Pengertian Perilaku Produsen Secara Lengkap dan Contohnya

Posted on

Dalam sebuah kegiatan ekonomi atau kegiatan bisnis, kita sudah dikenalkan dengan adanay produsen, distributor, dan konsumen. Dimana produsen adalah seseorang yang memproduksi atau menghasilkan suatu barang dan atau jasa, distributor adalah seseorang yang menjadi jembatan antara produsen dan konsumen untuk mendistribusikan produk, dan konsumen adalah seseorang yang mengkonsumsi atau membutuhkan produk.

Hubungan antara ketiganya saling berkaitan satu sama lain sehingga ketiganya sama sama memiliki peran penting. Masing masing bahkan memiliki proses aktivitasnya sendiri sehingga untuk lebih mudah dan sederhana kita sebut hal itu sebagai perilaku. Pada kesempatan kali ini, disini akan dikupas tuntas mengenai perilaku produsen. Sehingga Anda bisa memahaminya dengan jelas.

Pengertian dan contoh perilaku produsen

Segala upaya atau usaha dilakukan oleh produsen untuk dapat menghasilkan suatu produk yang berkualitas dan mampu diterima olehkonsumen sebagai pasarnya sehingga mampu menghasilkan laba atau keuntungan bisnis. Usaha usaha atau aktivitas yang dilakukan produses tersebut secara lebih sederhana sering disebut sebagai perilaku produsen.

Pengertian Perilaku Produsen Secara Lengkap dan Contohnya

Perilaku produsen ini dilakukan tentu saja untuk mendapatkan laba dengan menghasilkan produk produk yang dibutuhkan oleh pasar. Dalam realitanya, perilaku produsen ini akan dilakukan dan diusahakan untuk bisa melakukan produksi barang atau jasa dengan biaya tertentu atau seminim mungkin untuk bisa menghasilkan laba yang besar. Ini adalah sebagai bentuk efisiensi biaya dna juga untuk memaksimalkan laba.

Dengan begitu keuntungan yang didapatkan akan semakin besar.Akan tetapi tentu harus tetap memperhatikan kualitas agar keuntungan yang didapatkan bukan keuntungan dalam jangka waktu pendek. Perilaku produsen ini dilakukan memang untuk memaksimalkan keuntungan. Akan tetapi cara yang dilakukan tidak lantas merugikan konsumen.

Perilaku prdusen dilakukan untuk bisa mendapatkan keuntungan yang sebesar besarnya tanpa harus memberatkan maupun merugikan konsumen. Dengan begitu konsumen akan mampu menjadi pelanggan setia dan terus memberikan keuntungan jangka panjang untuk perusahaan karena sudah tertanam kepercayaan porduk. Sehingga perilaku produsen tetap harus mempertahikan etika atau kode etik.

Segala yang dilakukan oleh produsen yang berhubungan dengan kegiatan bisnis perushaaannya maka kita sebut sebagai perilaku produsen. Perilaku produsen ini tidak hanya terbatas pada produksi produk saja, akan tetapi segala hal. Untuk memudahkan Anda dalam memahami mengenai perilaku produsen ini, maka ada baiknya bagi Anda untuk menyimak contoh contoh perilaku produsen berikut ini:

  • Perusahaan melakukan pengolakan bahan baku dan bahan tambahan secara efisien sehingga mampu menjadi sebuah produk yang akan ditawarkan kepada konsumen.
  • Perusahan memberlakukan diskon atau protongan harga pada hari hari tentu sebagai salah satu bentuk promosi penjualan untuk meningkatkan minat masyarakat.
  • Perusahaan melakukan cuci gudang produk dengan harya yang sangat murah pada setiap akhir tahun.
  • Perusahaan melakukan stok opname atau pengecekan barang secara fisik untuk mengetahui jumlah produk atau barang sebenarnya dan juga untuk melakukan pengecekan apakah jumlah barang sesuai dengan catatan.
  • Perusahaan membuka peluang keterlibatan pendanaan perusahaan dengan menawarkan dan menjual saham perusahaan kepada calon investor, dan lain lain.

