Kisah Umar bin Khattab, Kisah Sahabat Nabi Tentang Syaja’ah

Posted on

Bercerita mengenai Kisah sahabat nabi tentang Syaja’ah, berarti menceritakan sahabat-sahabat nabi yang memiliki keistimewaan dibandingkan yang lainnya. Secara etimologi, definisi dari al-syaja’ah ada berani, yang merupakan lawan kata dari Al-Jubn yang memiliki arti pengecut. Lalu, secara bahasa Arab memiliki arti keberanian atau keperwiraan. Orang-orang yang mendapatkan julukan Syaja’ah berarti merupakan orang-orang yang didalam diri dan jiwanya terdapat rasa sabar yang luar biasa dalam dunia perang, maupun ketangguhan dan keberanian yang nyata dalam setiap aksi yang dilakukannya.

Ketika Nabi Muhammad SAW menyebarkan agama islam, tentu saja sudah bisa dipastikan akan terjadi penolakan dimana-mana dan pergolakan diberbagai tempat. Bagaimana tidak, bayangkan saja jika ada sebuah agama baru disebuah daerah yang sebelumnya telah berkembang suatu paham kepercayaan sejak lama. Tentu saja banyak orang-orang yang menjadi benci kepada Nabi Muhamad SAW, menganggap beliau adalah orang gila, orang yang ingin menghancurkan perdamaian, dan orang yang berdusta.

Akan tetapi, disisi lain, ada juga orang-orang yang memberikan kepercayaannya secara langsung kepada Nabi Muhammad SAW dan memeluk agama islam saat itu juga. Hal ini dikarenakan hati mereka yang tergerak mendengarkan penuturan Nabi Muhammad SAW mengenai agama islam. Lalu, orang-orang inilah yang selanjutnya akan berjalan bersama Nabi Muhammad SAW melakukan perlawanan perang yang dicetuskan oleh orang-orang yang tidak suka terhadap islam.

image by https://www.lifegate.it

Orang-orang yang turut serta membela agama islam dalam peperangan tentu saja merupakan orang-orang tangguh yang memiliki keberanian dan keperwiraan yang diatas rata-rata. Orang-orang yang memiliki keberanian dan keperwiraan tersebut disebut juga dengan sifat Syaja’ah. Ada beberapa orang yang terkenal dengan sifat Syaja’ahnya pada zaman Nabi Muhammad SAW dahulu, salah satunya adalah Umar Bin Khattab.

Sebelum masuk Islam, Umar bin Khattab merupakan salah satu manusia yang memiliki sifat yang sangat kejam. Ia begitu kuat, tangguh, dan sangat disegani oleh banyak orang. Selain itu, ia juga memiliki sifat yang kejam dan pemarah. Mengapa disebut kejam? Hal ini dikarenakan sebelum masuk islam, Umar bin Khattab pernah menguburkan anak-anak perempuannya yang masih hidup kedalam tanah dalam kondisi hidup-hidup.

Loading...

Umar memiliki nama lengkap Umar bin Khattab bin Nuffain bin Abdul Uzza merupakan seseorang yang berasal dari Suku Quraisy yaitu Bani Adi. Dahulu, Umar bin Khattab merupakan orang yang sangat benci terhadap ajaran agama islam dan memusuhi Nabi Muhammad SAW. Tidak tanggung-tanggung, bahkan Umar bin Khattab pernah memiliki niat untuk membunuh Nabi Muhammad SAW.

Dikisahkan, Umar bin Khattab sangat benci dengan Nabi Muhammad SAW. Ia juga semakin benci setelah terjadinya berbagai perpecahan akibat dua sisi yang bertolak belakang antara agama islam dengan kepercayaan yang lama. Melihat banyaknya perpecahan yang terjadi, Umar bin Khattab dengan sangat geram dan dengan pedang yang terhunus bergegas ingin menemui Nabi Muhammad SAW dan membunuhnya.

Akan tetapi, ketika sedang dalam perjalanan, ia bertemu dengan salah seorang temannya yang menanyakan tujuan dari Umar bin Khattab sendiri dengan pedang yang terhunus. Ketika Umar Bin Khattab memberitahu bahwa tujuannya adalah ingin membunuh Nabi Muhammad SAW, orang tersebut memberitahukan sebuah kabar yang membuat Umar bin Khattab semakin geram dengan Nabi Muhammad SAW.Kabar tersebut adalah bahwa adiknya, yang bernama Fatimah telah memeluk agama islam bersama dengan suaminya yang bernama Said bin Zaid. Mendengar kabar tersebut, Umar bin Khattab langsung menuju rumah adiknya tersebut.

