9 Tips Malam Pertama Pengantin Baru Menurut Islam Yang Benar

Posted on

Tiap akad membawa konsekuensinya sendiri-sendiri. Termasuk akibat dari melakukan akad nikah yaitu pria dan wanita yang telah sah sebagai suami istri. Oleh karena itu halal untuk keduanya berbuat apa saja selayaknya suami istri. Akan tetapi tidak serta-merta tiap yang berakad nikah mesti segera melakukan aktifitas suami istri dalam hal ini adalah berhubungan badan di malam pertama.

Namun tidak sedikit di kalangan muslim yang beranggapan jika malam pertama berkaitan dengan berhubungan intim. Sebagian orang meyakini jika hal tersebut harus dilaksanakan ketika memasuki malam pertama. Namun apakah benar demikian? Bagaimana sebenarnya hukum menunda malam pertama menurut Islam? Sebuah pernikahan tentu belum dipandang sempurna tanpa dilalui hubungan intim antara mempelai pria dan mempelai wanita. Itu sudah merupakan kodrat dan insting manusia.

Memang umur dan ajal itu merupakan rahasia Allah SWT dimana manusia tak akan pernah tahu. Oleh karena itu untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk maka hubungan intim di malam pertama wajib dilaksanakan saat itu juga. Kendati begitu, berhubungan intim pada malam pertama pun bukan sesuatu yang wajib dilakukan. Tidak sedikit pasangan pengantin baru yang berkeputusan untuk menunda aktifitas malam pertama disebabkan oleh beberapa sebab, tak terkecuali bila kesehatan badan yang tidak memungkinkan seusai prosesi acara pesta pernikahan yang benar-benar menguras tenaga mempelai pria dan wanita. Di samping itu, aspek kesiapan mental pun sering dijadikan alasan pasangan mempelai tak melakukannya di malam pertama. Menunda itu tak didasarkan niat tak benar, sehingga tak mengapa melewatkan malam pertama dengan aktifitas di luar hubungan intim.

image by https://id.pinterest.com/pin/336362665897488435/

Untuk para mempelai laki-laki, menunda malam pertama boleh jadi begitu mengecewakan. Kendati begitu, mesti diketahui jika pihak mempelai wanita pun berhak memperoleh kepuasan berhubungan badan. Apabila ia melakukannya dengan terpaksa karena belum merasa siap, boleh jadi akan berpengaruh pada kondisi kejiwaan yang akibatnya mungkin akan mempengaruhi kehidupan berumah tangga yang harmonis. Karena itu pihak suami mesti bisa mengambil hati dan memberikan kesan baik kepada istri. Dengan berjalannya waktu, pasti istri akan siap dengan sendirinya.

Nabi SAW melakukan pernikahan dengan Aisyah radhiyallahu ‘anha saat mempelai wanita baru berumur 7 tahun. Beliau Nabi SAW pun baru berkumpul dengan Aisyah saat ia berumur 9 tahun. Dari Urwah, dari bibinya, Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan, “jika Nabi SAW menikah dengan Aisyah radhiyallahu ‘anha saat Aisyah berumur 7 tahun. Kemudian Aisyah baru berkumpul dengan Nabi saat Aisyah berumur 9 tahun, sedangkan Aisyah masih memegang mainannya. Nabi SAW sendiri wafat saat Aisyah berumur 18 tahun,” (HR. Muslim 3546). Dari riwayat lain, Aisyah radhiyallahu ‘anha pun menceritakan : “Nabi SAW menikahiku pada waktu umurku baru 6 tahun, dan beliau satu rumah denganku ketika umurku 9 tahun,” (Muttafaqun ‘alaih).

Seluruh riwayat di atas sebagai landasa dalil hukum menunda malam pertama menurut Islam . Jadi intinya suami-istri yang baru saja menikah tak mesti harus berubungan intim di malam pertama. Silahkan saja menunda malam pertama menurut kesepakatan kedua mempelai jika memang sama-sama ridha. Ar-Ruhaibani berkata, apabila salah satu dari mempelai pria atau mempelai wanita memang meminta ditunda itu artinya bisa ditunda dalam jangka waktu menurut tradisi yang berlaku.

