Kisah Nabi Yusuf As Singkat dan Lengkap Dalam Sejarah dan Cerita

Posted on

Memiliki sebelas saudara, tidak membuat Nabi Yusuf mendapatkan arti saudara sesungguhnya. Ya, Nabi Yusuf AS merupakan putera seorang Nabi Yaqub yang tidak terlalu memiliki nasib baik dalam keluarga. Nabi Yusuf memiliki satu saudara kandung bernama Benyamin, berasal dari satu ibu bernama Rahil. Saudara lainnya dari beda ibu masih ada 10 orang lainnya.

Namun, kesepuluhnya tidak suka kepada Nabi Yusuf. Ya, seperti yang dijelaskan tadi, Nabi Yusuf tidak mendapatkan arti saudara sesungguhnya diawal usianya. Nabi Yusuf dibenci dan bahkan ingin dibunuh oleh saudaranya sendiri yang bersatu.Seperti apakah Kisah Nabi Yusuf AS selanjutnya? Simak terus artikel berikut ini. dalam artikel ini akan diberikan kisah Nabi Yusuf secara singkat yang berisi perjalanan hidupnya mulai dari dibenci oleh saudaranya, hampir terbunuh, dan apa saja mukjizat yang dimiliki Nabi Yusuf AS.

Nabi Yusuf lahir dalam keluarga yang tidak utuh. Lahir sebagai putra ketujuh, seharusnya Nabi Yusuf memiliki banyak kakak yang menyanginya karena jumlah saudaranya ada 11. Ada pula seharusnya adik-adik dari nabi Yusuf yang juga seharusnya menghormatinya. Namun, tidak begitu kehidupan awal dari Nabi Yusuf. Nabi Yusuf dibenci oleh para saudara yang bersatu lantaran iri kepadanya. Ya, Nabi Yusuf begitu dicintai oleh ayahnya Nabi Yaqub.

Kisah Nabi Yusuf As Singkat dan Lengkap (Sejarah dan Cerita)

Hal ini lantaran Nabi Yusuf selalu bertutur baik, berperilaku baik, dan memang sangat menghormati orangtua. Nabi Yusuf begitu dimanjakan oleh Ayahnya, terutama setelah Rahil sang ibu meninggal saat Nabi Yusuf berusia 12 tahun.

Melihat setiap hari Nabi Yusuf begitu berbeda diperlakukannya, membuat saudara yang lainnya menjadi iri dan dengki. Iri dan dengki para saudaranya bukan hanya membuat Nabi Yusuf menjadi diperlakukan berbeda setiap hari. Bahkan, pada suatu malam terdapat suatu perundingan diantara kesepuluh saudaranya kecuali Benyamin.

Kisah nabi Yusuf AS perundingan pembunuhan

Salah satu cerita yang paling menyentuh dalam Kisah Nabi Yusuf AS, tentunya soal rencana pembunuhan oleh saudara-saudaranya. Dalam kisahnya, Nabi Yusuf ternyata direncanakan dibunuh oleh saudaranya sendiri hanya karena mereka iri dan dengki akan sikap ayahnya yang dirasa tidak bersikap adil. Pada suatu malam ditempat yang tersembunyi, para saudara Nabi Yusuf berunding untuk melenyapkan Nabi Yusuf yang menjadi sumber kekesalan setiap hari.

Munculah satu ide yang akan dilakukan kepada Nabi Yusuf yaitu dengan cara membunuhnya saat diajak pergi. Mereka merencanakan untuk mengajak Nabi Yusuf pergi jalan-jalan atau berekreasi ke tempat yang jauh dan diperjalanan dia dibunuh. Dalam ide ini, mereka mengganggap bahwa Nabi Yusuf yang berhati baik tidak akan menolak ajakan saudaranya. Agar lebih meyakinkan, mereka merencanakan pula acara ini sebagai acara untuk menjaga keharmonisan sesama saudara.

Baca juga kisah menarik:

Namun pada saat rencana hampir matang, seorang saudara dikisahkan bernama Yahudza, sebagai anak keempat sedikit membelokkan ide tersebut. Ide yang diberikan bukan untuk membunuh Nabi Yusuf. Yahudza berpendapat bahwa tidak selayaknya mereka para anak Nabi Yaqub membunuh saudara sendiri. Yahudza menyarankan untuk memasukkan Nabi Yusuf ke dalam perigi atau sumur saja.

