Keris Naga Runting dan Setan Kober, Dibalik Kisah Misterinya

Posted on

Indonesia memang lekat sekali dengan kisah kisah mistis. Termasuk juga kisah tentang berbagai benda benada pusaka yang sakti. Kisah seperti ini memang sangat melekat dengan masyarakat di tanah air karena memang masyarakat dulunya hidup di jaman kerajaan dan juga sangat kental dengan budaya kejawen.

Oleh karena itu kisah seperti ini sangat banyak beredar dan begitu dipercaya oleh masyakat. Salah satu benda benda pusaka dan dianggap keramat yang sering dibicarakan ditengah masyarakat ialah keris. Keris di tanah air juga begitu banyak yang dikeramatkan pleh masyarakat karena dianggap memiliki kemampuan spiritual sakti. Dari sekian banyak keris, diantara yang begitu populer adalah Keris Naga Runting dan Keris Setan Kober.

Cerita keris naga runting

Keris Naga Runting adalah salah satu keris yang memiliki kisah misteri yang begitu melegenda. Keris ini bahkan memiliki bentuk dan corak yang sangat indah dibandingkan dengan keris pada umumnya. Ukiran pada keris Naga Runting ini sangat artistik. Dimana pada bagian bilah, keris Naga Runting dibuat dengan ukiran naga sedangkan pada bagian gagang dibuat dengan ukiran manusia. Tidak hanya itu, pembuatan keris ini juga sangat unik, karena keris ini dibuat dari paku emas yang ditempa sehingga dapat pipih dengan sempurna.

Keris Naga Runting dan Setan Kober (Dibalik Kisah Misterinya)

Kemudian setelah itu Keris Naga Runting dirajah dengan pahatan kepala dan ekor ular. Maka tak heran bila Keris Naga Runting memiliki nilai seni yang begitu tinggi. Bahkan diceritakan bahwa paku emas yang dijadikan sebagai bahan baku untuk membuat Keris Naga Runting ini adalah buatan Brahmana guru sebagai simbol bakal manusia yang harus memiliki karakter mulia, jujur, dan juga bijaksana.

Keris Naga Runting diketahui bahwa dulunya adalah milik dari seorang prabu yaitu Prabu Siliwangi. Kini keris ini dimiliki oleh Mbah Soleh yang didapatkan secara turun temurun dari kakek buyutnya. Jika diingat kembali bahwa Keris Naga Runting ini adalah milik seorang raja atau prabu, tentu saja bisa dibayangkan bagaimana kesaktiannya. Bahkan keris ini bisa dijadikan sebagai lambang kewibawaan seorang raja dari kerajaan yang tangguh. Keris ini memang sekarang sudah tak bertuan, akan tetapi banyak yang menyebutkan bahwa keris ini memiliki kesaktian yang terpendam sekarang. Diantaranya adalah:

  1. Sebagai wujud kewibawaan raja atau prabu
  2. Sebagai bentuk pengayom bagi rakyat
  3. Sebagai benteng diri agar jauh dari kejahatan
  4. Sebagai bentuk untuk membentengi diri dari berbagai kejahatan termasuk dari bentuk kejahatan spiritual

Keris Naga Runting memang bukanlah senjata umum yang bisa dimiliki oleh semua orang. Karena memang keris ini istimewa dan dibuat dengan cara yang istimewa. Untuk keris yang sakti seperti ini, memang perlu dilakukan pertapaan yang rutin dan spesial sebagai bentuk perawatan. Biasanya pemiliknya akan melakukan berbagai ritual seperti memandikan keris dengan kembang dan lain sebagainya.

Diceritakan bahwa untuk membuat Keris Naga Runting ini, Prabu Siliwangi melakukan tirakat yaitu bersemedia dengan puasa selama 40 hari 40 malam sebagai ritual sakral untuk membuat keris ini agar mampu memberikan kekuatan yang sangat besar. Keris ini dibuat dan disempurnakan oleh Empu Anjani yang dipercayai oleh Prabu Siliwangi. Setelah keris ini selesai dan diberikan nama Keris Naga Runting, keris ini dilengkapi juga dengan warangka dari bahan kayu cendana sehingga mampu menambah keistimewaan yang tak tertandingi.

