Islam Kejawen Sunan Kalijaga, Pengetahuan dan Segi Ajaran

Posted on

Islam kejawen sunan kalijaga memang sangat terkenal, khususnya untuk mereka yang berdarah Jawa. Sunan Kalijaga adalah salah satu tokoh yang sangat berperan dalam penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. Sunan Kalijaga berhasil mengkombinasikan antara tradisi budaya Jawa dengan teologi Islam.

Kanjeng Sunan Kalijaga dalam sejarah juga seringkali dikaitkan dengan hal-hal yang mistis. Hingga saat ini, ajaran dari Kanjeng Sunan Kalijaga masih menjadi panutan oleh para pengikutnya. Ajarannya ini memang sangat terkenal di kalangan umat Muslim yang tinggal di Tanah Jawa.

Islam Kejawen Sunan Kalijaga, Pengetahuan dan Segi Ajaran

Makam Sunan Kalijaga sendiri sangat sering dikunjungi oleh para wisatawan yang hendak berziarah serta mendoakan Sunan Kalijaga. Selama menyebarkan agama islam, Sunan Kalijaga diketahui memberikan ajaran-ajaran tentang kehidupan agar umat muslim di Tanah Jawa semakin terjaga keimanannya. Berikut ini adalah beberapa ajaran yang diajarkan oleh Sunan Kalijaga kepada para pengikutnya.

Ajaran sunan kalijaga

1. Manembah atau dalam bahasa Indonesia artinya adalah menyembah.

Selama menyebarkan agama islam, Kanjeng Sunan Kalijaga selalu mengajak umatnya untuk menyembah kepada satu Tuhan yaitu Allah SWT yang merupakan sang pencipta alam semesta. Maksud dari kata menyembah adalah menjauhi segala larangannya dan mematuhi semua perintahnya berdasarkan perintah dalam Al Quran dan juga hadis.

2. Marsudi ajining sarira yang artinya adalah menghargai diri sendiri.

Maksud dari menghargai diri sendiri adalah dengan tidak menyakiti diri. Jika Anda sudah bisa menghargai diri sendiri, barulah Anda bisa menghargai orang lain.

3. Maguru yang dalam bahasa Indonesia artinya adalah berguru.

Dalam ajaran ini, Sunan Kalijaga senantiasa mengajak umat islam untuk mencari ilmu dan belajar sebanyak-banyaknya.

4. Mangabdi dalam hal ini, mangabdi artinya adalah berbakti

Dimana  mengabdi kepada kedua orang tua yang sudah melahirkan, merawat dan membesarkan kita. Selain itu, adapula yang menyebutkan bahwa mangabdi yang dimaksudkan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga adalah berbakti kepada kedua orang tua, agama, negara dan bangsa.

5. Martapa jika dilihat dari sudut pandang bahasa, martapa artinya adalah bertapa.

Maksudnya bukan Anda bertapa di goa atau tempat mistis lainnya, tapi mengajarkan manusia untuk hidup sederhana, memiliki laku prihatin, dan juga tidak berlebihan.

Ajaran tersebut juga dikenal dengan istilah islam kejawen sunan kalijaga. Dimana ajaran ini masih banyak dianut oleh masyarakat zaman sekarang. Sunan Kalijaga yang juga memiliki nama Raden Syahid adalah putra seorang tumenggung. Hanya saja, beliau tidak ingin memanfaatkan kekuasaan yang dimiliki ayahandanya. Lain halnya dengan sang ayah, Sunan Kalijaga lebih memilih untuk menjadi pegiat spiritual Agama Islam di Jawa.

Dimana pada akhirnya, Sunan Kalijaga diangkat menjadi salah seorang anggota Wali Sanga oleh Dewan Wali Sanga untuk menggantikan Syekh Subakir yang kala itu kembali ke Persia. Sepak terjangnya dalam mengajarkan agama islam di tanah Jawa memang banyak dituangkan ke dalam berbagai macam buku. Walaupun kisahnya melegenda kemana-mana, nyatanya tidak semua orang mengetahui ajaran seperti apa yang dibawanya. Selama ini, masyarakat hanya mengenal islam kejawen sebagai ajaran dari Sunan Kalijagga.

Salah satu ajaran yang masih banyak dianut masyarakat adalah doa khusus untuk menyingkirkan penyakit, menolak bala, mengusir hama dan juga penyakit tanaman, serta melindungi diri saat pertempuran. Doa ini dikenal dengan nama “Rumeksa ing Wengi” yang merupakan sebuah doa khusus yang disusun langsung oleh Sunan Kalijaga. Ajaran Sunan Kalijaga bis diterima oleh banyak pihak kala itu karena dilakukan dengan pendekatan budaya.

