Pengertian Tokoh Menurut Para Ahli, Penokohan dan Perwatakan

Posted on

Di dalam kehidupan banyak suatu hal yang saling terkait dengan istilah-istilah tokoh, penokohan, sifat, karakter, dan kepribadian. Semua istilah tersebut tentu menunjukkan kepada pengertian yang sangat berbeda. Kata atau istilah tokoh biasanya lebih menunjuk kepada orangnya, yaitu pelaku dalam sebuah cerita.

Sedangkan penokohan, karakter, dan sifat lebih menunjuk kepada watak atau sifat-sifat yang dimiliki oleh tokoh tertentu yang berperan di dalam sebuah cerita. Untuk lebih jelasnya simaklah beberapa informasi yang bisa Anda ambil dari artikel ini karena pada artikel ini akan dimuat penjelasan mengenai pengertian tokoh dan penokohan menurut para ahli.

Pengertian Tokoh Menurut Para Ahli (Penokohan dan Perwatakan)

Pengertian Tokoh

1. Sudjiman (1988)

Menurut seorang ahli Sudjiman (1988) pengertian tokoh berdasarkan fungsinya bisa dibedakan ke dalam dua jenis. Yang pertama adalah tokoh sentral dan yang kedua adalah tokoh bawahan. Tokoh yang biasanya memiliki peran dalam memimpin alur sebuah cerita disebut dengan protagonis atau tokoh utama. Protagonis ini selalu menjadi sorotan dalam semua alur cerita atau kisahan cerita yang selalu menjadi tokoh sentral pada cerita.

2. Nurgiyantoro (1995)

Menurut Nurgiyanto pengertian tokoh yang telah dikemukakan pada tahun 1995, berdasarkan tingkat penting dan perannya, tokoh terdiri dari tokoh tambahan dan tokoh utama. Tokoh utama merupakan tokoh yang paling diutamakan dalam sebuah cerita yang dimuat dalam novel atau cerita lainnya yang bersangkutan. Dalam hal tersebut ialah tokoh yang paling sering disorot dan banyak diceritakan dalam sebuah cerita, baik itu dari segi pelaku kejadian atau sebagai pelaku yang dikenai kejadian dalam cerita.

Sedangkan mengenai tokoh tambahan dalam hal ini tokoh tambahan kejadiannya di dalam cerita dimuat dengan lebih sedikit jika dibandingkan dengan pelaku atau tokoh utama. Tokoh tambahan hanya muncul apabila kejadian di dalam cerita tersebut berkaitan dengan tokoh atau pemeran utama secara langsung.

3. Aminudin (2002)

Menurut Aminudin (2002) menyatakan bahwa tokoh utama akan selalu hadir di setiap kejadian yang terjadi di dalam cerita serta bisa ditemui di setiap halaman novel ataupun buku cerita bersangkutan. Namun ada pula yang tidak di setiap kejadian muncul karena tidak secara langsung ditunjukkan di setiap bab demi bab pada cerita tersebut, namun dalam cerita itu tokoh yang lainnya atau tokoh tambahan selalu erat kaitannya dengan sang tokoh utama. Biasanya pemeran atau tokoh utama yang terdapat dalam suatu novel biasanya ada yang lebih dari satu tokoh utama. Sehingga kadar keutamaannya pun menjadi berbeda.

Dalam hal itu penulis memunculkan tokoh utama tersebut dengan cara menunjukan dominasi si tokoh dalam cerita. Untuk menentukan tokoh utama di dalam cerita bisa dilakukan dengan cara melibatkan tokoh utama itu dengan tema atau makna ceritanya. Tokoh tersebut bisa mendominasi segala hal yang ada pada cerita sehingga secara otomatis tokoh utama akan selalu berhubungan dengan tokoh-tokoh yang lain. Sehingga dalam hal ini para pembaca bisa menentukan sendiri mana tokoh utama dan mana tokoh tambahan.

Selain tokoh utama dimunculkan melalui peran yang lebih sering muncul, untuk menentukan tokoh utama pun bisa dengan cara memberi petunjuk yang telah diberikan oleh penulis atau pengarang cerita. Dalam hal itu tokoh utama bisa menjadi tokoh yang sering sekali dibicarakan dan diberi komentar oleh pengarang cerita itu sendiri. Lalu untuk menentukan tokoh utama dalam cerita pun bisa lewat judul cerita.

