Kisah Sahabat Nabi Abu Bakar Ketika Mendapatkan Julukan Ash-Shiddiq

Posted on

Setelah Nabi Muhammad SAW wafat pada 12 Rabiul Awal tahun ke 11 Hijriah, ada seorang sahabat dekat beliau yang menggantikan posisi beliau. Sahabat tersebut bernama Abu Bakar. Sebelum menggantikan Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar sudah memulai kisahnya sebagai salah satu sosok yang paling dekat dan percaya pada Nabi Muhammad SAW. Hal ini terbukti dengan kepercayaan Abu Bakar untuk langsung memeluk Agama Islam setelah Nabi Muhammad SAW mengajaknya secara langsung. Dengan kepercayaannya yang langsung memeluk agama Islam. Kisah sahabat nabi Abu Bakar pun dimulai dari sini.

Setelah menjadi salah satu orang yang paling awal memeluk islam, Abu Bakar pun menjadi salah satu As-Sabbiqun Al-Awwalun. As-Sabbiqun Al-Awwalun merupakan golongan orang-orang yang pertama kali masuk Islam. Hanya beberapa orang saja yang termasuk ke dalam As-Sabbiqun Al-Awwalun ini. Hal ini dikarenakan memang pada awalnya, tak banyak orang yang memercayai suatu agama atau ajaran baru ditengah-tengah agama atau kepercayaan yang sudah berkembang. Salah satu As-Sabbiqun Al-Awwalun tersebut adalah seseorang yang kelak akan menjadi orang-orang yang mendapat petunjuk dan merupakan orang yang akan menggantikan Nabi Muhammad SAW setelah wafat. Ia adalah Abu Bakar.

Abu Bakar memiliki nama lengkap Abdullah bin Utsman bin Amir bin Amru bin Ka’ab bin Sa’Ad bin Tayyib bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Quraisy. Abu Bakar diturunkan di Kota Mekkah, keturunan suku Bani Tamim yang merupakan sub suku dari suku Quraisy. Banyak hal yang dapat beliau lakukan semasa hidupnya. Diantaranya adalah berdagang, memberikan keputusan yang adil sebagai hakim, menafsirkan mimpi, dan yang lainnya.

image by https://greentech.bg

Setelah Abu Bakar memeluk agama Islam, beliau semakin dekat dengan Nabi Muhammad SAW. Beliau selalu menuruti dan memercayai apa yang dikatakan dan dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW karena beliau telah mengetahui bahwa Nabi Muhammad SAW adalah seorang utusan Allah SWT. Misalnya saja, ketika Nabi Muhammad SAW mengalami suatu peristiwa yang tidak masuk kedalam akal manusia, Abu Bakar dengan teguh dan tegas berkata bahwa ia memercayai dengan sepenuh hati apa yang telah Nabi Muhammad SAW alami. Peristiwa tersebut adalah Isra Miraj.

Isra Miraj merupakan suatu peristiwa yang sangat sulit untuk dipikirkan oleh akal manusia. Karena peristiwa tersebut merupakan salah satu peristiwa luar biasa yang terjadi diluar akal manusia. Peristiwa seperti itu tentu saja tidak akan terjadi tanpa adanya peran dari Allah SWT sang Maha Kuasa. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, ada seorang manusia yang dapat naik menuju pintu-pintu langit lalu memasukinya. Pintu-pintu langit tersebut tidak hanya satu, namun menurut para ahli ada 7 lapis pintu yang dilalui oleh Nabi Muhammad SAW pada saat peristiwa Isra Miraj. Pintu yang pertama merupakan pintu dunia yang dinaiki Nabi Muhammad SAW dengan cara menaiki tangga.

Loading...

Setelah melewati dan memasuki enam pintu, Nabi Muhammad SAW ingin memasuki pintu yang ketujuh. Dipercaya jika Nabi Muhammad SAW dapat melewati pintu yang ketujuh itu, beliau dapat bertemu dengan Allah SWT. Akan tetapi, hal tersebut tidak terjadi. Hal ini dikarenakan Nabi Muhammad SAW merasakan hawa yang sangat amat dingin sehingga membuat ia menggigil. Nabi Muhammad SAW pun tidak sanggup untuk bertemu dengan Allah SWT.

