Keistimewaan Kisah Nabi Idris Dari Lahir Sampai Wafat

Posted on

Sebenarnya, jumlah Nabi yang telah ditetapkan oleh Allah SWT itu ada banyak dan tidak pasti jumlahnya. Akan tetapi, biasanya, jika ditanya mengenai jumlah Nabi yang telah ditetapkan oleh Allah SWT, kebanyakan dari orang pasti akan menjawab 25. Hal ini dikarenakan sejak kecil Anda pasti sudah diberitahu bahwa jumlah Nabi dan Rasul yang telah ditetapkan oleh Allah SWT adalah 25. Dua puluh lima merupakan jumlah Nabi yang telah ditetapkan oleh Allah SWT dan yang tertera didalam Al-Quran. Akan tetapi sesungguhnya, masih banyak Nabi-Nabi lainnya yang tidak disebutkan didalam Al-Quran.

Biasanya, cara yang diajarkan kepada anak-anak TPA dalam menghafalkan Nabi-Nabi tersebut adalah dengan dilagukan. Dengan begitu, anak-anak akan menjadi cepat hafal. Lagu tersebut tentu saja diawalai dari Nabi Adam AS dan diakhiri dengan Nabi Muhammad SAW. Namun, pada kali ini akan dibahas mengenai Nabi kedua setelah Nabi Adam AS, yakni Nabi Idris AS. Berikut mengenai kisah Nabi Idris dari lahir hingga wafat.

Nama asli Nabi Idris AS adalah Khanukh atau Akhnukh. Nabi Idris AS merupakan seseorang yang berasal dari keturunan Syits. Nabi Idris AS diperkirakan lahir 100 tahun setelah wafatnya Nabi Adam AS. Seperti yang sudah disebutkan diatas tadi, tidak semua Nabi disebutkan didalam Al-Quran. Itulah mengapa Anda lebih mengenal Nabi-Nabi yang berjumlah 25 karena mereka adalah Nabi-Nabi yang disebutkan didalam Al-Quran. Salah satu Nabi yang tidak disebutkan didalam Al-Quran adalah Nabi Syits. Setelah Nabi Syits wafat, dunia kehilangan sosok Nabi. Oleh karena itu, Allah SWT menunjuk Nabi Idris AS untuk menjadi seorang Nabi pada zaman tersebut. Nabi Idris AS dipercayai menjadi seorang Nabi karena kecerdasan, kepintaran, dan keahliaan yang dimilikinya.

Nabi Idris AS dipercaya Allah SWT untuk menyebarkan ajaran agama Islam untuk kaum-kaum yang masih memiliki akhlak yang rusak. Kaum yang dipimpin oleh Nabi Idris AS tersebut adalah kaum yang masih memiliki keturunan dengan Qabil. Dikisahkan, Qabil merupakan anak dari Nabi Adam AS. Qabil juga merupakan manusia pertama yang melakukan suatu aksi pembunuhan di muka bumi ini. Oleh karena itu, tak heran jika keturunan-keturunannya juga memiliki akhlak yang kurang baik.

Loading...

Nabi Idris AS diutus oleh Allah SWT menjadi Nabi ketika beliau menginjak usia 40 tahun. Usia ini merupakan usia yang sama ketika Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Nabi dan Rasul. Ada banyak hal yang dialami oleh Nabi Idris AS sejak lahir hingga wafat. Peristiwa dan kejadian ini selanjutnya melengkapi kisah Nabi Idris dari lahir hingga wafat.

Setelah diutus menjadi seorang Nabi, Nabi Idris AS juga diberikan oleh Allah SWT beberapa kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain pada zamannya. Kelebihan-kelebihan tersebut antara lain:

  1. Jago dalam menunggang kuda. Nabi Idris AS merupakan keturunan keenam dari Nabi Adam AS. Bisa dipastikan bahwa pada saat Nabi Idris AS lahir ke bumi, penduduk bumi juga belum terlalu banyak. Oleh karena itu, sangat jarang ada orang yang bisa menunggang kuda dengan baik. Akan tetapi, atas izin Allah SWT, Nabi Idris AS dapat memiliki kemampuan untuk menunggang kuda dengan sangat baik.
  2. Dapat menulis dengan baik. Selain menunggang kuda, orang-orang pada waktu itu juga masih buta dengan yang namanya tulis-menulis. Akan tetapi, Allah SWT memberikan mukjizat kepada Nabi Idris AS berupa keahlian untuk menulis, belajar, dan yang lainnya. Hal ini juga dilatar belakangi karena Nabi Idris AS merupakan sesosok manusia yang sangat cerdas. Oleh karena itu, jika ada seseorang yang memiliki keahlian dalam bidang tulis menulis pada waktu itu, hal tersebut merupakan suatu hal yang sangat hebat.
  3. Dapat menggunakan mesin jahit. Satu lagi keahlian yang dimiliki oleh Nabi Idris AS dan tidak dimiliki oleh kebanyakan orang adalah menguasai mesin jahit. Dikisahkan, Nabi Idris AS merupakan orang yang sangat ahli dalam menjahit.

