Kisah Nabi Adam dan Hawa Secara Singkat Sebuah Kisah Tauladan

Posted on

Meneladani kisah Nabi Adam dan Hawa dengan sejarah keislaman memang harus ditanamkan pada diri anak. Terutama sejak usia masih kecil, para orang tua diberikan sebuah tanggung jawab untuk  mendidik anak dan juga membekali dengan pengetahuan agama. Banyak didapati di era jaman ini yang sedang maraknya dimana anak kecil yang sudah dibekali dengan gadget dan juga aneka media pendukung untuk menjelajahi dunia internet dan juga game. Banyak sekali moralitas anak-anak yang jauh dari norma yang ada. Bahkan ada yang tidak tahu seputar kisah dari nabi Adam dan Hawa di era jaman ini.

Nabi Pertama yang diciptakan Allah di surga ini memiliki segudang cerita inspiratif yang mana sebagian dari kisahnya beberapa sulit untuk diterima oleh akal sehat manusia. Pada jaman dahulu Allah SWT hendak menciptakan seorang manusia untuk menjadi pemimpin di muka bumi. namun malaikat yang mendengar berita ini seketika langsung bertanya kepada Allah. Mengapa menciptakan manusia sedangkan manusia sendiri akan menjadi perusak di muka bumi nantinya. Padahal, para malaikat tentu saja sudah pasti senantiasa bersujud kepada Allah, taat beribadah kepada Allah dan juga tidak pernah menentang perintahnya dan juga tidak pernah membuat kerusakan-kerusakan.

Namun, tentu saja Allah yang Maha Mengetahui ini tentu saja sudah tahu akan apa saja yang akan terjadi jika Allah menciptakan manusia sebagai pemimpin di muka bumi itu. Nabi Adam AS pada hari itu diciptakan oleh Allah tepatnya pada hari Jumat, beliau diajarkan berbagai hal. Allah juga menanyakan banyak hal kepada para malaikatnya. Pada saat para malaikat tidak bisa menjawab pertanyaan dari Allah SWT, pada waktu itu Nabi Adam AS dapat menjawab pertanyaan dari Allah SWT. Kemudian Allah memerintahkan kepada Nabi Adam untuk menjelaskan kepada para mailaikat. Sehingga semenjak waktu itu para malaikat mulai bersujud kepada Nabi Adam AS. Para malaikat mulai bersujud sebagaimana bentuk dan wujud penghormatan kepaa nabi yang pertama dari 25 Nabi yang diciptakan Allah selanjutnya.

image by pretty-girls.date

Namun, hal ini bertolak belakang atas apa yang dilakukan iblis terhadap nabi yang pertama kali ini. mereka enggan dan tidak mau sama sekali untuk bersujud kepada Nabi Adam. Bahkan si iblis pun juga bersumpah untuk tidak akan bersujud dan juga akan menyesatkan seluruh dari umat nabi Adam yang ada di dunia. Dan juga mereka bersumpah untuk tidak membuat kenyamanan bagi para cucu-cucu nabi Adam untuk tinggal di dunia maupun di akhirat. Sungguh keji para iblis yang membenci nabi Adam itu.

Dalam kisah nabi Adam dan Hawa, Adam diciptakan dari segumpal tanah. Kemudian menjadi sebuah komponen yang menyusun tubuh nabi Adam itu sendiri. Kemudian ada empat unsur yang ada di dalamnya yakni ada unsur air yang manis, ada air yang asin dan air yang pahit bahkan juga ada yang pahit. Kemudian, Allah sengaja mencampurkan komponen air yang berbeda-beda tersebut ke dalam bagian-bagian indera manusia. Air yang manis berada di dalam, kemudian ada air liur yang berada di rongga mulut manusia, kemudian ada juga air asin yang dihasilkan oleh air mata manusia, kemudian ada air yang asin berada di rongga hidung serta ada juga air pahit yang berada di rongga telinga manusia.

