5 Cara Malam Pertama Agar Tidak Sakit dan Terhindar Dari Trauma!

Posted on

Setiap pasangan tentu mengidamkan jika di malam pertama setelah usai pesta pernikahan adalah momen yang spesial. Namun tidak jarang mempelai wanita yang merasa kesakitan ketika berhubungan intim pada malam itu. Hal itulah yang sering membuat takut wanita yang hendak menikah. Mereka inginnya tentu membahagiakan dan tak mengecewakan pasangan namun di sisi lain juga tak mau menderita kesakitan.

Malam pertama adalah salah satu peristiwa paling dinanti-nanti bagi pasangan pengantin baru. Di malam itulah pengantin baru dapat menghabiskan waktu berduaan saja di kamar dan boleh melakukan apa saja tak terkecuali berhubungan intim badan. Sek sualitas adalah kontak paling intim dari dua jenis manusia. Hubungan intim adalah gabungan dari kepuasan fisik dengan hubungan emosional antara pria dan wanita. Hanya saja bagi pengantin baru, hubungan intim ini adalah sesuatu yang baru. Tak heran bila kedua pengantin merasa gugup, khawatir, hingga ketakutan.

image by https://www.elitedaily.com

Namun kehilangan keperawanan bagi wanita di malam pertama bisa terasa menakutkan. Belum lagi berbagai mitos yang membumbui malam pertama pun menambah ketakutan para wanita yang akan menikah. Dalam banyak kasus, berhubungan intim itu tidak menyakitkan, bahkan untuk pengalaman yang pertama. Baca terus artikel ini untuk mempelajari bagaimana mempersiapkan diri secara mental dan fisik menghadapi malam pertama. Ketahui juga 5 cara malam pertama agar tidak sakit, khususnya bagi wanita.

1. Cobalah merasa nyaman dengan sek sualitas anda sendiri.

Kebanyakan orang takut akan hal yang tidak diketahui, dan mudah untuk merasa cemas jika tidak tahu apa yang akan terjadi. Merasa tegang dan gugup selain akan membuat otot vagina Anda terkatup juga lebih rentan terjadi rasa sakit saat berhubungan intim. Daripada membiarkan kecemasan mengambil alih, cobalah mencari cara untuk bersantai sambil mencari informasi terlebih dahulu sehingga Anda merasa percaya diri pada saat menjelang malam pertama. Banyak sumber yang bisa dijadikan rujukan informasi bagaimana cara berhubungan yang tak menyakitkan saat malam pertama. Selain dari orang yang sudah mengalaminya, bila anda malu bertanya langsung, masih ada internet dengan segudang informasi yang membahasa hal itu secara detil.

2. Tidak usah tergesa-gesa

Tak serta-merta Anda dan suami mesti melakukan hubungan intim malam itu juga. Seringnya usai acara pesta pernikahan, kedua mempelai pasti kelelahan. Sehingga tidak ada salahnya apabila kondisi fisik tak memungkinkan untuk menunda ritual malam pertama dengan diganti malam kedua atau ketiga. Ketika kesehatan Anda dan pasangan sudah kembali, berhubungan intim tentu dapat membuat Anda kian bergelora. Itu juga akan menjadikan Anda kian terbiasa dengan pasangan. Yang terpenting yaitu anda dan pasangan bisa menikmati hubungan intim itu dengan maksimal.

Begitu Anda terbiasa tidur dengan pasangan tentu akan membuat makin nyaman, lebih-lebih dengan foreplay yang dilakukan sebelum penetrasi. Nikmati setiap sentuhan, ciuman, jamahan, dan penetrasi yang dilakukan pasangan Anda di malam pertama, tentu bayangan rasa sakit tak akan muncul. Foreplay membantu wanita menghasilkan pelumasan alami, tetapi itu membutuhkan waktu. Jika Anda mengalami kekeringan vagina saat foreplay sudah dilakukan dalam waktu yang cukup, mintalah pasangan Anda untuk menggunakan pelumas berbasis air. Bahan Ini akan mengurangi gesekan dan menurunkan peluang Anda untuk merasa sakit saat penetrasi oleh pasangan.

3. Diskusikan kekhawatiran Anda dengan pasangan.

Melakukan hubungan intim dengan seseorang yang Anda cintai mungkin akan membuat sedikit gugup. Belum lagi kekhawatiran akan rasa sakit yang dialami. Anda jangan diam saja, coba komunikasikan perasaan takut anda itu ke pasangan. Pasangan pasti akan mempertimbangkan perasaan Anda dan memastikan Anda akan mendapatkan pengalaman terbaik. Sebagai pasangan pasti dia bersedia membantu Anda melalui proses tersebut. Namun jika pasangan Anda ternyata tak begitu peduli dengan bagaimana hubungan intim bisa memengaruhi Anda, mungkin sebaiknya Anda mempertimbangkan kembali untuk mendiskusikan dengannya.

