Kisah Nabi Musa Membelah Laut Merah Dengan Tongkatnya Secara Singkat

Posted on

Dalam agama islam kita wajib mengetahui 25 Nabi serta kisahnya untuk diambil hikmah dan pelajaran yang tercantum di dalam Al quran. Setelah zaman nabi Yusuf, msyarakat Mesir mulai mengenal ajaran agama Allah SWT namun kembali menggunakan sistem menyembah banyak tuhan setelah beliau wafat. Tibalah saat Raja Firaun berkuasa dan mengaku sebagai tuhan. Pada zaman itulah Allah SWT mengutus Nabi Musa untuk kembali menyerukan ajaran Agama Allah SWT kepada masyarakat Mesir. Mari kita ingat kembali kisah Nabi Musa yang lahir ditengah masyarakat kafir yang memiliki banyak tuhan, dan diberikan mukjizat yang luar biasa oleh Allah. Salah satu kisah nabi dengan mukjizat luar biasa adalah kisah Nabi Musa as membelah laut untuk menyadarkan Fir’aun.

Sebelum sampai pada kisah tentang mukjizat yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Musa, kisah ini berawal dari lahirnya nabi Musa as. Nabi Musa as merupakan putra dari Imran bin Yash-har yang merupakan saudara nabi Harus as. Pada zaman dimana Nabi Musa dilahirkan, Raja Fir’aun mengeluarkan perintah untuk membunuh semua anak laki-laki yang lahir tanpa terkecuali. Karena raja Fir’aun butuh tenaga manusia untuk membantunya mengurus kekayaannya, maka diterapkanlah aturan dimana anak laki-laki akan dibunuh pada tahun pertama dan tahun berikutnya diperbolehkan hidup, begitu seterusnya. Sayangnya, saat Ibu Nabi Musa as mengandungnya adalah saat dimana setiap anak laki-laki harus dibunuh.

Untuk menyelamatkan Nabi Musa, kedua orang tuanya memutuskan untuk melahirkannya secara diam-diam. Ibunya pun menyusui Nabi Musa secara diam-diam hingga akhirnya Ibu Nabi Musa as mendapatkan ilham untuk menghanyutkan peti yang berisi Nabi Musa as yang masih bayi. Dengan berat hati, Ibu Nabi Musa melepaskan anaknya tersebut dan mengikuti dimana keranjang itu berhenti. Sungai dimana Nabi Musa dihanyutkan adalah sungai Nil yang memiliki air yang sangat tenang saat Nabi Musa melewatinya atas izin Allah SWT. Keranjang atau peri bayi Nabi musa as akhirnya sampai di kediaman raja Fir’aun. Nabi Musa as akhirnya ditemukan oleh istri Raja Fir’aun yang memiliki hati lembut, berbanding terbalik dengan sifat Raja Fir’aun yang kejam. Ditambah lagi istri Raja Fir’aun belum dikarunia keturunan yang membuatnya sangat senang saat menemukan peti yang di dalamnya adalah bayi Nabi Musa as.

Karena Nabi Musa adalah satu-satunya yang dapat membuat istrinya bahagia, makanya Fir’aun tidak menentang keinginan istrinya tersebut. Karena Nabi Musa kelaparan dan butuh disusui namun istri Firaun tidak dapat menyusui, maka Fir’aun menyuruhnya untuk mencari seorang wanita yang menyusui. Beberapa wanita yang menyusui didatangkan, namun dari kesemuanya ditolak oleh Nabi Musa as kecuali Ibu kandungnya sendiri. Nabi Musa disusui oleh Ibu kandungnya hingga masa penyusuan selesai dan kembali lagi ke istana Raja Fira’un dimana istri Fir’aun sangat menyayanginya tinggal.

Loading...

Seperti yang dijanjikan bahwa Nabi Musa hanya akan berada di dekat ibunya hanya saat waktu menyusui saja. Setelah kembali ke Istana Fir’aun, Nabi Musa as disambut dengan baik oleh orang istana dan menjadi anak yang disenangi oleh setiap orang. Saudara nabi Harun as ini akhirnya menjadi anak yang baik hati dan juga kuat. Saking kuatnya, saat akan melerai orang yang berkelahi Nabi Musa as justru tidak sengaja membunuhnya dan menyebabkannya harus mangasingkan diri berkelanan keluar daerah. Kemudian sampailah Nabi Musa di tempat dimana ia merasa sangat kelaparan dan kehausan namun masih sempat menolong gadis penggembala.

