11 Tips Malam Pertama Perjodohan Dalam Islam Paling Penting

Posted on

Pernikahan adalah perkara suci yang dinantikan laki-laki dan perempuan. Pernikahan antara mempelai pria dan wanita dalam sebuah Aqad nikah merupakan suatu perjanjian sakral dan kuat dari suami dengan Allah seperti yang termaktub dalam Alquran Surah An-Nisaa ayat 21 yang bunyinya : “Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami istri dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat”.

Sebab itu suami istri bisa menjaga dan memelihara dengan sepenuh hati dan tanggung-jawab. Pernikahan adalah jalan suci untuk mengatasi nafsu biologis dari wanita dan laki-laki dalam sebuah wadah yang sah untuk mencapai ketenangan, cinta, kasih dan keturunan sesuai dengan yang tersebut dalam Alquran Surah Ar Rum ayat 21 : “Diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tentram kepadanya; dan Dia menjadikan rasa kasih sayang di antara kalian,”

image by https://unsplash.com

Sesudah resmi menikah, mempelai berdua akan melalui malam pertama. Malam pertama perjodohan ini meskipun sudah sah menjadi suami istri akan tetapi dalam Islam ada aturannya. Adab atau tatacara menjalani malam pertama perjodohan dalam Islam adalah sebagai berikut :

1. Lemah lembutlah dengan istri

Dalam Islam, suami disunahkan bersikap lemah lembut dengan istrinya, seperti Nabi SAW memperlakukan istri-istrinya. Nabi SAW persis setelah resmi menikah dengan Aisyah menawarkan segelas susu sebagaimana hadist riwayat Asma’ binti Yazid As Sakan yang mengatakan : “Saya pernah menghias Aisyah untuk disandingkan dengan Rasulullah. Saya lalu mendatangi beliau dan mempersilahkannya mendekati Aisyah. Nabi SAW kemudian mengambil segelas susu untuk diminum yang kemudian disodorkan ke Aisyah. Aisyah menundukkan kepala karena malu.”

2. Memegang ubun-ubun istri seraya berdoa

Disunahkan pula pada malam pertama perjodohan, kepada seorang suami memegang ubun-ubun istri sambil berdoa untuk keberkahan pernikahan yang baru saja dilakukan. Nabi SAW memberikan contoh doa sebagai berikut : “Allahumma inni asaluka minkhoyri Ha wa khoyri ma jabaltaha ‘alayhi, wa a’udzubika minsyarri Ha minsyarri ma jabalta a’layhi” Artinya : “Wahai Allah, aku memohon kepada-Mu adanya kebaikan darinya dan dari semua apa yang Engkau ciptakan pada dirinya; dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan dari semua apa yang Engkau ciptakan pada dirinya ”

3. Salat sunnah 2 rakaat

Haidst yang diriwayatkan Abu Sa’id, maula Abu usaid, ia mengatakan : “Saya menikah ketika masih berstatus budak. (Di pernikahan itu) saya mengundang beberapa orang sahabat Rasulullah, antara lain Ibnu Mas’ud, Abu Dzar, dan hudzaifah. Selanjutnya berkumandang iqamat. Saat Abu Dzar mempersiapkan diri menjadi imam, para sahabat berkata, ‘Jangan kamu!’ ia menukas,’Begitukah?’ Mereka menjawab, ‘Ya’. Kemudian sayalah yang maju menjadi imam shalat, meskipun saat itu saya masih adalah seorang budak. Usai solat, mereka memberikan nasihat dengan mengatakan : ‘jika kamu akan menggauli istrimu, sebaiknya salat lebih dulu, lalu memohon kepada Allah untuk meminta kebaikan dari dirinya dan berlindung kepada-Nya dari kejelekan dirinya. Sesudah itu, terserah kalian”

4. Memanjatkan doa saat bersenggama

Disunahkan bagi suami saat akan menggauli istrinya berdoa : “Dengan nama Allah, wahai Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari anak yang akan Engkau berikan untuk kami.” Rasulullah bersabda dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Bukhari : “seumpamanya Allah menakdirkan keduanya mendapatkan keturunan (dari hubungan itu), sudah barang tentu setan tak akan mencelakakan anak itu selamanya.

5. Aturan bersenggama

Dalam malam pertama perjodohan, suami diperkenankan menggauli istrinya menggunakan cara apa saja dengan syarat di organ intimnya. Dalam Alquran surah Al Baqarah ayat 223 difirmankan : “Istri kalian adalah sawah ladang milik kalian. Karenanya, datangilah ladang itu sekehendak kalian.”

