Kerjasama Multilateral Adalah, dan Contohnya Dengan Negara Lain

Posted on

Apa itu kerjasama multilateral? Mungkin anda pernah mendengar jenis kerjasama tersebut saat anda masih duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA) yang dituangkan dalam mata pelajaran PPKN yakni mengenai Pancasila dan Kewarga Negaraan. Namun sebetulnya selain kerjasama multilateral ada juga jenis kerjasama lain salah satunya yang sering kita dengar yaitu kerjasama bilateral.

Apa perbedaan antara dua jenis kerjasama tersebut? Silahkan disimak lebih lanjut lagi agar anda bisa lebih paham mengenai hubungan kerjasama tersebut.Kerjasama bilateral sering kali disebut atau diartikan sebagai sebuah kerjasama yang hanya melibatkan antar ke dua negara saja. Sementara kerjasama multilateral disebut juga sebagai sebuah kerjasama dengan menghubungkan banyak negara – negara, untuk itulah disebut sebagai multi-lateral.

Dalam kerjasama bilateral biasanya hubungan atau kerjasama yang terjalin antara lain adalah kerjasama mengenai politik, kerjasama dalam hal budaya, dan kerjasama mengenai masalah – masalah ekonomi yang dilakukan antara dua negara saja.

Kerjasama Multilateral Adalah, dan Contohnya Dengan Negara Lain

Beberapa bentuk kerjasama bilateral

Ada pun contoh dari kerjasama antar dua negara ini (Bilateral) diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Indonesia – Korea

Hubungan yang terjalin antara ke dua negara (Indonesia – Korea) ini mencakup banyak sekali bidang kerjasama, seperti kerjasama dalam bidang pendidikan salah satunya. Bentuk yang sering kita temui dari kerjasama tersebut salah satunya adalah beasiswa yang disediakan bagi siswa – siswa untuk belajar atau bersekolah di ke dua negara tersebut. Ada juga yang dikenal dengan pertukaran pelajar. Beasiswa tersebut didapatkan dari berbagai lembaga yang dimiliki ke dua negara dan juga dari berbagai universitas yang di ikut sertakan atau bisa juga didapatkan dari kedutaan besar yang bertempat singgah atau bertugas di ke dua negara tersebut. Manfaat dari kerjasama ini membantu dan memudahkan para pelajar untuk mengenyang ilmu hingga ke luar negeri dengan cakupan program yang disediakan yakni mulai dari sarjana (S1), Magister (S2) dan program S3.

2. Indonesia – Norwegia

Contoh hubungan kerjasama bilateral berikutnya yaitu antar dua negara Indonesia dan negara Norwegia. Bentuk kerjasama yang dilakukan yakni dalam bidang energi.

3. Indonesia – Jepang

Antara ke dua negara ini sudah mengadakan kerjasama dalam bidang investasi, yakni investasi tingkat tinggi dalam pemerintahan swasta. Kerjasama investasi tersebut mencakup perihal investasi untuk bea, tenaga kerja, customs, infrastruktur serta daya saing.

4. Indonesia – Inggris

Kerjasama antara Inggris dan negara Indonesia dilakukan dalam bentuk kerjasama perekonomian, salah satunya adalah bentuk perdagangan Indonesia – Inggris yakni ekspor migas dari negara kita ke negara partner tersebut, karena Inggris tidak memiliki sumber gas dan sumber minyak. Tak hanya minyak dan gas, namun negara Indonesia juga mengekspor berbagai bahan lainnya yakni berupa karet alam, baja juga kayu. Sementara itu dari Inggris sebagai timbal baliknya mengimpor bahan – bahan panganan seperti gandum dan bahan olahan lainnya, serta macam – macam mesin yang digunakan di pabrik juga biasanya merupakan kiriman dari negara Inggris.

5. Indonesia – Ethiopia

Dengan negara Ethiopia, Indonesia mengadakan kerjasama dalam bentuk beberapa produk kebutuhan sehari – hari yakni produk sabun, baterai, berbagai jenis benang, produk kertas dan perlengkapan dapur. Sementara itu Ethiopia sebagai timbal baliknya mengekspor bahan dari kulit.

