5 Pengalaman Malam Pertama Sebagai Suami Istri di Ranjang

Posted on

Tiap pasangan pengantin yang baru saja menikah tentu mempunyai pengalaman malam pertama sebagai suami istri. Pastinya, sebagai calon suami dan istri yang tak lama lagi akan melangsungkan pesta pernikahan dan memasuki malam pertama tentu penasaran dengan pengalaman dari pasangan suami istri saat menghadapi malam pertama. Tujuan utamanya tentu ingin menimba pengalaman agar bisa mempersiapkan malam pertama dengan lancar dan berkesan.

Usai mempersiapkan pesta pernikahan yang cukup lama dan begitu melelahkan hingga hari H, malam pertama sebagai suami istri pastinya akan menjadi saat dimana kedua mempelai dapat mulai membangun keintiman. Malam pertama usai resmi sebagai suami istri hendaklah diisi dengan beragam aktifitas yang akan membentuk atmosfir romantis dan juga keakraban. Berikut beberapa pengalaman malam pertama sebagai suami istri sebagaimana dikutip dari laman Allwomenstalk :

image by https://www.someecards.com

1. Memutuskan malam pertama di hotel

Apabila malam pertama diputuskan untuk menikmati fasilitas hotel, pasangan pengantin baru tentunya harus bisa memaksimalkan tiap fasilitas yang disediakan antara lain kasur yang lembut dan wangit. Hadirkan nuansa bulan madu pendek bersama pasangan namun sangat berkesan dengan pelukan hangat sebelum memulai ritual malam pertama.

2. Mandi bareng

Setelah capek mengikuti pesta pernikahan hingga berjam-jam lamanya melayani tamu undangan, istirahat adalah kebutuhan yang harus dilakukan suami istri. Saat akan istirahat, mempelai berdua dapat melakukan ritual romantis mandi bersama yang juga akan membangkitkan aura sensual yang bisa membangkitkan gairah untuk berlanjut ke tahap berikutnya.

3. Tidak usah tergesa-gesa

Mengingat malam pertama adalah malam yang akan membuat hati dan perasaan berdebar-debar maka hendaknya pasangan pengantin baru tidak usah cepat cepat melakukan hubungan intim. Bila memang kondisi tubuh yang tak memungkinkan karena masih kelelahan, masih ada malam kedua dan malam selanjutnya dengan tubuh yang sudah fit dan siap untuk “bertempur”. Jalankan saja prosesnya dengan alami dan pelan-pelan.

4. Berbincang dari hati ke hati

Banyak pengalaman malam pertama sebagai suami istri yang tak diisi dengan bercinta. Tak cuma hubungan ranjang saja, malam pertama yang mesra dan romantis pun dapat dijalani dengan berbincang mengenai berbagai hal. Ngobrol dari hati ke hati dari masalah yang sepele atau mengungkapkan isi hati yang terdalam. Dengan begitu sebagai suami istri yang baru saja diresmikan bisa lebih saling mengenal untuk membangkitkan kenyamanan dan perasaan lebih intim satu sama lain.

5. Memberikan kejutan

Apabila suami istri hendak mengisi malam pertama dengan kehangatan dan kesan mendalam, salah satu caranya adalah memberikan kejutan kecil kepada pasangan. Beberapa pasangan dalam hal ini mempelai wanita misalnya dapat memberikan surprise kepada suami dengan mengenakan lingerie di hadapannya atau berbisik mesra. Pasti suami akan tertantang untuk segera bertindak mereguk kebahagiaan di depannya.

Melengkapi cerita mengenai pengalaman malam pertama sebagai suami istri yang dikutip dari laman ibuhamil.com. Berbagai cerita tersebut kebanyakan berasal dari mempelai yang menggambarkan betapa mereka ketakutan dalam menghadapi malam pertama. Berikut selengkapnya :

1. Pengalaman dari Halimah (nama samaran) :

“Pengalaman saya juga merasa tidak nyaman di awal-awal pernikahan, aku kira-kira 1 mingguan baru gol itupun dilanjut dengan keluar darah setelah HB, darah itu terus keluar beberapa hari namun hanya sedikit dan keluarnya ada yang bersama kencing (itu bukan menstruasi loh bun) aku sampai nangis sebab kesakitan dan nyeri ketika berjalan. Aku dan suami mulanya gak tau jika awal HB ada yang bisa hingga keluar darah, suami bawa aku opname ke rumah sakit. Semula dokter gak tau jika kami adalah pengantin baru.

