Kisah Sahabat Nabi yang Sombong, Tsumamah Bin Utsal Ra

Posted on

Perjalanan kehidupan nabi Muhammad Saw. aelalu dikelilingi oleh sahabat-sahabat dan keluarga yang memiliki akhlak yang begitu mulia. Berbagai sifat dimiliki oleh para sahabat nabi tersebut, dan satu sahabat dengan sahabat yang lain memiliki keistimewaan sifatnya sendiri-sendiri. Beberapa sahabat ada yang secara suka rela memasuki agama islam tanpa proses pembelajaran panjang karena mereka telah menerima hidayah dengan begitu mudah. Namun ada pula beberapa sahabat nabi yang semula menjadikan nabi sebagai musuh sampai pada saat mereka menemukan hidayah lewat serangan mereka terhadap nabi.

Salah satunya adalah kisah sahabat nabi yang sombong bernama Tsumamah Bin Utsal. Tsumamah semula adalah seseorang yang sangat menentang dakwah nabi, dan ia adalah seorang Raja Yamamah pada saat masyarakat arab masih menduduki masa jahiliyah. Tsumamah begitu diakui kepemimpinannya, dan sangat disegani oleh rakyatnya. Suatu hari nabi Muhammad mengirimkan surat kepada Tsumamah untuk menyerukan agama islam. Ketika Tsumamah menerima surat ajakan untuk masuk agama islam dari nabi Muhammad, Tsumamah begitu sombong dalam menghadapinya.

Kesombongan ini ia tampakkan secara jelas, dan Tsumamah sangat menghina nabi muhammad saw. Sebagai respon dari surat ajakan tersebut, tsumamah malah berniat untuk membunuh habis nabi muhammad lengkap beserta para sahabatnya. Tsumamah mencari peluang sekecil apapun untuk mendapatkan kesempatan membunuh nabi Muhammad, hingga beliau pun akhirnya menghalalkan Tsumamah untuk dibunuh oleh kaum muslimin. Berita penghalalan ini disebarluaskan dengan cepat, terutama pada sahabat-sahabat nabi Muhammad Saw.

image by sewarga.com

Suatu hari, Tsumamah sang tokoh dalam kisah sahabat nabi yang sombong ini memiliki niat untuk melakukan umroh ke mekkah. Namun, umroh yang ia niatkan tidaklah menggunakan syariat islam, tetapi menggunakan syariat yang sesuai dengan kepercayaan jahiliyahnya. Di tengah perjalanan tepatnya berada di dekat kota madinah, Tsumamah berpapasan dengan beberapa sahabat nabi Muhammad Saw, karena memang nabi Muhammad mengutus beberapa sahabatnya untuk selau berjaga-jaga dari serangan siapapun.

Ketika pasukan Tsumamah dengan pasukan sahabat nabi berpapasan, maka terjadilah bentrok antara kedua pasukan tersebut. Pada saat itu, para sahabat nabi yang mengepung pasukan Tsumamah tidak mengetahui bahwa yang mereka tangkap itu adalah Tsumamah, orang yang membenci nabi sekaligus merupakan Raja Yamamah yang begitu diakui oleh rakyatnya. Pada saat bentrokan tersebut, akhirnya pasukan Tsumamah pun kalah dan berhasil ditangkap oleh pasukan muslimin sahabat Nabi Muhammad Saw.

Loading...

Setelah kaum muslimin mengalahkan Tsumamah, mereka pun akhirnya memutuskan untuk mengunggu keputusan dari Nabi Muhammad dan mengikat mereka di beberapa tiang masjid sebagai cara untuk membuat mereka tidak bisa bebas. Setelah para sahabat ini bertemu dengan Nabi Muhammad, alangkah terkejutnya mereka ketika mereka mendengar Nabi berkata bahwa itu adalah Tsumamah raja Yamamah, setelah sebelumnya mereka tidak bisa menjawab ketika nabi menanyakan apakah mereka mengetahui orang ini atau tidak.

Setelah nabi menyampaikan pada para sahabat bahwa orang yang ditangkap adalah Tsumamah, nabi pun tidak mengutuskan para sahabatnya untuk membunuh Tsumamah, meski sebelumnya tubuh Tsumamah sudah dihalalkan untuk dibunuh. Sebaliknya, nabi justru meminta para sahabatnya yang mengikat Tsumamah tersebut untuk dapat melayani Tsumamah dengan pelayanan yang baik. Bahkan, Nabi pun memerintahkan para istrinya untuk mengumpulkan masakan terbaik yang mereka miliki bagi Tsumamah.