Betapa kagetnya ia ketika mendapati bahwa adiknya Fatimah sedang memegang suhuf Al-Quran dan mempelajari kitab suci umat Islam tersebut. Tanpa pikir panjang, Umar bin Khattab yang terkenal kejam, membuktikan kekejamannya dihadapan adiknya sendiri. Dengan serta merta ia menampar pipi Fatimah dengan sangat keras. Melihat istrinya diperlakukan dengan kejam, tentu saja Said bin Zaid tidak tinggal diam. Akan tetapi, Umar bin Khattab benar-benar membuktikan julukan yang diberikan kepadanya, yakni Singa Padang Pasir atau seseorang yang kejam dan pemberani layaknya singa.

Dengan tangkas Umar bin Khattab menahan leher Said bin Zaid dan membanting tubuhnya ke lantai. Lalu, Umar bin Khattab pun menginjak dan menahan dada Said bin Zaid tersebut.Setelah itu, Umar bin Khattab merebut suhuf yang dipegang oleh Fatimah. Dengan sekuat tenaga Fatimah melarangnya dan menyuruh Umar bin Khattab untuk bersuci terlebih dahulu sebelum memegang suhuf tersebut. Umar bin Khattab pun membersihkan diri lalu membuka suhuf tersebut.

Suhuf yang dibaca oleh Umar bin Khattab adalah surat Thaha. Berikut merupakan tafsir dari surat Thaha yang dibaca oleh Umar bin Khattab untuk pertama kalinya:

  1. Thaahaa
  2. Kami tidak menurunkan Al-Quran ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah
  3. Melainkan sebagai peringatan bagi orang yang takut (Kepada Allah SWT)
  4. Diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi
  5. (yaitu) Yang Maha Pengasih, Yang bersemayan diatas Arsy
  6. Miliknyalah apa yang ada dilangit, apa yang ada dibumi, dan apa yang ada diantara keduanya, dan apa yang ada dibawah tanah.

Setelah membaca surat Thaha tersebut, hati Umar bin Khattab tergetar. Hatinya bergetar, bahwa kata-kata seperti ini bukanlah kata-kata yang berasal dari manusia. Dengan segara, Umar bin Khattab mencari Nabi Muhammad SAW dan memeluk agama islam.

Setelah Umar bin Khattab masuk Islam, agama islam pun menjadi lebih tangguh dan kuat. Hal ini dikarenakan telah luluhnya hati seseorang yang dijuluki Singa Padang Pasir. Setelah mengetahui bahwa Umar bin Khattab telah memperkuat islam, banyak orang-orang yang menjadi segan dengan agama islam sendiri dan mengurangi permusuhan mereka sedikit walaupun tidak sepenuhnya.

Selain disegani dan ditakuti oleh para manusia, ternyata Umar bin Khattab juga ditakuti dan disegani oleh para jin dan iblis. Kisah ini tentu saja menambah kisah sahabat Nabi tentang Syaja’ah, yakni kisah Umar bin Khattab.Dikisahkah, ada seorang jin yang menyamar menjadi sesosok lelaki. Jin tersebut menemui Umar bin Khattab dan mengatakan kepada Umar bin Khattab bahwa ia adalah jin yang paling kuat diantara jin-jin yang lainnya. Setelah itu, jin tersebut menantang Umar bin Khattab untuk melawannya. Perkelahian pun tak terhindarkan.

Akan tetapi, dengan mudah Umar bin Khattab dapat mengalahkan jin tersebut. Karena tidak terima dengan kekalahan tersebut, dan merasa bahwa dirinya menjadi terhina, sang jin menantang Umar bin Khattab untuk yang kedua kalinya. Lagi-lagi, Umar bin Khattab dapat memenangkan perkelahian tersebut. Jin tersebut bukan menjadi tambah murka terhadap Umar bin Khattab, tetapi menjadi takut. Karena telah menantangnya sebanyak dua kali, Umar bin Khattab pun enggan melepaskan jin tersebut dengan mudah.

Ia pun mengajukan syarat agar ia dapat melepaskan jin tersebut jika jin tersebut memberitahu salah satu cara agar terhindar dari jin dan sebangsanya. Dengan ketakutan, jin tersebut menjawab ayat kursi.Itulah mengapa ayat kursi merupakan hal yang penting untuk diamalkan bagi umat islam. Karena dengan membaca ayat kursi, seseorang dapat terhindar dari bangsa jin. Ini merupakan sepenggalan kisah sahabat Nabi tentang Syaja’ah, yakni kisah Umar bin Khattab.

Loading...