Dalam menjalani kehidupannya sebagai Nabi dan sebagai seorang hamba Allah SWT, Nabi Idris AS membagi kehidupannya dalam seminggu menjadi dua bagian. Bagian pertama yakni sebanyak tiga hari Ia lakukan untuk menyebarkan dan mengajarkan agama Allah SWT kepada kaumnya. Lalu, untuk empat hari yang lainnya, ia fokuskan hanya untuk beribadah kepada Allah SWT.

Nabi Idris AS diberikan oleh Allah SWT sebanyak tiga puluh Shohifah. Seperti halnya Al-Quran, Shohifah ini berisikan ajaran-ajaran mengenai agama Allah SWT, ajakan kepada kebenaran, cara bertuhan kepada Allah SWT, dan yang lainnya. Disisi lain, Nabi Idris AS juga dikenal sebagai sosok yang penyabar dan tidak pernah putus asa dalam mengajak orang-orang untuk mengikuti agama Allah SWT. Beliau juga tidak pernah takut untuk menghadapi kaum-kaumnya yang masih kafir dan memusuhinya. Itulah mengapa beliau mendapatkan suatu julukan yakni Asadul Usud. Asadul Usud memiliki arti Singa, yakni orang yang sangat tangguh.

Ada pendapat seorang sejarawan dan pemikir muslim yang memiliki nama At-Tabari mengenai Nabi Idris AS. Beliau berpendapat bahwa Nabi Idris AS adalah manusia pertama yang dapat menggunakan pena. Beliau juga menyebutkan bahwa Nabi Idris AS merupakan sosok yang bijaksana dan cerdas. Hal ini dibuktikan dengan beragam ilmu yang dikuasainya. Ia menguasai ilmu astronomi, ilmu alam, ilmu perhitungan, ilmu bahasa, dan ilmu yang lainnya. Selain itu, kehebatannya dalam menggunakan mesin jahit juga menjadikan ia seseorang yang terkenal sebagai penjahit. Hal ini terbukti dengan sebuah hadis yang menyebutkan bahwa:

“Dawud adalah seorang pembuat perisai, Adam adalah seorang petani, Nuh seorang tukang kayu, Idris sebagai penjahit, dan Musa adalah penggembala.” Hadits ini merupakan Hadits Ibnu Abbas dari Al-Hakim.

Memiliki tingkat keimanan yang baik, keshalehan Nabi Idris AS membuat para malaikat penasaran. Oleh karena itu, pada suatu hari malaikat Izrail datang kerumah Nabi Idris AS untuk melihat keshalehan dirinya. Malaikat Izrail menyamar menjadi seorang tamu. Dengan sukacita, Nabi Idris AS tentu saja menerimanya dengan tangan terbuka. Nabi Idris AS pun menawarkan makanan dan tempat tidur yang nyaman. Akan tetapi, tamu tersebut menolaknya karena seorang  malaikat tidak makan maupun tidur. Penolakan ini membuat Nabi Idris AS penasaran.

Akhirnya, malaikat tersebut memberitahu bahwa dirinya adalah seorang malaikat pencabut nyawa. Bukannya takut, Nabi Idris AS malah menanyakan perihal sakit yang dirasakan ketika nyawa seseorang dicabut oleh malaikat Izrail. Selain itu, Nabi Idris AS juga memberitahu bahwa ia sangat penasaran akan surga dan neraka. Atas izin Allah SWT, malaikat Izrail pun mencabut nyawa Nabi Idris AS dan juga mengajaknya mengunjungi surga dan neraka. Setelah selesai, Nabi Idris AS diturunkan lagi ke bumi. Nabi Idris AS diperkirakan hidup didunia ini selama 365 tahun. Setelah 365 hidup didunia, Nabi Idris AS pun meninggal dunia dan berakhirlah kisah nabi Idris dari lahir sampai wafat.

Loading...