Tidak hanya istri-istri nabi saja yang diperintahkan untuk memberikan makanan bagi Tsumamah, beberapa sahabat nabi pun diperintahkan nabi agar memerah susu yang akan digunakan sebagai minuman untuk Tsumamah beserta rombongan yang dijadikan sebagai tawanan mereka. Salah satu keikhlasan dan kemuliaan nabi yang ada pada alur ini adalah nabi sama sekali tidak memerintahkan para sahabatnya untuk membunuh Tsumamah, walaupun sebelumnya nabi sudah menghalalkan Tsumamah untuk dibunuh. Dalam keadaan Tsumamah sedang lemah karena menjadi tawanan pun, nabi masih menyambutnya dengan begitu baik.

Tsumamah dan rombongan pun menerima hidangan yang diberikan oleh para istri dan sahabat nabi atas perintah Nabi Muhammad Saw tadi. Setelah mereka menyantap hidangan yang diberikan kepada mereka, Nabi pun mengunjungi mereka untuk menanyakan bagaimana keadaan mereka saat ini. Mendengar pertanyaan nabi yang begitu penuh dengan perhatian, Tsumamah masih tegap pada pendiriannya dengan menjawab ‘ Keadaanku baik-baik saja, Muhammad. Apabila engkau ingin atau berniat untuk membunuh, makabunuh saja orang-orang yang melukaimu dan juga membunuh orang-orang terdekatmu.

Namun, apabila engkau berniat untuk memberi ampun pada mereka, maka berilah ampun untuk orang-orang yang paham untuk bersyukur. Dan apabila yang engkau inginkan dan harapkan adalah harta, maka kaum kami akan memberi harta sesuai dengan banyaknya yang kau mintakan dari kami’. Mendapat jawaban seperti itu, nabi pun lebih memilih untuk tersenyum sebagai respon yang diberikan dan meninggalkan mereka selama dua hari. Namun selama dua hari tersebut, nabi pun tetap memerintahkan untuk memberikan hidangan yang terbaik bagi para pasukan Tsumamah.

Selang dua hari, nabi pun kembali menanyakan Tsumamah perihal kabar dan keadaan diri Tsumamah beserta rombongan. Namun sayangnya, jawaban Tsumamah tidaklah berbeda dengan jawaban sebelumnya. Hingga pada akhirnya, nabi kembali menanyakan hal serupa di keesokan hari, hanya untuk mendapatkan jawaban yang sama pula dari Tsumamah.Setelah mengetahui konsistensi jawaban dari Tsumamah, nabi pun memerintahkan para sahabatnya untuk membebaskan Tsumamah beserta rombongannya.

Para sahabat pun menuruti beliau. Setelah Tsumamah dibebaskan, Tsumamah melanjutkan perjalanan dan berhenti di sebuah mata air untuk merenungi kejadian yang dialaminya selama tiga hari terakhir. Tsumamah menyaksikan dengan mata kepala sendiri setiap kegiatan yang dilakukan oleh nabi beserta para sahabatnya, dan ia menyaksikan pula bagaimana baiknya nabi dalam memperlakukannya dan tidak memutuskan untuk membunuhnya, padahal selama ini ia selalu berusaha untuk membunuh nabi agar dapat menghentikan dakwah islam.

Setelah merenung dan mengerti kebaikan nabi yang begitu luas, akhirnya Tsumamah pun bersedia untuk masuk ke agama islam dan berbalik arah untuk kembali ke masjid tempat ia ditawan sebelumnya. Tsumamah berkata kepada nabi bahwa ia memasuki islam dan mengucapkan dua kalimat syahadat. Bahkan, Tsumamah sendiri menyampaikan bahwa dahulu wajah yang paling ia benci adalah wajah nabi Muhammad, tetapi sekarang wajah nabi adalah wajah yang paling ia cintai.

Dahulu ia juga paling membenci agama yang dibawa nabi Muhammad, dan kini agama islam lah yang paling dicintai Tsumamah. Dan dahulu Tsumamah paling benci dengan tempat nabi muhammad, dan kini tsumamah pun menjadikan tempat tersebut sebagai tempat yang paling ia cintai.Tsumamah merupakan tokoh dalam kisah sahabat nabi yang sombong namun patut dipelajari untuk diresapi maknanya. Betapa besarnya amanat Allah yang disampaikan lewat kisah sahabat nabi yang sombong dan kemudian menjadikan nabi, tempat, dan agama nabi sebagai hal yang paling ia cintai

Loading...