Dosa Riba Seperti Berzina dengan Ibu Sendiri, Ketahui Hal Ini

Posted on

Pada pembahasan kali ini akan ada informasi mengenai dosa riba seperti berzina dengan ibu sendiri. Mengapa riba bisa diartikan sama seperti berzina dengan ibu kandung sendiri? Bagi anda yang penasaran, maka simak informasi selengkapnya berikut ini. Sebelum membahas lebih jauh lagi tentang riba, pertama-tama tahukah anda apa itu riba secara umum?.

Jadi riba di sini dalam bahasa dapat diartikan sebagai “Tambah” dan arti riba secara umum adalah meminta tambahan uang dari yang dihutangkan. Dalam islam, praktik riba sendiri sudah jelas-jelas di haramkan dan termasuk ke dalam dosa besar. Tak hanya islam saja yang menentang praktik riba, namun agama lain seperti Hindu, Kristen, Budha, dan Yunani.

Dalam islam riba dibagi menjadi 2 jenis yaitu riba fadl dan riba nasi’ah. Pertama kita akan mengetahui apa itu Riba Fadl. Kata Fadl di sini dalam bahasa memiliki arti kelebihan atau bisa juga diartikan sebagai tambahan. Dan pengertian riba Fadl adalah riba yang memperjual balikan barang ribawi dengan barang yang sejenis dan dipatok dengan nilai yang tinggi, misalnya saja memperjual belikan 1 kg beras dengan beras yang hanya memiliki berat 1/2 kg.

Hal itu jelas disalahkan karena seharusnya barang ditukar dengan barang yang nilainya sama. Yang kedua adalah riba Nasi’ah, kata Nasi’ah di sini memiliki arti memberi penangguhan atau penundaan. Jadi pengertian riba nasi’ah adalah memberikan tambahan pada pinjaman awal.Misalnya saja seseorang menjual 1 kg beras dengan batas waktu tertentu dan nantinya akan membuat harga atau utang si pembeli akan semakin bertambah jika ia tak mampu untuk melunasi dalam waktu dekat. Praktek riba sendiri termasuk ke dalam 7 dosa besar yang sudah tentukan oleh Allah SWT.

Dosa Riba Seperti Berzina dengan Ibu Sendiri

Di dalam Al-Quran juga sudah dijelaskan bahwa siapa saja yang melakukan praktik riba maka dirinya akan diperangi Allah SWT. Selain diperangi oleh Allah sang pencipta alam semesta, pelaku riba juga akan dilaknat oleh Rasulullah SAW yaitu siapa saja yang melakukan praktik riba, maka ia termasuk ke dalam orang-orang kafir. Apa itu Kafir dalam riba?

Bagi anda yang belum mengetahu apa sebenarnya arti dari kata kafir, maka berikut adalah informasinya. Kafir merupakan manusia-manusia yang tidak beriman kepada Allah, dan orang yang melakukan riba maka ia termasuk ke dalam orang-orang kafir. Lalu bagaimana jika seseorang tersebut sudah mengetahui bahwa praktek riba dalam islam itu benar-benar diharamkan namun masih saja menjalankannya dengan sengaja?.

Jawaban untuk pertanyaan semacam ini adalah, bahwa riba siapa saja orang yang sudah mengetahui dosa riba, tapi ia masih saja menjalankannya maka ia termasuk ke dalam orang-orang yang fasik. Fasik di sini mengandung arti orang-orang yang keluar dari ajaran-ajaran Allah SWT dan orang tersebut cenderung melakukan kemaksiatan.

Adapun ciri-ciri yang dimiliki orang fasik adalah mengingkari ayat-ayat suci Al-Quran. Jelas bahwa di dalam Al-Quran riba merupakan aktivitas yang diharamkan, namun ketika orang tersebut masih melakukan praktik riba, maka ia termasuk ke dalam orang-orang yang mengingkari Al-Quran.

Ciri fasik yang kedua adalah orang yang sengaja mengubah hukum atau ketetapan Allah padahal sudah jelas kebenarannya, dan ciri fasik yang ketiga adalah orang-orang yang selalu ingat dengan janji Allah. Untuk lebih lengkapnya, maka simak informasi berikut ini mengenai mengapa aktivitas riba itu sangat dilarang.

