Pengertian Prasasti Yupa dan Isinya Secara Lengkap Detail

Posted on

Ketika belajar tentang sejarah, sepertinya sudah tak asing lagi dengan berbagai peninggalan sejarah yang telah ditemukan di Indonesia mulai dari jaman batu besar sampai dengan zaman peradaban manusia yang sudah mengenal sistem pemerintahan kerajaan. Salah satu peninggalan yang juga dapat memberitahukan sejarah pada masanya yaitu adalah Yupa.

Yupa sendiri merupakan sebuah tugu ataupun monumen batu yang memiliki fungsi sebagai peringatan ataupun sebagai tugu untuk mengenang kemuliaan serta kebaikan hati raja Mulawarman kepada rakyatnya yaitu bangsa brahmana. Jadi, Yupa merupakan monumen batu dengan ukuran besar yang ditulis oleh kaum brahmana yang merasakan bersyukur dan berterimakasih karena memiliki raja yag sangat baik hati.

Dalam Yupa, tulisan yang ada adalah huruf kuno yang dikenal dengan huruf palawa dan menggunakan bahasa sansekerta. Untuk mengetahui secara pasti apa yang terkandung dalam isi Yupa tersebut, sudah banyak para paleontologis yang mengartikan dan menerjemahkan rangkaian huruf palawa sehingga bisa diketahui apa isi dari monumen Yupa khususnya untuk mengetahui kejayaan kerajaan Kutai yang pada saat itu terletak di pulau Kalimantan Timur tepatnya berlokasi di pedalaman sungai Mahakam.

Pengertian Prasasti Yupa dan Isinya Secara Lengkap

Perbedaan Yupa dan prasasti

Memang banyak yang menafsirkan jika Yupa dan prasasti itu sama, padahal keduanya tersebut sebenarnya adalah berbeda. Ketika dilihat dari segi fisik, antara Yupa dan juga prasasti itu memang sama yaitu merupakan sebuah monumen batu. Namun perbedaan yang cukup signifikan itu adalah, Yupa merupakan monumen khusus yang berisikan tentang sejarah dari kerajaan Kutai.

Yupa yang ditemukan semuanya itu adalah peninggalan khusus dari kerajaan Kutai dan hanya mengisahkan kerajaan Kutai saja. Sedangkan prasasti itu adalah sebuah peninggalan dari berbagai kerajaan hindu lainnya. Jadi, jangan pernah samakan Yupa dengan prasasti, walaupun bentuknya hampir sama yaitu sama-sama berbentuk monumen batu besar berisikan sejarah, namun perbedaannya itu cukup signifikan dalam hal isinya.

Kaitannya antara Yupa dan kerajaan Kutai

Hubungan antara Yupa dan kerajaan Kutai itu terkuak ketika ditemukannya Yupa pada pertama kalinya. Dalam Yupa yang berisikan tulisan palawa dalam bahasa sansekerta tersebut mengisahkan mengenai kejayaan kerajaan Kutai yang memiliki raja baik hati. Namun dari sekian Yupa yang ditemukan, belum ada Yupa yang ditemukan dengan mengisahkan kapan pertama kalinya dinasti Kutai didirikan.

Yang ditemukan dalam Yupa tersebut hanya menjelaskan mengenai pendiri kerajaan Kutai tersebut yang tak lain adalah Kudungga. Di Indonesia sendiri, sudah ditemukan tujuh Yupa yang merupakan kunci sekaligus jawaban dari para ilmuwan untuk bisa lebih memahami mengenai sejarah kerajaan Kutai lebih mendalam lewat Yupa yang ditemukan. Melalui Yupa, kerajaan Kutai merupakan kerajaan tertua yang menganut ajaran Hindu yang ada di Nusantara.

Isi Prasasti Yupa

Dikarenakan kondisi fisik Yupa yang ditemukan memang dalam keadaan rusak, mejadikan para peneliti cukup bingung untuk memastikan huruf-huruf yang hilang. Bagaimana tak rusak, Yupa sendiri memang ditemukan dalam keadaan telah lama terkubur dalam tanah selama beratus-ratus tahun lamanya. Dalam Yupa, telah banyak menceritakan tentang raja-raja Kutai yang memiliki kebaikan hati yang sangat mulia kepada para rakyatnya.

Diawali dengan Kudungga yang merupakan pendiri dari kerajaan Kutai sekaligus menjadi salah satu sosok penting dalam memperbesar dinasti Campa kerajaan Kamboja, datang ke Nusantara untuk mendirikan kerajaannya sendiri.

