Kisah Nabi Ayyub AS Yang Tabah dan Penyabar Sebuah Kisah Inspiratif

Posted on

Dalam urutan 25 Nabi dan Rasul yang sering dibacakan ceritanya kepada anak-anak, ada seorang Nabi yang memiliki rasa sabar yang sangat amat. Nabi tersebut berada pada posisi ke tujuh belas dari 25 Nabi dan Rasul tersebut. Nabi tersebut diberikan ujian oleh Allah SWT yang sangat berat dan sangat lama. Ujian tersebut semata-mata ingin menguji kesabaran dan ketabahan Nabi tersebut. Nabi tersebut bernama Nabi Ayyub AS. Berikut merupakan kisah Nabi Ayyub AS yang tabah dan sabar dalam menjalani kehidupannya.

Nabi Ayyub AS memiliki nama asli Ayyub bin Mush bin Razah bin Al-Ish bin Ishaq bin Ibrahim Khalil. Nabi Ayyub AS merupakan seseorang yang berasal dari keturunan bangsa Romawi. Ada yang mengatakan bahwa Nabi Ayyub AS merupakan anak dari Nabi Luth AS. Nabi Ayyub AS memiliki banyak istri, diantaranya adalah Layaa binti Ya’qub dan yang terkenal adalah Rahmah binti Afraim bin Yusuf bin Ya’qub.

Nabi Ayyub AS merupakan seseorang yang mendapatkan nikmat yang sangat banyak dari Allah SWT. Pada masanya, ia merupakan seseorang yang kaya raya, memiliki ladang padi yang melimpah, ternak yang subur, harta kekayaan yang tak terhitung jumlahnya, dikaruniai banyak anak yang sholeh dan sholehah, dan istri yang menyayanginya.

image by http://islamhouse.muslimthaipost.com

Seluruh kekayaan itu tentu saja berasal dari Allah SWT. Akan tetapi, walaupun memiliki banyak kekayaan, Nabi Ayyub AS tetaplah orang yang rendah hati, tidak sombong, suka menolong, bijaksana, dan tentu saja selalu bertakwa kepada Allah SWT. Harta kekayaan beliau yang melimpah juga sering beliau gunakan untuk menolong fakir miskin, anak yatim, maupun para janda yang membutuhkan uluran tangan darinya. Karena kebaikannya inilah, tak ada satu orang pun yang menganggap bahwa Nabi Ayyub AS adalah orang yang sombong. Orang-orang sangat suka kepada kepribadian Nabi Ayyub AS.

Nabi Ayyub AS diperkirakan memiliki harta kekayaan yang melimpah, kesehatan lahir dan batin, dan juga anak-anak yang sholeh dan sholehah tersebut selama 70 tahun. Ya, Nabi Ayyub AS merasakan kenikmatan dari Allah SWT tersebut selama 70 tahun.

Loading...

Melihat kepatuhan dan ketakwaan Nabi Ayyub AS kepada Allah SWT walaupun ditengah-tengah harta duniawi yang melimpah, membuat para setan dan iblis merasakan kegeraman. Mereka sangat iri, geram, dan tidak suka karena Nabi Ayyub AS tetap mengutamakan Allah SWT dan tidak dibutakan oleh gemerlap hartanya yang melimpah ruah.

Karena kejengkelannya, setan dan iblis pun meminta izin kepada Allah SWT untuk menggoda Nabi Ayyub AS. Godaan ini bertujuan untuk melihat seberapa kuat iman Nabi Ayyub AS kepada Allah SWT. Allah SWT pun mengizinkan iblis untuk menguji keimanan Nabi Ayyub AS tersebut.

Pertama-tama, iblis meminta kepada Allah SWT agar Allah SWT mengambil seluruh lahan padi yang sangat subur tersebut. Allah SWT pun mengabulkan permintaan iblis tersebut. Lalu, suatu ketika, terjadi kebakaran hebat yang menghanguskan seluruh lahan pertanian subur yang dimiliki Nabi Ayyub AS. Iblis pun tertawa senang, mereka tidak sabar menunggu reaksi Nabi Ayyub AS ketika melihat lahan pertaniannya yang subur menjadi hangus seketika.

Ketika melihat kebakaran hebat yang terjadi dan membumi hanguskan seluruh lahan pertaniannya yang subur, ternyata reaksi yang diberikan oleh Nabi Ayyub AS jauh dari ekspektasi para iblis. Melihat itu terjadi, Nabi Ayyub AS terus bertasbih kepada Allah SWT dan berkata. “Maha Besar Allah SWT. Sesungguhnya semuanya adalah milik Allah SWT termasuk lahan yang subur itu. Oleh karena itu, semuanya kembali hanya kepada Allah SWT.”

