa jasa ojek untuk sampai ke desa Pajajaran. Tempat petilasan prabu Siliwangi ini menjadi tempat wisata yang cukup populer dan banyak dikunjungi oleh wisatawan. Fasilitas pengunjung pun sudah cukup lengkap dan terdapat pintu masuk tempat wisata yang jelas sehingga kita tidak akan salah jalan. Tempat ini menjadi populer terutama karena lingkungannya yang masih sangat alami dan terdapat beberapa spot yang indah.

Seperti tempat petilasan lainnya, tempat ini memiliki daya tarik di segi wisata budaya. Petilasan ini merupakan sebuah petilasan yang cukup dikeramatkan dengan adanya kuncen yang melindungi tempat ini. Banyak orang yang memiliki tujuan khusus dan sengaja berziarah ke petilasan prabu Siliwangi ini karena menurut mitos prabu Siliwangi merupakan salah satu raja Pajajaran yang memiliki kesaktian yang tinggi. Beberapa penyuka batu akik juga kadang mencari wangsit dan batu di sekitar petilasan. Konon batu akik yang ditemukan adalah batu yang ditarik dari dunia gaib dan memiliki kekuatan.

Entah kebenaran bisa dibuktikan atau tidak, asalkan tidak merusak situs budaya dan tidak menjadi sebuah ajaran yang membawa pada kesesatan hal tersebut terserah orang ingin mempercayainya atau tidak. Yang jelas tempat ini termasuk tempat yang cukup menarik untuk dikunjungi. Selain dapat mempelajari budaya, di sini Anda juga dapat menikmati indahnya pemandangan. Selain petilasan, ada juga tempat yang biasa digunakan sebagai pemandian para peziarah yaitu pancuran Selendang Bidadari dan pancuran Cikahuripan. Di tempat ini masih ada monyet serta banyak bergelantungan kelalawar yang masih liar sehingga makin menarik untuk dikunjungi.

2. Keris lekuk tujuh

Selain petilasan prabu Siliwangi yang ada di desa Pajajaran, ada juga peninggalan prabu Siliwangi lainnya. Peninggalan tersebut berupa keris yang memiliki lekukan tujuh buah sehingga memiliki nama panggilan keris lekuk tujuh. Pada mulanya, keris ini disimpan sebagai salah satu koleksi pribadi dari seseorang yang tinggal di Jakarta, setelah pemiliknya meninggal dunia, pewaris nya merasa cukup kerepotan untuk menjaga benda kepemilikannya tersebut. Hal ini karena tidak hanya keris saja yang dimiliki tetapi juga berbagai benda pusaka dan benda kuno lain yang membutuhkan perawatan khusus.

Oleh karenanya, pemilik keris dan beberapa benda pusaka serta benda kuno lainnya di hadiahkan kepada museum Geusan Ulun yang ada di Sumedang pada tahun 2010. Kini Anda dapat melihat keris peninggalan Prabu Siliwangi tersebut di museum tersebut. Untuk memeriksa keasliannya, pihak museum bekerja sama dengan pihak pewaris benda pusaka tersebut untuk melakukan penyelidikan mengenai asal dari berbagai benda bersejarah tersebut.

3. Peninggalan ghaib

Hal ini termasuk hal yang tidak masuk akal bagi yang tidak mempercayainya, namun ada sebagian masyarakat yang masih mempercayai hal tersebut. Bagi mereka yang mempelajari hal mistis dan spiritual, mereka percaya bahwa ada hal yang bersifat spiritual yang ditinggalkan oleh prabu Siliwangi. Beberapa peninggalan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Mustika Dewi Kembang
  • Pusaka Kujang Alam Gaib
  • Pusaka Kujang Macan Putih Siliwangi
  • Keris Naga Runting
  • Mustika Macan Kembar

Walaupun cukup terkenal, namun peninggalan prabu Siliwangi ini masih belum terbukti secara sejarah. Beberapa paranormal mengklaim dapat menarik senjata tersebut dari alam ghaib dan beberapa memperjualbelikan barang tersebut. Informasi mengenai hal tersebut masih simpangsiur dan belum jelas.

Mitos dan legenda memang banyak dikaitkan dengan sejarah Prabu Siliwangi dan kerap membuat sejarah menjadi berbelok ke arah yang tidak seharusnya. Berbagai legenda seperti legenda maung dan mitos menghilangnya kerajaan Pajajaran secara mistis sebenarnya sudah dapat dipatahkan oleh beberapa bukti sejarah yang semakin banyak ditemukan dan dipelajari. Prabu Siliwangi merupakan raja yang menyatukan kerajaan Sunda dan kerajaan Galuh. Nama asli dari prabu Siliwangi adalah prabu Jayadewata yang memerintah kerajaan Pajajaran pada tahun 1482 sampai dengan 1521.

Keruntuhan kerajaan ini tidak pada zaman prabu Siliwangi, melainkan setelah 5 raja setelahnya memimpin, pada tahun 1579 kerajaan ini runtuh akibat serangan kerajaan kesultanan Banten dengan pimpinannya Maulana Yusuf. Oleh karenanya, mitos mengenai prabu Siliwangi nga-hyang menjadi maung atau harimau dan keruntuhan kerajaan Pajajaran pada masa prabu Siliwangi telah terbantahkan. 58 tahun setelah prabu Siliwangi wafat, barulah kerajaan tersebut runtuh dan raja yang berkuasa saat itu turut tewas saat mempertahankan kerajaannya.

Tidak banyaknya bukti sejarah yang ditemukan membuat pengungkapan sejarah Pajajaran menjadi sangat lambat. Berbagai spekulasi mengenai sejarah memang terkadang membingungkan, terutama karena kita tidak hidup pada masa itu dan hanya meraba dari bukti serta catatan sejarah yang ditinggalkan seperti menyusun sebuah puzzle. Hal inilah yang membuat belajar sejarah menjadi sesuatu yang menarik. Semoga artikel ini menambah pengetahuan Anda. Salam sejarah!