4 Mitos dan Fakta Anak Pertama Menikah dengan Anak Ketiga

Posted on

Dari sekian banyak mitos yang beredar di Jawa, salah satunya adalah seputar anak pertama yang tidak diperbolehkan menikah dengan anak ketiga. Suku Jawa juga terkenal selalu memegang teguh adat istiadat serta tradisi mereka, termasuk di antaranya adalah memercayai semua mitos yang ada. Hingga kini pun, tak sedikit yang masih mempercayai kepercayaan unik terkait pernikahan ini.

Mitos ini turut dikenal dengan istilah lusan, telu dan pisan yang berarti ketiga dan pertama. Menurut sesepuh, siapapun yang melanggar mitos ini baik sengaja maupun tidak, maka mereka harus bersiap akan kemungkinan buruk yang terjadi. Di antaranya adalah kesialan dan hal-hal tak mengenakkan lainnya. Namun, seperti apakah sebenarnya fakta anak pertama menikah dengan anak ketiga ini?

image by http://story.wedding.com.my

Benarkah kenyatannya sama seperti mitos di atas? Dari berbagai sumber yang turut mengulas seputar pernikahan anak ketiga dengan anak pertama, setidaknya akan ada beberapa hal yang diyakini bakal terjadi. Aneka hal tersebut adalah sebagai berikut.

1. Pertama pasti akan ada konflik karakter pada pasangan

Secara psikologis, anak pertama dan anak ketiga memang sangat berbeda jauh. Anak pertama akan cenderung bersikap pengatur, merasa dewasa serta biasa dijadikan patokan. Sementara anak ketiga justru sebaliknya. Mereka bersikap manja, susah diatur serta seringkali akan bersikap semaunya sendiri. Dua karakter bertentangan ini apabila hidup dalam satu rumah, maka tinggal tunggu waktu saja hingga terjadi pertengkaran-pertengkaran di masa yang akan datang. Walau masalah memang tidak bisa dihindari dalam kehidupan sehari-hari, namun hal ini tetap saja bisa diwaspadai dari awal.

2. Rumah tangga akan dirundung banyak pertengkaran dan masalah

Menurut kepercayaan orang Jawa sejak zaman dulu, pernikahan ini akan dirundung banyak pertengkaran. Pasangan anak pertama serta anak ketiga yang memaksa menikah akan dihadapkan bagai rumah tangga yang membuat kepala mereka seperti mau pecah. Saat satu masalah berhasil diselesaikan, maka akan muncul masalah-masalah lainnya. Bahkan, bukan tidak mungkin apabila mereka akan mengalami banyak masalah dalam satu waktu. Ibaratnya, rumah tangga mereka nantinya akan seperti peribahasa hilang satu tumbuh seribu. Tentu tidak bisa dibayangkan akan seperti apa rasanya.

3. Akan memiliki rejeki dalam keuangan yang sulit jika keduanya menikah

Pernikahan antara anak pertama dan anak ketiga juga diyakini akan mendatangkan kesulitan dalam hal perekonomian. Bersiaplah untuk menghadapi aneka masalah keuangan. Rezeki diyakini akan sulit masuk ke dalam keluarga. Mereka juga akan kesusahan dalam mencari uang guna menafkahi keluarganya. Tiap usaha juga akan berakhir pada kegagalan. Pekerjaan juga sulit didapatkan. Hal inilah yang membuat pernikahan anak pertama dengan anak ketiga dipercaya tak akan berhasil.

4. Mitosnya adalah bahwa salah satu pihak akan ditinggal mati pasangannya

Yang lebih menyeramkan lagi adalah bahwa pernikahan anak pertama dengan anak ketiga akan dapat berujung pada kematian. Mitosnya adalah bahwa salah satu pihak akan ditinggal mati pasangannya. Ancaman paling buruk ialah salah satu mempelai ataupun ayah dan ibu dari keduanya akan meninggal. Mitos buruk inilah yang membuat pasangan yang hendak menikah akan berpikir ulang seribu kali. Tentunya tak ada yang mau apabila setelah menikah nanti, salah satunya akan meninggal.

ketahui fakta menarik lainnya:

Itulah mitos mengenai anak pertama yang menikah dengan anak ketiga. Namun, sebenarnya bagaimana dengan faktanya? Apakah benar semua mitos di atas akan menjadi kenyataan? Kebenaran dari mitos itu sendiri memang belum terbukti. Sebagai orang yang beragama, kita tentu paham bahwa jodoh, rezeki dan kematian ada di tangan Tuhan. Jika Tuhan telah menakdirkan seorang anak pertama berjodoh dengan anak ketiga, maka tidak akan ada yang bisa melawannya.

Semuanya memang kembali pada kepercayaan dan juga keyakinan masing-masing. Orang Jawa zaman dulu mungkin akan masih sangat mempercayai mitos kuno dan menganggapnya benar-benar akan terjadi. Namun, seiring perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan, beberapa mitos memang telah terbukti tidak benar dan hanya digunakan sebagai alat kontrol sosial saja. Bisa jadi mitos dan kepercayaan seputar pernikahan ini pun hanyalah bagian dari alat kontrol sosial semata. Demikian beberapa mitos anak pertama menikah dengan anak ketiga serta mitos yang berkembang di masyarakat.

Loading...