Jika Malam Pertama Tidak Berdarah Apakah Bisa Hamil atau Tidak?

Posted on

Usai melangsungkan pesta pernikahan, pasangan pengantin baru akan memasuki babak baru yang sering disebut malam pertama. Pada saat itulah untuk pertama kalinya mempelai wanita dan pria sudah secara sah boleh memadu kasih dan juga melakukan tugas sebagai suami istri. Malam pertama seharusnya menjadi momen sangat membahagiakan bagi kedua pasangan sebab di malam itu keduanya bisa mereguk kenikmatan dan kepuasan dengan berhubungan intim. Hanya saja masih banyak kekhawatiran terutama dari pihak wanita dengan banyaknya pandangan yang mengatakan jika malam pertama itu menyakitkan.

Memang malam pertama saat melakukan hubungan intim pertama kali, umumnya wanita akan kehilangan keperawanannya yang ditandai dengan robeknya selaput dara yang selama ini menutupi bagian mulut organ intim. Hal itu sebagian juga ditandai dengan keluarnya darah dari vagina. Bukan seperti darah yang keluar waktu haid, namun ini lebih berupa bercak atau noda saja. Sebagian wanita ada yang mengalaminya, namun sebagian lainnya tidak.

Ada juga wanita yang mengalami rasa sakit selama dan sesudah berhubungan badan pertama kali itu meski tak semuanya. Itu wajar saja, karena memang selaput dara robek yang diakibatkan oleh penetrasi oleh penis suami. Perlu dijelaskan bahwa keluarnya darah di malam pertama bukan merupakan pertanda jika wanita masih perawan. Sebaliknya juga tak keluarnya darah juga tak bisa ditarik kesimpulan jika wanita sudah pernah berhubungan intim sebelumnya. Ada hal-hal kompleks yang meliputinya seperti dijelaskan selanjutnya ini.

image by https://popculture.com

Bila ada pertanyaan : “Malam pertama tidak berdarah apakah bisa hamil? Harus diluruskan terlebih dulu jika tak setiap berhubungan intim yang menyebabkan perdarahan mempelai wanita di malam pertama akan selalu menyebabkan kehamilan. Sedikit membahas istilah kedokteran untuk perdarahan di malam pertama saat berhubungan intim antara pasangan pengantin baru. Perdarahan karena hubungan intim disebabkan oleh robeknya selaput dara (hymen) dari mempelai wanita karena penetrasi penis.

Hymen adalah membran tipis yang terdapat dan menutupi bukaan vagina. Namun di bagian tengah membran itu berlubang, dengan begitu darah haid bisa mengalir keluar. Sebenarnya, hymen wanita bisa koyak meski tak berhubungan badan misalnya saja dikarenakan kecelakaan, beraktivitas misalnya senam, berkuda, bersepeda, pemakaian pembalut, dan juga ketika masturbasi. Malah ada pula wanita yang tak mempunyai selaput dara yang menutupi organ intimnya. Hymen bisa sobek tanpa dibarengi rasa nyeri, maupun juga perdarahan.

Melihat hal tersebut, meskipun selaput dara yang utuh menandakan jika wanita masih perawan, akan tetapi yang tak utuh tak menandakan jika ia tak perawan. Ditemukan pula kondisi yang mana wanita telah berhubungan badan, akan tetapi selaput dara ternyata tetap utuh. Dalam istilah medis itu dinamakan selaput dara elastis. Sebagai cara mengecek bila selaput dara masih utuh atau robek meski telah pernah berhubungan intim sebenarnya mudah. Cukup gunakan cermin, meski kadang orang awam tak bisa membedakan mana yang sudah robek atau mana yang masih utuh. Hanya dokter atau tenaga kesehatan terlatih yang bisa memastikan dengan cara melihat langsung bagian depan vagina tersebut.

Jika tak mengeluarkan darah ketika hubungan intim kali pertama belum tentu menandakan jika mempelai wanita sudah tak perawan. Boleh jadi memang ada kelainan dari selaput dara tersebut. Tak semua yang berhubungan intim pertama kali pasti mengeluarkan darah. Dan juga, kondisi mempelai wanita yang tak mengeluarkan darah di malam pertama itu bukan berarti pertanda tak akan hamil.

