Kisah Nabi Sulaiman dan Malaikat Maut Yang Mengingatkan Kita Pada Kematian

Posted on

Kisah Nabi Sulaiman dan malaikat maut ini telah banyak yang mengetahuinya bukan? Kisahnya tentu tak jauh-jauh mengenai atau tentang kematian manusia. Banyak manusia telah melukapan bahwa kematian bisa saja mengikutinya kemanapun dan kapan pun ia berada. Karena kematian telah ditentukan jauh hari bahkan sebelum kita dilahirkan. Yang mana nyawa kita ini akan dicabut oleh Malaikan Pencabut Nyawa yang bernama Malaikat Izrail. Pemberian tugas kepada Malaikat Izrail ini tidaklah tanpa alasan.

Berikut adalah kisahnya. Pada saat Allah SWT ingin menciptakan manusia, yakni Nabi Adam AS. Sebelum Allah menciptakan Adam AS dari tanah, Allah memberitahukan kepada bumi bahwa Dia ingin mengambil tanah disana untuk menciptakan Adam AS. Maka diperintahkan-Nya 4 malaikat untuk mengambil tanah dari bumi. Namun, dari ke empat malaikat ini tidak turun secara bersamaan.

image by http://www.marimembaca.com

Mereka turu secara berturut-turut mulai dari Malaikat Jibril terlebi dahulu, kemudian Malaikat Israfil dan Mikail, dan kemudian baru Malaikat Izrail. Mengapa demikian berikut adalah penjabarannya yang bisa anda ketahui secara lengkap dan jelas:

  1. Pada mulanya, Allah hanya mengirimkan Malaikat Jibril untuk mengambil tanah dari bumi. Namun, sebelum Malaikat Jibril mengambilnya, bumi bertanya mengenai tujuan Allah SWT mengambil mengambil tanah di bumi. Kemudian Malaikat Jibril menjawab yang intinya Allah akan menciptakan manusia yakni Adam AS dan keturunannya yang jika ia menyembah-Nya dan bernaung pada perlindungan-Nya maka akan dimasukkanlah ia kedalam surga-Nya, dan jika tidak maka akan dimasukkan ke dalam neraka jahanam-Nya. Mendengar jawaban tersebut, bumi dengan nada merendah berkata bahwa ia tidak tahan dan tidak sanggup untuk menerima beban dosa manusia di bumi dan tidak mau jika tanahnya diambil untuk menciptakan manusia dengan berucap sumpah atas nama Allah. Dan hal tersbeut membuat Malaikat Jibril mengurungkan niatnya untuk mengambil tanah dari bumi dan kembali tanpa membawa tanah dan menceritakan alasan yang telah diucapkan bumi.
  2. Kegagalan Malaikat Jibril membuat Allah kembali mengutus malaikan lainnya, yakni Malaikat Israfil dan Mikail untuk turun ke bumi guna mengambil tanah yang akan digunakan untuk menciptakan Adam AS. Dan kejadian yang sama terulang kembali. Lagi-lagi bumi menanyakan hal yang sam serta mengucapkan sumpah yang sama dengan membawa nama Allah sehingga membuat Malaikat Israfil dan Mikail juga kembali tanpa membawa tanah seperti yang terjadi pada Malaikat Jibril sebelumnya.
  3. Kedua kegagalan tersebut membuat Allah harus mengutus malaikat lainnya lagi untuk mengambil tanah dari bumi. Maka diutuslah Malaikat Izrail. Namun, Malaikat Izrail datang dengan cara yang berbeda dengan ketiga malaikat yang datang sebelumnya. Ia datang lalu memukulkan pedangnya ke bumi. Hal ini tentu membuat bumi takut dan bergetar dengan penuh ketakutan. Kemudian dengan sigap, Malaikat Izrail mencabut segenggam tanah dari bumi walaupun bumi telah bersumpah atas nama Allah, seraya berkata ia memilih untuk menuruti segala perintah Allah SWT dan bukan sumpah merendahnya bumi atas diambilnya tanah darinya.Kemudian dengan segera, Malaikat Izrail kembali dan menghadap kepada Allah SWT. Kemudian Allah bertanya “Mengapa engkau tidak mengikuti sumpahnya (bumi) ?. Jawaban Malaikat Izrail: ”Perintah-Mu lebih aku ikuti dan aku takuti daripada sumpahnya”. Kemudian Allah berfirman: “Engkaulah Malaikat pencabut nyawa (malakul maut)”.

