10 Ciri Ciri Orang Depresi Berat dan Stress Tinggi Berkepanjangan

Posted on

Tahukah anda, bahwa stress yang berkepanjangan dapat menyebabkan masalah serius pada kejiwaan seseorang. Seperti diketahui, bahwa stress sendiri dapat terjadi karena adanya suatu tekanan pada pikiran yang melebihi kekuatan dalam otak. Hal tersebut bisa terjadi pada lingkungan dalam keluarga, lingkungan kerja , maupun lingkungan social tempat seseorang melakukan kegiatan sehari hari.

Seperti diketahui, bahwa stress adalah pemicu tertinggi sesorang menjadi depresi akibat tekanan yang sangat kuat, jika hal itu berlanjut tentu saja dapat menyebabkan kegilaan atau gangguan jiwa.Sebenarnya depresi sendiri timbul akibat dari perilaku stress yang didapatkan terus menerus. Berdasarkan penelitian, orang tidak bisa begitu saja terkena depresi.

Namun hal tersebut terjadi secara perlahan, bahkan dalam jangka waktu yang sangat lama. Dimana seseorang tersebut menerima suatu perlakukan yang menurut dirinya tidak adil dan seolah olah kehidupan ini teramat sangat selalu membuatnya terpojok karena beban yang sangat berat. Nah,bagaimanakah sebenarnya ciri ciri dari orang depresi tersebut? Berikut pemaparannya

Ciri Ciri Orang Depresi Berat dan Stress

1. Pada awalnya selalu menyalahkan keadaan di sekitar

Ciri orang yang menderita depresi adalah menyalahkan lingkungan sekitar ataupun diri sendiri yang menyebabkan beban hidup ini sangat terasa berat. Bagi sebagian orang, depresi sangat jarang terjadi pada lingkungan kerja, justru pada lingkungan kerja ini biasanya rentan terjadi stress. Namun faktanya, kebanyakan orang yang menderita depresi, selalu mengalami stress yang berkepanjangan pada awalnya. Semua kekecewaan, tidak terima dengan keadaan yang selalu membuat diri dan jiwanya terpojok adalah penyebabnya.

2. Sering berbicara pada diri sendiri dan menyalahkan diri sendiri

Orang yang mengalami gejala depresi, biasanya perilakunya lebih dari menunjukkan stress berat. Dimana seseorang tersebut merasa bahwa dirinya tidak mampu namun kenapa harus mengalami cobaan yang begitu berat ini. Baginya dia sudah tidak dapat berkata kata apa lagi, sehingga seringkali dia berbicara dengan dirinya sendiri seolah olah sudah tidak ada jalan keluar lagi dalam menghadapi persoalan yang ada.

3. Sering melamun dengan tatapan yang kosong

Berbeda jika seseorang mengalami suatu stress, dia masih bisa meluapkan segala emosinya dan dapat kembali melabilkan jiwanya seusai luapan emosi jiwanya terkeluarkan atau tersalurkan. Namun berbeda dengan seseorang yang menderita depresi akut, dimana dia akan lebih sering cenderung pasrah melamun dan dengan tatapan yang kosong. Yang ada dalam pikirannya hanyalah suatu penyesalan yang tidak dapat dia hadapi sendiri, seolah olah jiwanya telah habis digunakan untuk melawan segala permasalahan tersebut.

4. Sekali tersinggung,maka emosi jiwanya akan meluap semua

Jangan heran jika anda melihat sesorang yang sudah sangat depresi, tiba tiba tidak dapat mengontrol diirnya sendiri. Hal tersebut bisa disebabkan oleh perkataanorang lain yang cukup tajam, yang biasanya seolah olah merendahkan dia. Sehingga dalam emosi jiwanya tidak tertahankan lagi dan membuat dirinya meluapkan segala amarah dengan berteriak dan mengamuk namun jiwa sudah tidak dapat dikontrol atau dikembalikan lagi.