Untuk pasangan pengantin baru, malam pertama adalah upaya pertama bagi keduanya segera mempunyai anak. Hanya saja, saat mempelai wanita tak mengeluarkan darah dari vagina, tak bisa dipastikan jika proses pembuahan tak berhasil. Pasalnya, tak keluarnya darah vagina setelah berhubungan badan pertama kali atau sesudah berulang kali melakukan hubungan intim dapat disebabkan selaput-dara yang dimiliki wanita memang tipe elastis. Ataupun, dapat pula disebabkan penetrasi penis suami tak sampai menyebabkan desakan kuat yang mengakibatkan selaput dara koyak. Oleh karena itu peluang mempelai wanita hamil tak tergantung dari koyak tidaknya selaput dara dan juga berdarah tidaknya wanita.

Kecuali itu, bila mempelai wanita tak merasakan orgasme pun dapat juga hamil, sepanjang sel sperma (spermatozoa) dapat mencapai sel telur (ovum) di dalam rahim. Yang sobek ketika malam pengantin yaitu selaput pinggir dari selaput dara. Selama ini umum diyakini jika selaput dara perawan menutupi rapat mulut vagina dalam. Jika selaput dara melapisi rapat mulut vagina tentunya darah menstruasi tak mungkin dapat keluar tiap bulannya. Oleh karenanya dengan mengetahui jika selaput dara itu secara konstruksi memiliki celah di bagian tengah dan juga sifatnya yang lentur, tanpa adanya robekan atau berdarah ketika malam pertama pun tetap berpeluang bagi wanita untuk mendapatkan anak.

Upaya yang bisa dilakukan pasangan pengantin agar bisa hamil antara lain yaitu berhubungan intim di dalam masa subur wanita. Masa subur yaitu rentang waktu yang mana sudah ada ovulasi (pelepasan sel telur matang dari ovarium). Sebagai patokan menentukan masa subur, pihak mempelai wanita mesti tahu dulu rata-rata siklus menstruasi dalam 3-6 siklus datang bulan belakangan.

Apabila siklus datang bulan terjadi rutin dalam 27-28 hari, dengan begitu masa terbentuknya ovulasi yaitu perkiraan hari pertama menstruasi selanjutnya dikurangi 14 hari. Pasangan suami istri bisa berhubungan intim khususnya di 3 hari sebelum dan sesudah ovulasi tersebut. Peluang adanya fertilisasi akan lebih besar apabila suami istri melakukannya di waktu -waktu tersebut. Pasangan pengantin pun mesti berhubungan badan secara rutin dua hingga tiga kali dalam seminggu.

Kecuali itu, yang harus dijalankan untuk merencanakan kehamilan untuk pasangan pengantin yaitu menata ulang pola hidup agar lebih sehat dengan konsumsi makanan bernutrisi dan juga seimbang. Kemudian pasokan vitamin penting pun harus sesuai dengan kebutuhan, tidur dengan teratur, dan jangan pernah meninggalkan olahraga. Belum cukup itu saja, pasangan pengantin agar bisa cepat hamil pun harus memperhatikan :

  1. Menyudahi berbagai aktifitas tak baik seperti menjauhi rokok, minuman keras dan apalagi obat-obatan terlarang.
  2. Jauhi pula minum obat-obatan tak terkecuali yang diedarkan bebas.
  3. Berdasarkan rilis berita yang disampaikan oleh The Center for Disease Control (CDC), wanita yang ingin hamil direkomendasikan mengasup vitamin B dengan porsi memadai dan asam folat hingga 400 mikrogram/hari supaya bisa menurunkan kemungkinan gangguan perkembangan otak dari janin yang dikandung.

Jika sesudah setahun lamanya berhubungan intim dengan rutin antara dua hingga tiga kali seminggu namun belum juga membuahkan hasil maka harus dicari penyebab yang menjadi pemicunya baik dari istri maupun suami. Pihak wanita bisa melakukan cek kadar hormonal, proses USG rahim dan juga HSG. Sementara bagi suami, bisa mengikuti cek analisa sperma baik dalam hal kualitas dan juga jumlah. Jika didapati kelainan maka bisa cepat ditangani disesuaikan dengan penyebabnya. Karena itu dianjurkan hendaklah pasangan berkonsultasi ke dokter spesialis kandungan dan kebidanan atau dokter spesialis andrologi untuk pemeriksaan yang lebih mendalam.

Loading...