Mantra Panca Sembah Yang Lengkap dan Artinya

Posted on

Panca sembah adalah sebuah sebutan untuk doa – doa yang secara umumnya dilakukan oleh orang – orang yang beragamakan Hindu. Di dunia ini kita tahu bahwa terdapat beragam agama yang dianut oleh masyarakat salah satunya adalah agama Hindu. Di Indonesia kota Bali salah satu daerah dengan budaya dan agama Hindu yang sangat kental.

Panca sembah atau yang diartikan sebagai “lima kali sembah” adalah doa yang di lantunkan kaum hindu pada sang pencipta. Doa ini adalah doa sehari – hari untuk menyembah tuhan di tujukan untuk umatnya yang ingin menyampaikan doa, penghormatan, mengadu dengan perasaan dan hati yang dilakukan dengan khusus.

Orang – orang hindu melakukan ini sebagai sebuah kewajiban yang sakral artinya tidak boleh dilakukan sembarangan karena menyangkut dengan tuhan sang pencipta, sang maha kuasa dan satu – satunya pemegang takdir manusia. Sembah memiliki artian sungkem atau lebih umumnya lagi adalah sujud, bentuk persembahan doa ini dilakukan dengan tata cara yang sudah ditentukan sehingga tidak sembarangan anda bisa melakukan doa – doa panca sembah.

Mantra Panca Sembah Yang Lengkap dan Artinya

Jenis mantra panca sembah

Terdapat 3 jenis panca sembah yang perlu anda ketahui terutama sebagai pemeluk agam Hindu. Pembagian panca sembah ini di dasarkan pada puja beserta mantranya. Berikut adalah jenis – jenisnya:

1. Panca sembah dilakukan tanpa mantra

Panca sembah yang dilakukan tanpa menggunakan mantra ini merupakan salah satu jenis sembah yang cukup sering dilakukan oleh orang – orang ketika mereka melakukan sembahyang yang didampingi oleh seorang pandita atau pinandita atau juga dikenal sebagai pemangku. Panca sembah jenis ini paling sering juga dilakukan oleh sesepuh atau orang yang sudah lanjut usia, gunanya adalah untuk pendekatan diri pada sang tuhan.

Cara melakukannya yaitu tenangkan dahulu diri anda, lalu pusatkanlah pikiran anda pada sebuah objek atau sebuah titik baik itu simbol ong kara atau bisa juga sebuah titik cahaya. Setelah itu tarik nafas secara lembut dan juga panjang lalu tujukan nafas yang anda hirup tersebut agar tertuju pada dada anda, setelah itu tahan dan pusatkan pikiran anda pada simbol cahaya atau ong kara yang tadi sudah dikatakan.

Setelah anda merasa kehabisan nafas lalu hembuskan nafas tersebut secara perlahan. Doa ini ditujukan pada sanga Hyang guru yakni Ida Betara Kawitan tanpa adanya mantra atau doa, maka dari itu doa ini meskipun sepertinya simpel namun sulit untuk dilakukan. Bagi orang umum ada juga yang mengatakannya sebagai meditasi.

2. Panca sembah sesonteng (saa)

Panca sembah sesonteng atau saa ini dilakukan oleh seseorang ketika ia bersembahyang seorang diri saja atau dengan kata lain sembahyang tanpa pendampingan pinandita atau seorang pemandu. Sembahyang ini juga dikenal dengan sebutan sembahyang ngeraga.

Sama seperti sebelumnya dalam melakukan sembahyang anda harus memusatkan pikiran dan hati anda agar khusu terlebih lagi karena dalam panca sembah sesonteng ini ada doa yang perlu anda ucapkan. Doa – doa yang dilantunkan pada saat sembahyang sesonteng ini dilafalkan dengan bahasa sehari – hari sehingga mudah untuk dimengerti.

