Kisah Sahabat Nabi Tentang Sholat Yang Khusyu’ Kepada Alloh

Posted on

Nabi Muhammad SAW memiliki banyak sahabat yang selalu setia menemani beliau dalam keadaan apapun. Sahabat-sahabat nabi memiliki berbagai sifat yang begitu terpuji. Mereka benar-benar taat kepada Allah Swt melalui semua suri tauladan yang diajarkan nabi kepada mereka. Salah satu sahabat nabi yang memiliki sifat sangat istimewa adalah Ali bin abi Thalib. Ali kerap dikenal dengan kisah sahabat nabi tentang sholat yang begitu khusyu dan tidak goyah. Ali merupakan suami dari Siti Fatimah Az-Zahra, putri Nabi Muhammad Saw.

Sejak awal, Ali sudah memiliki sifat yang begitu mulia hingga mampu membuat fatimah Az-zahra diam-diam jatuh cinta. Keistimewaan ali salah satunya adalah dalam hal sholat.Ali terkenal dengan sholatnya yang begitu khusyu dan sangat fokus. Salah satu buktinya adalah pada suatu peristiwa ketika kaki Ali bin Abi Thalib tertusuk panah. Panah ini menusuk kaki Ali cukup dalam, bahkan hingga mengenai tulang kaki Ali. Berbagai cara untuk mengatasi hal ini sudah dilakukan, salah satunya adalah dengan mencoba mencabut panah yang menancap pada kaki Ali.

Namun, seberapapun besar usaha orang-orang untuk mencabut panah dari kaki Ali, usaha  ini hampir tidak pernah berhasil. Hingga pada akhirnya hanya tertinggal satu solusi, yaitu dengan mendorong panah yang telah tertancap agar bisa menancap lebih dalam, dan kemudian barulah ujung dari panah tersebut bisa dipatahkan dan kaki Ali pun bisa terbebas dari permasalahan yang satu ini. Namun, tentu saja untuk melakukan hal itu nantinya akan membuat Ali semakin kesakitan karena panah harus semakin menancap untuk bisa diambil dan terbebas dari kaki Ali. Tidak ada solusi lain, membuat Ali menerima solusi yang terakhir ini.

image by https://pasberita.com

Ali meminta para sahabat untuk mencabut panah tersebut ketika ia sedang menjalankan ibadah Shalat Ashar di suatu hari. Ali yakin dengan keputusannya yang satu ini, dan permintaannya pun dituruti oleh para sahabat yang sudah merasa tidak ada solusi lain selain mencabutnya secara paksa.Ali memiliki kelebihan yang luar biasa dalam hal menjalankan ibadah shalat, karena benar saja, panah tersebut dapat tercabut ketika Ali sedang menjalankan shalat Ashar dengan begitu khusyu.

Ali tidak merasakan kesakitan sama sekali karena panah yang telah tertancap di kakinya dilepas ketika ia sedang melaksanakan sholat ashar. Hal ini dikarenakan Ali begitu khusyu dalam beribadah kepada Allah SWT, dan kekhusyukan beliau ini sampai membuat kakinya benar-benar kebas walaupun panah sedang menancap dalam kakinya.Setelah shalat terselesaikan, Ali pun kembali berujar  bahwa rasa sakitnya sudah jauh berkurang, dan ia pun seperti tidak sadar bahwa kakinya baru saja mengalami operasi kecil tanpa obat mati rasa sama sekali.

Loading...

Sahabat Rasulullah selalu memanfaatkan waktu untuk shalat sebagai waktu untuk bercengkerama dengan Allah, menceritakan segala keluh kesah dan bererita semua kisah tanpa perlu ada yang harus dihalangi atau ditutupi. Sholat merupakan media yang mereka gunakan untuk berduaan dengan Allah Swt. Ditambah, mereka benar-benar menggunakan sholat sebagai penawar dari berbagai penyakit hati yang menyebabkan kegalauan di dada. Semua permasalahan hati seolah sirna dengan melaksanakan sholat, termasuk hingga Ali bin Abi Thalib saja tidak merasakan kakinya yang tertancap panah dan terlepas begitu saja.