6. Dilarang menggauli istri di dubur

Ini berdasarkan hadist yang diriwayatkan An Nasai, Tirmidzi dan Ibnu Hibban : “Allah tidak mau melihat seseorang yang menggauli istrinya di duburnya.”

7. Mengambil wudhu dulu saat akan bersenggama lagi

Jika suami ingin menambah persetubuhan, sebaiknya mengambil wudhu lebih dulu sesuai dengan sabda Rasulullah yang diriwatkan oleh Muslim : “Bila salah seorang dari kalian menggauli istrinya kemudian ingin mengulanginya lagi disunnahkan mengambil wudhu sebab yang begitu itu akan meningkatkan nafsu untuk mengulanginya kembali.”

8. Selain wudhu, mandi lebih baik saat hendak nambah

Lebih bagus lagi saat suami akan mengulangi bersenggama mandi terlebih dulu sesuai hadist riwayat Abu Dawud, An Nasai, At Thabrani dan Abu Nu’aim dari Abu Rafi’: “Saya bertanya kepada Rasullulah, ‘Wahai Nabi SAW, apakah tak cukup dengan satu kali mandi saja?’ Nabi SAW menjawab, ‘Tidak, sebab ini lebih suci, lebih baik dan lebih bersih.

9. Saat junub hendaknya mandi dulu saat akan tidur

Setelah bersetubuh dan hendak tidur hendaknya mandi wajib lebih dulu seperti hadist yang diriwayatkan Muslim, Abu Awanah, dan Ahmad : Abdullah bin Qais, mengatakan, Saya pernah menanyakan kepada ‘Aisyah, “Apa yang beliau perbuat saat junub; apakah mandi dahulu lalu tidur atau tidur dulu lalu mandi?” Aisyah menjawab, “dua hal itu pernah dikerjakan Nabi SAW. Adakalanya Nabi SAW mandi dahulu lalu tidur; dan adakalanya pun tidur saja lalu mandi.” Saya berkata, “semua puji kepunyaan Allah yang telah memberikan kelonggaran dari urusan ini.

10. Ketentuan mandi junub

Nabi SAW telah memberikan tuntunan tatacara mandi junub sebagai berikut : membaca Basmalah, berikutnya mencuci kedua telapak tangan sebanyak tiga kali. Sesudah itu beristinja’ lalu membersihkan semua kotoran yang ada di kemaluan. Mengambil wudhu sebagaimana saat akan salat. Membasuh kepala dan kedua telinga tiga kali lalu menyiram seluruh tubuh. Aisyah berkata sesuai hadist riwayat Tirmidzi : “jika Nabi SAW akan mandi junub, beliau mengawali dengan mencuci kedua telapak tangan sebelum mencelupkannya ke dalam bejana. Selanjutnya beliau mencuci kemaluan dan mengambil wudhu’ seperti saat akan salat. Kemudian beliau menyela-nyela rambutnya menggunakan air. Sesudah itu menyiram kepala tiga kali dan menyiram seluruh tubuh.

11. Pagi hari usai malam pertama

Disunahkan untuk pengantin baru yang baru saja menempuh malam pertama agar mengunjungi kerabat yang datang pada pesta walimah, memberikan salam dan mendo’akannnya. Anas ra meriwayatkan sebuah hadist : “Nabi SAW menyelenggarakan walimah saat beliau menikah dengan Zainab. Beliau menjamu kalangan muslim yang hadir dengan memberikan roti dan daging sampai kenyang. Lalu beliau mengunjungi ummahatul mu’minin, memberikan salam sekaligus berdoa untuk mereka. Sebaliknya mereka pun memberikan salam dan berdoa untuk beliau. Beliau mengerjakan yang demikian itu di pagi hari seusai melalui malam pertama bersama Zainab.”

Islam adalah agama yang sempurna, segala aspek kehidupan sudah disediakan aturan pelaksanaannya. Bahkan malam pertama perjodohan pun diberikan tatacaranya untuk diikuti oleh setiap pengantin baru muslim agar bisa mendapat keberkahan dan kebahagiaan dari pernikahan yang baru saja dilakukannya. Allah memberikan aturannya itu artinya Allah menghendaki kebaikan dari umatnya.

Loading...