Kisah Nabi Musa Menampar Malaikat Maut, Bukti Nyata Kuasa Allah SWT

Posted on

Nabi Musa as merupakan salah seorang Nabi dan Rasul yang diutus oleh Allah untuk menyampaikan ajaran tauhid Allah SWT. Selain mendapatkan wahyu langsung dari Allah tanpa perantara, Nabi Musa as juga diberikan beberapa mukjizat oleh Allah dalam rangka menybarkan ajaran tauhidNya. Salah satu kisah Nabi Musa as yang sering kita dengar adalah beberapa mukjizatnya yang luar biasa. Mukjizat tersebut adalah membelah lautan, mengubah tongkat menjadi ular, mengeluarkan cahaya dari tangannya, menghidupkan orang mati, serta menurunkan makanan dari surga. Kisah dan mukjizat Nabi Musa as tersebut disampaikan oleh Allah melalui Al Qur’an yaitu salah satu mukjizat dari Nabi Muhammad SAW. Ternyata tak cukup sampai disitu, ada juga kisah Nabi Musa menampar malaikat maut hingga kedua matanya menjadi buta.

Nabi Musa as merupakan salah satu utusan Allah yang diutus untuk menyampaikan wahyunya kepada Bani Israil. Pada saat itu Mesir yang masyarakatnya telah beriman saat Nabi Yusuf diutus kembali menjadi negeri yang dipenuhi dengan orang kafir. Masyarakat Mesir setelah wafatnya Nabi Yusuf memiliki sistem banyak tuhan dan akhirnya muncullah generasi Raja Fir’aun yang menganggap dirinya sebagai tuhan. Nabi Musa as diutus Allah untuk memberikan petunjuk kepada raja Fir’aun dan kaumnya yang memiliki banyak tuhan. Sejak lahir, Nabi Musa telah mengalami banyak cobaan termasuk dimana ia terpaksa dihanyutkan ke sungai dalm sebuah peti saat masih bayi. Nabi Musa as dihanyutkan agar tidak dibunuh oleh Raja Fir’aun yang waktu itu cemas akan kelahiran anak laki-laki di negerinya.

Raja Fir’aun takut jika ramalan bahwa ia akan dibunuh oleh seorang anak laki-laki dari kaum Bani Israil akan terwujud. Fir’aun pun memerintahkan agar setiap anak laki-laki yang baru lahir untuk dibunuh. Namun karena membutuhkan budak untuk mengurus kekayaannya, Fir’aun mengubah peraturannya dengan bayi laki-laki yang lahir di tahun pertama akan dibunuh, sedangkan di tahun berikutnya tidak dibunuh. Sayangnya, Nabi Musa as lahir di tahun dimana bayi laki-laki harus dibunuh. Ibu Nabi Musa yang juga merupakan Ibu dari Nabi Harus cemas dan akhirnya memutuskan untuk melahirkan Nabi Musa as secara sembunyi-sembunyi.

image by http://www.hammettz.com

Karena takut Nabi Musa akan dibunuh, maka Ibu Nabi Musa harus merelakan buah hatinya untuk dihanyutkan ke sungai Nil hanya dengan sebuah peti. Peti inilah yang mengantarkan Nabi Musa as kepada taqdir yang telah ditentukan Allah yaitu ditemukan oleh istri Raja Fir’aun. Karena kasih sayang istri Raja Fir’aun kepada Nabi Musa as, akhirnya beliau diangkat sebagai anak dan dirawat oleh istri Raja Fir’aun. Meskipun begitu, Allah memberikan jalan agar Ibu kandung Nabi Musa as dapat menyusui buah hatinya tanpa diketahui oleh Fir’aun.

Setelah bertambah dewasa akhirnya Nabi Musa mulai mengalami berbagai hal yang membuatnya mulai berpikir tentang tuhan. Nabi Musa as tumbuh sebagai anak yang kuat dan juga berani. Saat menginjak dewasa, saking kuatnya saat beliau ingin melerai orang yang sedang berkelahi justru membunuh orang tersebut. Saat tahu jika beliau membunuh orang tersebut meminta ampunan kepada Allah SWT meskipun beliau belum mengenal Allah SWT secara langsung. Setelah mengalami beberapa kejadian sama yang berujung membunuh orang. Akhirnya Nabi Musa as memutuskan untuk pergi dari kota Mesir dan berkelana.