Hal ini sesuai dengan Firman Allah pada surah Al Baqarah ayat ke-153 yang berbunyi, ‘Minta tolonglah kalian dengan sabar dan shalat. Namun yang demikian itu sungguh berat, melainkan bagi orang-orang yang khsuyu’’. Melaksanakan shalat dengan benar-benar khusyu bukanlah hal yang mudah. Bahkan, belum tentu setiap orang bisa melakukan shalat khusyu satu kali dalam sehari. Terkadang, syaithan biasa menggoda manusia dengan memunculkan berbagai pikiran duniawi yang membuat sholat menjadi tidak begitu fokus dengan tujuan utamanya yaitu berdoa kepada Allah Swt.

Tidak hanya Ali bin Abi thalib saja, Abu bakar As-Shidiq pun juga termasuk dalam kisah sahabat nabi tentang sholat yang begitu khusu. Bahkan, sholat abu bakar dapat menarik hati para istri kaum kafir pada saat itu, yang jelas-jelas mereka bukanlah umat muslim namun mereka mampu merasakan keindahan Al-Quran hanya dari pembacaan ayat suci al-quran oleh Abu Bakar As-Sidiq.

Abu bakar terkenal dengen hatinya yang begitu mudah untuk tersentuh ketika melantunkan ayat suci Al-Quran. Hal ini bisa dikarenakan Abu Bakar menjadi saksi betapa benarnya setiap ayat Al-quran yang diturunkan, mengingat Abu Bakar sudah bersama nabi Muhammad sejak kecil dan sejak nabi muhammad belum diangkat sebagai nabi. sehingga, perjalanan nabi muhammad dalam mendapatkan wahyu berupa ayat demi ayat dalam alquran hampir selalu disaksikan oleh Abu Bakar As-Shidiq, dan beliau mengetahui persis seperti apa peristiwa yang melatarbelakangi turunnya ayat-ayat dalam alquran.

Kekhusyukan Abu Bakar As-Sidiq dalam menjalankan ibadah sholat ini sempat membuat para kaum kafir quraisy sangat gusar, karena lantunan yang diucapkan oleh Abu bakar begitu indah dan mampu membuat hati langsung luluh lantak. Kegusaran kaum quraisy ini sudah tidak dapat dibendung lagi, hingga mereka mengajukan beberapa persyaratan yang harus dipatuhi oleh abu bakar. Salah satu persyaratan itu adalah abu bakar diminta untuk melaksanakan shalat di rumahnya saja, agar sholatnya tidak mempengaruhi para istri dan anak dari kamu kafir quraisy.

Demi alasan keamanan, maka abu bakar pun merasa hal ini bukan masalah besar. selama beliau bisa menjalankan ibadah shalat, maka lokasi tidak akan menjadi permasalahan yang begitu serius.Abu bakar pun menuruti syarat yang diajukan kaum quraisy, ditambah memang karena pada saat itu kaum Quraisy masih menjadi penguasa daerah mekah. Sehingga, abu bakar memilih berdamai dengan menjalankan shalat di rumahnya saja dan melantunkan ayat suci al-quran dengan suara yang tidak begitu dikeraskan seperti yang biasanya.

Abu bakar pun membangun masjid di rumahnya sendiri, dan masjid itu digunakan sebagai tempatnya untuk menjalankan shalat dan berdoa kepada Allah SWT. Di masjid rumahnya inilah para istri kaum quraisy merasa takjub dan kagum dengan bacaan abu bakar yang begitu merdu dan indah. Betapapun, abu bakar tidak pernah lepas dari fokusnya ketika melaksanakan ibadah shalat, dan Sahl bin Sa’d pernah berkata bahwa mata Abu bakar tidak pernah melirik sewaktu menjalankan ibadah sholat, dan menandakan bahwa abu bakar begitu khusu’ dalam shalatnya.

Bahkan, ada beberapa sebutan yang didapatkan Abu bakar as-shidiq untuk kekhusyukan shalatnya ini, yaitu beliau menjalankan shalat bagaikan sebuah kayu yang begitu kokoh berdiri. Itulah kisah abu bakar sebagai salah satu teladan dari kisah sahabat nabi tentang sholat. Harapannya, dengan adanya kisah sahabat nabi tentang sholat yang begitu khusyu ini perasaan ini diresapi oleh semua umat islam di seluruh dunia, tak terkecuali untuk generasi islam yang sekarang.

Loading...