Pengertian Perilaku Konsumen Secara Lengkap, Serta Proses dan Macamnya

Posted on

Tentu Anda pernah berbelanja, bukan? Bahkan bisa jadi berbelanja adalah salah satu hobi atau kebiasaan Anda. Tahukah Anda bahwa aktivitas Anda tersebut adalah perilaku konsumen. Sebenarnya ada banyak aktivitas kita yang termasuk dalam kategori perilaku konsumen. Hanya saja sering kali kita tidak menyadarinya. Oleh karena itu marikita mengenali perilaku konsumen secara lengkap sehingga kita bisa memahaminya dengan baik.

Pengertian perilaku konsumen

Segala aktivitas atau kegiatan yang dilakukan dan berkaitan erat dengan proses pembelian barang atau jasa, itulah yang disebut dengan perilaku konsumen. Pada dasarnya cakupan mengenai perilaku konsumen ini begitu luas sehingga sering kali kita sebagai masyarakat yang mengkonsumsi suatu produk sering kali tidak menyadari hal tersebut.

Definisi lain juga menjabarkan bahwa perilaku konsumen adalah segala hal mendasar atau pokok yang mempengaruhi kita sebagai konsumen untuk membuat sebuah keputusan untuk memberli suatu barang dan jasa. Sesuatu yang alamiah dan mengalir sekali, bahwa saat kita akan memutuskan untuk membeli suatu produk, kita pasti akan memikirkan dan menimbang terlebih dahulu barnag tersebut seperti mempertimbangkan harga, kualitas, kegunaannya, kebutuhan kita akan barang, dan lain lain.

Pengertian Perilaku Konsumen Secara Lengkap, Serta Proses dan Macamnya

Hal ini tentu saja dilakukan dengan tujuan untuk menghindari kekecewaan setelah melakukan pembelian. Kegiatan mempertimbangkan dan memikirkan keputusan sebelum membeli barnag inilah yang disebut sebagai perilaku konsumen. Maka secara garis besar kita dapat mengatakan bahwa kegiatan yang meliputi pencarian, penelitian, dan juga pengevaluasian suatu produk adalah aktivitas aktivitas yang dilakukan dalam perilaku konsumen. Ada banyak para ahli yang memberikan pandangannya mengenai perilaku konsumen ini hingga menjadi teori yang dianut. Akan tetapi secara garis besar, pandangan yang diberikan ialah sama seperti diatas.

Macam macam perilaku konsumen

Kita sadari pula bahwa perilaku konsumen di sekitar kita sangat variatif dan bermacam macam. Hal ini karena setiap orang memiliki pengalaman dan kebiasaan yang berbeda dalam melakukan pembelian suatu porduk baik untuk produk yang sama maupun produk yang berbeda. Seperti misalnya saat membeli sebuah sepatu, seseorang akan lebih fokus menimbang dan memperhatikan merk, ada yang lebih memperhatikan masalah harga, ada yang memperhatikan bahan dan kenyamanan, ada yang memeprhatikan kerapihan bentuk dan jahitan atau pengeleman, ada yang memperhatikan warna dan model, dan berbagai hal lainnya. atau misalnya saat membeli apel, ada seseorang yang mencium baunya untuk mengetahui kualitas apel, ada yang melihat ukuran besar kecilnya apel, ada yang memperhatikan dengan menusuk apel untuk melihat tingakt kematangannya, dan lain sebagainya.

Termasuk juga untuk memutuskan penggunaan pelayanan produk jasa. Misalnya jasa salon. Seseorang akan mencoba mencari tahu testimoni dari orang orang yang pernah menjadi pelanggan disana, mencari tahu track record tukan potong rambutnya, mencari tahu produk produk yang digunakan seperti misalnya cream untuk creambath dan lain sebagainya. Ada banyak kegiatan yang dilakukan sebelum benar beanr memutuskan untuk membeli suatu porduk. Pada dasarnya perilaku konsumen tersebut terbagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok perilaku konsumen rasional dan kelompok perilaku konsumen irrasional.