Dalam perjalanannya di tanah yang asing, beliau akhirnya dipertemukan dengan nabi Syu’aib dan menikah dengan putri Nabi Syu’aib. Setelah sepuluh tahun lamanya Nabi Musa as hidup bersama keluarga Nabi Syu’aib dan belajar banyak hal mengenai tauhid. Tibalah saatnya Nabi Musa as rindu akan Mesir dan memutuskan untuk kembali ke Mesir bersama keluarganya. Di tengan perjalanan, Nabi Musa dan istrinya yang taat melalui berbagai rintangan dan tibalah saat dimana beliau menemukan sebuah kobaran api yang merupakan awal turunnya wahyu dari Allah. Wahyu ini disampaikan langsung oleh Allah tanpa perantara kepada Nabi Musa as. Saat menerima wahyu tersebut Nabi Musa merasakan perasaan menggigil yang luar biasa. Apalagi saat dimana sebuah pohon hijau berduri disambar oleh kobaran api.

Anehnya pohon tersebut bukannya hangus tapi justru menjadi lebih hijau. Dan itulah salah satu kuasa Allah SWT, dan tak hanya itu, Allah SWT juga menunjukkan beberapa mukjizat yang diberikannya untuk Nabi Musa as. Mukjizat tersebut adalah tongkat yang berubah menjadi seekor ular dan keluarnya cahaya dari tangannya. Setelah diangkat menjadi Rasul, Nabi Musa as diberi amanah oleh Allah SWT supaya memberikan petunjuk untuk Bani Israil. Setelah kejadian tersebut, Nabi Musa as beserta keluarganya melanjutkan perjalanan menuju Mesir untuk membebasakan Bani Israil dari genggaman Fir’aun. Banyak keturunan dari Bani Israil yang dijadikan budak oleh Fir’aun dan terpaksa mengakuinya sebagai tuhan. Sesampainya disana, Nabi Musa as justru dianggap sebagai penyihir oleh Raja Fir’aun dan ditantang untuk melawan para tukang sihir dari seluruh penjuru negeri.

Dalam peristiwa inilah, Nabi Musa menunjukkan mukjizatnya yaitu tongkat yang dilempar menjadi seekor ular yang sangat besar untuk menundukkan para tukang sihir tersebut atas izin Allah SWT. Setelah istri Fir’aun dan tukang sihirnya tunduk kepada Nabi Musa as, Fir’aun murka dan menyiksa semua yang tunduk kepada Nabi Musa as. Untuk melindungi pengikutnya dari kejaran Fir’aun dengan menggunakan mukjizat yang diberikan oleh Allah SWT. Sesampainya di laut merah, Nabi Musa as mengetuk tongkatnya ke arah laut dan terbelahlah laut tersebut menjadi 2 bagian membentuk jalan untuk dilewati. Nabi Musa as dan pengikutnyapun melwati jalan tersebut, sedangkan Fir’aun masih mengikutinya. Setelah berhasil menyeberangi lautan, Nabi Musa kembali mengetukkan tongkatnya untuk menutup kembali laut yang terbelah. Fir’aun dan pasukannya yang masih berada di tangah lautan pun tenggelam ke dalam lautan.

Sedangkan untuk kisah Nabi Musa menampar malaikat maut hingga kedua mata malaikat tersebut buta, adalah ketika Allah mengirimkan malaikat maut untuk mencabut nyawanya. Hal tersebut diterangkan oleh hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Ra. bahwa Rasulullah pernah bersabda jika malaikat maut pernah mendatangi Nabi Musa as. Malaikat Maut tersebut diutus untuk mencabut nyawa Nabi Musa as dan ditampar oleh beliau. Akhirnya malaikat tersebut kembali kepada Allah dalam keadaan kedua matanya buta. Allah SWT menyembuhkannya dan mengutusnya untuk kembali menemui Nabi Musa as, dan akhirnya Nabi Musa as meminta untuk diambil nyawanya di sekitar Baitul Maqdis.

Dari kisah Nabi Musa menampar malaikat tersebut kita dapat melihat seberapa besar kekuatan yang diberikan Allah SWT kepada orang pilihannya yaitu Nabi Musa as. Hal tersebut menujukkan betapa besar kuasa Allah SWT yang nyata dan wajib kita imani. Mari lebih mendekatkan diri kepada allah SWT dengan mempelajari kisah para Nabi dan RasulNya.

Loading...