Ketahui juga cerita berikut ini

Cerita keris setan kober

Keris lain yang juga begitu dikenal adalah Keris Setan Kober. Keris ini adalah salah satu keris yang memiliki kisah fenomenal. Akan tetapi kisah ini susah ditemukan karena memang tidak dituliskan dalam babad tanah jawa. Keris Setan Kober ini adalah sebuah pusaka yang dibuat oleh Mpu Supo Mandrangi yang berasal dai Tuban, Jawa Timur. Keris pusaka ini juga memiliki nama lain yaitu Keris Bronggot Setan Kober. Keris ini dulunya dimiliki oleh Sunan Kudus yang selanjutnya diberikan dan dikenakan oleh Arya Penangsang.

Dulunya Keris Setan Kober ini digunakan dalam sebuah perang melawan Sutawijaya. Cerita yang menyertai perjalanan Keris Setan Kober sudah begitu banyak dikenal. Dimana dulu saat tombak Kyai Pleret yang digunakan Sutawijaya mengenai Ayra Penangsang, dia dengan sigap menyangkutkan buraian usunya pada wrangka yang terselip di panggang. Sehingga Arya Penangsang tetap melanjutkan perangnya dengan gagah berani. Namun sesaat kemudian Sutawijaya ganti dalam posisi terdesak sehingga pada kesempatan tersebut Arya Penangsang segera menyudahi perang dengan mencabut keris dari wrangka.

Akan tetapi tanpa tersadar justru Keris Setan Kober ini malah langsung memotong ususnya sehingga ia langsung tewas. Ki Juru Mertani yang menyaksikan kejadian tersebut begitu kagum dengan kegagahan dankeberanian Arya Penangsang. Sehingga pada akhirnya dia memerintahkan anak laki lakinya untuk bisa berlaku seperti Arya Penangsang dan menggantikan buraian usus Arya Penangsang dengan menggunakan ronce bunga melati. Dan hal ini menjadi tradisi dalam adat pernikahan yang masih digunakan dan dilakukan hingga saat ini.

Keris ini memang begitu terkenal termasuk juga dengan kisah yang menyertainya. Akan tetapi banyak juga yang menanyakan bagaimana bentuk asli dari Keris Setan Kober ini karena dari setiap cerita tidak ada yang membahas mengenai bentuk fisik dari keris ini. Nama Keris Setan Kober ini sebenarnya adalah sebuah kiasan yang berarti Pasemon dalam bahasa jawa. Pasemon ini berarti bahwa fisik barang tidak ada. Maksudnya adalah bahwa Keris Setan Kober ini berarti hanyalah sebuah kiasan. Dilihat dari namanya, brongot artinya sulutan api.

Ya, kata brongot memang sangat dikenal terutama di jaman Majapahit dimana saat itu alat yang sangat populer adalah meriam. Itulah kenapa banyak yang mananyakan keberadaan dari Keris Setan Kober ini akan tetapi memang tidak bisa ditemukan. Perlu kita ketahui bersama bahwa cerita yang populer ini dan juga berbagai cerita lain yang kita ketahui banyak sekali menggunakan bahasa bahasa istilah. Dimana dengan menggunakan istilah istilah ini, diharapkan kita sebagai generasi penerus mmapu untuk lebih berpikir dan memahami dengan akal sehat.

Banyak yang menuliskan pusaka Keris Setan Kober ini menggunakan bahasa kiasan yang bukan berarti maknanya. Dengan begitu juga bisa dijadikan pesan bahwa masyarakat juga perlu mengerti dan memahami kode kode sejarah maupun simbol teks didalam sebauh cerita dengan cara yang ilmiah sehingga bisa dicari tahu kebenarannya. Coba kita telaah bersama, dalam kisah yang diceritakan bahwa keris Setan Kober adalah milik Sunan Kudus.

Padahal seperti yang kita ketahui bahwa sebagai seorang ulama, tentu saja sejatinya mereka memahami bahwa memiliki benda pusaka yang dikeramatkan adalah hal yang tidak diperbolehkan dalam tuntunan agama. Dengan begitu saja, kita bisa memahami bahwa Keris Setan Kober hanyalah sebuah cerita yang perlu kita pahami maknanya. Bahkan bisa dijadikan sebagai tuntutan untuk menjalankan kehidupan sehari hari. Karena adanya cerita seperti ini memang dimaksudkan agar kita bisa memetik hikmahnya untuk digunakan dalam berperilaku sehingga bisa berbuat lebih baik.