Kudungga dijuluki sebagai Wangsakerta yang memiliki arti sebagai pembentuk keluarga dinasti Kutai. Kudungga memiliki seorang anak lelakiyang kemudian menjadi raja penerus selanjutnya yang dikelan sebagai Asmawarman. Asmawarma memiliki tiga orang anak lelaki, namun yag paling dikenal dan banyak diceritakan dalam Yupa itu adalah Mulawarman. Pada saat itu, Mulawarman dikenal sebagai sosok raja yang sangat baik hati pada rakyatnya.

Berikut ini merupakan rangkaian isi dari Yupa yang ditemukan dan telah diartikan oleh para peneliti sejarah untuk lebih mendalami apa yang terjadi pada kerajaan Kutai yang merupakan kerajaan terbesar dan memiliki masa kejayaan yang sangat makmur, yaitu:

  1. Yupa yang pertama menyebutkan mengenai awal Kudungga yang merupakan nama seorang Indonesia mendirikan kerajaan besar Kutai. Dalam Yupa tersebut juga dijelaskan jika pada masa pemerintahan raja Asmawarman, dalam kerajaan Kutai itu diadakan sebuah upacara yang dikenal sebagai upacara Aswamedha yang merupakan sebuah upacara pelepasan kuda yang diperuntukkan demi menentukan batas-batas dari wilayah kerajaan Kutai.
  2. Yupa yang berikutnya menyatakan jika Raja Kudungga digantikan oleh putranya yaitu Raja Asmawarman kemudian digantikan oleh cucunya yaitu Raja Mulawarman. Diceritakan dalam Yupa tersebut, ketika dalam masa pemerintahan Raja Mulawarman merupakan masa kejayaan dan kesejahteraan masyarakat yang sangat baik mengingat sifat Raja Mulawarma yang sagat baik hati serta berbudi. Dalam Yupa yang ditemukan, setelah raja Mulawarman itu tak diceritakan atau tak di sebutkan lagi siapa yang menggantikan posisi Raja di dinasti atau kerajaan Kutai karena terbatasnya sumber-sumber sejarah yang ada.
  3. Isi dari Yupa yang ditemukan berikutnya yaitu mengenai aspek kehidupan sosial yang ada pada abad ke 4 Masehi di kerajaan Kutai. Dalam Yupa dijelaskan jika sudah banyak masyarakat Indonesia yang mendapatkan pengaruh dari ajaran agama Hindu. Dengan adanya ajaran Hindu pada masa tersebut, menjadikan kerajaan Kutai dapat didirikan dengan lebih teratur dan juga rapi seperti pola pemerintahan india. Tentu saja, pada masa itu merupakan suatu kemajuan yang sangatlah pesat mengingat masyarakat Indonesia dapat berkembang sesuai dengan pola perkembangan zaman. Namun, tentu saja masyarakat Indonesia masih mengembangkan tradisi dari bangsa Indonesia sendiri.
  4. Isi dari Yupa yang di temukan berikutnya yaitu mengenai aspek kehidupan berbudaya dalam kehidupan. Perkembangan kebudayaan yang ada pada masa kejayaan kerajaan Kutai ini sangat erat kaitannya dengan kepercayaan ataupun agama yang dianut, tak lain dan tak bukan adalah agama Hindu.
  5. Salah satu Yupa menyebutkan jika suatu tempat suci yang dijuluki sebagai Vaprakecvara. Merupakan sebuah lapangan luas yang tak lain adalah tempat untuk pemujaan dewa Siwa. Hal tersebut menunjukkan jika agama Hindu yang dianut dalam masa kerajaan Kutai yaitu Hindu Siwa. Dugaan tersebut makin diperkuat pula oleh besarnya pengaruh kerajaan Palawa yang beragama Siwa serta peranan brahmana di kerajaan Kutai yang cukup besar.

Itulah beberapa gambaran dari isi Yupa yang telah ditemukan serta dipelajari oleh para peneliti sejarah. Pengaruh dari agama Hidu dalam kerajaan Kutai sangat kental, bahkan Yupa sendiri merupakan salah satu hasil dari budaya masyarakat yang terpengaruh oleh adanya agama Hindu.

Tentu saja Yupa ini menjadi warisan penting dari nenek moyang Indonesia yang ingin menceritakan bagaimana kehidupan pada masa tersebut. Walaupun pada akhirnya Yupa digunakan sebagai monumen yang digunakan untuk menyembah dewa, namun tulisan yang terkandung di dalamnya bisa memberikan informasi mengenai sejarah yang begitu penting dalam perkembangan sejarah pemerintahan Indonesia.