Dimana kesemuanya itu tentu saja memiliki manfaatnya sendiri-sendiri. Sungguh, Maha Suci Allah telah menciptakan manusia dengan begitu hebatnya meskipun hanya berasal dari benda yang tak berharga sekalipun. Kemudian, bentuk atau komponen itu menjadi sebuah tubuh manusia, yang ada di dalam tubuh Nabi Adam AS. Kemudian, setelah diciptakannya beliau, ditempatkanlah Nabi Adam di dalam sebuah tempat tinggal yang begitu nyaman. Dimana tempat ini dijadikan sebagai tujuan yang diimpikan oleh banyak orang di muka bumi ini. Ya, disini adalah surga. Dimana beliau tinggal. Ketika beliau masuk ke dalam surga kemudian ia menyapa dengan salam yang begitu Indah. “Assalamualaikum”.

Kemudian para penduduk yang ada di dalamnya pun menjawab atas salam yang diberikan oleh Adam. “Waalaikumsalam”. Inilah sebuah ucapan indah yang mana menjadi sebuah wujud penghormatan apabila seseorang muslim bertemu sapa dengan muslim lainnya. Sapaan surga yang banyak mengandung hikmah dan juga menyejukkan jiwa bagi siapapun yang bertegur sapa dengan mengucapkan salam tersebut. Allah mengajarkan banyak ilmu dan juga banyak pengetahuan-pengetahuan kepada nabi Adam AS. Sebagaimana sebuah firman yang ada di dalam Al-Quran yakni ada pada ayat 31 dan juga ada di ayat 32.

Suatu ketika, iblis yang telah dilaknat dan keluar dari Surga yang di dalamnya sangat nyaman dan juga damai. Apa saja yang dibutuhkan ada di dalamnya. Nabi Adam tetap masih tinggal di dalam sebuah tempat tinggal yang di dalamnya itu Nabi Adam tidak akan pernah merasakn kelaparan dan juga akan senantiasa berpakaian dengan apik yang menyelimuti tubuhnya. Beliau lantas meninggali sebuah tempat tinggal ternyaman itu. Beliau yang tidak pernah merasakan dahaga, kepanasan dan juga kesejukan yang senantiasa ada di dalamnya itu ternyata beliau merasa kesepian dan sangat kesepian di dalamnya. Ya, meskipun di dalam surga itu beliau sudah ditemani oleh para malaikat yang senantiasa ada di sampingnya.

Kemudian, atas ijin dan juga kehendaknya, nabi Adam kemudian diberikan sosok yang akan menemani dirinya selama berada di Surga. Banyak para malaikat yang berada di Surga itu bertanya-tanya. Siapa gerangan yang menjadi istri untuk beliau nabi Adam. Atas seizin dari Allah SWT kemudian nabi Adam pun menjawab bahwa istrinya adalah Siti Hawa. Kemudian atas seizin Allah mereka berdua hidup dengan bahagia di Surga. Allah telah mencukupi berbagai hal yang diinginkan oleh Hawa dan juga Adam selama berada di sana. Namun, ada sebuh larangan yang memang tidak boleh disentuh di situ. Yakni, larangan untuk tidak makan buah Khuldi. Iblis yang benci kebahagiaan Adam dan Hawa kemudian membujuk mereka berdua, dan akhirnya mereka memakan buah tersebut. Dan mereka akhirnya turun ke dunia.

Banyak sekali kisah bisa diteladani dari berbagai kisah nabi Adam dan Hawa yang dapat dipetik sebagai suri tauladan bagi semua umatnya. Yang yakni, Ketika Nabi ada bertemu dengan Hawa. Hawa dengan nama Siti Hawa adalah sosok yang sangat penyabar dan juga setia terhadap Adam. Dimana dalam penciptaannya, Allah sengaja menciptakan Hawa sebagai pendamping dari Nabi Adam. Hawa mendampingi Nabi Adam sejak pertama kalinya diciptakan dan menjadi sepasang manusia pertama yang kemudian melahirkan banyak sekali cucu dan anak sehingga kitalah sebenarnya yang menjadi cucu-cucu dari nenek moyang Adam dan juga Hawa. Allah sengaja menciptakan mereka berdua sebagai sepasag kekasih untuk selalu bersama-sama dalam keadaan apapun.

Loading...