Pengertian penokohan & perwatakan

Penokohan & perwatakan merupakan salah satu pelukisan yang berkaitan dengan tokoh cerita, baik itu dari keadaan lahir ataupun batin yang bisa berubah sikap, pandangan hidup, adat istiadat, keyakinan, dan lain-lain. Menurut Nurgiyantoro (1995) penokohan merupakan pelukisan atau gambaran jelas mengenai seseorang yang dimunculkan dalam suatu cerita.

Sedangkan watak menurut Sudjiman (1988) yaitu kualitas jiwa dan nalar tokoh yang dapat dibedakan antara satu tokoh dengan tokoh lainnya. Dalam hal itu penciptaan citra serta penyajian watak suatu tokoh disebut dengan penokohan. Penokohan dan juga perwatakan memang selalu erat kaitannya.

Penokohan selalu berhubungan dengan bagaimana caranya si pengarang dalam menentukan serta memilih tokoh-tokoh yang akan berperan dalam sebuah cerita kemudian memberi nama tokoh yang telah ditentukan sebelumnya. Sedangkan perwatakan selalu berkaitan erat dengan bagaimanakah watak tokoh yang ada di dalam cerita tersebut.

Berdasarkan dari pendapat para ahli diatas, dalam hal ini Nurgiyantoro (1995) juga mengatakan ada dua macam dalam penggambaran perwatakan secara prosa fiksi yang diantaranya adalah:

1. Dengan cara eksplositori

Eksplositori biasa disebut dengan teknik analitis. Teknis analitis itu sendiri merupakan pelukisan atau gambaran suatu tokoh dalam sebuah cerita yang dilakukan dengan cara memberikan uraian, deskripsi, ataupun penjelasan yang dilakukan secara langsung. Semua tokoh yang ada di dalam cerita dihadirkan oleh penulis atau pengarang kepada para pembaca dengan cara tidak berbelit-belit, melainkan secara langsung dan mengalir begitu saja dengan disertai beberapa deskripsi berupa sikap, tingkah laku, sifat watak, ataupun ciri fisiknya tokoh tersebut.

2. Dengan cara dramatik

Teknik dramatik ini dilakukan dengan cara tidak langsung. Artinya yaitu si pengarang tidak secara langsung mendeskripsikan mengenai sifat, tingkah laku, ciri fisik dan sebagainya melainkan menyampaikan secara eksplisit. Dalam hal ini pengarang membuat para tokoh yang ada di cerita tersebut menunjukkan kediriannya mengenai sikap, tingkah laku, sifat watak bahkan ciri fisiknya sendiri melalui beberapa aktivitas atau kegiatan yang tokoh lakukan, baik itu dengan verbal melalui kata-kata ataupun secara nonverbal melalui suatu tingkah laku atau tindakan serta lewat peristiwa yang terjadi dalam cerita.

Dalam menggambarkan teknik dramatik ini bisa dilakukan dengan beberapa sejumlah teknik yang lain diantaranya yaitu:

  • Teknik cakapan
    Dalam sebuah cerita pastinya akan ada beberapa percakapan yang dilakukan para tokoh secara langsung. Hal ini dimaksudkan supaya menggambarkan sifat tokoh yang ada di dalamnya.
  • Teknik tingkah laku
    Teknik tingkah laku ini bersifat nonverbal. Biasanya apapun yang dilakukan oleh tokoh seperti sikap dan tingkah lakunya bisa menunjukkan reaksi sifat, tanggapan, serta sikap lain yang mencerminkan terhadap sifat-sifat kediriannya tokoh tersebut.
  • Teknik perasaan dan pikiran
    Apapun yang dirasakan dan dipikirkan oleh beberapa tokoh ini akan mencerminkan terhadap sifat kediriannya. Karena memang pada hakikatnya perasaan dan pikirianlah yang selanjutnya dijawantahkan menjadi suatu tingkah laku, baik tingkah laku verbal ataupun nonverbal.
  • Teknik arus kesadaran
    Arus kesadaran yaitu suatu teknik narasi yang diciptakan untuk berusaha menangkap suatu pandangan serta aliran suatu proses mental pemeran atau tokoh, dimana dalam hal tersebut tanggapan inderanya bercampur dengan ketidaksadaran maupun kesadaran pikiran, ingatan, perasaan, harapan, serta asosiasi acak.
  • Teknik reaksi terhadap tokoh lain
    Teknik yang satu ini dimaksudkan sebagai suatu reaksi masing-masing tokoh terhadap kejadian, keadaan, masalah, sikap, kata, serta tingkah laku tokoh lain yang dapat berupa berbagai rangsangan yang berasal dari luar diri tokoh tersebut.
  • Teknik penggambaran latar
  • Teknik penggambaran fisik