Malam Pertama Tidak Berdarah Tapi Sakit ? Ini Penyebabnya

Posted on

Masih banyak orang yang meyakini jika darah yang keluar dari organ intim mempelai wanita pada ritual malam pertama adalah satu-satunya indikasi jika dia masih perawan. Sehingga darah yang keluar dari vagina pasangan di malam pertama adalah suatu keharusan bagi kebanyakan mempelai pria, terutama di Indonesia. Masyarakat khususnya di Asia begitu menjunjung tinggi arti keperawanan. Meski kenyataannya persentase remaja Indonesia yang pernah berhubungan badan lumayan banyak. Namun masih saja, umumnya pria di Negara kita sulit untuk menerima pasangan yang tak perawan.

Kenyataannya, sebagian wanita yang sekalipun belum pernah berhubungan intim, tetap termasuk normal bila tak mengalami pendarahan. Dari suatu riset didapatkan jika sedikitnya 63 % wanita tak mengeluarkan darah saat berhubungan intim pertama kali. Lantas apa saja yang membuat wanita tak berdarah ketika berhubungan intim yang pertama kali? Malam pertama tidak berdarah tapi sakit bisa saja disebabkan oleh beberapa hal berikut ini.

Yang pertama, perlu diketahui bahwa bentuk dan ketebalan selaput dara wanita itu bisa bermacam-macam. Ketika berhubungan intim yang pertama di malam pernukahan, kemaluan pria biasanya menembus liang vagina yang masih cukup rapat, yang mana di dalamnya ada selaput dara. Selaput dara ini bisa berbeda dalam hal bentuk, ketebalan dan tekstur antar wanita satu dengan wanita lain.

image by http://treeoflifeofwoman.com.au

Itu artinya tak setiap wanita akan mengeluarkan darah ketika bersenggama di malam pertama. Malah, beberapa wanita pun ada yang tak mempunyai selaput dara sedari lahir. Ini menunjukkan bahwa tak berdarahnya seorang wanita saat pertama kali berhubungan intim tak serta merta ia sudah tak perawan lagi. Selanjutnya ini adalah berbagai hal yang bisa mengakibatkan darah tak keluar dari organ intim wanita ketika berhubungan intim pertama kali :

1. Mempelai wanita benar-benar rileks sehingga bagian organ intim banyak mengeluarkan pelumas alami ketika bersenggama.

Ketika berhubungan intim yang pertama kali, selaput dara di dalam vagina meregang untuk mempermudah penetrasi batang kemaluan ke bagian dalam. Selaput dara boleh jadi tak robek dan mengeluarkan darah ketika berhubungan intim apabila tubuh mempelai wanita bisa rileks dengan produksi cairan pelumas alami yang mencukupi. Sebagian wanita mengalami malam pertama tidak berdarah tapi sakit ketika melakukan hubungan intim pertama sebab selaput daranya cukup tebal sehingga tidak terkoyak.

2. Struktur selaput dara bisa tak sama

Setiap wanita lahir dengan kondisi selaput dara yang berbeda-beda. Selaput dara kebanyakan berbentuk lembaran menyerupai tisu dimana terdapat struktur pembuluh darah di dalamnya. Sebagian kaum hawa membawa lapisan selaput dara tebal sementara sebagian lainnya memiliki lapisan selaput dara tipis saja. Malah, ada beberapa wanita yang punya selaput dara yang cuma sedikit yang tak penuh menutupi lubang vagina. Sehingga tidak jarang darah tak keluar kala berhubungan intim pertama kali.

3. Cemas ketika berhubungan intim pertama kali

Rasa sakit dan darah yang muncul dari dalam organ intim wanita pun dapat keluar ketika cairan pelumas alami tak keluar. Mempelai wanita yang tak menghasilkan cairan pelumas boleh jadi dipicu rasa cemas menghadapi malam pertama. Cairan pelumas alami cuma akan diproduksi bila wanita terangsang. Namun bila mengalami kecemasan atau stres maka otomatis cairan vagina tak akan diproduksi tubuh.

