Praaksara merupakan masa dimana tulisan belum begitu dikenal manusia. Jika dirunut, Pra-Aksara memiliki makna yang berarti sebelum dan untuk aksara yang memiliki arti tulisan. Dan selain dari praaksara ada juga yang menyebut dengan masa nirleka yang artinya yaitu tulisan. Masa Prakaksara sendiri berawal dari masa Pleistosen yang man sekita 3000 tahun yang lalu sampai dengan manusia mengenal tulisan atau bisa dikatakan masa sejarah.

Namun meskipunpada saat itu manusia tak mengenal tulisan, mereka sudah lebih dulu membuat alat-alat yang mereka ciptakan sendiri untuk membantu kehidupan mereka. Dan alat-alat tersebutlah yang menjadi peninggalan bagi banyak orang hingga kini yang mana peninggalan tersebut terdiri dari seperti berikut ini :

Peninggalan Masa Praaksara Yang Terbuat Dari Batu

1. Zaman Batu Tua (Paleolithikum)

Pada zaman yang disebut zaman batu tua ini menggunakan alat-alat yang terbuat dari batu untuk menunjang kehidupan mereka. Adapun batu-batu yang digunakan yaitu batu-btu yang masih sangat kasar dan belum dilakukan pemolesan. Sedangkan untuk alat-alatnya sendiri masih dikatakan sangat sederhana. Di Zaman batu ini juga zaman nenek moyang kita yaitu pithecanthropus serta homo erectus masih melakukan cara berburu dan juga meramu yang cukup tangkas. Sedangkan untuk peninggalan di zaman paleolithikum masih dibuat dari batu dan juga kumpulan tulang binatang yang bentuknya bisa dikatakan sangat sederhana.

• Kapak Berimbas

Senjata ini terbuat dari batu yang tidak memiliki tangkai, dan untuk menggunakannya yaitu dengan menggenggam kapak tersebut. Sedangkan untuk manfaatnya sendiri yaitu sebagai senjata untuk dapat memotong binatang liar, menguliti binatang dan juga untuk memcahkan tulang binatang buruan. Saat ini kapak berimbas dapat dengan mudah ditemukan di daerah Jawa Tengah atau lebih tepatnya di Pacitan. Kapak ini dibuat oleh Pithecantropus Electrus.

• Flakes

Untuk perkakas satu ini dibuat dari pecahan-pecahan dari batu kecil yang memiliki fungsi untuk menusuk, memotong daging dan juga bisa digunakan untuk pisau yang mana bisa memotong apa saja.Untuk peninggalan ini bisa ditemukan didaerah Jawa Tengah atau lebih tepatnya di daerah Sragen.

• Kapak Genggam

Peninggalan zaman batu tua yang selanjutnya yaitu kapak genggam yaitu kapak yang memiliki penampilan sama seperti kapak berimbas namun yang membedakan yaitu bentuk kapak genggam yang lebih kecil. Untuk fungsinya sendiri, kapak ini dapat digunakan untuk membelah kayu, memotong umbi-umbian. Mengiris daging buruan serta masih banyak keperluan lainnya yang bisa dilakukan dengan menggunakan alat ini. Peninggalan ini telah ditemukan pada tahun 1935 yang lebih tepatnya di daerah Pacitan, Jawa Timur oleh seorang ilmuwan yang berasal dari Amerika Serikat.

• Perkakas Dari Tanduk Dan Tulang Binatang

Untuk perkakasi ini berfungsi untuk menusuk, mata tombak dan juga digunakan untuk mengorek. Alat dari tanduk dan juga dari tulang binatang ini sudah banyak ditemukan di daerah Ngandong, Jawa Timur. Perkakas ini digunakan oleh Homo Wajakensis.

2. Zaman Mesolithikum

Pada zaman ini semua alat-alat telah dihaluskan. Dan berikut ini beberapa benda peninggalan dari zaman Mesolithikum :

• Kapak Pendek

Jenis perkakas ini merupakan golongan yang masuk dalam jenis kapak genggam yang memiliki bentuk seperti setengah lingkaran. Peninggalan ini telah ditemukan di sepanjang pantai timur Pulau Sumatera.

• Peble

Perkakas ini memiliki bentuk yang bulat dan terbuat dari batu kali yang telah dibelah dua. Penemuan ini berhasi ditemukan di sepanjang pantai Pulau Sumatera diantara Aceh dan juga Medan.

