Kisah Nabi Khidir dan Nabi Musa Yang Wajib Diketahui Umat Muslim

Posted on

Umat islam sangat penting untuk mengetahui kisah-kisah nabi terutama seorang anak. Sebab, kisah nabi termasuk pelajaran penting yang mengandung banyak pelajaran tentang kehidupan manusia di dunia. Setelah hidup di dunia, seorang manusia akan melanjutkan kehidupan di akherat. Agar seorang manusia dapat selamat di dunia maupun di akherat. Mereka harus mengamalkan ajaran agama yang diridhoi oleh Allah. Seorang manusia harus percaya dan taat dengan segala perintah maupun larangan Allah. Dalam Al-Qur’an menjelaskan bahwa ada 25 nabi yang dipilih oleh Allah untuk menyampaikan wahyu kepada seluruh umat manusia di dunia.

Wahyu tersebut berupa perintah-perintah Allah, terkait pelajaran hidup, dan segala rahasia yang terpendam di bumi. Dua puluh lima nabi tersebut akan menaati segala perintah dan selalu berada di lindungan Allah. Nama-nama dua puluh lima nabi, yakni: Nabi Adam AS, Nabi Idris AS, Nabi Nuh AS, Nabi Hud AS, Nabi Saleh AS, Nabi Ibrahim AS, Nabi Luth AS, Nabi Ismail AS, Nabi Ishak AS, Nabi Ya’Kub AS, Nabi Yusuf AS, Nabi Ayub AS, Nabi Syu’aib AS, Nabi Harun AS, Nabi Musa AS, Nabi Zulkifli AS, Nabi Daud AS, Nabi Sulaiman AS, Nabi Ilyas AS, Nabi Ilyasa AS, Nabi Yunus AS, Nabi Zakaria AS, Nabi Yahya AS, Nabi Isa AS, dan Nabi Muhammad SAW.

Pada artikel ini akan membahas tentang kisah Nabi Khidir dan Nabi Musa. Mungkin kebanyakan umat muslim sudah tahu tentang Nabi Musa AS. Lalu siapakah nabi Khidir itu? Apakah juga termasuk nabi yang diutus oleh Allah? Agar kalian mengetahuinya, mari kita simak artikel ini hingga tuntas.Dikisahkan bahwa nabi Khidir adalah utusan Allah yang paling abadi. Bahkan, hingga saat ini nabi Khidir belum meninggal dan masih menginjakkan kaki di bumi. Kemunculan nama nabi Khidir mulai dikenal sejak era Nabi Musa. Nabi Musa diciptakan oleh Allah sebagai makhluk yang pintar dan memiliki banyak keistemewaan.

image by https://www.abanaonline.com

Nabi Musa AS hidup dijaman Firaun yang menguasai seluruh daerah di bumi. Pada saat itu Nabi Musa diberikan sebuah pesan oleh Allah bahwa ada seseorang yang sangat pintar melebihi dirinya. Nabi Musa dapat menemui orang tersebut di antara dua air laut yang saling bertemu. Cara mengetahui Nabi Musa agar dapat menemui orang tersebut diisyaratkan dengan ikan besar yang akan langsung menghilang begitu saja. Pertemuan kisah nabi Khidir dan nabi Musa memang sudah dirancang oleh Allah SWT. Hingga pada suatu hari nabi Musa benar-benar melakukan perjalanan menemui nabi Khidir bersama muridnya yang bernama Yusya bin Nun.

Dalam perjalanan Nabi Musa membawa ikan besar yang sudah mati. Ia berkata kepada sang murid bahwa tidak akan menghentikan perjalanan sebelum menemukan dua laut yang saling bertemu. Tetapi, nabi Muhammad mengingkari perkataannya sendiri dan berhenti sejenak untuk beristirahat sampai tertidur di tengah perjalanan. Ketika Nabi Musa AS tertidur ternyata ikan besar yang dibawa kembali hidup dan masuk ke dalam air laut. Yusya yang mengetahui kejadian tersebut tidak berani untuk membangunkan Nabi Musa.

Loading...