Misalnya waktu penundaan itu bertujuan sebagai persiapan untuk mempelai yang mengajukan penundaan dalam 2 atau 3 hari. Tanpa ada patokan tetap yang artinya mesti dikembalikan kepada kebiasaan yang ada di masyarakat. Merujuk fatwa Syabakah Islamiyah dijelaskan bahwa syariat tak mengatur batas waktu tertentu menjadi rentang antara akad dan berkumpul atau berhubungan badan. Sebab itu, patokan dalam kisaran waktu tersebut dikembalikan ke ‘urf (tradisi masyarakat) atau perjanjian dari suami dan istri. (Fatwa Syabakah Islamiyah, no. 263188).

Malam pertama adalah salah satu malam terbesar dalam kehidupan siapa pun. Agama berbeda memiliki ritual yang berbeda ketika merayakan malam pertama untuk membuatnya mudah diingat. Ketegangan dalam pikiran pasangan yang baru menikah adalah hal yang wajar. Oleh karena itu bagi Anda yang akan menghadapi malam yang sangat indah itu, berikut beberapa tips berguna dari hal-hal yang harus dilakukan sebelum malam pertama dalam Islam.

1. Buang Ekspektasi Anda

Anda harus dapat membedakan dengan jelas antara apa yang Anda lihat di film dan apa yang sebenarnya dapat terjadi dalam kenyataan. Malam pertama dalam film digambarkan seolah-olah tidak ada yang lebih baik daripada malam itu, tetapi dalam kenyataannya, tidak ada yang terjadi. Jadi lepaskan pengharapan Anda sepenuhnya mengenai malam pertama yang seolah-olah sangat sempurna.

2. Persiapkan Diri

Karena malam pertama adalah malam pertama dari proses kebersamaan bagi pasangan yang baru menikah, Anda harus mengejutkan pasangan Anda dengan hadiah yang bagus dan penuh perhatian. Berikan sesuatu yang akan membuatnya sangat bahagia dan membawa senyuman tulus.

3. Obrolan Ringan

Anda harus mempersiapkan diri dengan beberapa topik yang dapat Anda diskusikan dengan pasangan Anda di malam pertama karena itu akan memecahkan kebekuan dan kekakuan. Ini juga akan membuat Anda dan pasangan lebih merasa nyaman satu dengan yang lain. Tak perlu membawa topik-topik berat ke atas ranjang, coba sedikit mengobrol hal-hal indah dalam memulai mengarungi biduk rumah tangga.

4. Keintiman Fisik

Anda harus merencanakan bagaimana Anda bisa membuat pasangan merasa nyaman. Itu bisa berarti Anda bisa memberikan beberapa ciuman dan pelukan saat suasananya tepat. Dengan langkah tersebut, mood Anda dan pasangan akan terbangkitkan yang kemudian bisa masuk ke tahap foreplay atau pemanasan.

5. Mengatasi Saat-Saat Canggung

Anda harus merencanakan bagaimana akan menangani situasi yang canggung. Jika Anda tidak siap dengan solusi untuk mengelola rasa canggung itu, pasti akan mengubah malam pertama menjadi sebuah pengalaman terburuk yang pernah Anda alami dan juga pasangan.

6. Siapkan Aksesoris yang Berguna

Dalam menghadapi malam pertama ini, Anda berdua harus merencanakan apa yang sebenarnya ingin dilakukan dan menyiapkan semua aksesori yang berguna. Misalnya Anda membutuhkan kondom atau lubrikasi, pakaian yang dikenakan, wewangian, dan sebagainya. Intinya berbagai aksesoris tersebut harus bisa memberikan kejutan untuk menambah indahnya malam pertama.

7. Mandi dan Jagalah Kebersihan

Anda pasti harus mandi dan tampil dengan badan segar sebelum memasuki prosesi malam pertama. Anda dan pasangan harus berada dalam kondisi terbaik, beberapa diantarany seperti menyemprotkan minyak wangi ke tubuh, memakai gel rambut, penyegar mulut dan hal-hal lain yang diperlukan. Anda pun harus cukup energi dengan makan makanan bergizi.

8. Jauhkan Gadget

Malam pertama dimaksudkan untuk Anda dan istri atau suami Anda. Akan lebih baik jika Anda membiarkan ponsel dan tablet dalam kondisi mati sehingga tidak mengganggu atau mengalihkan perhatian Anda berdua dari menikmati malam pertama.

9. Ucapkan Doa Bersama

Sesuai ritual malam pertama dalam Islam, setiap pasangan pengantin baru harus berdoa bersama untuk keselamatan dan kebahagiaan satu sama lain. Doa kepada Allah pun dapat menghilangkan jarak dan rasa canggung antara Anda berdua.

Loading...