11 Kerajaan Bercorak Islam di Nusantara dan Peninggalannya

Posted on

Islam merupakan salah satu agama di Indonesia yang telah ada sejak berabad-abad lalu. Islam yang merupakan agama terbesar nomor dua setelah agama Kristen ini mengajarkan kepada para pengikutnya untuk berbuat baik di dunia dan selalu mencari rahmat dari Allah SWT.

Melalui firman dan utusan Allah SWT, agama Islam semakin berkembang dan semakin diterima oleh pemeluknya akibat ajaran bijak yang tertanam di dalam ajaran agama tersebut. Jika ditelisik lebih jauh, agama Islam telah lama berkembang dan telah lama dipeluk oleh pemeluknya sejak dulu.

Jika dilihat dari sisi sejarah, agama Islam telah tersebar sejak abad ke-1 dan menjadi agama dasar bagi beberapa kerajaan besar di Indonesia. Kerajaan-kerajaan besar tersebut bahkan menjadikan agama Islam sebagai agama utama di kerajaan mereka. Di kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai kerajaan apa saja yang memiliki corak Islam di dalamnya.

Kerajaan Bercorak Islam di Nusantara dan Peninggalannya

Kerajaan besar bercorak islam yang ada di indonesia

Seperti yang dibahas sebelumnya, tanah Indonesia pernah berdiri kerajaan-kerajaan besar bercorak Islam yang namanya besarnya masih dikenal hingga sekarang ini. Kerajaan besar tersebut merupakan penanda bahwa agama Islam telah menyebar secara merata hingga dapat dipeluk oleh kerajaan besar di Indonesia. Berikut ini merupakan beberapa kerajaan bercorak Islam yang pernah berdiri di tanah Indonesia:

  1. Kesultanan samudera pasai
    Kesultanan yang berdiri sejak abad ke-13 Masehi ini merupakan kesultanan pertama di Indonesia yang bercorak Islam. Sultan Malik Al-Saleh yang merupakan pendiri Kesultanan Samudera Pasai memeluk agama Islam sejak menikah dengan puteri dari Raja Perlak. Kesultanan Samudera Pasai semakin besar sejak pemerintahan Sultan Malik At-Thahir yang merupakan putera dari Sultan Malik Al-Saleh. Ketaatan Sultan Malik At-Thahir kepada agama Islam membuatnya disegani oleh rakyatnya. Kebijaksanaan Sultan Malik At Thahir dalam memimpin kesultanan membuatnya semakin dihormati oleh rakyatnya.
  2. Kesultanan malaka
    Dikutip dari sejarah Melayu, Kesultanan Malaka didirikan oleh pangeran Paramisora yang merupakan seorang pangeran yang berasal dari Majapahit. Ia yang melarikan diri dari kerajaan memutuskan untuk menetap di Malaka. Di Malaka sendiri, ia dan para pengikutnya membangun daerah yang nantinya digunakan sebagai pelabuhan utama di Selat Malaka. Letak kesultanan yang strategis membuat kerajaan ini menjadi pesaing berat untuk Kesultanan Samudera Pasai. Paramisora yang memutuskan memeluk agama Islam akhirnya berganti nama menjadi Iskandar Syah.
  3. Kesultanan aceh
    Kesultanan Aceh merupakan buah hasil dari runtuhnya Kesultanan Malaka. Penduduk Kesultanan Malaka yang tersisa memutuskan untuk bermukim di wilayah Aceh dan mendirikan Kesultanan baru di sana. Kesultanan Aceh berkembang dengan sangat baik selama 4 abad.
  4. Kesultanan demak
    Kesultanan bercorak Islam di Pulau Jawa adalah Kesultanan Demak. Raden Patah merupakan pendiri Kesultanan Demak yang memiliki isteri berdarah Cina. Kesultanan Demak merupakan pusat dari penyebaran agama dan pusat perdagangan yang ada di Indonesia di jamannya.
  5. Kesultanan pajang
    Pajang merupakan daerah yang subur dan makmur. Joko Tingkir atau Sultan Adiwijaya merupakan Sultan pertama di kerajaan tersebut yang memiliki hubungan baik dengan kerajaan lain di Pulau Jawa. Kekuasaan besar yang dimiliki sang Sultan mampu membawa kesultanannya menjadi kesultanan besar di tanah air.
  6. Kesultanan mataram
  7. Kesultanan banten
  8. Kesultanan cirebon
  9. Kesultanan makassar
  10. Kesultanan banjar

Kerajaan bercorak islam tertua di nusantara

Kerajaan bercorak Islam tertua di nusantara adalah Kerajaan Perlak. Kerajaan Perlak sendiri telah berdiri sejak tahun 840 yang dipimpin oleh Sultan Alaidin Syed Maulana Abdul Aziz Syah sebagai raja pertama Kerajaan Perlak. Kerajaan Perlak mulai mengenal Islam dari para pedagang yang masuk ke dalam Kerajaan Perlak. Dari para pedagan itulah, masyarakat Perlak mulai mengenal Islam dan memeluk agama tersebut sebagai agama utama mereka.