1.Allah SWT mengharamkan apapun yang tidak bisa mendatangkan manfaat

Sudah jelas bahwa Allah SWT selalu menyayangi semua hambanya, maka dari itu Allah SWT mengharamkan apapun yang tidak bisa mendatangkan manfaat bagi manusia baik itu secara individual mauapun bermayarakat. Jelas, bahwa praktik riba merupakan aktivitas yang hanya menimbulkan kerugian pada diri manusia.

2. Praktek riba merupakan cara yang salah dan tidak sehat

Mengapa riba merupakan cara yang tidak dibenarkan dan tidak sehat? Alasannya karena keuntungan yang didapatkan oleh orang yang memberikan riba sebenarnya bukan dari jerih payah orang tersebut tetapi dari hasil memeras harta orang lain.

3. Banyak orang orang yang dirugikan dalam riba

Orang-orang yand dirugikan dalam praktik riba ini kebanyakan dari kalangan menegah kebawah atau pengusaha kecil yang sedang butuh dana untuk melanjutkan usahanya, dan orang-orang yang mendapat keuntungan dari praktik riba ini adalah kebanyakan dari orang-orang yang kaya dan kuat.

4. Praktik riba juga dapat menyebabkan akhlak dan rohani seseorang berkurang

Buktinya bahwa orang-orang kaya atau orang yang memiliki modal yang sangat besar dan ingin menambah hartanya maka mereka akan melakukan segala cara agar hartanya semakin banyak. Salah satu cara yang biasa dilakukan orang-orang seperti itu adalah praktik riba.

5. Faktanya, riba menyebabkan seseorang malas untuk bekerja dan mencari rezeki yang halal.

Mereka sudah merasa nyaman hidup dengan mengambil keuntungan atau harta dari orang-orang kecil. Mereka sudah tidak peduli lagi apa arti belas kasih dan kebaikan. Karena yang mereka pikirkan hanyalah bagaimana cara agar harta bisa semakin bertambah tanpa harus bekerja keras.

6. Riba juga dapat menghancurkan hidup seseorang

Bagaimana tidak, banyak orang yang kehilangan harta kekayaan mereka dan akhirnya jatuh miskin, sedangkan orang-orang yang memiliki modal mereka akan hidup bahagian hanya dengan mengeluarkan modal atau pinjaman yang sedikit.

7. Krisis ekonomi disebabkan oleh riba

Akhir-akhir ini juga banyak pakar ekonomi yang menyebutkan bahwa krisis ekonomi yang terjadi disebabkan oleh sistem riba yang saat ini banyak terjadi di kalangan masyarakat, salah satunya adalah negara Indonesia. Jika hal ini dibiarkan terus-menerus, maka akan menimbulkan dampak buruk terhadap rakyat kecil di mana hartanya akan berpindah ke orang-orang kaya

8. Riba menyebabkan perubahan pada individu seseorang

Selain itu adanya riba juga menimbulkan dampak buruk lainnya terhadap individu seperti keegoisan, berhati batu atau susah diataur dan semaunya sendiri, bakhil atau pelit, memiliki pengetahuan sempit, menimbulkan sifat tamak atau rakus terhadap harta, tumbuh sifat yang tak memiliki belas kasih terhadap orang lain terutama untuk orang-orang fakir miskin, dan riba juga memicu sifat cemburu diantara individu.

Itulah beberapa alsan mengapa praktik riba sangat diharamkan. Terbukti bahwa praktik riba dalam islam memang sangat diharamkan dan dosa riba dalam islam juga sama saja menzinai ibu kandung sendiri. Lalu, Apa maksud dari pernyataan tersebut?. Selama ini semua orang pasti sudah mengetahui bahwa zina merupakan sesuatu yang sangat menjijikkan dan diharamkan oleh agama manapun. Jika zina saja sudah menjadi dosa besar, bagaimana dengan zina dengan ibu sendiri? Pasti dosa yang didapatkan akan berlipat-lipat.

Dalam islam disebutkan bahwa dosa riba seperti berzina dengan ibu sendiri merupakan dosa riba yang paling ringan. Untuk itu jangan pernah sekali-kali anda mendekati riba yang jelas-jelas diharamkan oleh Allah SWT. Mulai kini, anda harus lebih peka terhadap praktik riba yang sudah tersebar di seluruh Indonesia, jangan sampai anda terjerumus ke dalam lubang riba yang nantinya akan membawa dosa yang sangat besar.