Menguak Fakta dan Mitos Makam Nabi Adam dan Siti Hawa

Posted on

Banyak mitos dan berita palsu atau hoax seputar makam Nabi Adam ‘alaihi salam yang merupakan manusia pertama di Bumi. Tak terkecuali pula lokasi makam dari Siti Hawa, istri dari Nabi Adam. Beberapa berita hoax seputar Nabi Adam yang sempat menjadi viral di dunia maya adalah penemuan jejak kaki raksasa, jubah raksasa hingga makam panjang yang diyakini sebagai milik dan juga peninggalan dari Nabi Adam. Ternyata, ada kebenaran di balik berita-berita hoax tersebut yang harus kita ketahui. Ini agar kita tidak termakan begitu saja oleh pemberitaan-pemberitaan palsu yang beredar di internet.

Fakta dan Mitos Makam Nabi Adam dan Siti Hawa 2

 

Jejak kaki raksasa Nabi Adam

Sebuah foto sempat menjadi viral di dunia maya. Foto tersebut menunjukkan cap bekas telapak kaki berukuran raksasa dipinggir pantai. Banyak yang berasumsi bahwa jejak kaki tersebut adalah milik Nabi Adam dan letaknya ada di Sri Langka. Foto ini sempat viral dan banyak dibagikan serta diyakini kebenarannya. Namun, jejak kaki raksasa tersebut sebenarnya bukanlah milik Nabi Adam. Lokasinya juga bukan di Sri Langka, melainkan di negara kita sendiri, Indonesia. Lokasi tepatnya ada di Pantai Aceh. Menurut legenda masyarakat setempat, jejak kaki yang ukurannya 2.5 x 6 meter tersebut adalah kaki petapa raksasa yang bernama Tuan Tapa.

Cerita legenda mengenai telapak kaki dari Tuan Tapa ini merupakan asal muasal dari nama ibukota di Kabupaten Aceh Selatan, yaitu Tapaktuan. Kota ini sendiri letaknya sekitar 440 kilometer jauhnya dari ibukota Provinsi Aceh. Legenda dari petapa Tuan Tapa telah menjadi cerita rakyat yang dikisahkan turun temurun serta dipercaya oleh masyarakat di sana. Sayangnya, proses renovasi yang bertujuan untuk melestarikan tempat tersebut justru membuatnya tidak lagi terlihat alami. Namun hingga kini lokasi tersebut masih tetap memikat hati bagi para pengunjung. Jadi, jelas sudah bahwa tapak kaki raksasa itu bukan milik Nabi Adam, dan lokasinya jelas bukan di Sri Langka.

Jubah raksasa Nabi Adam

Selain foto jejak kaki raksasa yang viral dan diyakini sebagai milik Nabi Adam, ternyata masih ada lagi foto viral lainnya di internet. Foto ini adalah sebuah jubah raksasa setinggi dua puluh meter. Foto ini turut disertai keterangan bahwa jubah tersebut adalah milik Nabi Adam dan telah ditemukan. Faktanya, jubah ini hanya sebuah replika dari pakaian asli Nabi Adam yang ukuran tingginya sekitar 60 hasta. Pakaian tersebut hanya dibuat sebagai contoh ukuran tubuh dari Nabi Adam. Jadi, jubah tersebut bukan benar-benar milik Nabi Adam seperti yang diklaim dalam foto viral yang beredar. Namun setidaknya, kita bisa mendapat gambaran seberapa besar manusia pada zaman Nabi Adam terdahulu dengan hanya melihat replika jubahnya.

Makam Nabi Adam

Yang tak kalah mengejutkan dan menjadi viral di internet adalah foto makam panjang yang juga diyakini sebagai makam dari Nabi Adam. Makam ini memiliki ukuran yang jauh lebih panjang dibanding makam manusia pada umumnya, sehingga banyak yang meyakininya sebagai makam dari nabi pertama tersebut. Namun, lagi-lagi foto ini hanya hoax semata. Makam tersebut adalah makam dari Nabi Imran di Salalah, Oman. Nabi Imran sendiri adalah kakek dari Nabi Isa ‘alaihi salam. Keluarga Imran merupakan satu-satunya keluarga yang disebut dalam Al Qur’an yaitu pada surat Al Imran. Makam Nabi Adam sendiri diyakini berada di Baitul Maqdis, bukan di Oman.