Sultan Alaidin Syed Maulana Aziz Syah sendiri memeluk Islam aliran Syi’ah akibat pengaruh para pedagang yang berasal dari Arab. Kerajaan Perlak mulai mengalami pergolakan yang mengakibatkan kerajaan terpecah menjadi dua bagian kekuasaan, Perlak pesisir dan Perlak Pedalaman. Perlak Pesisir sendiri dipimpin oleh Sultan Alaidin Syed Maulana Shah dan dipenuhi oleh masyarakat beraliran Syi’ah. Sedangkan Perlak pedalaman dipimpin oleh Sultan Makhdum Alaidin Malik Ibrahim Shah Johan Berdaulat dan dipenuhi oleh penduduk beraliran Sunni.

Perbedaan kepemimpinan tidak berlangsung lama. Hal tersebut dibuktikan dengan bersatunya Kerajaan Perlak saat Sultan Alaidin Syed Maulana Shah dikebumikan. Kekalahan perang yang diderita oleh Kerajaan Perlak memicu bersatunya rakyat Perlak untuk membawa kerajaannya bangkit kembali dari keterpurukan. Di abad ke-8, Kerajaan Perlak berada dimasa kejayaan. Hal tersebut dibuktikan dengan tingginya aktifitas berdagangan yang terjadi di kerajaan tersebut.

Semakin banyaknya pedagang Islam yang masuk ke Kerajaan Perlak, semakin besar pula kesempatan Islam untuk berkembang di kerajaan tersebut. Banyak pedagang yang menikah dengan wanita asal Kerajaan Perlak dan membuat ajaran Islam berkembang dengan amat cepat. Perkembangan Islam yang cepat inilah yang membawa Kerajaan Perlak menjadi kerajaan Islam pertama yang pernah ada di Indonesia.

Jika diperhatikan dengan lebih teliti, Kerajaan Perlak meraih kejayaan di masa Sultan Makhdum Alaidin Malik Muhammad Amin Syah II Johan Berdaulat. Sang sultan bahkan menikahkan puterinya dengan Raja Tumasik asal Singapura untuk memperkuat keberadaan Kerajaan Perlak. Setelah sang sultan meninggal dunia, Kerajaan Perlak dipimpin oleh Putra Sultan Malik As-Saleh. Pemimpin baru Kerajaan Perlak ini mampu menyatukan Kerajaan Perlak dengan Kerajaan Samudera Pasiai. Akibat bergabungnya dua kerajaan bercorak Islam ini. Kerajaan Perlak menjadi Kerajaan besar dan memiliki andil besar dalam memperkenalkan agama Islam kepada kerajaan yang lainnya.

Peninggalan kerajaan perlak

Sebagai salah satu kerajaan bercorak Islam di tanah air, Kerajaan Perlak pastinya memiliki peninggalan dan bukti sejarah akan keberadaan kerajaan tersebut di nusantara. Peninggalan-peninggalan tersebut dapat membuktikan peranan Kerajaan Perlak dalam menyebarkan agama Islam di nusantara. Berikut ini merupakan beberapa Kerajaan Perlak yang harus diketahui:

  • Mata uang dari Kerajaan Perlak
  • Stempel kerajaan
  • Makam-makam raja
  • Kitab idharul Haqq
  • Kitab Tazkirah Thabakat Junu Sultan as Shalatin

Peninggalan Kerajaan Perlak berupa mata uang kerajaan tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi para penemu. Dari peninggalan tersebut, kita dapat mengetahui bahwa masyarakat di jaman tersebut telah mengenal alat tukar dengan baik. selain mata uang Kerajaan Perlak, stempel kerajaan menjadi salah satu bukti peninggalan sejarah yang bernilai tinggi. Di dalam stempel kerajaan tersebut tertulis “Al Wasiq Bilan Negeri Bendahara Sannah 212”.

Dari tulisan tersebut kita dapat mengetahui tokoh penting yang berada di balik stempel tersebut. Hingga kini, kesemua peninggalan Kerajaan Perlak tersimpan dengan sangat baik di tempat yang tepat. Masyarakat luar dapat melihat dan menikmati langsung peninggalan kerajaan tersebut dengan mudah sampai saat ini. Museum merupakan tempat paling tepat untuk melihat barang-barang peninggalan dari kerajaan bercorak Islam di tanah air tersebut.