Inilah 6 Efek Malam Pertama Yang Harus Wanita Ketahui

Posted on

Berhubungan intim di malam pertama adalah hal yang diimpikan setiap pasangan. Apakah itu akan menjadi kejutan manis atau pengalaman menyakitkan, tidak ada yang tahu jawabannya sampai keduanya mengalami sendiri. Inilah pengalaman sekali seumur hidup bagi mempelai pria dan wanita. Harapan yang tinggi bercampur dengan rasa takut mendominasi hati dan pikiran setiap pengantin wanita yang menantikan malam yang ditunggu-tunggu itu.

Bila Anda termasuk salah satu dari wanita yang menantikan malam pertama, berikut tujuh kiat luar biasa untuk membantu Anda mempersiapkan momen spesial tersebut untuk mereguk kebahagiaan bersama dengan pasangan :

image by https://www.theapricity.com

1. Tetap tenang

Sejujurnya, menjaga ketenangan pikiran Anda adalah hal tersulit yang harus dilakukan saat jutaan emosi menyerang saat-saat menjelang malam pertama. Tetapi jika Anda kehilangan ketenangan, itu hanya akan membuatnya menjadi lebih sulit. Pertama kali melakukan hubungan badan dengan suami bisa sangat canggung. Tetapi satu hal yang pasti, itu harus anda lalui, dan karenanya harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Cara terbaik untuk mempersiapkan diri adalah dengan rileks dan bertekad untuk menikmati malam pertama dengan kebahagiaan.

2. Tidak semua wanita mengalami pendarahan saat pertama kali

Seorang wanita mengalami pendarahan selama berhubungan intim karena selaput daranya pecah. Ini hanya benar jika selaput tipis itu memang masih utuh. Tetapi wanita melakukan begitu banyak kegiatan fisik yang ketat seperti bersepeda, olahraga air, berkuda, dan lain-lain dimana berbagai kegiatan tersebut berpeluang membuat selaput dara robek dan dia mungkin tidak menyadarinya. Jadi, tidak masalah jika Anda tidak berdarah saat berhubungan intim untuk pertama kalinya di malam pernikahan Anda.

3. Jangan bertujuan untuk kesempurnaan

Jangan tertipu oleh apa yang Anda lihat di film-film Hollywood dimana pengantin wanita memerah pipinya dan gugup memiliki malam yang sempurna dengan pengantin prianya yang sopan. Ada banyak hal yang mungkin salah yang dilakukan Anda dan pasangan. Jadi bersiaplah untuk membuatnya menjadi urusan yang mudah diingat tanpa membidik kesempurnaan. Biarkan semuanya berjalan dengan alami tanpa harus menuntut kesempurnaan yang hanya akan menjadi beban pikiran saja.

4. Siapkan pelumas

Untuk Anda dan pasangan yang sama sekali tidak berpengalaman, tak ada salahnya untuk menyiapkan pelumas. Stres dan keletihan tidak akan memungkinkan Anda untuk tetap tenang, dan dalam keadaan seperti itu mungkin sangat sulit untuk terangsang. Jadi selalu ingat: basah selalu lebih baik dalam urusan yang satu ini agar tak mengalami pengalaman rasa nyeri setelah berhubungan.

5. Anda mungkin tidak mengalami orgasme

Mendapatkan orgasme setiap kali berhubungan intim tidak mudah, faktanya, banyak orang tidak pernah mengalami orgasme puncak saat berhubungan intim untuk pertama kalinya. Banyak faktor yang bertanggung jawab untuk mewujudkan klimaks yang sempurna. Namun Anda pun jangan berkecil hati jika tidak mendapatkan orgasme pada malam pertama.

6. Itu mungkin tidak akan terjadi

Semua dikatakan dan dilakukan, ada kemungkinan besar bahwa Anda mungkin tidak berhubungan intim di malam pertama Anda. Anda berdua akan lelah karena prosesi pesta pernikahan yang sangat menguras tenaga. Jangan kecewa karena itu sangat umum bagi banyak pengantin baru untuk tidak menyempurnakan pernikahan mereka pada malam pertama. Masih banyak malam-malam lain yang tak kalah romantis dengan malam pertama. Berhubungan intim pertama kali di waktu kapan pun akan tetap menjadi malam pertama.

7. Malam untuk diingat

Apakah Anda melakukan hubungan intim atau tidak, malam pertama akan menjadi salah satu momen paling berkesan dalam hidup Anda dan suami. Ngobrol, tertawa dan berbagi pemikiran dengan pasangan juga merupakan saat-saat terindah untuk dinikmati berdua. Malam itu akan membawa Anda lebih dekat kepada orang yang akan menjadi mitra seumur hidup Anda dalam segala hal. Jadilah diri Anda sendiri, lepaskan semua ketakutan dan nikmati malam itu!

