Lika-Liku Kisah Nabi Adam di Surga Hingga Akhirnya di Usir dari Surga

Posted on

Allah SWT merupakan dzat yang mampu menciptakan apapun, baik di dunia maupun di akhirat. Allah SWT menciptakan surga, neraka, jin, iblis, hingga malaikat sesuai dengan kehendaknya. Selain surga, neraka, jin, iblis, dan malaikat atau apapun yang berhubungan dengan kehidupan akhirat, Allah SWT juga menciptakan suatu tempat agar kehidupan lain bisa tercipta. Lalu akhirnya Allah SWT menciptakan bumi, yakni sebuah tempat yang nantinya dijadiikan sebagai tempat berlangsungnya kehidupan sementara atau sebagai tempat persinggahan untuk menuju kehidupan akhirat yang kekal dan abadi.

Setelah menciptakan bumi, Allah menciptakan seorang manusia yang memiliki tugas untuk menjaga bumi serta keberlangsungan kehidupan di dalamnya. Seseorang tersebut dinamakan khalifah bumi. Menurut bahasa, khalifah memiliki definisi yakni sebagai pengganti ataupun pemimpin ataupun menggantikan tempatnya. Oleh karena itu, khalifah bumi memiliki arti orang-orang yang mengambil alih bumi dari orang-orang yang berbuat kerusakan didalamnya. Selain itu, seorang khalifah juga bertugas untuk menjaga bumi dari orang-orang yang berbuat curang dan tidak bertanggung jawab atas kehidupan di dunianya.

Dalam hal penciptaan, tentu saja ada sesuatu yang pertama kali. Begitu juga dalam hal penciptaan manusia. Ada seorang manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT lalu barulah diikuti dengan penciptaan-penciptaan manusia-manusia yang lainnya. Manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT merupakan seorang nabi pertama dan diberi julukan sebagai Bapak dari umat manusia. Hal ini dikarenakan beliau merupakan seseorang yang mengawali adanya manusia di dunia ini.

image by http://vunature.com

Manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT diberi nama Nabi Adam AS. AS merupakan singkatan dari alaihiisalam. Nabi Adam AS diciptakan oleh Allah SWT dari tanah liat yang dibentuk secara sempurna dan diberi bagian-bagian yang lainnya dari keseluruhan tubuhnya dengan kesempurnaan yang tanpa cela. Setelah tanah liat tersebut dibentuk, Allah SWT pun meniupkan roh kepada Nabi Adam AS, lalu telah terlahirlah seorang manusia pertama di surga.

Mengapa di surga? Sedangkan telah disebutkan diatas bahwasanya Nabi Adam AS merupakan khalifah di bumi? Hal ini dikarenakan Allah SWT menciptakan Nabi Adam AS di surga, bukan di bumi yang telah ia ciptakan. Setelah Allah SWT menciptakan Nabi Adam AS di surga, kemudian Nabi Adam AS menjalani kehidupan di surga. Berikut merupakan kisah Nabi Adam di surga.

Loading...

Setelah Nabi Adam AS telah benar-benar diciptakan dan benar-benar hidup, Allah SWT langsung memerintahkan para makhluk ciptaannya yang lain untuk bertemu kepadanya dan kepada Nabi Adam AS. Kemudian, Allah SWT memerintahkan kepada seluruh makhluk ciptaannya yang lain tersebut untuk sujud kepada Nabi Adam AS. Pertama-tama, Allah SWT memberikan perintah tersebut kepada malaikat.

Malaikat merupakan makhluk ciptaan Allah yang diciptakan dari cahaya. Malaikat merupakan makhluk yang selalu patuh terhadap segala perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan Allah SWT. Setelah mendapatkan perintah dari Allah SWT tersebut, malaikat melemparkan pertanyaan kepada Allah SWT. Dialog antara Allah SWT dan malaikat tersebut tertera dalam kitab suci umat Islam, yakni Al-Quran pada surat kedua, yakni surat Al-Baqarah yang memiliki arti sapi betina pada ayat ke 30. Bunyi ayat tersebut kurang lebih seperti ini:

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah disana. Sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Lalu Allah berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak ketahui.”