Kisah Malaikat Izrail diatas telah membuat gambaran bukan, bagaimana taatnya Malaikat Izrail terhadap Allah dan tanpa ragu, tanpa ampun Ia tetap menjalankan perintah Allah walapun bumi telah bersumpah dan merendah agar tidak diambil tanahnya. Hal ini juga berlaku pada saat mencabut nyawa manusia. Malaikat Izrail akan mencabut nyawa manusia termasuk Rosul, Nabi dan seluruh utusan-Nya tanpa mengindahkan apa yang telah dikatakan untuk menghalangi tugasnya. Ia hanya akan melakukan tugasnya sesuai deng perintah Allah SWT, dengan cara yang telah Allah tentukan dan tempat yang telah Allah gariskan sebelumnya.

Kisah nabi sulaiman yang tidak boleh dilewatkan:

Kisah Nabi Sulaiman dan malaikat maut juga akan mengingatkan anda bagaimana Allah telah menentukan kematian seseorang jauh hari sebelum mereka dilahirkan. Namun, waktu kematian hanya Allah lah yang tahu, Malaikat Izrail pun mengetahui kematian seseorang hanya melalui daun dari pohon di bawah ‘Arsy yang jatuh. Kisah bersama dengan Nabi Sulaiman adalah sebagai berikut: Pada suatu ketika Malaikat Izrail datang ke istana Nabi sulaiman, namun kedatangannya bukan untuk mencabut nyawa Nabi Sulaiman, akan tetapi seseorang pemuda yang tengah berkunjung ke istana Nabi Sulaiman. Pada saat kedatangan Malaikat Izrail tersebut, pemuda itu tengah mengobrol dengan Nabi Sulaiman.

Malaikat Izaril yang pada saat itu datang dengan wujud manusia seketika berubah raut mukanya dan menatap dengan tajam ke arah pemuda yang menjadi tamu dari Nabi Sulaiman. Tatapan itu tentu membuat sang pemuda merasa takut dan berdebar-debar karena kejadian tersebut. Selang beberapa saat kemudian, Malaikat Izrail pergi dan pemuda itu bertanya kepada Nabi Sulaiman “Ya Nabi Sulaiman alaihissalam, siapakah orang tadi?” lantas Nabi Sulaiman menjawab “Itu adalah malaikat maut yang sedang menyamar menjadi manusia.” Kemudian pemuda itu merasa sangat ketakutan dan meminta kepada Nabi Sulaiman untuk mengirimkannya ke Negeri China agar ia tidak dicabut nyawanya oleh Malaikat Izrail.

Nabi Sulaiman telah menjelaskan pula bahwa manusia tidak dapat mengelak atas kematian yang telah ditentukan. Namun, pemuda itu tetap bersikeras agar Nabi Sulaiman mau menerbangkan pemuda itu dengan mukzizat Nabi Sulaiman yang dapat menguasai angin sehingga dapa dengan mudah menerbangkan pemuda tersebut ke China. Setelah beberapa saat dengan beberapa permohonan dari sang pemuda, akhirnya Nabi Sulaiman mengirimnya ke China. Setelah hari itu, Nabi Sulaiman bertemu kembali dengan Malaikat Izrail dan bertanya tentang alasan Malaikat Izrail menatap tajam ke arah pemuda kemarin.

Dan jawaban Malaikat Izrail adalah Ia telah diprintahkan untuk mencabut nyawa pemuda tersbeut pada hari itu di China. Sedangkan pada saat itu pemuda tersebut tengah berbincang dengan Nabi Sulaiman. Sehingga Malaikat Izrail keheranan, mengapa Allah memerintahkannya untuk mencabut nyawa pemuda tersebut di China padah sudah mendekati waktunya. Sehingga pada hari itu juga Malaikat Izrail telah mencabut nyawa pemuda tersebut di China.

Hikmah dan pelajaran yang bisa diperoleh dari kisah Nabi Sulaiman dan malaikat maut tersebut suahlah sangat jelas bahwa kita sebagai manusia memang tidak bisa menolak atau lolos dari kematian yang telah ditakdirkan untuk kita. Walapun kita telah berusaha mengelaknya dengan cara apapun. Karena Malaikat Izrail akan tetap mengikuti kemanapun kita pergi dan mlaksanakan perintah Allah tanpa memandang siapa yang akan dicabut nyawanya.

Kita sebagai manusia hanya bisa pasrah dengan ketentuan Allah. Maka dari itu persiapkan diri kita sejak dini. Karena kapan dan dimana kita akan meninggal tidak ada yang tahu. Termasuk Malaikat Pencabut Nyawa sekalipun. Perbanyak ibadah, utamakan akhirat maka dunia akan mengikuti.

Loading...