Setelah mengetahui kiat-kiat mempersiapkan malam pertama yang indah, untuk Anda yang sebentar lagi resmi menjadi pengantin baru, boleh jadi akan terkejut saat pertama kali berhubungan intim dengan pasangan. Anda mungkin beranggapan bisa tidur pulas usai berhubungan intim. Namun faktanya, berbagai hal yang tak Anda kira sebelumnya mungkin akan anda alami. Berikut adalah 6 efek malam pertama yang dapat dialami mempelai wanita usai berhubungan intim :

1. Rasa nyeri

Bisa saja Anda beranggapan jika berhubungan intim semestinya tak membuat sakit. Akan tetapi faktanya, berhubungan intim bisa saja mengakibatkan Anda mengalami rasa nyeri di bagian organ intim. Di sini mempelai wanita dapat menderita kram rahim sehabis berhubungan intim. Berhubungan fisik atau kegiatan sek sual akan menyebabkan sistem tubuh memproduksi hormon oksitosin. Hormon ini lah yang bisa memicu kontraksi pada otot rahim sehingga terjadi kram. Namun Anda tak usah takut apabila kram cuma muncul sekali atau dua kali sebab itu masih dianggap wajar. Namun sebaliknya bila rasa nyeri kelewat kerap muncul dan mulai merusak kualitas hubungan intim, lebih baik segera memeriksakan diri ke dokter kandungan. Rasa sakit sehabis berhubungan intim mungkin saja indikasi dari gejala endometriosis, fibroid, dan bahkan kanker ovarium.

2. Sensasi seperti terbakar

Para mempelai wanita tidak usah cemas bila mendapati daerah sekitar organ intim terasa panas layaknya luka bakar usai berhubungan intim. Secara medis kejadian itu disebabkan jaringan vagina yang mulai mengendur. Sensasi terbakar akan menyebabkan Anda selalu ingin ke kamar mandi seusai berhubungan badan. Sensasi tersebut biasanya tak berlangsung lama hanya beberapa menit saja. Namun bila masih merasakan hingga beberapa jam terus berlanjut maka ada yang tak beres dan Anda harus cepat memeriksakan diri ke dokter.

3. Bercak darah

Meski tak semua mempelai wanita mengalaminya, usai berhubungan intim sebagian wanita mungkin akan mengeluarkan darah. Namun banyaknya tak seperti darah yang keluar saat menstruasi, yang sering hanya berupa bercak saja yang disebabkan oleh robeknya selaput dara saat ditembus oleh penis suami. Pendarahan bisa juga terjadi bukan karena selaput dara yang robek namun karena sebab lain. Keluarnya darah dapat muncul disebabkan adanya radang leher rahim atau serviks yang diderita mempelai wanita dan mengeluarkan darah ketika berhubungan intim. Area vagina pun bisa koyak apabila berhubungan intim secara kasar. Darah dapat bersumber dari leher rahim yang bengkak atau bagian vagina yang sobek.

4. Rasa gatal

Sebagian mempelai wanita mungkin juga akan mengalami rasa gatal di daerah Miss V setelah berhubungan intim. Kejadian tersebut dapat muncul ketika pasangan pengantin berhubungan badan dengan memakai kondom, pelumas, atau gel ketika berhubungan intim. Ditemukan juga mempelai wanita yang merasakan gatal-gatal di area vagina disebabkan alergi dengan sperma yang ditumpahkan suami.

5. Rasa sedih

Alih-alih bahagia usai berhubungan intim, sebagian mempelai wanita malah merasa depresi. Menurut sebuah penelitian, sebagian wanita menderita apa yang disebut dengan postcoital dysphoria (PCD) ialah rasa sedih, takut, agitasi, atau agresi seusai berhubungan badan.

6. Sering ke kamar kecil

Kecuali dapat menyebabkan Miss V menjadi gatal, cairan sperma suami pun bisa mengakibatkan mempelai wanita ingin bergegas ke toilet. Hal ini disebabkan oleh senyawa yang terdapat dalam sperma bisa memicu kram dan diare saat menumpahi bagian dalam organ intim wanita. Senyawa yang dinamakan prostaglandin tadi bisa memicu otot-otot halus di area Miss V melakukan kontraksi atau peregangan. Saat itu terjadi, mempelai wanita biasanya akan reflek ke kamar mandi.

Loading...