Bentuk kerjasama multilateral yang diikuti oleh negara Indonesia

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa kerjasama multilateral merupakan kerjasama dengan cakupan negara yang lebih luas lagi karena tidak hanya menghubungan dua kenegaraan saja melainkan lebih dari dua negara. Kerjasama jenis ini juga seringkali disebut sebagai kerjasama “the law making treaties” kenapa dijuluki demikian? Hal ini karena cakupan yang dibentuk dalam kerjasama multilateral ini terbilang cukup umum, kepentingan – kepentingan dalam bentuk umun serta bersifat sangat terbuka untuk negara lain yang tidak ikut serta dalam hubungan kerjasama tersebut (negara non anggota).

Bentuk kerjasama multilateral apa sajakah yang pernah dilakukan oleh negara Indonesi dengan banyak negara lainnya, mulai dari negara tetangga sampai negara luar negeri lain lintas benua. Nah berikut ini adalah bentuk kerjasama yang dilakukan negara Indonesia dengan negara – negara terdekatnya atau negara tetangga. Diantaranya adalah:

  • Perjanjian 7 Mei 2002 (Indonesia – Filipina – Malaysia)
    Perjanjian yang dilakukan yakni berupa perjanjian dalam pemeliharaan segala bentuk aktifitas keamanan yang terjalin dalam lintar negara
  • Indonesia – Malaysia – Brunei
    Bentuk kerjasama yang dijalin dari ke tiga negara ini yakni dalam bentuk kebudayaan.
  • Indonesia – Singapura – Malaysia
    Bentuk kerjasama yang terjalin diantara ke tiga negara tersebut yakni masalah penanganan terorisme serta tindakan kejahatan yang terjadi antar lintas negara
  • BIMP – EAGA (1994)
    Yakni pembentukan East ASEAN dengan 4 negara yakni negara Brunei, negara Indonesia, negara Malaysia dan negara Philippine, kerjasama ini dibentuk untuk memenuhi kebutuhan politik, bidang keamanan, serta bidang kebudayaan.

Untuk jenis kerjasama multilateral yang dilakukan dengan negara – negara jauh dirangkum dalam beberapa contoh berikut yang juga memberikan gambaran serta manfaat apa saja yang didapatkan dalam hubungan kerjasama tersebut. Diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Perjanjian Persetujuan mengenai Tarif dengan perdagangan internasional (GATT)

Perjanjian ini terbentuk mulanya di tahun 1947 dan Indoensia bergabung menjadi anggota mulai pada tahun 1950, dimana pembentukannya didasarkan atas perjanjian Jenewa, Swiss. Ada pun tujuan di bentuknya GATT yakni untuk mengurangi dan menghilangkan berbagai hambatan perdagangan lintas negara dalam hal hambatan bea dan cukai untuk barang impor dan ekspor yang sangat tinggi. Selanjutnya yakni untuk melakukan penurunan tarif bea dan cukai serta mempertahankan kestabilan tarif tersebut.

2. WTO atau ITO

World Trade Organization atau juga dikenal dengan nama lain International Trade Organization merupakan sebuah bentuk hubungan kerjasama yang di dirikan sejak 15 april tahun 1994. Hal – hal yang di urus dalam kerjasama ini yaitu mengenai pemeliharaan atas kesepakatan liberal trade atau perdagangan bebas.

3. International Finance Corporation (IFC)

Salah satu kerjasama dalam bidang finance yang didirikan tanggal 24 Juli tahun ’56 dibentuk untuk menyediakan berbagai pinjaman dalam bentuk uang yang ditujukan bagi pengusaha – pengusaha yang juga membantu negara – negara yang tengah berkembang. Dengan kata lain IFC ini memiliki tujuan untuk meningkatkan perekonomian negara anggotanya dengan memperhatikan perkembangan ekonomi dari negara peminjam. Peminjaman yang diberikan berupa pinjaman jangka pendek dan juga pinjaman jangka panjang tanpa adanya jaminan.

4. World Bank

Hubungan kerjasama yang dibentuk yakni dalam hal perbankan yang dikelola dalam skala dunia. Kerjasama ini digunakan untuk membantu berbagai jenis pembangunan yang sedang dilakukan oleh berbagai negara terutama negara yang dalam status negara berkembang.

Beberapa contoh kerjasama bilateral dan kerjasama multilateral diatas adalah beberapa diantaranya yang seringkali muncul dalam meteri pembelajaran. Namun sebetulnya masih banyak contoh lainnya seperti ILO, IMF, OPEC, FAO, UNIDO, UNDP dan OECD.