Setelah Nabi Musa terbangun mereka segera melanjutkan perjalanan dan Yusya telah lupa untuk menyampaikan terkait ikan besar yang jatuh ke dalam air laut. Tetiba Nabi Musa menanyakan ikan besar kepada Yusya. Dan pada akhirnya Yusya menyampaikan pesan itu kepada Nabi Musa. Lalu, mereka berdua terpaksa berputar arah dan kembali ke lokasi di mana ikan tersebut masuk ke dalam laut.Kisah nabi Khidir dan nabi Musa berlanjut dipertemuan mereka yang terjadi di tempat antara dua air laut yang saling bertemu.

Sesuai isi dalam Al-Qur’an surat Al Kahfi ayat 66 yang intinya menyatakan bahwa Nabi Musa memperkenalkan diri terlebih dahulu ke Nabi Khidir dan berniat untuk menjadi muridnya. Nabi Khidir memperbolehkan nabi Musa untuk menjadi murid dan mengikutinya dengan persyaratan tidak boleh bertanya lebih dari tiga kali. Nabi Musa hanya boleh menjawab dan menanggapi perkataan dari Nabi Khidir. Apabila nabi Musa terpaksa tidak diperbolehkan untuk mengikuti nabi Khidir lagi.

Setelah perjanjian diantara keduanya sudah saling disetujui, maka perjalanan kisah nabi Khidir dan nabi Musa dilanjutkan kembali. Kemanapun nabi Khidir pergi,  nabi Musa dan Yusya selalu mengikuti. Perjalanan dimulai ketika nabi Khidir, nabi Musa, dan Yusya menyeberangi lautan dengan sebuah perahu. Saat itu, tiba-tiba nabi Khidir melubangi perahu dan nabi Musa bertannya “Mengapa ku lubangi perahu ini wahai nabi Khidiri?”. Lalu nabi Khidiri menjawab,”bukankah kita sudah saling membuat janji bahwa kau tidak perlu bertanya dengan apa yang aku lakukan di sepanjang perjalanan?”.

Nabi Musa tidak sanggup menahan diri terus untuk bertanya kepada Nabi Khidir sampai tiga kali. Untuk kedua kalinya nabi Musa bertanya terkait “mengapa Nabi Khidir harus membunuh seorang anak yang mereka temui? Padahal ia hanyalah seorang anak yang masih murni dan tidak memiliki dosa sama sekali.” Pertanyaan ketiga yang ia lontarkan kepada Nabi Khidir ialah “Mengapa nabi Khidir harus ikut campur dengan urusan warga dengan menahan rumah yang roboh?”. Nabi Musa yang tidak sabar dan telah mengingkari janji membuatnya harus berpisah dengan nabi Khidir.Dengan berat hati akhirnya nabi Khidir menghentikkan langkah nabi Musa untuk terus mengikutinya. Pada akhirnya nabi Khidir juga menjelaskan ketiga alasan atas tindakan yang sudah dilakukan selama perjalanan.

Terkait tindakan pertama nabi Khidir beralasan bahwa suatu saat nanti akan ada penguasa yang coba merampas berbagai harta benda rakyat miskin termasuk sebuah perahu. Jika perahu itu rusak, maka sang penguasa tidak akan bersedia merampasnya. Kemudian, anak yang dibunuh oleh nabi Khidir itu dipercaya bahwa ketika besar akan menyesatkan kedua orangtuanya yang mukmin. Nabi Khidir juga berusaha membantu anak yatim yang memiliki rumah roboh karena didalamnya terdapat banyak harta benda. Nabi Khidir melakukan ketiga hal itu karena kehendak Allah yang mengijinkannya.

Kisah nabi Khidir dan nabi Musa memang benar adanya sesuai dalam A-Qur’an surat Al-Kahfi. Pada intinya, nabi Khidir termasuk guru dari nabi Musa yang telah mengajarkan arti kesabaran dan menggunakan ilmu untuk perbuatan benar. Sejak saat itu, nabi Musa yang termasuk salah satu utusan Allah berubah menjadi orang sabar dan selalu berusaha memperbaiki diri dari hari ke hari.

Terkait nabi Khidir apakah termasuk utusan Allah atau bukan? Jawabannya ialah Khidir termasuk nabi yang memiliki tanggung jawab memperoleh wahyu dari Allah dan memiliki tugas berbeda dengan seorang rasul. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kalian yang sedang mencari informasi terkait hubungan nabi Khidir dengan nabi Musa. Apabila masih bingung atau ragu dengan artikel ini, maka bisa kalian pelajari sendiri melalui Al-Qur’an. Selamat membaca!

Loading...