Pengertian Prasasti Canggal dan Isinya Secara Lengkap

Posted on

Dalam hidup, sejarah merupakan sesuatu yang perlu diperhatikan untuk mengingat riwayat kehidupan sebelumnya apakah itu baik ataupun buruk. Dalam kehidupan sebelumnya yang sudah ada di Indonesia juga banyak yang memberikan peninggalan sejarah berupa sebuah prasasti yang menceritakan berbagai hal mengenai kehidupan yang ada pada masa kerajaan tersebut.

Salah satu peninggalan yang menjadi bukti kejayaan sebuah kerajaan yang ada di Nusantara Indonesia ini yaitu Canggal.Canggal merupakan suatu prasati yang menjadi bukti sejarah adanya kejayaan dari kerajaan Mataram kuno. Peninggalan kerajaan Mataram kuno ini bayak ditemukan di wilayah Magelang, lebih tepatnya di Desa Kadiluwih, Kecamatan Salam.

Keberadaan peninggalan sejarah ini tentu saja menjadi bukti kuat tentang kejayaan peradaban manusia pada masa kerajaan Mataram tersebut.

Pengertian Prasasti Canggal dan Isinya Secara Lengkap

Tulisan dan bahasa pada prasasti Canggal

Prasasti Canggal merupakan sebuah bongkahan batu yang berisikan aksara palawa dan memuat berbagai simbol yang menunjukkan waktu pembuatannya. Berbagai simbol yang termuat dalam prasasti tersebut itu menggambarkan angka dari tahun yang memiliki bunyi sruti indriy rasa.

Tulisan tersebut diteliti dan diterjemahkan oleh para peneliti dan ternyata merupakan simbol angka yang berbunyi enem limo papat dalam bahasa jawa atau dibuat pada 654 saka yang bertepatan dengan tahun masehi ke 732. Menurut temuan sejarah, prasasti Canggal ini merupakan prasasti yang memiliki angka tahun yang paling tua yang pernah ditemukan di kawasan pulau Jawa. Tentu saja prasasti ini juga memilki kecacatan karena pada saat ditemukan itu sudah dalam keadaan terkubur dalam waktu yang cukup lama.

Namun dengan adanya prasasti Canggal ini setidaknya memiliki gambaran seperti apa kejayaan kerajaan Mataram kuno yang pernah ada di Indonesia.Seperti yang telah disinggung sebelumnya, prasasti ini ditulis menggunakan huruf atau aksara palawa. Bahasa yang digunakan adalah bahasa sansekerta dengan dialek awal. Bahasa ini dinilai kurang elegan untuk dijadikan sebuah bahasa yang digunakan dalam dokumen kerajaan menurut para ahli. Studi mengenai prasasti Canggal ini sudah dilakukan sejak ditemukan.

Menurut para ahli yang mempelajarinya, prasasti ini memiliki beberapa kemiripan dengan prasasti yang ditemukan di kamboja, yaitu prasasti Han Chei. Hal ini berdasarkan studi mendalam dengan metode komparatif atau membandingkan. Adapun hal yang dibandingkan adalah bagian epigrafi seperti bahasa, isi, serta aksara atau jenis huruf yang digunakan. Dari studi pembandingan tersebut, telah disepakati bahwa prasasti tersebut berasal dari periode atau abad yang sama yaitu dari abad ke 7.

Isi dari prasasti Canggal

Setidaknya, prasasti Canggal memiliki isi sebanyak 12 bait yang termuat di dalamnya. Dalam dua belas bait tersebut memuat 25 baris yang dibagi menjadi 12 bait tersebut. Keduabelas bait tersebut menjelaskan mengenai berdirinya dinasti Sanjaya yang pada masa itu sebagai penguasa di wilayah jawa. Dinasti Sanjaya itu berdiri sebagai pengganti dari raja Sanna yang telah tiada. Dalam prasasti Canggal ini juga menjelaskan bagaimana sistem kepercayaan yang dianut oleh masyarakat yang ada dalam masa kerajaan Mataram kuno. Prasasti ini dipahat pada sebuah batu berbentuk lempeng dengan bentuk menyerupai persegi panjang dengan warna cokelat.

Terdapat ornamen cantik berbentuk bunga yang dipahatkan pada bagian bawah dan bagian atas prasasti menyerupai fungsi sebuah border dari prasasti tersebut. Walaupun dalam prasasti Canggal ini tak menyebutkan secara langsung mengenai Mataram kuno, namun cerita sejarah yang disampaikan itu diyakini jika yang dimaksudkan itu merupakan kerajaan Mataram kuno dengan ajaran agama Hindu.