Hasil dari peristiwa Isra Miraj yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW adalah kewajiban bagi umat islam untuk melaksanakan sholat wajib 5 waktu dalam sehari. Kewajiban ini merupakan kewajiban mutlak bagi seluruh umat yang beragama islam. Hal ini dikarenakan shalat merupakan tiang agama islam. Selain itu, amalan yang pertama kali akan dihitung oleh Allah SWT ketika seorang manusia meninggal adalah amalan Shalatnya. Jika baik amalan Shalatnya, maka baiklah pula amalan yang lainnya. Begitu juga sebaliknya, jika buruk amalan Shalatnya, maka buruklah pula amalannya yang lain.

Peristiwa ini merupakan peristiwa yang sangat luar biasa bukan? Dalam sejarahnya, tidak ada seorang pun yang akan langsung memercayai bahwa telah ada seorang manusia yang dapat menaiki tangga-tangga untuk melewati dan memasuki pintu-pintu langit. Akan tetapi, berbeda halnya dengan Abu Bakar. Setelah Nabi Muhammad SAW mengalami peristiwa Isra Miraj tersebut, beliau menceritakan hal tersebut kepada sahabatnya, Abu Bakar. Dengan tegas, Abu Bakar pun langsung memercayai peristiwa yang telah dialami oleh Nabi Muhammad SAW tersebut tanpa adanya keraguan dalam hatinya.

Setelah ia memercayai Nabi Muhammad SAW, Nabi Muhammad SAW pun memberikan sebuah julukan kepada beliau. Julukan tersebut adalah Ash-Shiddiq. Ash-Shiddiq sendiri memiliki arti adalah orang yang dapat dipercaya. Itulah mengapa hingga kini Abu Bakar lebih sering dikenal dengan nama Abu Bakar Ash-Shiddiq.Abu Bakar Ash-Shiddiq tentu saja ikut membantu Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan agama Islam. Beliau mengajarkan agama islam kepada beberapa orang, diantaranya adalah Utsman bin Affan – yang kelak juga menjadi sahabat Nabi, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, S’ad bin Abi Waqas, dan yang lainnya.

Akan tetapi, ketika Abu Bakar Ash-Shiddiq mengajarkan agama islam kepada istirnya, Qutayla binti Abdul Uzza, istrinya tersebut tidak memercayainya dan enggan untuk memeluk agama islam. Karena tidak mau menuruti perintahnya untuk memeluk agama islam, Abu Bakar Ash-Shiddiq pun menceraikan istrinya tersebut. Setelah cerai dari Qutayla Binti Abdul Uzza, Abu Bakar Ash-Shiddiq menikahi seorang wanita yang bernama Ummu Ruman. Ummu Ruman pada akhirnya ikut memeluk islam juga. Selain mengajak istrinya untuk memeluk agama islam, Abu Bakar Ash-Shiddiq juga mengajak semua anaknya untuk memeluk agama islam.

Semua anaknya patuh dan menuruti perkataan Abu Bakar tersebut, kecuali salah satu anaknnya yang bernama Abd Rahman bin Abu Bakar. Karena tidak mau menuruti perkataannya inilah, menjadikan Abd Rahman bin Abu Bakar dan Abu Bakar sendiri akhirnya berpisah.Kisah sahabat Nabi Abu Bakar tidak hanya berhenti sampai disitu saja, selain menjadi sahabat, Abu Bakar juga telah menjadi keluarga dari Nabi Muhammad SAW sendiri. Hal ini dikarenakan Abu Bakar Ash-Shiddiq merupakan ayah dari seseorang wanita yang dinikahi oleh Nabi Muhammad SAW.

Anak Abu Bakar Ash-Shiddiq sekaligus istri dari Nabi Muhammad SAW tersebut adalah Siti Aisyah.Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, bertahun-tahun dunia diliputi kesedihan. Bagaimana tidak, kekasih Allah SWT telah dipanggil kembali oleh Allah SWT dari kehidupannya didunia. Untuk itu, harus ada seorang pengganti yang dapat menggantikan beliau. Orang-orang sepakat menunjuk Abu Bakar Ash-Shiddiq karena beliau merupakan salah satu orang kepercayaan Nabi Muhammad SAW.

Abu Bakar pun mendapat julukan Khulafaur Rasyidin, yakni artinya adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. Setelah kisah sahabat nabi Abu Bakar Ash-Shiddiq selesai, ada tiga orang lainnya yang juga mendapat julukan Khulafaur Rasyidin dan menjadi penerus Nabi. Mereka adalah Umar bin Khatbthab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.

Loading...