Karena malaikat merupakan makhluk yang sangat patuh terhadap seluruh perintah Allah SWT, maka setelah berdialog dengan Allah SWT, malaikat pun mengikuti perintah Allah SWT untuk sujud kepada Nabi Adam AS. Dengan segala keinginan untuk selalu mematuhi seluruh perintah Allah SWT, akhirnya malaikat pun sujud kepada Nabi Adam AS.

Setelah malaikat melaksanakan perintah Allah SWT, sekarang merupakan giliran jin. Jin merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang berasal dari api. Jin mempunyai banyak jenis, salah satu jenis jin yang jahat adalah iblis. Iblis dengan serta merta menolak perintah Allah SWT tersebut. alasan dibalik penolakan tersebut adalah karena mereka merasa lebih hebat dan lebih mulia daripada Nabi Adam AS. Hal ini dikarenakan Nabi Adam AS diciptakan dari tanah, sedangkan jin dciptakan dari api.

Mereka mengganggap bahwasanya makhluk yang diciptakan dari api pastilah lebih hebat dan mulia dibandingkan dengan makhluk yang diciptakan dari tanah. Oleh karena itu, iblis enggan mematuhi perintah Allah SWT tersebut. Penolakan iblis atas perintah Allah SWT ini tertera dalam Al-Quran (kitab suci umat Islam) pada surat ke 38 yakni surat Shaad ayat 75-76. Bunyi ayat tersebut adalah:

Allah berfirman, “Wahai Iblis! Apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku? Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?” Iblis berkata, “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan Aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.”

Setelah membangkang atas perintah Allah SWT, iblis pun mendapatkan balasannya. Balasan tersebut berupa pengusiran secara hina dari Allah SWT untuk iblis dari surga. Iblis pun keluar dari surga. Namun, iblis meminta kelonggaran agar diberikan waktu untuk hidup hingga hari kiamat tiba. Allah SWT pun mengabulkan permintaan itu. Oleh karena itu, iblis masih ada didunia ini hingga hari kiamat tiba.

Nabi Adam AS diciptakan oleh Allah SWT seorang diri, oleh karena itu, merupakan hal yang wajar jika ia merasakan kesepian. Karena kebaikan Allah SWT, Allah SWT pun menciptakan sesosok manusia yang lainnya untuk menemani Nabi Adam AS. Manusia tersebut diberi nama Siti Hawa. Nabi Adam merasa sangat senang karena ia tidak sendirian lagi di surga. Lalu, kisah Nabi Adam di surga dilanjutkan dengan ditemani oleh Siti Hawa sebagai pendamping Nabi Adam AS yang kemudian menjadi istrinya.

Nabi Adam AS dan Siti Hawa pun hidup di surga dengan penuh kenikmatan dan takhta yang tiada terkira. Perintah Allah SWT ini pun tertulis dalam Al-Quran pada surat kedua yakni surat Al-Baqarah ayat 35. Berikut merupakan isi surat tersebut:

“Wahai Adam, diamilah oleh kamu dan istri kamu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang dzalim.”

Akan tetapi, karena kebencian iblis dengan Nabi Adam AS, Iblis pun berusaha sekuat tenaga untuk menggoda Nabi Adam AS dan Siti Hawa untuk melanggar perintah Allah SWT dengan cara mendekati dan memakan buah dari pohon yang dilarang oleh Allah SWT. Sayangnya, iblis berhasil menggoda Nabi Adam AS dan Siti Hawa, kemudian mereka pun memakan buah tersebut. Setelah Allah SWT mengetahui bahwa Nabi Adam AS dan Siti Hawa telah melanggar perintahnya, Allah SWT pun mengusir dan menurunkan mereka dari surga ke bumi. Setelah itu, berakhirlah kisah Nabi Adam di surga.

Loading...