Berikut ini merupakan bait yang terkandung dalam prasasti Canggal peninggalan dari kerajaan Mataram kuno yaitu:

  1. Pada baik pertama menerangkan jika dinasti Sanjaya telah memerintahkan pembangunan sebuah lingga desa Kunjarakunja yang begitu dikenal dengan kekayaan emas serta padi.
  2. Pada bait kedua sampai dengan bait keempat berisikan mengenai syair pemujaan terhadap Dewa Siwa.
  3. Pada bait kelima menerangkan mengenai syair pemujaan terhadap Dewa Brahma.
  4. Pada bait keenam memiliki isi berupa syair pemujaan terhadap dewa Wisnu.
  5. Pada bait ketujuh memiliki isi berupa sanjungan terhadap kesuburan tanah yang ada di jawa yang dapat memberikan banyak sumber daya alam bagi kerajaan serta bagi seluruh masyarakat.
  6. Pada bait kedelapan dan kesembilan itu menerangkan jika di jawa itu telah ada raja yang berkuasa sebelum Sanjaya yakni bernama Sanna yang tak lain merupakan saudara kandung dari ibunya. Pada masa kepemimpinan Sanna, Jawa merupakan negeri yang sangat makmur serta begitu kuat hingga sepeninggal nya.
  7. Pada bait kesepuluh hingga kedua belas itu mengisahkan jika sepeniggal Sanna, negeri jawa menjadi kacau dan juga mengalami kesengsaraan. Namun Sanjaya muncul sebagai pengganti Sanna yang dapat menjadikan keadaan perlahan mulai membaik serta kembali aman, sentosa, serta seluruh rakyatnya makmur sejahtera.

Lokasi prasasti Canggal

Bagi anda yang tertarik dengan wisata sejarah, anda bisa melakukan perjalanan dengan tema menjelajah sejarah. Salah satunya mengunjungi tempat dimana terdapat prasasti Canggal dipamerkan. Prasasti tertua yang ditemukan di pulau Jawa ini memang bukti sejarah berharga yang ditemukan di area situs candi gunung wukir.

Jika anda ingin mengetahui dimana keberadaan prasasti Canggal, prasasti tersebut kini disimpan dengan aman di museum nasional yang ada di ibu kota negara, Jakarta. Jika anda berkunjung ke situs candi Gunung Wukir, anda juga dapat melihat terjemahan dari prasasti tersebut. Terjemahan prasasti tersebut ditulis dalam bahasa Indonesia, India, dan Sansekerta.

Adanya bahasa India karena kebudayaan mengenai berbagai macam budaya pada masa awal mataram kuno sangat kental dipengarhi oleh kebudayaan India. Kebudayaan tersebut memberi pengaruh kuat pada kebudayaan masyarakat di pulau jawa.

Selain kepercayaan nya terhadap agama hindu, berbagai arsitektur pangunan juga sangat didominasi dengan pengaruh agama hindu. Hal ini terlihat dari dibangunnya candi-candi yang tinggi dan banyak dibuat arca yang berbentuk berbagai dewa. Pada masanya masyarakat juga percaya bahwa raja merupakan seorang yang lebih mulia dan memiliki kedudukan di bawah dewa sehingga sangat wajar jika rakyat kerajaan sangat menghormati dan mencintai rajanya.

Nah, itu tadi ulasan mengenai prasasti Canggal yang ternyata merupakan prasasti yang mencantumkan tulisan tahun yang paling tua ditemukan. Bagi anda yang menyukai sejarah, mempelajari sejarah pastilah sangat mengasyikan. Anda akan dibawa ke zaman dimana berbagai hal masih sangat sederhana dengan kebudayaan yang masih kental.

Anda juga dapat mempelajari bagaimana raja memimpin sebuah kerajaan dengan arif dan bijaksana sampai-sampai sangat dicintai oleh rakyatnya. Mempelajari sejarah seperti halnya mengumpulkan kepingan puzzle yang sangat besar. Tidak semuanya dapat terkumpul dengan cepat memang, namun, begitu anda menemukan satu keping informasi, anda akan mendapat pengetahuan yang luar biasa. Tidak ada salahnya untuk sekali-kali menyelam ke masa lalu dan belajar dari sejarah.