Ia berpendapat jika Nabi Yusuf dimasukkan ke dalam sumur, maka besar kemungkinan nanti akan ditemukan oleh Kafilah yang akan mengambil air. Jadi, setelahnya mereka tetap tidak akan bertemu dengan Nabi Yusuf karena kafilah tersebut pasti akan membawanya sebagai budak. Rencana ini disambut baik oleh saudaranya yang lain. Karena pada intinya, Nabi Yusuf akan lenyap dari rumah dan sang Ayah tidak akan lagi memiliki seseorang yang paling dimanja dan dicintai.

Nabi Yusuf bukan seorang manusia biasa. Nabi Yusuf diberikan mukjizat berupa tafsir mimpi yang sangat baik. Semalam sebelum rencana pelenyapkan dirinya oleh para saudaranya dimulai, Nabi Yusuf bermimpi dan sudah mengetahui rencana jahat saudaranya melalui mimpi. Bgeitu mengetahuinya, Nabi Yusuf segera bercerita kepada Ayahnya. Namun, sang Ayah menyambut baik bahwa setelah itu akan aada kehidupan yang lebih baik menurut firasat Ayah.

Setelah merencanakan dengan matang, maka tibalah meminta izin kepada Nabi Yaqub sang Ayah. Salah satu saudara tertua meminta izin untuk membawa Nabi Yusuf pergi berekreasi. Sesuai dengan rencana, ia menjelaskan bahwa acara ini agar mereka sesama anak dari Nabi Yaqub menjadi saling akrba dan saling menyayangi. Nabi Yaqub yang telah mengetahui rencana jahat tersebut mengajukan pertanyaan dan beralasan agar Nabi Yusuf tidak bisa diajak pergi. Namun, tidak ada alasan yang kuat untuk terlalu mencurigai rencana anak-anaknya untuk membawa berekreasi Nabi Yusuf.

Maka dengan pasrah, Nabi Yaqub mengizinkan mereka pergi. Akhirnya, pergilah mereka semua kecuali Benyamin. Nabi Yusuf dengan kepasrahan pula mengikuti ajakan saudaranya untuk jalan-jalan. Dan Benar, setibanya di suatu daerah, sesuai rencana mereka memasukan Nabi Yusuf ke dalam sumur yang cukup dalam namun airnya cetek. Nabi Yusuf ditinggal dan dilaporkan kepada ayahnya telah wafat lantaran dimakan oleh serigala dan hanya baju berlumur darah buatan sebagai kenangan terakhir.

Kesabaran dan kekuatan Iman Nabi Yusuf

Nabi Yusuf bukanlah seorang manusia yang biasa. Manusia pilihan Allah ini memiliki kesabaran yang luar biasa. Akhirnya benar, Nabi Yusuf ditemukan oleh kafilah dan dijadikan budak. Namun karena melihat wajah yang tampan, badan yang tegap dan sangat menarik, kafilah tersebut menjualnya di pasar jual beli manusia pada zaman itu. Dibelilah Nabi Yusuf oleh seorang menteri Kerajaan Mesir untuk dijadikan budak atau pembantu dirumah yang ia tinggali bersama Zulaikha istrinya.

Di dalam rumah, awalnya Nabi Yusuf hanya dijadikan pembantu dan dirinya pun dengan suka hati untuk mengerjakan apa yang diperintahnya Futhihar sang mentri, dan Zulaikha. Namun seiring berjalannya waktu, Zulaikha yang rendah iman menaruh kecintaan dan timbul nafsu syahwat kepada Nabi Yusuf yang sangat tampan. Direncanakannya niat jahat untuk memuaskan nafsunya. Namun, keimanan Nabi Yusuf begitu kuat.

Walau sudah dijebat untuk bisa bergumul dengan Zulaikha yang cantik jelita dan muda namun istri orang, Nabi Yusuf tetap bersikeras menahan diri. Hingga akhirnya, dilihatnya kesalahpahaman oleh Futhihar sehingga Zulaikha menyalahkan Nabi Yusuf dan memfitnahnya telah berbuat kurang ajar. Nabi Yusuf dijebloskan ke dalam penjara untuk hukuman perbuatan yang tidak ia lakuakan sama sekali. Nabi Yusuf tetap sabar dan ikhlas justru senang bahwa nanti dirinya akan bisa berdakwah dipenjara.

Namun suatu ketika, terdapat kegusaran dalam kerajaan. Sang Raja bermimpi aneh dan telah memanggil semua tafsir mimpi namun tidak ada yang mengerti. Hingga akhirnya diketahui bahwa ada seorang tahanan penjara yang mampu menjelaskan mimpi Raja dan jawabannya sangat memuaskan. Akhirnya Nabi Yusuf dibebaskan dan bahkan diangkat menjadi Wakil Raja Mesir.