Makam Siti Hawa

Setelah mengetahui beragam berita hoax yang sempat menjadi viral terkait makam Nabi Adam dan peninggalannya, saatnya membahas mengenai makam Siti Hawa atau biasa disingkat Hawa, yang juga merupakan istri dari Nabi Adam. Di Maqbarah Hawwa terdapat sebuah makam yang ukurannya sangat panjang, yaitu sekitar lima meter. Banyak peziarah yang mempercayai bahwa makam ini adalah makam dari Siti Hawa. Umat Islam yang tengah menjalani ibadah haji ataupun umroh biasanya akan berkunjung ke tempat-tempat yang dianggap menyimpan nilai sejarah, salah satunya adalah makam dari Siti Hawa yang lokasinya ada di Kota Jeddah.

Makam Siti Hawa termasuk dalam salah satu tempat bersejarah yang ada di Arab Saudi. Tempat ini juga sering dikunjungi jamaah baik haji maupun umroh. Sebenarnya, belum ada kepastian terkait tempat peristirahatan terakhir dari istri Nabi Adam ini. Namun, nyaris setiap jamaah serta mayoritas dari penduduk sekitar mempercayai makam tersebut adalah malam dari Siti Hawa. Lokasinya pun dibenarkan ada di Jeddah. Makam ini sendiri letaknya berdekatan dengan Masjid Qisas dan dekat juga dengan kawasan perbelanjaan Balad yang seringkali didatangi oleh para jamaah haji. Dari ujung bagian selatan Jaln Madinah Al Munawarah, untuk mencapainya kita hanya perlu berbelok kiri ke Jalan Al Matar.

Telusuri Jalan Al Matar ini hingga bertemu belokan pertama ke kanan, yaitu Jalan Makkah Al Mukaramah. Tidak jauh dari ujungnya, akan ada belokan menuju Jalan Mawkib Al Iman. Di sanalah makam Siti Hawa berada. Pemakaman ini telah menjadi pemakaman umum untuk masyarakat Jeddah. Tempat tersebut memiliki bentuk bangunan yang biasa dan tidak dilengkapi atap. Hanya ada tembok setinggi tiga meter serta berlapis marmer. Luas tempat tersebut kira-kira adalah tiga kali luas dari lapangan bola. Pada bagian gerbang masuknya terdapat tulisan berbunyi Maqbarah Hawwa atau Makam Hawa. Banyak jamaah umroh, jamaah haji atau masyarakat sekitar yang datang berziarah kemari.

Jamaah yang datang biasanya akan merasa penasaran untuk mengetahui isi bangunan yang dikelilingi oleh tembok besar tersebut. Apalagi ada beberapa cerita dari penduduk setempat yang menyatakan bahwa kaum perempuan akan dilarang masuk ke dalamnya karena alasan bid’ah. Namun, tidak ada penjelasan lebih lanjut terkait bid’ah seperti apa yang dimaksud. Saat memasuki area makam, kita akan melihat hamparan padang luas yang tidak memiliki rerumputan hijau di atasnya. Tidak terdapat gundukan tanah ataupun batu nisan sebagai pertanda makam dari Siti Hawa. Yang bisa kita temukan adalah tanah yang sudah dibagi ke dalam blok-blok ukuran 1 x 1 meter serta jalur panjang dari makam.

Pada lorong masuk akan dapat kita temukan doa serta adab saat sedang berziarah di makam. Terdapat pula sebuah tempat untuk memandikan jenazah, toilet serta mushola. Penjaga makam sendiri juga tidak mengetahui dengan jelas di mana tepatnya letak makam dari Siti Hawa. Tiap pengunjung yang datang hanya diarahkan untuk berdoa. Sampai sekarang belum ada kepastian apakah benar Siti Hawa dimakamkan di sini. Akan tetapi berdasarkan beberapa catatan sejarah, Kota Jeddah sendiri diambil dari kata Jaddah yang artinya nenek. Ini merujuk pada Siti Hawa yang menjadi nenek moyang manusia telah diturunkan di Jeddah. Karena inilah banyak yang meyakini bahwa makam Siti Hawa jua pasti ada di Kota Jeddah.