Dia cuma tahu keluhan aku kencing darah dan nyeri. Segala tindakan laborat sudah dilakukan mulai cek darah hingga cek urine dan juga USG ginjal, namun semua hasilnya normal. Terus aku cerita awal keluarnya darah setelah kami HB, dokter langsung ngomong “pengantin baru ya” kami jawab “iya”, seketika itu juga dokter dan para suster yang lagi periksa aku pada ketawa, dokter ngomong “itu normal mbak” (duh, malunya aku bun). Baru di hari ke empat kami diperbolehkan pulang. Setelah pulang dari RS kami baru berani HB 1 bulan sesudahnya dan itupun masih saja mengeluarkan darah lagi, namun Alhamdulilah sejalan dengan berjalanya waktu kami sudah mulai dapat menikmatinya, hehe”.

2. Pengalaman dari Bundaken (nama samaran) :

“Aku seminggu baru sukses bun. Cobanya 3 kali, yang ketiga baru gol. Aku dulu pun stres bun, merasa bersalah gak bisa membahagiakan suami. Pas yang ketiga dulu aku bertekad mesti sukses. Aku dulu gak mau sampai lewat seminggu bun. Bunda yang lain harus kasih deadline aja harus gol paling lambat sampai kapan. Terus aku pun pake trik buat nyaman diri dengan rumah. Mahfum saja itu rumah suami bun, jadi belum nyaman, belum terbiasa di sana. Aku dulu pake trik bersihin rumah hingga kinclong agar akunya jadi nyaman. Terus pas HB aku juga alihin pikiran, mikirin perkara lain, taunya udah gol aja baru nyadar pas suami suruh ke kamar mandi cuci darahnya, karena ada darahnya dikit..hehe..bunda coba bikin diri nyaman dulu, terus pas HB alihin pikiran agar tak kepikiran dengan sakitnya. good luck bun”.

3. Pengalaman dari Bunda Miva (nama samaran) :

“Hahahahaaa bila diinget-inget konyol juga ya bun! Saat pertama itu… aku inget kata-kata suami pas pertama mau dimasukin mr.P punya suami… “Tahan sayang… sakitnya cuman bentar aja… gak dalam-dalam, bagian batoknya aja dulu”…. Hahahaaa. Bila diinget-inget tentu bikin malu, kadang suami bikin itu jadi bahan ledekan buat aku hingga hari ini. Namun aku suka.”

4. Pengalaman dari Nuraeni (nama samaran) :

” Aku juga gitu bund.. saat malam pertama gagal total. Hingga pagi tak tembus-tembus, akibatnya aku nangis.. Suami pun tak tega.. Akhirny tak dilanjutin, sampai berkali-kali aku minta maaf le suami. Alhamdulillah suami ngerti. Malam selanjutnya juga nyaris kandas.. sebab aku masih trauma dengan rasa sakitnya. Hanya saja aku sudah berniat dan bertekad untuk tak mau ngecewain suami aku lagi,, aku mesti bisa.

Dan aku mencoba untuk rileks meski susahnya minta ampun. Akhirnya dalam hati aku cuman bisa berdoa agar dimudahkan.”Semoga yang kali ini sukses”. Sebab nyenengin suami kan termasuk ibadah. Alhamdullilah bun.. Sesudah lewat usaha yang sungguh sukar, gol juga pada malam kedua. Meskipun rasanya OMG begitu lah. Dicoba aja dulu bun.., berdoa sama Allah, supaya agak dialihkan rasa sakitnya dengan niat ibadah. Semoga sukses ya bund, Amiin.”

5. Pengalaman dari Neni (nama samaran) :

“Waaahh… pengalaman bunda inpsirasi banget buat aku agar tak putus asa…selamat yaa bund atas kehamilannya,, semoga lancar dan sehat hingga melahirkan,, saling mendoakan yaa bunda”.

Loading...