10 Ciri-Ciri Diabetes Melitus Pada Anak Yang Orang Tua Ketahui

Posted on

Diabetes melitus adalah jenis penyakit yang sering terjadi pada masyarakat Indonesia. Penyakit yang sebetulnya selalu diidentikkan dengan orang tua. Akan tetapi, lama kelamaan penyakit ini mudah menjangkit siapa saja termasuk anak-anak. Ini memang sangat sering terjadi pada anak. Makannya sangat penting kemudian Anda mengenal ciri-ciri diabetes melitus pada anak.

Penyakit yang menyerang fungi dari pangkreas ini membuat kinerja organ tersebut tidak mampu untuk memproduksi insulin yang dibutuhkan tubuh. Sehingga zat gula dan glukosa tidak bisa diserap maksimal oleh tubuh. Tidak terkendali kadar gula dalam darah inilah yang kemudian disebut sebagai penyakit diabetes melitus.

Secara singkat, bahwa penyakit ini tejadi karena kadar gula mengalami peningkatan di dalam tubuh. Jika penyakit ini menyerang anak akan menjadi ancaman yang serius karena bisa sangat menggangu sistem kekebalan pada tubuh anak. Umumnya banyak yang menyadari bahwa hal ini tejadi pada anak lantaran pengaruh dari faktor genetika atau keturunan.

Diabetes militus yang tejadi pada anak secara umum menyerang anak dengan kisaran umur 7-12 tahun. Penyakit ini memang menjadi salah satu penyakit yang bisa datang kepada siapa saja tidak mengenal batasan umur.Apabila seorang tekena diabetes melitus ini, maka aktivitas tubuhnya terutama dalam menghasilkan insulin bisa diperoleh dari dalam.

Ada pekerjaan tambahan untuk sehari-hari yakni melakukan kontrol pada kadar gula darah. Karena penyakit ini bisa sangat bebahaya Mela perlu dilakukan penanganan dengan baik untuk penyakit ini. Memahami gejala yang muncul bisa jadi bagian penting. Untuk itu, selanjutnya akan dibahas tentang ciri-ciri diabetes melitus pada anak yang wajib diketahui. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut :

1. Cepat merasa haus 

Anak yang menderita diabetes akan lebih banyak mengeluarkan cairan hal ini pulalah yang membuat penderita membutuhkan banyak air dan akan sering merasa haus. Makanya anak akan cenderung lebih banyak minum agar bisa mencukupi kadar air pada tubuh.

2. Buang air kecil lebih sering 

Meningkatnya kadar gula pada tubuh penderita diabetes melitus ini membuat glukosa dihilangkan dengan melalui peran dari ginjal. Respon alamiah dari ginjal inilah yang kemudian membuat anak penderita diabetes melitus lebih mudah buang air kecil. Banyak cairan yang dikeluarkan melalui buang air kecil tadi.

3. Mudah merasa lapar 

Tidak terpenuhinya insulin pada tubuh membutuhkan makanan glukosa yang dibutuhkan tubuh menjadi kurang. Kenyataan ini kemudian membuat berbagai sel yang ada pada tubuh menjadi tidak punya energi dalam beraktivitas. Kemudian ini membuat anak lebih cepat lapar.

4. Berat badan berkurang 

Meskipun makan anak yang tekena diabetes melitus ini banyak tetapi beratnya justru mengalami penurunan. Karena tubuh yang kekurangan gula akan membuat tubuh tidak mempunyai cadangan dan membuat berat badan menjadi turun.

5. Mudah lelah 

Seiring dengan tubuh yang tak menyerap gula dari makanan dengan sempurna. Maka tubuh akan mengalami dampak kurang asupan energi. Sehingga berbagai organ dan sel tidak memperoleh energi yang dibutuhkan. Jadi lesu dan lelah akan selalu muncul.

6. Anak gampang marah 

Secara mental atau psikologis anak pengidap diabetes juga mudah tersinggung. Bahkan kecenderungan marah tanpa alasan bisa saja tejadi.

7. Infeksi jamur 

Masalah jamur ini bisa terjadi pada anak yang menderita diabetes tetapi belum masa puber. Kemungkinan akan tumbuh infeksi jamur di bagian vagina. Bahkan bisa juga menyerang bayi dengan ciri terjadinya ruam popok.

8. Masalah penglihatan 

Seiring dengan banyaknya cairan yang masuk akan mempengaruhi bagian mata. Karna cairan pada mata meningkat dan menyebabkan muncul masalah penglihatan.

9. Sakit perut atau muntah 

Anak yang punya penyakit diabetes akan membuat perut akan mudah untuk merasakan sakit dan berdampak pada mual bahkan sampai muntah.

10. Nafas menjadi berbau 

Bau mulut atau nafas juga akan didapat pada anak dengan diabetes yang susah sedikit parah. Dengan nafas yang mempunyai bau asam menyengat. Demikian tadi ciri ciri diabetes melitus pada anak. Penting untuk memahami tentang ciri ini, karena tidak hanya sebagai sumber informasi saja, tetapi juga untuk memberikan Anda kewaspadaan.

Siapa tahu anak yang berada dalam lingkungan anda mengalami penyakit diabetes melitus. Sehingga bisa dilakukan langkah penanganan lebih dini dan tidak menjadi parah.