Faktor pengaruh perilaku produsen

Dalam melaksanakan perilaku produsen, produsen atau perusahaan akan tunduk pada satu hukum yaitu hukum The Law of Diminishing Returns atau Hukum Kenaikan Hasil Berkurang. Maksud dari hukum ini adalah dimana penggunaan satu macam elemen pada produk kemudian ditambahkan dnegan elemen elemen lainnya secara teta[ maka tambatan output yang dihasilkan akan makin meningkat atau bertambah satu elemen. Meskipun awalnya tambahan tersebut meningkat atau naik, akan lama lama nilai elemen akan ikut menurun jika elemen tambahan terus ditambahkan. Oleh karena itu dalam beraktivitas, produsen juga tetap harus memberhatikan beberapa faktor, diantaranya adalah: pertama, perencanaan. Perencanaan ini berhubungan dengan penyusunan strategi untuk bisa menghasilkan suatu produk yang diinginkan. Dengan visi, misi, dan strategi yang jelas, maka tujuan perusahaan akan lebih mudah didapatkan. Kedua, pengogrnisasian.

Pengorganisasian ini berhubungan erat dengan kondisi sumber daya manusia yang akan membantu untuk mengolah dan memporses produk agar sesuai dengan yang diinginkan. Pengorganisasian sumber daya manusia ini akan lebih mudah dalam menyelesaikan pekerjaan karena ada hirarki yang jelas dan hal ini menentukan penugasan yang diberikan. Ketiga, pengarahan. Pengarahan ini dilakukan dengan cara membimbing dan mengarahkan seluruh karyawannya agar mampu mengerjakan tugasnya dengan bik, dengan begitu tujuan perusahaan bisa dikerjakan dan dilaksanakan dengan efektif dan efisien. Terakhir, pengendalian. Pengendalian ini tentu saja sangat diperlukan untuk mengawasi dan mengontrol seluruh kinerja dan juga hasil produksi. Dengan adanya pengendalian dan pengawasan, segala masalah mampu diatasi dengan cepat dan tepat.

Ketahui juga berikut ini

Perilaku produsen yang keliru

Dengan begitu kita menyadari dan menyepakati bahwa perilaku produsen perlu dilakukan dengan bijak. Karena perilaku produsen yang tidak bijak akan memberikan pengaruh buruk dimana perilaku produsen yang dilakukan akan membuat kesalahan yang dapat menyebabkan penurunan keuntungan, atau bahkan hingga sampai pada titik puncak yaitu kerugian perusahaan.

Perilaku produsen yang tidak bijak biasanya akan dilakukan tanpa disesuaikan dengan etika dan standar yang berlaku. Dan tentu saja hal ini juga bisa jadi terjadi akibat tidak adanya regulasi yang jelas dari pemerintah. Karena seperti yang kita ketahui bahwa di negara kita, pemerinath berperan begitu besar sebagai jembatas dan juga wadah dalam kegiatan ekonomi bangsa. Sehingga dengan begitu pemerinah memiliki wewenang penuh untk menciptakan regulasi.

Oleh karena itu untuk menjaga kestabilan pasar, biasanya akan dibuat sebuah kebijakan yang menjembatani keduanya baik produsen maupun konsumen. Dengan begitu, maka kejadian kejadian yang tidak sesuai tidak akan terjadi seperti misalnya monopoli perdagangan yang akan merugikan kedua belah pihak terutama merugikan pihak konsumen. Untuk menghindari terjadinya hal hal yang merugikan, Anda juga perlu mengetahui perilaku produsen yang tidak sesuai etika. Sehingga Anda bisa bersikap dengan benar setelah mengetahuinya. Diantara perilaku produsen yang keliru, yaitu sebagai berikut:

  1. Perusahaan memproduksi barang atau jasa akan tetapi hanya terfokus pada keuntungan maksimal atau sebesar besarnya yang akan didapatkan
  2. Perusahaan memproduksi barang atau jasa dengan biaya seminim mungkin hingga tidak sempat memperhatikan kualitas standari output barang maupun jasa yang dihasilkan
  3. Perusahaan melakukan kecurangan kecurangan seperti misalnya memberikan informasi palsu kepada konsumen, memberikan ukuran berat yang tidak standar dan tidak jujur pada konsumen
  4. Perusahaan melakukan produksi tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan sehingga membiarkan limbah produksi yang merusak lingkungan dan mencemari lingkungan tanpa memikirkan solusi agar mampu mengurangi ataupun menghindari limbah yang merugikan lingkungan dan msyarakat
  5. Perusahaan tidak taat dalam melakukan pembayaran kewajibannya, seperti yangsering kali terjadi inilah tidak membayar pajak perusahaan atau membayar pajak perusahaan dengan nominal yang tidak sesuai dengan aslinya

Itulah beberapa perilaku produsen yang keliru. Semoga Anda sebagai produsen atau perusahaan yang  beroperasi di tanah air tidak melakukan hal hal tersebut. Karena tentu saja akan memberikan dampak yang sangat tidak baik selain karena merugikan masyarakat.