4. Mengalami kecelakaan dan gerakan yang mengakibatkan selaput dara sobek

Kecelakaan yang dialami wanita di masa lalu adalah penyebab robeknya selaput dara yang sering terjadi. Bila wanita pernah mengalami kecelakaan di bagian organ intim maka bisa saja mengakibatkan selaput dara teregang dan kemudian koyak. Selaput dara tak mengeluarkan darah ketika berhubungan intim di malam pertama pun dapat dipicu gerakan olahraga yang mengakibatkan selaput dara meregang yang akhirnya sobek.

5. Cek kesehatan atau mengenakan tampon

Bagian vagina wanita pun adakalnya harus dicek saat ada yang tak beres dengan bagian tubuh itu. Walau dengan ukuran cukup kecil, namun instrumen medis yang dimasukkan ke dalam vagina wanita dapat terkena selaput dara sehingga menyebabkan sobek. Hal lain juga bisa disebabkan karena pemakaian pembalut. Pembalut yang dikenakan ketika datang bulan secara tak disadari pun dapat menyebabkan selaput dara sobek. Karenanya di malam pertama tidak berdarah tapi sakit ketika berhubungan di ranjang untuk pertama kalinya.

Rasa sakit saat malam pertama yang dalam dunia kedokteran disebut Dyspareunia memang sangat tidak nyaman untuk pemula. Itu dapat terjadi pada pasangan yang tak mau berkomunikasi secara terbuka perihal hubungan intim. Untuk diketahui bahwa seorang laki-laki cuma perlu beberapa menit agar kemaluannya dapat digunakan berhubungan badan. Sedangkan pada wanita, paling tidak perlu waktu 20 menit sampai organ intimnya siap dipenetrasi kemaluan pria.

Oleh sebab itu pemanasan sangatlah penting terutama bagi mempelai wanita. Masih banyak pengantin baru yang sungkan membahas sek sualitas antar keduanya. Malahan ditemui juga suami-istri yang telah bertahun-tahun menikah tetap ada yang malu membahas mengenai kehidupan intimnya. Lucunya lagi ditemukan pula wanita yang merasakan orgasme pertama kali saat berumur 60 tahun sebab sang suami tak paham bila sang istri tidak pernah merasakan kepuasan.

Untuk dimengerti jika sek sualitas pada laki-laki dan perempuan itu tak sama prosesnya. Bila pria memiliki bagian sensitif yang akan membuatnya terangsang, tidak serta merta dapat pula akan menjadikan si wanita terangsang. Demikian juga untuk masalah waktu yang dibutuhkan untuk merangsang wanita. Terkadang diperlukan pengenalan dan pembiasaan yang jelas memerlukan waktu. Karena itu pihak pria agar tak tergesa-gesa memaksakan diri untuk penetrasi.

Saling berbicara adalah kebutuhan yang penting untuk mengatasinya. Hal-hal yang dibahas mulai dari apa yang membuat waanita nyaman dan apa yang membuatnya kesakitan, keinginan dan juga fantasi, dan sebagainya. Kurangnya informasi terkait sek sualitas pun dapat mengakibatkan ketakpuasan atau berperilaku menyimpang dari kedua belah pihak. Berhubungan intim semestinya menjadi aktifitas yang akan menjadikan suami istri kian mesra dan bukan malah akan merenggangkan antar keduanya karena ketidakpahaman mengenai hal tersebut.

Bilamana mengalami rasa nyeri atau perdarahan maka sebaiknya mempelai menghindari berhubungan intim untuk beberapa hari atau hingga nyeri menurun. Sebaiknya kedua mempelai menikmati hubungan intim cuma sesudah luka pulih yang dapat saja hanya beberapa hari namun ada juga yang mencapai sebulan. Bilamana luka yang diderita hanya ringan saja maka mungkin hanya perlu antara 3 hari – 4 hari untuk menyembuhkannya.

Apabila luka agak parah, bisa saja memerlukan antara satu atau dua minggu untuk memulihkan luka. Akan tetapi bila luka selaput dara itu terinfeksi, boleh jadi membutuhkan waktu sebulan sampai benar-benar sembuh. Untuk kejadian terakhir Anda harus berkonsultasi ke dokter agar luka tak berlarut-larut. Berhubungan intim hanya bila Anda dan pasangan sudah siap secara emosional. Pada beberapa kejadian, wanita menjadi sulit untuk sembuh dari pengalaman mereka bila sebelumnya menderita rasa sakit akibat malam pertama.

Loading...