5. Merasa bahwa semua hal ini adalah suatu takdir yang bertubi tubi

Ingat bahwa orang tidak bisa menderita depresi begitu saja, biasanya seseorang tersebut sebenarnya telah melalui tekanan hidup yang amat terlalu kuat. Sehingga dia merasa bahwa ketidak adilan pada dirinya diberikan oleh TUHAN. Dia merasa tidak adil jika melihat orang lain jauh lebih nyaman dan seperti tanpa ada suatu permasalahn hidup. Namun bagi seseeorang yang depresi, baginya hidup sudah seperti selalu menerkam dia dengan cobaan yang melebihi batas kemampuannya.

6. Terkadang menangis sendiri di malam hari atau tanpa sebab

Orang yang sudah menderita depresi akut, biasanya dia sudah seperti tidak mempunyai harapan hidup lagi. Antara seperti dirinya sudah kehilangan kendali atau gila, namun masih mempunyai kesadaran diri yang melekat pada dirinya. Dia sudah sangat merasa sedih yang amat kuat dan tidak tertahankan. Sehingga tidak ajrang seseorang tersebut menangis sendiri sembari dia tidak berkata apa apa lagi.

7. Sering menyendiri dan menghidari keramaian orang banyak

Memang hal ini bisa menjadi sifat beberapa orang, terutama orang yang mempunyai golongan darah A, dimana golongan darah A ini adalah tipe orang yang sebenarnya mudah sekali terkena stress dan depresi. Namun beberapa sebagian besar dari mereka, ternyata mampu menyembunyikan kesedihan yang dialaminya dan seoalah olah Nampak wajar saja tidak terjadi sesuatu yang menyakitkan pada hatinya. Bagi orang yang menderita depresi, menyendiri adalah satu jalan untuk menenangkan hatinya sendiri, biarpun tanpa bercerita kepada orang terdekat.

8. Selalu dilanda ketakutan yang mat sangat berlebih

Bagi orang yang menderita depresi, maka dirinya sebenanrya sudah mengalami tekanan jiwa yang sangat kuat. Biasa dikatakan bahwa diri jiwanya sudah tidak mampu lagi membendung segala permasalahan dan mencari jalan keluar dari permasalahn tersebut. Sebab bisa jadi waktu bertahu tahunlah yang sudah membuatnya berubah terhadap sudut pandang setiap orang di lingkungannya berada. Bagi dia, segala hal seperti mempunyai resiko danrasa takut yang besar. Sehingga dia merasa ketakutan setiap saat seperti sebuah bayangan yang akan selalu menghantuinya yaitu permasalahan dalam hidup.

9. Tidak mau menceritakan permasalahan hati pada siapapun

Bagi orang yang menderita tekanan batin yang sangat kuat, dan menjadi depresi. Maka dia seolah olah sudah tidak mempunyai tempat aduan dimanapun saat ini. Baginya curahan hatinya ini sudah sangat melekat dalam di dirinya dan percuma saja mengungkapkan suatu curahan hati kepada oranglain. Seolah olah hatinya telah membeku akibat tekanan hidup yang bertubi tubi selalu menghujaninya lagi dan lagi..

10. Setiap hari dalam dirinya hanya ada amarah dan amarah

Hanya ada dendam dan kemarahan besar setiap harinya dalam diri orang yang sedang depresi. Dia sudah tidak tahu lagi keadilan mana yang membuat dirinya justru selalu jatuh sendiri. Jika dia membandingkan dengan orang lain, justru malah orang lain yang berperilaku seenaknya saja terhadap kehidupan ini malah justru dapat menikmati dunia ini. Sedangkan baginya seolah olah tidak ada keadilan dalam hidupnya, dimana dia hanya selalu memendam amarah dan amarah yang begitu besar tidak dapat diungkapkan lagi.

Tentu saja kita tidak bisa menjudge seseorang bahwa ternyata orang tersebut mempunyai hati dan mental yang kecil shingga tidak bisa menghadapai segala permasalahan hidup. Faktanya tidak demikian, namun bahwa setiap orang selalu diberikan porsi permaslahn hidup yang berbeda beda. Dan setiap orang tidak akan pernah bisa merasakan jiwa kehidupan orang lain, sehingga apa yang terlintas keluar dalam kata kata anda belum tentu sama dan mudah dengan persolan yang dihadapi oleh orang yang sedang menderita suatu depresi..