Kisah Nabi Sulaiman dan Semut Gula Sebuah Kisah Yang Inspiratif

Posted on

Kisah Nabi Sulaiman dan semut gula adalah salah satu kisah yang banyak dicari oleh masyarakat. Kisah mengenai dialog dan perbincangan Nabi Sulaiman AS bersama dengan bangsa semut adalah satu kisah yang sudah banyak diketahui oleh masyarakt baik oleh anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Karena memang Nabi Sulaiman AS yang begitu cerdas ini diberikan banyak mukjizat kepada Allah SWT. Salah satu diantaranya yang cukup populer dan banyak diingat ialah mukjizat dimana Nabi Sulaiman AS mampu berbicara dengan bangsa hewan.

Nabi Sulaiman AS tidak hanya dikaruniai kecerdasar berpikir, ketajaman berpikir, harta yang melimpah, dan kekuasaan yang tinggi. Nabi Sulaiman AS bahkan dikaruniai oleh Allah berbagai kenikmatan yang tidak dirasakan oleh nabi lainnya yaitu mampu menguasai bangsa jin dan bahkan yang paling banyak diingat oleh masyarakat ialah kemampuan Nabi Sulaiman AS dalam berdialog dengan hewan. Salah satu cerita yang banyak diingat dan menjadi sejarah ialah dialog antara Nabi Sulaiman AS dengan bangsa semut.

Ketika itu rombongan Nabi Sulaiman AS dalam perjalanan untuk melindasi sebuah lembah yang ditempati oleh bangsa semut sebagai sarangnya. Kemudian Nabi Sulaiman AS memerintahkan bangsa semut untuk berlindung sebelum ia dan rombongannya melintas. Atas tindakan yang beliau lakukan, akhirnya bangsa semut memberikan banyak pujian kepada Nabi Sulaiman AS. Kisah ini memang begitu inspiratif, hingga akhirnya muncullah hikayat kisah Nabi Sulaiman dan semut gula yang juga akan semakin membuat Anda terinspirasi. Tentu saja hikayat ini berisi tentang sebuah pelajaran berharga yang juga perlu anda petik hikmahnya. Berikut ini adalah hikayat Nabi Sulaiman AS dengan semut gula.

image by http://www.terro.com

Suatu hari Nabi Sulaiman AS bertemu dengan seekor semut kemudian beliau bertanya kepadanya. Ia menanyakan mengenai seberapa banyak makanan yang sebetulnya dibutuhkan oleh para semut untuk bisa bertahan hidup selama satu tahun. Kemudian semut itu menjawab pertanyaan Nabi Sulaiman AS. Dimana semut hanya akan membutuhkan makanan sebesar sebutir gula untuk bisa hidup selama satu tahun.

Mendengar jawaban dari sang semut, kemudian akhirnya Nabi Sulaiman AS memiliki inisiatif untuk meletakkan semut ke dalam sebuah botol atau wada tertutup kemudian di letakkan pula satu butir gula didalamnya untuk menjadi makanan semut tersebut. Nabi Sulaiman AS meletakkan semut itu selama satu tahun didalam botol itu.Selepas satu tahun berlalu, Nabi Sulaiman AS membuka tudung wadah atau botol itu dan terkejut ketika melihat sang semut masih menyisakan separuh gula didalamnya. Itu artinya ia hanya memakan setengah dari gula yang diberikan oleh Nabi Sulaiman AS kepadanya.

Melihat hal ini, Nabi Sulaiman AS kemudian menanyakan kepada sang semut apa alasan yang membuat ia hanya memakan setengah gula saja. Padahal sebelumnya semut itu telah mengatakan bahwa ia membutuhkan satu butir gula untuk bisa bertahan hidup selama satu tahun. Kemudian semut itu menjawab pertanyaan beliau, dimana semut itu mengatakan bahwa apabila ia berada diluar wadah atau botol itu, sang semut yakin bahwa Allah SWT akan memberikan rezeki yang cukup kepadanya untuk bisa bertahan hidup.