Melihat reaksi tersebut dan ibadah Nabi Ayyub AS yang tidak terganggu, tentu saja membuat iblis geram. Iblis pun memikirkan cara lain. Cara yang kedua adalah iblis meminta kepada Allah SWT untuk mematikan semua hewan ternah yang sehat-sehat tersebut. Allah SWT pun mengabulkan permintaan tersebut, dan atas izin Allah SWT, datanglah suatu penyakit hewan yang menyebabkan seluruh ternak Nabi Ayyub AS mati dengan seketika.

Melihat peristiwa itu terjadi, Nabi Ayyub AS tetap tidak sedih ataupun marah kepada Allah SWT. Beliau tetap dan terus berdzikir kepada Allah SWT dan berkata “Maha Besar Allah SWT. Sesungguhnya semuanya adalah milik Allah SWT termasuk ternak-ternak itu. Oleh karena itu, semuanya kembali hanya kepada Allah SWT.”

Melihat hal tersebut, Nabi Ayyub AS malah merasakan sedikit kelegaan. Karena titipan Allah SWT telah diambil kembali, maka beliau dapat fokus untuk beribadah kepada Allah SWT. Akan tetapi, iblis memang memiliki sifat yang pantang menyerah. Iblis tidak putus asa untuk menggoda dan menyesatkan Nabi Ayyub AS. Setelah usahanya yang gagal, ia mencoba lagi dengan cara meminta kepada Allah SWT untuk mengambil nyawa-nyawa anak Nabi Ayyub AS dan segala harta kekayaannya.

Allah SWT mengabulkan permohonan itu. Atas izin Allah SWT, terjadilah gempa besar yang menewaskan seluruh putra dan putri Nabi Ayyub AS dan juga menghancurkan rumahnya yang mewah. Akan tetapi, Nabi Ayyub AS tetap rajin beribadah dan mengulangi perkataan yang sering diucapkannya.

Iblis pun menjadi geram karena ketiga usahanya telah gagal. Selanjutnya, iblis meminta kepada Allah SWT agar Nabi Ayyub AS diberikan cobaan yang sangat berat untuk dirinya sendiri. Allah SWT pun mengabulkan permohonan itu. Atas izin Allah SWT, Allah SWT menimpakan suatu penyakit kepada Nabi Ayyub AS. Penyakit tersebut adalah penyakit cacar yang sangat parah. Bahkan dikisahkan penyakit tersebut menjadikan daging-daging Nabi Ayyub AS habis karena digerogoti oleh ulat-ulat yang ada pada cacar tersebut. Penyakit tersebut hanya menyisakan lisan dan hati Nabi Ayyub AS yang ia gunakan untuk berdzikir kepada Allah SWT terus menerus. Hal ini merupakan sebuah kisah Nabi Ayyub AS yang tabah karena Nabi Ayyub AS menderita penyakit ini selama kurang lebih 13 tahun.

Ketika mengidap penyakit mengerikan tersebut, tentu saja Nabi Ayyub AS dijauhi oleh orang-orang dan akhirnya Nabi Ayyub AS memilih untuk mengasingkan diri. Karena sudah terlalu lama, istri Nabi Ayyub AS yang awalnya setia dengannya pun akhirnya tak tahan dan memutuskan untuk meninggalkannya. Mengetahui bahwa istrinya telah meninggalkannya, Nabi Ayyub AS bersumpah akan mencambuk istrinya sebanyak seratus kali apabila ia telah sembuh.

Tiga belas tahun pun berlalu, melihat ketabahan Nabi Ayyub AS dalam menghadapi segala cobaan, akhirnya Allah SWT memerintahkan kepada Nabi Ayyub AS untuk menjejakkan kakinya ditanah. Nabi Ayyub AS pun menuruti perintah tersebut, lalu keluarlah sebuah mata air. Selanjutnya Allah memerintahkan Nabi Ayyub AS untuk membersihkan seluruh tubuhnya dengan mata air tersebut. Atas izin Allah SWT, seluruh ulat dan penyakit yang diderita selama 13 tahun pun akhirnya sembuh.

Karena telah sembuh, Allah SWT mengingatkan sumpah yang pernah Nabi Ayyub AS ucapkan. Namun karena kasih sayangnya, Nabi Ayyub AS hanya mengingatkan seratus helai rumput menjadi satu lalu mencambuk istrinya sebanyak satu kali saja. Kisah diatas merupakan Kisah Nabi Ayyub AS yang tabah yang patut kita contoh ketabahannya.

 

Loading...