• Abris Sous Roche

Untuk peninggalan zaman batu ini menyerupai sebuah gua yang mana merupakan gua karang yang umumnya digunakan sebagai tempat tinggal para manusia zaman batu untuk berlindung dan berfungsi sebagai tempat untuk mereka tinggal.

• Lukisan Dinding Gua

Peninggalan zama prasejarah memang menarik untuk diulas, seperti lukisan dinding gua yang mana lukisan ini menggambarkan seekor hewan buruan serta cap tangan dengan warna merah darah. Peninggalan ini bisa ditemukan di Sulawesi Selatang atau lebih tepatnya di Leang-Leang Pulau Muna Serta di Papua.

• Kjokkenmoddinger

Jenis peninggalan sejarah satu ini merupakan berupa sampah dapur yang mana terdiri atas kulit-kulit kerang yang bertumpuk hingga beribu-ribu tahun lamanya, yang akhirnya menyebabkan munculnya sebuah bentuk bukti yang memiliki tinggi beberapa meter. Untuk penemuan ini di temukan di Pulau Sumatra di Sepanjang Pantai Timur.

3. Zaman Neolitikum

Di zaman batu ini sudah banyak kemajuan yang mana meskipun alat perkakasnya dibuat dari batu, namun sudah menggunakan suatu bentuk yang lebih baik dan adanya sentuhan tangan manusia. Dan berikut ini beberapa benda yang dibuat :

• Kapak Batu Persegi

Untuk kapak ini dibuat dari batu yang memiliki bentuk persegi. Perkakas ini di gunakan untuk mengerjakan pertanian, melakukan upacara rutin, memotong kayu dan yang lainnya. Kapak ini bisa ditemukan di Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan juga Sulawesi.

• Kapak Lonjong

Perkakas peninggalan zaman batu selanjutnya yaitu kapak lonjong yang mana memiliki ukuran besar dan juga kecil. Kapak ini umumnya digunakan untuk mencangkul tanah, memotong kayu dan juga menggarap lahan. Kapak ini bisa ditemukan didaerah Maluku dan juga Papua.

• Gerabah

Untuk gerabah dibuat dari tanah liat yang fungsinya digunakan untuk keperluan sehari-hari.

• Mata Panah

Digunakan untuk berburu, mata panah ini dibuat dari batu yang telah diasah dengan sangat rapi dan halus. Untuk peninggalan ini ditemukan di Jawa Timur dan juga Sulsel.

• Alat Memukul Kulit Kayu

Untuk alat ini memiliki fungsi untuk memukul kulit kayu yang hnedak di gunakan untuk membuat pakaian. Dan dari sini kita sudah mengenal yang namannya pakaian.

4. Zaman Megalitikum

Zaman ini merupakan zaman dimana batu besar yang manusia menggunakan batu besar untuk mendirikan sebuah bangunan besar dan juga digunakan untuk memuja leluhur dan roh nenek moyang. Dan berikut ini beberapa peninggalan yang telah ditemukan :

• Dolmen

Untuk peninggalan satu ini merupakan sebuah meja dari batu yang digunakan untuk meletakkan sesajen. Dan peninggalan ini ditemukan di daerah Jawa Timur yang lebih tepatnya didaerah Bondowoso.

• Menhir

Ini merupakan sebuah tugu yang dibuat dari batu tunggal yang digunakan untuk upacara penghormatan kepada leleuhur yang telah wafat. Peninggalan ini ditemukan dibeberapa daerah yaitu Klaimantan dan Sulawesi.

• Arca

Peninggalan ini yaitu berupa patung yang dibuat menggunakan batu utuh dan menyerupai manusia. Arca ditemukan di beberapa daerah Indonesia seperti Jawa Tengah dan Sumatera Selatan.

• Sarkofagus

Temuan pada zaman batu besar yang selanjutnya yaitu Sarkofagus yaitu sebuah peti mayat yang dibuat dari dua buah batu yang ditangkubkan. Untuk Sarkofagus lebih banyak ditemukan didaerah Bali.

• Punden Berundak

Untuk peninggailan yang selanjutnya yaitu punden berundak yang merupakan tempat untuk pemujaan terhadap para leluhur atau nenek moyang. Bentuknya seperti batu yang tersusun secara bertingkat dan menyerupai sebuah bangunan candi. Temuan ini ditemukan di Lebak Banten.