3. Panca sembah menggunakan mantra

Jenis panca sembah yang satu ini tentu lebih khusus lagi. Hal ini dikarena terdapat mantra – mantra yang perlu anda lafalkan selama anda melakukan sembahyang seperti halnya doa – doa yang dilafalkan oleh para pinandita atau pandita. Untuk melakukan sembahyang ini ada beberapa syarat yang harus anda lakukan diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Terlebih dahulu lakukanlah pawintenan atau nunas penugran. Hal ini dilakukan agar setiap mantra yang anda sampaikan akan mendapatkan manfaat dan tidak sia – sia ata orang Hindu menyebutnya dengan campah alias tidak metaksu.
  • Syarat ke dua adalah anda harus paham betul dengan mantra – mantra yang and alafalkan terkait arti atau maknanya. Hal ini dikarenakan sebuah mantra adalah cara terbaik umat Hindu untuk berkomunikasi pada sang maha agung. Untuk itulah kenapa penting bagi setiap umatnya untuk mengerti makna – makna dari makna yang disampaikan agar tujuan dan maksud anda juga bisa tersampaikan.
  • Syarat yang terakhir ini adalah salah satu syarat yang sangat wajib anda lakukan yakni melakukan trisandya sebelum anda melakukan sembahyang panca sembah. Tujuan dari trisandya ini adalah untuk memuliakan dan mengagungkan Ida sang Hyang Widhi Wasa dengan cara manifestasinya dan juga dilakukan untuk mensucikan serta menjernihkan pikiran anda.

Adapaun doa yang dilafalkan untuk melakuka trisanya adalah sebagai berikut:

“Om Bhur Bhuvah Svah, Tat Savitur Varenyam, Bhargo Devasya Dhimahi, Dhiyoyo Nah Pracodayat”

“Om Narayana Evedam Sarvam, Yad Bhutam Yasca Bhavyam, Niskalangko Niranjano Virvikalpo, Nirakhyatah Sudho Deva Eko, Narayano Na Dvityo Asti Kascit”

dan 4 bait doa lainnya yang harus anda lafalkan sebelum anda melakukan sujud sembahyang panca sembah.

Mantra panca sembah dilengkapi artinya

Untuk lebih memudahkan anda dalam menghafal dan memahami mantra – mantra yang digunakan dalam sembahyang panca sembah berikut ini adalah doa atau mantra – mantra yang hasur dilafalkan ketika anda melakukan sembahyang. Diantaranya adalah sebagai berikut:

“Ong Atma Tattwatma Suddha Mam Swaha”

Arti:

Oh tuhan, wujud Mu dalam diri atma (hamba) adalah filsafat tattwatma (keilahian), bersihkan diri hamba.

  • Ditujukan untuk tuhan pemberi kehidupan dilakukan dengan sembah puyung yaitu tanpa menggunakan sarana

“Ong Aditiya Sya Paramjyotir, Rakta Teja Namostute, Sweta Pangkaja Madhyasthe, Bhaskara Ya Namostute, Om Hrang Hring Sah Parama Siwa Raditya Ya Namo Namah”

Arti:

Oh tuhan, didalam manifestasi Mu sebagai dewanya seluruh dewata, sang aditi dengan segala sinarnya yang luar biasa, engkau (tuhan) bersinar merah, hamba hormat pada Mu, engkau (tuhan) berada di antara teratai putih, hormat hamba pada sang pemberi pencerahan.

  • Ditujukan pada sang dewa surya dengan menggunakan sarana yakni adalah bunga

“

Ong Nama Dewa Adhisthanna Ya, Sarwa Wyapi Wai Siwa Ya, Padmasana Eka Pratistha Ya, Ardhanareswari Ya Namo Namah, Ong Hrang Hring Sah Parama Siwa Aditya Ya Namah Swaha”

Arti:

Oh tuhan, kepada sang dewa yang tinggal berada ditempat tinggi, kepada dewa Siwa yang sesungguhnya ada dimana – mana, kepada sang dewa yang tinggal di tempat duduk teratai sebagai suatu tempatNya, kepada dewa Adhanareswari, hormat hamba pada engkau

  • Doa ini tertuju pada sang hyang guru dengan menggunakan sarana yakni sebuah bunga.

Doa lainnya adalah doa yang dipersembahkan pada dewa – dewa lain yang dihormati diantaranya adalah para dewata dengan doa yang disampaikan adalah doa kebaikan dan kemakmuran seperti pengharapan kebahagian dan umur panjang, doa ini dialntunkan dengan menggunakan sarana yang sama yakni bunga.

Selanjutnya yang terakhir adalah doa yang ditujukan pada tuhan dengan tujuan untuk bersyukur, berterimakasih atas segala anugerah dan kebaikan yang dikaruniakan pada setiap umat Nya. Doa ini dilantunkan tanpa menggunakan sarana apapun atau di disebut juga sebagai sembah puyung. Semoga bermanfaat dan mohon memaklumi jika terdapat kesalahan dalam penulisan doa.