Sudah saatnya anda menghubungi ahlinya, dokter! Sejumlah ahli sepakat bahwa kesehatan mental dapat mempengaruhi secara apakah hubungan intim itu menyakitkan atau tidak. Depresi dapat menyebabkan penurunan libido atau rasa sakit psikogenik di bagian tubuh manapun, termasuk vagina, dan kecemasan dapat menyebabkan penurunan libido, vaginismus, atau dispareunia.Semua istilah medis yang terasa asing itu muaranya sama yaitu untuk menggambarkan hubungan intim yang menyakitkan.

Terapi fisik dan berbicara dengan dokter yang mengkhususkan diri dalam masalah kesehatan hubungan intim perempuan dapat membantu Anda mengatasi maalah ini. Selain itu, kenangan trauma sek sual masa lalu juga bisa membuat hubungan intim terasa menyakitkan. Ketika seseorang melakukan sesuatu secara paksaan intim untuk memicu ingatan itu, atau dia adalah penyebab trauma maka tubuh wanita dapat ‘menutup’ di mana pelumasan, keterbukaan, dan penerimaan tidak akan terjadi.

4. Pahami selaput dara Anda.

Selaput dara adalah selaput tipis yang menutupi sebagian lubang vagina, dan hampir setiap gadis dilahirkan memilikinya. Selaput dara ini akan menipis dari waktu ke waktu karena berbagai aktifitas seperti olahraga, bermain, penggunaan tampon, menstruasi dan bahkan juga gerakan-gerakan keseharian. Pendarahan yang Anda alami setelah kehilangan keperawanan seharusnya tidak sama dengan menstruasi. Kabar baiknya adalah, meskipun Anda tidak bisa mengatur selaput dara, Anda masih bisa membuat diri anda rileks meski kehilangan selaput dara.

Perdarahan setelah berhubungan intim secara medis dikenal sebagai perdarahan postcoital. Ini terjadi pada wanita dari segala usia. Pada wanita muda yang belum mencapai menopause, sumber perdarahan biasanya adalah serviks. Sementara pada wanita yang telah mengalami menopause, sumber perdarahan lebih bervariasi, bisa dari: serviks, rahim, labia, dan uretra. Ketika kadar estrogen di tubuh Anda rendah, beberapa hal terjadi pada vagina. Tubuh akan menghasilkan sedikit lubrikasi sehingga vagina Anda bisa menjadi kering dan meradang. Tingkat estrogen yang rendah juga mengurangi elastisitas vagina Anda.

Jaringan vagina menjadi lebih tipis dan mengecil. Ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan, rasa sakit, dan pendarahan saat berhubungan intim. Anda tidak sendirian. Menurut perkiraan dari The American College of Obstetricians and Gynecologists, hampir 75% wanita akan mengalami hubungan intim yang menyakitkan dalam hidup mereka, baik untuk sementara atau jangka panjang. Angka 75 persen adalah persentase yang sangat tinggi, tetapi kebanyakan wanita tidak pernah berbicara tentang pengalaman mereka akan hubungan intim yang menyakitkan karena ada banyak alasan rumit untuk tak mengungkapkannya.

5. Atur suasana santai.

Longgarkan pikiran anda dan buat suasana bebas stres. Singkirkan semua pikiran yang mengganggu yang membuat Anda merasa gugup atau menjauhkan Anda dari fokus pada pasangan Anda. Jangan lupa, matikan juga ponsel Anda. Cobalah memikirkan hubungan intim layaknya maraton dan bukan lari cepat. Fokus untuk menikmati pasangan Anda tanpa terburu-buru. Alih-alih memikirkan hal yang anda khawatirkan, luangkan waktu untuk mencari tahu apa yang bisa Anda dan pasangan nikmati. Mulailah dengan berciuman, memeluk dengan mesra, dan atur ritme kecepatan hubungan di ranjang yang terasa paling nyaman bagi Anda berdua.

Cobalah untuk tidak takut meminta apa yang Anda inginkan tentu pasangan akan dengan senang hati mengabulkannya. Meminta gerakan yang lembut, atau mungkin menggunakan lebih banyak pelumas adalah sebagian cara untuk dapat meringankan rasa sakit saat pertama kali berhubungan intim. Bila memang setelah berhubungan badan ternyata masih menyisakan rasa sakit atau mengalami pendarahan, cobalah untuk meminum obat pereda nyeri yang dijual bebas, bersihkan darah, dan gunakan bantalan tipis untuk beberapa jam.

 

Loading...