Karena seperti yang diketahui, masyarakat jaman dahulu masih kental dengan budaya agama Hindu dan Budha. Sehingga akan sangat sulit jika ajaran islam diajarkan begitu saja tanpa adanya penyelarasan budaya. Salah satu ajaran yang merupakan kombinasi dari ajaran agama islam dan adat istiadat orang jawa adalah Sekaten dan Gerebeg Mulud. Dengan cara tersebutlah Sunan Kalijaga berhasil mengajak orang lain di tanah Jawa untuk masuk agama Islam.

Pendapat para ulama tentang istilah Islam kejawen

Islam kejawen sunan kalijaga mengenal istilah “wasilah” yakni cara mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagai Tuhan satu-satunya. Ada beberapa ulama yang masih memperdebatkan bentuk wasilah ini. Karena sebenarnya, sunan tidak ingin mendebatkan masalah teologi. Hanya saja para sunan ingin memberikan contoh wasilah yang bisa dipadukan dengan adat istiadat Jawa sehingga bisa diterima dengan mudah oleh masyarakat terdahulu.

Tujuan Wasilah ini pada dasarnya adalah menanamkan rasa cinta manusia kepada Rasul, ara nabi, sahabat beserta keluarganya. Dalam ajaran sunan Kalijaga, sunah rasul ternyata tidak sesempit seperti apa yang diketahui masyarakat sekarang ini. Bahkan ada banyak sunah rasul yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah menggunakan baju takwa.

Dalam ajaran Sunan Kalijaga, Tarekat, hakikat dan Syariat, dipadukan menjadi satu. Ajaran tersebutlah yang kemudian menjadi makrifat berbentuk adat Jawa. Dengan begitu, manusia akan merasa bahwa agama bukan hanya sekedar formalitas hidup tapi juga bagian dari kehidupan itu sendiri. Makrifat dan kesan mistik yang biasanya dipandang negatif oleh orang-orang diolah oleh Sunan menjadi sebuah ajaran yang sangat bermakna.

Salah satu ajaran yang banyak diperdebatkan oleh sebagian orang adalah “Selamatan”. Selama ini, selamatan hanyalah dikenal sebagai tradisi adat Jawa yang dipadukan dengan amalan-amalan agama islam seperti membaca Al-Qur’an, tahlilan dan lain sebagainya. Makna dari tradisi selamatan ini sebenarnya agar manusia bisa bersyukur terhadap apa yang dimiliki saat ini. Dengan begitu, manusia bisa menikmati kehidupan dengan perasaan lapang dana dan selalu berharap penuh terhadap ridho Allah SWT.

Banyak pelajaran penting yang bisa diambil dari sebuah pengalaman hidup, entah pengalaman diri sendiri atau orang lain. Kanjeng Sunan Kalijaga diberi julukan dijuluki Syech Malaka. Awalnya, Sunan Kalijaga ingin pergi ke Mekkah untuk menyebarkan agama Islam. Tapi Nabi Khidir berpesan kepadanya untuk mengurungkan niatnya terseyt dan kembali ke Pulau Jawa untuk terus menyebarkan agama islam.

Karena jika ditinggalkan, maka penduduk Jawa akan kembali menjadi manusia yang kafir. Wejangan ini tentunya membuat Sunan Kalijaga membatalkan niatnya untuk pergi ke Mekkah dan tetap mengajarkan agama islam di Pulau Jawa dengan harapan penduduknya tetap istiqomah di jalan Allah SWT. Wejangan Nabi Khidir ini dikeluarkan melalui Suluk Linglung Sunan Kalijaga.

Dimana di dalamnya berisi bahwa hanya ada satu tuhan yakni Allah SWT yang wajib kita sembah, tidak ada yang lain. Dalam wejangan tersebut, diketahui pula bahwa Nabi Khidir memberikan nasehat bahwa manusia pada dasarnya akan mati secara lahirian (jasad) tapi rohnya akan hidup dan mendapatkan balasan sesuai dengan perilakunya selama di dunia.

Pada intinya, islam kejawen sunan kalijaga sama dengan ajaran islam yakni menyembah kepada Allah SWT dengan menjauhi semua larangannya dan mematuhi segala perintahnya. Hanya saja ajaran Sunan Kalijaga ini dikemas dalam balutan adat Jawa agar mudah dipahami dan diterima oleh masyarakat terdahulu.