1. Kelompok konsumen rasional

Konsumen yang masuk pada kelompok ini adalah konsumen yang melakukan tindakan pembelian produk dengan mendepankan aspek konsumen secara umum seperti misalnya tingkat kebutuhan utama, tingkat kebutuhan trdesak, dan lain lain. Ciri ciri dari konsumen yang rasional adalah memilih produk sesuai dengan kebutuhan, produk yang dipilih adalah produk yang memiliki nilai guna yang optimal untuk memenuhi kebutuhan hidup, konsumen menentukan produk didasarkan pada kualitas yang terjamin, dan konsumen yang rasional akan mempertimbangkan harga sesuai dengan kemampuannya.

2. Kelompok konsumen irrasional

Konsumen yang masuk dalam kelompok irrasional adalah konsumen yang tidak memilikirkan secara matang mengenai apa yang sebenarnya ia butuhkan. Konsumen irrasional biasanya akan mudah tergoda dengan produk yang sedang menjadi hits atau sedang populer, porduk yang sedang dalam potongan harga atau promo besar besaran meskipun sebenarnya dia tidak membutuhkan. Ciri ciri konsumen yang termasuk dalam kelompok ini adalah: konsumen akan sangat mudah tertarik dengan iklan atau promosi suatu produk, memilih barang barang dengan memperhatikan branden atau merk yang populer, dan biasanya konsumen akan memilih barang barang bukan atas dasar kebutuhan akan tetapi atas dasar prestise.

Proses pembentukan perilaku konsumen

Dengan begitu maka selanjutnya kita juga perlu mengenali bagaimana sebenarnya proses pembentukan perilaku konsumen itu terjadi. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa hal ini adalah yang kita lakukan hampir setiap kita akan melakukan pembelanjaan akan tetapi sering kali kita tidak menyadarinya. Proses pembentukan perilaku konsumen ini akan menjelaskan bagaimana langkah langkah kebiasaan kita. Biasanya informasi ini akan bermanfaat bagi produsen untuk menentukan sebuah strategi produknya, selain digunakan oleh konsumen untuk memahami dirinya dan aktivitasnya. Berikut ini adalah beberapa proses pembentukan perilaku konsumen yang umumnya terjadi.

1. Mengenal masalah

Pengenalan masalah ini adalah mengidentifikasi masalah atau kebuthan yang sedang dialami oleh konsumen. Kadangkala, meskipun seseorang membutuhkan suatu produk, akan tetapi akibat dari masalah yang berbeda beda setiap orangnya membuat seseorang akan lebih mudah bila telah mengenal masalah. Dengan melakukan pengenalan masalah ini, konsumen akan lebih mudah untuk mengetahui produk mana yang sesuai dengan dirinya. Untuk hal ini bahkan banyak produk yang dikemas dengan mengemukakan kelebihan produknya. Seperti misalnya Shampo A yang cocok untuk mengatasi ketombe, shampo B untuk mengatasi kerontokan rambut, dan lain lain.

2. Mencari informasi

Setelah konsumen mengenal masalahnya dengan baik, setelah itu pasti konsumen akan melakukan pencarian informasi secara aktif agar bisa mendapatkan produk yang sesuai dengan dirinya dan jug amengatasi permasalahannya. Biasanya konsumen akan mencarinya melalui review produk, masukan orang laon, pengalama orang dan lain lain.

3. Melakukan pembelian

Pembelian pada akhirnya akan terjadi setelah seseorang benar benar telah memiliki keyakinan penuh untuk memutuskan suatu produk dengan mempertimbangkan berbagai hal.

4. Melakukan evaluasi

Pada akhirnya konsumen akan memutuskan untuk mencoba produk yang paling mendekati mungkin untuk bisa menyelesaikan masalahnya. Namun langkah selanjutnya adalah melakukan evaluasi, apakah produk tersebut sesuai dengan dirinya. Bila tidak, maka tentu konsumen akan mencari informasi lagi untuk mencari alternatif produk lain. Namun bila ternyata produk sudah sesuai dengan kebutuhan dirinya, maka pembelian secara berulang ulang akan terus terjadi.

Itulah berbagai hal yang perlu kita ketahui mengenai perilaku konsumen. Dengan begitu Anda bisa memahami bahwa perilaku konsumen ini adalah informasi yang akan membantu dalam dunia perekonomian. Selain sebagai salah satu cara bagi masyarakat untuk mengetahui perilaku dan kebiasaan mereka, akan tetapi juga bisa digunakan oleh perusahaan atau pordusen untuk menentukan produknya dan juga menyusun strategi yang baik agar bisa mendapatkan keuntungan dengan mengetahui perilaku pasar pada umumnya.