Kisah nabi sulaiman yang tidak boleh dilewatkan:

Akan tetapi setelah semut itu diletakkan di wada tertutup atau botol itu, sang semut merasa ragu dan tidak yakin apakah manusia akan bisa mencukupi rezekinya. Ia bahkan merasa khawatir dan takut apabila nantinya Nabi Sulaiman AS akan melupakannya dan tidak mengeluarkannya dari botol itu setelah satu tahun seperti yang ia katakan. Oleh karena itu, sang semut kemudian berpikir unruk lebih cermat dalam menghidupi dirinya selama satu tahun agar ia tetap bisa bertahan hidup dengan satu butir gula dalam wadah.

Kalimat yang sangat membekas dari seekor semut kala itu, diantaranya ialah mengatakan bahwa dahulu sang semut bertawakan dan pasrah hanya kepada Allah. Dengan bertawakan kepada Allah SWT, sang semut yakin bahwa Allah SWT tidak akan melupakannya dan tidak akan menghambat rezekinya. Akan tetapi setelah sang semut dimasukkan didalam botol dan kemudian mulai pasrah kepada Nabi Sulaiman AS yang meletakkannya didalam wadah tertutup, sang semut mulai tidak yakin apakah Nabi Sulaiman AS akan mengingatnya termasuk untuk membukakan wadah tertutup di tahun depan sehingga ia akan bisa mendapatkan sebutir gula lagi. Atau bahkan justru Nabi Sulaiman AS akan meupakannya.

Nabi Sulaiman AS memang seorang nabi yang begitu kaya raya, akan tetapi tentu saja kekayaan dari nabi Sulaiman AS ini terbatas dan kekayaan mutlak hanya dimiliki oleh Allah SWT Sang Pencipta Alam Semesta. Nabi Sulaiman AS memang seorang nabi yang penuh kasih sayang dan baik hati, akan tetapi yang maha Baik dan Maha Kasih adalah Allah SWT yang memiliki sifat mutlak dan absolut. Bagaimanapun kayanya Nabi Sulaiman AS, ia tetaplah seorang manusia yang memiliki luput dan kekurangan. Sehingga tidaklah patut dijadikan sebagai tempat bergantung selain Allah SWT.

Dengan adanya cerita atau hikayat ini tentu saja bisa diambil hikmah didalamnya bahwa Allah SWT telh menjamin rezeki bagi setiap makhluk hidup yang telah Dia ciptakan baik itu manusia, hewan, tumbuhan, dan lain sebagainya. Semuanya telah diatur dan dijamin oleh Allah secara jelas dan nyata. Hal ini bahkan diterangkan lebih lengkap didalam Al-Qur’an Surat Hud (11) ayat 6.

Dalam hikayat tersebut digambarkan dengan jelas bagaimana seekor semut saja begitu yakin dengan rezeki yang Allah berikan kepadanya. Semut itu mengajarkan bahwa sebagai manusia, hendaklah kita selalu yakin dan berkhsunudzon terhadap berbagai ketetapan yang diberikan Allah kepada kita termasuk dalam urusan rezeki. Yakinlah bahwa pemberi rezeki di dunia ini adalah hanya dari Allah semata dan yakinlah bahwa jalannya rezeki bisa dari berbagai arah yang tidak terduga.

Itulah hikayat kisah Nabi Sulaiman dan semut gula. Dengan mengetahui kisah ini, diharapkan Anda bisa mendapatkan pelajaran dan mampu memetik hikmahnya sehingga mampu sedikit demi sedikit melakukan perbaikan diri menjadi pribadi yang lebih baik. Bahkan Rosulullah SAW juga pernah bersabda dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Nu’aim. Beliau bersabda bahwa sebaiknya Anda mengambil dan mencari rezeki dengan cara yang baik dan tidak dengan melakuakn berbagai cara yang maksiat kepada Allah.

Karena sesungguhnya segala hal yang ada di sisi Allah SWT tidak akan bisa diraih kecuali hanya dengan menaati perintah Allah SWT. Dari hadist ini juga menyampaikan bahwa Anda perlu untuk selau bertawakal dan juga berpasrah diri semata mata hanya kepada Allah SWT Sang Pencipta Alam Semesta dan pemilik alam semesta ini. Dan janganlah Anda bergantung pada manusia sekuat apapun, sekaya apapun manusia yang menjadi tempat Anda bertumpu karena hal tersebut justru akan membuat Anda menjadi semakin sempit.