Atas perbuatannya tersebut akhirnya Nabi Musa as bertemu dengan ayah gadis tersebut yang ternyata adalah Nabi Syu’aib. Nabi Syu’aib meminta Nabi Musa as untuk menikah dengan putrinya dan mengabdi kepada Nabi Syu’aib selama sepuluh tahun. Di tempat inilah Nabi Musa as berkesempatan untuk belajar tauhid dan merupakan masa persiapan untuk menjadi seorang Nabi yang akan menyebarkan ajaran tauhid Allah SWT. Akhirnya setelah Nabi Musa mengabdi selama 10 tahun di tempat Nabi Syu’aib, beliau merasa rindu akan kota Mesir dan ingin kembali kesana. Kemudian Nabi Musa as memutuskan untuk kembali ke kota Mesir bersama istrinya dan melewati perjalanan yang penuh dengan rintangan.

Di tengah perjalanan menuju Mesir inilah Nabi Musa menerima wahyu langsung dari Allah SWT tanpa perantara apapun. Tubuh Nabi Musa seketika menggigil dan melihat sebuah pohon yang terbakar namun malah semakin subur, bukannya habis terbakar kobaran api. Tempat dimana Nabi Musa as mendapatkan wahyu tersebut adalah di lembah Thua’. Di tempat ini jugalah Nabi Musa as melihat mukjizat yang diberikan Allah yaitu tongkat yang berubah menjadi ular besar. satu lagi mukjizat yaitu sebuah cahaya yang ada di dalam kantong bajunya. Setelah kejadian itu, Nabi Musa as diangkat menjadi Rasul dan diutus untuk membebaskan Bani israil dari Fir’aun serta menyebarkan ajaran tauhid Allah SWT.

Setelah sampai di istana Fir’aun, Nabi Musa minta Bani israil yang dijadikan budak untuk dibebaskan dan menyuruh Fir’aun serta kaumnya untuk menyembah Allah SWT. Bukannya mempercayai Nabi Musa as, raja Fir’aun justru menganggap Nabi Musa as adalah seorang penyihir. Fir’aun memanggil para tukang sihir hebat dari seluruh penjuru negeri untuk melawan Nabi Musa as. Dalam duel sihir inilah kisah Nabi Musa membelah laut akan segera disaksikan oleh para kaum kafir yang tidak mau percaya adanya Allah SWT.

Para tukang sihir yang dikumpulkan oleh Fir’aun mengeluarkan sihir andalan mereka. Tukang-tukang sihir tersebut melemparkan berbagai barang mulai dari tali hingga tongkat yang berubah menjadi ular berbisa yang mengelilingi Nabi Musa as. Awalnya Nabi Musa as ketakutan, namun Allah SWT memerintahkannya untuk melemparkan tongkatnya yang akan menjasi seekor ular besar dan menelan semua sihir dari tukang sihir Fir’aun. Nabi Musa as melemparkan tongkatnya, dan benar saja tongkat tersebut berubah menjaid ular yang sangat besar yang membuat para tukang sihir tersebut tunduk kepada Nabi Musa as. Setelah melihat istri serta para tukang sihirnya beriman kepada Nabi Musa as, raja Fir’aun akhirnya geram dan murka terhadap Nabi Musa as.

Semua orang yang memutuskan beriman disiksa hingga meninggal oleh Fir’aun termasuk istrinya dan membuat Nabi Musa as memutuskan untuk meninggalkan Mesir. Namun Fir’aun tetap mengejarnya hingga ke laut Merah dan Fir’aun menyaksikan sendiri kisah Nabi Musa membelah laut dengan tongkat yang merupakan mukjizat dari Allah SWT. Nabi Musa dan kaumnya berhasil lolos dari kerjaan Fir’aun melalui laut merah yang dibelah dengan tongkatnya. Namun, saat Fir’aun dan tentaranya melalui jalan tersebut, Nabi Musa Kembali mengetukkan tongkatnya ke laut dan air lautpun kembali menyatu dan menenggelamkan raja Fir’aun serta kaumnya. Dan begitulah akhir kisah Raja Fir’aun dan kaumnya.

Loading...