10 Fakta Anak Pertama Menikah Dengan Anak Bungsu, Akankah Cocok?

Posted on

Selama ini, seringkali kita dengar bahwa anak bungsu dan anak sulung akan menjadi pasangan yang ideal. Lain halnya dengan anak sulung yang berpasangan dengan sesama anak sulung ataupun anak bungsu yang berpasangan sesama anak bungsu. Mereka dianggap tak cocok dalam membina hubungan serta jalinan cintanya nanti akan penuh dengan cekcok. Bagaimana ini bisa terjadi? Berikut adalah beberapa fakta anak pertama menikah dengan anak bungsu.

Loading...
image by http://bibo.kz

1. Anak pertama akan memiliki kebiasaan mengayomi adik-adiknya di rumah.

Ia akan berperan sebagai pembimbing mereka dan menuntun ke arah yang benar. Sebaliknya, anak bungsu cenderung manja serta lebih sering diayomi, dilindungi dan dibimbing. Bersama, keduanya akan menjadi pasangan yang saling melengkapi.

2. Anak pertama memiliki sifat mandiri serta bertanggungjawab.

Loading...

Ia terbiasa mendapat limpahan tanggung jawab yang lebih besar dibanding adik-adiknya di rumah. Sementara anak bungsu justru akan lebih sering bergantung, baik pada orangtua maupun kakak-kakaknya. Pasangan anak sulung dan anak bungsu akan merasa saling membutuhkan.

3. Anak pertama kerap akan memanajemen banyak hal.

Mereka mengatur waktu, kegiatan hingga barang-barangnya secara terorganisir. Sementara anak bungsu terkadang suka gelagapan dalam mengatur sesuatu. Mereka juga bisa jadi akan kesulitan dalam memanajemen hidupnya atau waktunya untuk mengerjakan berbagai hal. Ini akan membuat pasangan anak sulung dan anak bungsu sebagai partner yang cocok serta tidak saling mengatur satu sama lain.

4. Anak pertama cenderung keras kepala, namun anak bungsu justru supel.

Inilah mengapa anak bungsu akan menjadi penyejuk pada saat suasana tegang. Anak bungsu yang akan meredam sifat keras kepala dari anak sulung.

5. Anak pertama sudah terbiasa mengalah untuk adik-adiknya di rumah.

Ia takkan memonopoli semua yang dimilikinya untuk dirinya sendiri. Anak sulung justru lebih gemar berbagi segala sesuatu yang didapat atau dimilikinya, karena itulah yang diajarkan padanya di rumah. Sementara anak bungsu adalah sebaliknya, mereka takkan mau kalah. Pasangan ini takkan berebut sesuatu dalam sebuah hubungan.

ketahui fakta menarik lainnya:

6. Kecenderungan anak pertama adalah gemar beradu argumen.

Mereka akan mempertahankan pendapatnya selama mereka merasa hal itu benar. Sementara anak bungsu akan lebih kritis. Perpaduan ini akan membuat perdebatan yang terjadi di antara keduanya bukan sekedar ngotot-ngototan semata.

7. Anak pertama dalah pekerja keras serta tidak lelah dalam mencari uang.

Sifat ini akan semakin kentara apabila anak sulung sekaligus menjadi tulang punggung keluarganya. Bagusnya, anak bungsu memiliki kebiasaan gemar menabung. Mereka tidak suka berfoya-foya dan lebih gemar menyisihkan pendapatannya untuk hari esok kelak. Bisa bayangkan jika keduanya menjadi pasangan? Setahun menikah, mungkin mereka sudah memiliki rumah sendiri.

8. Anak pertama terbiasa didengarkan pendapatnya di dalam rumah serta dimintai pendapat.

Hal ini terkait peran mereka sebagai jembatan antara orangtua dan adik-adiknya. Sementara anak bungsu lebih sering tidak dilibatkan dalam percakapan orangtua karena dianggap sebagai anak kecil. Hubungan antara anak sulung dan anak bungsu dalam sebuah jalinan percintaan akan membuat keduanya merasa penting bagi satu sama lain.

9. Anak pertama kerap akan memiliki sifat penurut dan mengikuti apapun keinginan orangtua.

Sementara anak bungsu cenderung mengikuti kata hatinya. Sifat ini walau saling bertolak belakang, namun nyatanya bisa membantu satu sama lain dalam menemukan jati dirinya.

10. Anak pertamamempunyai kepemimpinan yang lebih tinggi di keluarga.

Anak sulung yang terbiasa menjadi pemimpin dan anak bungsu yang terbiasa mengikuti, akan jadi partner hidup yang saling mengisi, melengkapi dan cocok satu sama lain.

Itulah 10 fakta anak pertama menikah dengan anak bungsu. Pasangan anak sulung dan anak bungsu ini memang bisa jadi pasangan yang klop dan sempurna. Sifat-sifat negatif pada anak sulung akan diredam sifat-sifat positif anak bungsu. Sebaliknya, aneka sifat negatif pada anak bungsu juga akan diredam oleh sifat positif anak sulung.

Bersama, keduanya akan saling melengkapi sehingga tercipta hubungan yang harmonis. Kecocokan anak sulung dan anak bungsu dalam sebuah hubungan percintaan ini tak lepas dari didikan orangtua di rumah serta faktor penerimaan pada masyarakat, di mana anak sulung identik dengan sikap mandiri dan bertanggung jawab sementara anak bungsu akan diidentikkan dengan sikap manja.

Loading...